Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTERISTIK PARKIR PADA BADAN JALAN (ON STREET PARKING) DI PASAR ABIAN TIMBUL DENPASAR DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA RUAS JALAN Gede Sumarda Sumarda; I Made Kariyana; I Kadek Juniarta
Jurnal Teknik Gradien Vol 10 No 1 (2018): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Abian Timbul merupakan pasar yang terletak di Desa Pemecutan Kelod Kecamatan Denpasar Barat Kota Denpasar Jalan Imam Bonjol Denpasar. Dengan adanya pertumbuhan ekonomi menyebabkan meningkatnya volume kendaraan yang memasuki pasar. Ketersedian fasilitas parkir yang belum memadai sehingga masih banyak kendaraan yang parkir di badan jalan dan menyebabkan kemacetan lalulintas pada ruas jalan terutama pada jam – jam sibuk pada pagi hari pada ruas jalan Imam Bonjol Denpasar. Adapun permasalahan di dalam penelitian ini yaitu karakteristik parkir pada badan jalan dan pengaruh parkir pada badan jalan terhadap kinerja ruas jalan Imam Bonjol Denpasar.Data yang diperlukan pada studi ini berupa data primer dan data sekunder, dari data dan hasil analisis diketahui bahwa karakteristik parkir di badan jalan yaitu volume parkir 334 (Kend/Jam), akumulasi parkir tertinggi sebesar 69 kendaraan, rata-rata lama parkir kendaraan sebesar 0,964 Jam/kend, tingkat pergantian parkir1,86 kend/ (SRP/jam), kapasitas parkir 47 kend/jam, penyediaan ruang parkir selama 4 jam survei dapat menampung 168 kendaraan, indeks parkir tertinggi 1,53.Dengan adanya parkir di badan jalan (on street parking) ternyata mempengaruhi kinerja ruas jalan Imam Bonjol Denpasar pada saat jam puncak pagi memiliki volume lalu lintas sebesar 2090 smp/jam, Kapasitas jalan sebesar 2134,45 smp/jam sedangkan tanpa parkir di badan jalan sebesar 2677,15 smp/jam. Terjadi penurunan kapasitas jalan sebesar 25,42 %. Derajat kejenuhan dengan adanya parkir di badan jalan sebesar 0,98 sedangkan tanpa parkir di badan jalan sebesar 0,78. Kecepatan hasil survei di lapangan sebesar 17,78 km/jam dan tingkat pelayanan untuk jam puncak pagi dengan adanya parkir di badan jalan terletak pada level E sedangkan tanpa adanya parkir di badan jalan adalah pada level D.
ANALISA KINERJA U-TURN DAN RUAS JALAN DI JALAN BY PASS NGURAH RAI DENPASAR Gede Sumarda; I Made Kariyana; Dana Saputra
Jurnal Teknik Gradien Vol 11 No 1 (2019): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor akan menyebabkan peningkatan konflik lalu lintas yang terjadi baik di persimpangan maupun lokasi berbalik arah (U-Turn). Sepanjang jalan By Pass Ngurah Rai Denpasar dari Simpang Sakenan sampai Simpang Pesanggaran, memiliki fasilitas U-Turn yang tidak secara keseluruhan mampu mengatasi masalah konflik, sebab U-Turn itu sendiri yang akan menimbulkan permasalahan dalam bentuk hambatan terhadap arus lalu lintas searah dan juga arus lalu lintas yang berlawanan arah. Adapun permasalahan pada penelitian ini yaitu bagaimana kinerja U-Turn dan ruas jalan di jalan By Pass Ngurah Rai Denpasar khususnya di depan SPBU Suwung Sanur. Data yang diperlukan pada studi ini berupa data primer yang diperoleh dari hasil survei langsung di lapangan dan data sekunder yang diperoleh dari instansi pemerintah atau swasta. Dalam analisis kinerja ruas jalan menggunakan panduan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Dari data dan hasil analisis diketahui bahwa jumlah penduduk Kota Denpasar Tahun 2018 adalah 930600 jiwa, geometrik jalan yang meliputi tipe jalan empat lajur dua arah terbagi (4/2 D), lebar tiap jalur jalan 8 m, kereb 0,2 m, trotoar 1,5 m, median 1,95 dan bukaan median 21 m. Kinerja U-Turn pada saat jam puncak memiliki volume lalu lintas tertinggi sebesar 489,40 smp/jam, Rata–rata waktu menuver tiap jenis kendaraan yaitu sepeda motor 4,41 detik/kendaraan, kendaraan ringan 15,33 detik/kendaraan dan kendaraan berat 26,29 detik/kendaraan. Rasio intensitas antrian (p) pada jam puncak didapat (p) >1,0 yaitu terjadi antrian kendaraan. Panjang antrian dan waktu tundaan tertinggi yaitu pada arus berlawanan arah sebesar 98 m dengan waktu tundaan 101 detik. Kinerja ruas jalan By Pass Ngurah Rai Denpasar pada saat jam puncak memiliki volume lalu lintas tertinggi sebesar 4695,90 smp/jam yaitu dari arah timur ke barat. Kapasitas jalan sebesar 3216,15 smp/jam, derajat kejenuhan tertinggi sebesar 0,80 dengan tingkat pelayanan untuk jam puncak terletak pada level D.
KUALITAS PELAYANAN ANGKUTAN SISWA TRANS SERASI KABUPATEN TABANAN 2020 I Made Kariyana
Jurnal Teknik Gradien Vol 12 No 1 (2020): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v12i1.442

Abstract

ABSTRAK Tabanan sebagai salah satu daerah dalam kawasan Metropolitan SARBAGITA mengalami perkembangan yang begitu pesat bahkan saat ini perkembangan Tabanan sudah kearah pertumbuhan yang memiliki kawasan pusat bisnis sendiri. Namun perkembangan daerah yang sangat pesat ini kurang didukung oleh pembangunan infrastuktur dibidang transportasi terutama pelayanan angkutan umum. Hal tersebut menyebabkan masyarakat terpaksa menggunakan kendaraan pribadi termasuk siswa sekolah yang dalam segi umur belum diperbolehkan mengendarai kendaraan. Desakan akibat tingginya kecelakaan yang melibatkan siswa yang belum diperbolehkan mengendarai kendaraan bermotor, kondisi angkutan umum yang mati suri, kemacetan dan terbatasnya lahan parkir mendorong Pemerintah Kabupaten Tabanan segera melaksanakan program angkutan siswa yang hingga tahun 2020 ini sudah melayani 23 SMP. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan Angkutan Siswa Trans Serasi tahun 2020 berdasarkan standar pelayanan yang ditetapkan oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 29 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 98 Tahun 2013 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum dalam Trayek. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Dengan hasil bahwa secara umum siswa merasa pelayanan yang diberikan angkutan siswa Trans Serasi sangat baik, dimana untuk tingkat kualitas pelayanan pada indikator keamanan memiliki nilai rata-rata 89%, pada indikator keselamatan memiliki nilai rata-rata 89%, pada indikator kenyamanan memiliki nilai rata-rata 88%, pada indikator keterjangkauan memiliki nilai rata-rata 91%, pada indikator kesetaraan memiliki nilai rata-rata 89% dan pada indikator keteraturan memiliki nilai rata-rata 86%. Penyelenggara angkutan siswa Trans Serasi telah melaksanakan pelayanan sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan pada Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 29 Tahun 2015.
ANALISIS KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL TRENGGANA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA RUAS JALAN TRENGGANA SAAT KONDISI PANDEMI COVID-19 Gede Sumarda; I Made Kariyana; Kadek Mei Harkita Sophia
Jurnal Teknik Gradien Vol 12 No 1 (2020): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v12i1.448

Abstract

ABSTRAK Transportasi adalah salah satu komponen yang tidak dapat dipisahkan dari pembangunan sebuah kota, dengan tersedianya sarana dan prasarana transportasi yang baik, mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam melakukan mobilitas agar terwujudnya kesejahteraan masyarakat, jika pergerakkan transportasi tersebut terhenti maka akan menimbulkan berbagai masalah terutama akan mengganggu aktivitas di bidang sosial dan perekonomian masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja simpang tak bersinyal dan pengaruhnya terhadap kinerja ruas jalan pada saat kondisi pandemi covid-19. Metode Perhitungan dan ketentuan - ketentuannya mengacu pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia (1997). Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, dimana data primer terdiri dari volume lalu lintas pada simpang dan ruas, geometrik simpang , geometrik ruas, hambatan samping di simpang maupun di ruas. Sedangkan data sekunder terdiri dari data jumlah penduduk dan peta lokasi simpang dan ruas. Kinerja simpang Jalan Trenggana- Jalan Siulan dengan sisitem tak bersinyal saat kondisi pandemi covid-19 memiliki tingkat pelayanan C, dengan derajat kejenuhan maksimal pada jam puncak sore 0,885. Tundaan maksimal terjadi 15,08 dt, sedangkan kinerja ruas jalan Trenggana saat kondisi pandemi memiliki ringkat pelayanan C, dengan derajat kejenuhan 0,54. Jadi pengaruh kinerja simpang Trenggana-Siulan terhadap ruas jalan trenggana saat kondisi pandemi covid-19 tidak terdapat pengaruhnya karena arus stabil.
INVENTARISASI DAN EVALUASI RUANG HENTI KHUSUS (RHK) SEPEDA MOTOR DI KOTA DENPASAR I Made Kariyana; Gede Sumarda; Ni Putu Gayatri Swarupini
Jurnal Teknik Gradien Vol 12 No 2 (2020): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v12i2.459

Abstract

Dengan meningkatnya populasi penduduk di Kota Denpasar mengakibatkan bertambahnya jumlah pengendara kendaraan bermotor. Peningkatan kendaraan bermotor terutama sepeda motor akan berpengaruh pada simpang bersinyal, dikarenakan pengguna sepeda motor berusaha menggunakan secara optimal semua ruang yang ada disimpang. Oleh karena itu perlu diwujudkan suatu penanganan terhadap adanya penumpukan sepeda motor di persimpangan, yaitu penyediaan fasilitas Ruang Henti Khusus (RHK). Ruang Henti Khusus (RHK) adalah sebuah ruang yang dikhususkan bagi kendaraan sepeda motor, untuk mengatur tempat antrian sepeda motor dengan kendaraan beroda empat atau lebih pada saat berhenti selama nyala merah di pendekat simpang bersinyal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menginventarisasi jumlah RHK di Kota Denpasar yang sesuai dengan peraturan PUPR 2015 dan mengetahui efektifitas RHK di Kota Denpasar. Dalam penelitian ini akan dilakukan analisis tingkat keterisian. Dari hasil perhitungan dengan metode tersebut diketahui bahwa jumlah simpang yang sesuai dengan ketentuan PUPR 2015 yaitu 14 simpang dengan 13 pendekat sedangkan untuk presentase tingkat keterisian RHK Simpang Nusa Indah–Hayam Wuruk pada pendekat barat pada jam sibuk pagi dan sore sebesar 62%-65%. Sehingga bisa disimpulkan cukup berhasil diterapkan, untuk Simpang Nusa Indah–Hayam Wuruk pada pendekat barat pada jam sibuk siang sebesar 58%. Sehingga bisa disimpulkan kurang berhasil diterapkan, untuk Simpang Nusa Indah–Hayam Wuruk pada pendekat timur pada jam sibuk pagi, siang dan sore sebesar 45%-50%. Sehingga bisa disimpulkan kurang berhasil diterapkan, untuk Simpang Surapati–Melati pada pendekat barat, utara dan timur pada jam sibuk pagi, siang dan sore sebesar 22%-43%. Sehingga bisa disimpulkan kurang berhasil diterapkan, sedangkan untuk presentase tingkat keterisian RHK hanya oleh sepeda motor Simpang Nusa Indah–Hayam Wuruk dan Simpang Surapati-Melati pada pendekat barat dan timur pada jam sibuk pagi, siang dan sore sebesar 76%-93%. Sehingga kecil bisa disimpulkan berhasil diterapkan.
PERBANDINGAN METODE REGRESI LINEAR DENGAN METODE TIME HEADWAY UNTUK MENCARI KINERJA RUAS JALAN I Made Kariyana; Gede Sumarda; Putu Saniswa Paramanatha Awangga; Tri Hayatining Pamungkas
Jurnal Teknik Gradien Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Teknik Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v13i2.757

Abstract

Nilai ekivalensi mobil penumpang adalah faktor konversi dari berbagai tipe kendaraan menjadi satuan mobil penumpang untuk menyetarakan berbagai tipe kendaraan yang beroprasi di satu ruas jalan kedalam satu jenis kendaraan yaitu mobil penumpang, Sementara itu, saat ini dunia sedang mengalami pandemi Covid-19 tidak terkecuali di Indonesia sendiri, khususnya di Kota Denpasar tidak luput dari serangan virus yang menyerang saluran pernafasan ini (Sosilo, 2020) Dengan adanya pandemi ini maka berpengaruh juga terhadap arus lalu-lintas yang tentunya semakin lenggang yang berdampak pada kinerja ruas jalan. Penelitian ini di lakukan di Ruas Jalan Tukad Yeh Aya, Ruas Jalan Hang Tuah dan WR Supratman. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbandingan emp dan kinerja ruas jalan yang telah di teliti sebelumnya oleh Kariyana, dkk (2020) yang di bandingkan dengan Regresi Linear. Penelitian diawali dengan pengumpulan data dan kemudian melakukan analisis data yang sudah ada. Data yang sudah didapat dari survei terdahulu oleh Kariyana, dkk (2020) kemudia diolah menggunakan bantuan prangakat aplikasi dan didapat hasil emp dari metode Regresi Linear. Terdapat perbedaan dari hasil perhitungan kinerja ruas jalan antara metode Regresi Linear dengan time headway yaitu pada ruas Jalan Tukad Yeh Aya didapat derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,36 dengan tingkat pelayanan B, lebih kecil dari time headway dengan (DS) 0,92 dan tingkat pelayanan E. Pada ruas Jalan Hang Tuah nilai derajat kejenuhan metode Regresi Linear (DS) 0,43 dengan tingkat pelayanan B, lebih kecil dibandingkan time headway 0,85 dengan tingkat pelayanan E dan untuk jalan WR Supratman menggunakan Regresi Linear didapat hasil (DS) 0,39 tingkat pelayanan B lebih kecil dari time headway 0,77 dengan tingkat pelayanan C.
Pemodelan Sumur Resapan Sebagai Upaya Penurunan Risiko Banjir Kota Denpasar pada DAS Badung Tri Hayatining Pamungkas; Mawiti Infantri Yekti; Kadek Diana Harmayani; Siti Nurul Khotimah; Made Kariyana
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 20, No 3 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1816.649 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v20i3.11785

Abstract

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali pada tahun 2013 menyatakan bahwa beberapa wilayah Denpasar terendam banjir karena tingginya curah hujan pada daerah pemukiman sehingga terjadi genangan di beberapa area. Dampak kejadian banjir dapat dikurangi dengan membangun sumur resapan. Sumur resapan mampu menurunkan debit dan limpasan hujan dengan cara meningkatkan kapasitas infiltrasi di daerah aliran sungai. Perencanaan sumur resapan dianalisis dengan menerapkan remote sensing pada DAS Badung yang terdapat di wilayah Denpasar. Selanjutnya dilakukan perhitungan banjir dengan software HEC-HMS dan perencanaan sumur resapan berdasarkan SNI 03-2453-2002. Hasil analisis sumur resapan pada sub DAS Badung dapat menurunkan debit banjir kala ulang 50 tahun sampai 50,70% dan volume limpasan banjir 74,09%. sehingga penerapan pemanenan air hujan dengan sumur resapan dapat dijadikan salah satu referensi sebagai bentuk penerapan konservasi sumber daya air dalam upaya penurunan risiko bencana banjir di Kota Denpasar.
Efektivitas Marka Kotak Kuning (Yellow Box Junction) Di Kota Denpasar (Studi Kasus : Simpang Bersinyal Ahmad Yani Utara) I Made Kariyana; I B. Gede Indramanik; I Putu Agus Sudiartama
JUTEKS : Jurnal Teknik Sipil Vol 6 No 2 (2021): JUTEKS (Jurnal Teknik Sipil)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32511/juteks.v6i2.745

Abstract

Perkembangan aktivitas di Kota Denpasar harus diimbangi dengan sistem pengaturan lalu lintas yang baik dan prasarana yang mendukung. Kemacetan lalu lintas biasanya sering terjadi pada persimpangan, hal ini terjadi karena akumulasi kendaraan pada satu titik ke arah yang berlawanan atau berbeda. Menanggulangi permasalahan lalu lintas tersebut, Pemerintah Provinsi Bali menerapkan sistem yang bertujuan untuk pengaturan dan pengendalian yaitu dengan menerapkan marka kotak kuning, baik pada simpang yang bersinyal maupun pada simpang yang tidak bersinyal. Yellow Box Junction (YBJ) berfungsi untuk melarang kendaraan berhenti digaris kuning walaupun lampu hijau masih menyala agar kepadatan dipersimpangan tidak terkunci. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kinerja simpang dan efektivitas marka YBJ di Simpang Ahmad Yani Utara. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997) dan tingkat pengetahuan tentang marka YBJ menggunakan analisis statistik SPSS. Hasil penelitian ini yaitu mempunyai derajat kejenuhan (DS) yang sama pada pendekat Utara, Selatan dan Barat yaitu 0.690. Untuk nilai panjang antrian masing-masing pendekat yaitu pendekat Utara 63m, Selatan 58m, Barat 32m. Untuk nilai tundaan pendekat Utara 8.76det/smp, Selatan 4.86det/smp, Barat 27.88det/smp. Untuk tingkat pelayanan termasuk dalam klasifikasi tingkat pelayan B. Efektivitas marka YBJ dinyatakan efektif, dilihat dari persentase pelanggar yang kecil dan didukung oleh faktor – faktor pemahaman dan kedisiplinan masyarakat yang tinggi. Dengan efektifnya marka YBJ dipersimpangan dapat meningkatkan kinerja Simpang.
Rainwater Harvesting-Based Water Resources Conservation I Made Kariyana; Tri Hayatining Pamungkas; Ida Bagus Weda Erlangga
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 19, No 3 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (946.821 KB) | DOI: 10.14710/presipitasi.v19i3.532-541

Abstract

Denpasar City has an index of population increase worth 2.07% every year. It is feared that this will become a new problem in terms of environmental sustainability, such as the overexploitation of groundwater to meet the community’s water needs. This study aims to support the sustainability of water resources by using Rainwater Harvesting (RWH) as a form of green building planning. The method used in this study is a quantitative descriptive method, which is an analysis method carried out to calculate and describe the scale of RWH in the focus of the system’s effectiveness with the study location in the campus environment of the Ngurah Rai University Denpasar. The results of the study stated that 11 roofs of capture buildings produced rainwater of 1,783,350 litres/year. Another analysis said that this RWH method could cover all water needs, especially water used for flushing toilets. It is stated that the total water deficit of -703,734 litres/year can be subsidized from the entire remaining rainwater harvesting water of 879,624 litres/year. In addition, rainwater harvesting also plays a role as a form of effort to maintain the conservation of water resources and the application of green buildings that are energy efficient and environmentally friendly.
PERENCANAAN LAYOUT PARKIR DI RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT (RSGM) UDAYANA I Made Kariyana; Tri Hayatining Pamungkas; Ni Made Ola Ulandari; Putu Aryastana
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1534.727 KB) | DOI: 10.22225/pd.11.2.5107.166-176

Abstract

The Dental and Oral Hospital (DOH) of Udayana is the hospital owned by Udayana University which is located at the Udayana Jimbaran Campus. The DOH of Udayana can be categorized as a new hospital because the construction of this hospital is still in the non-finishing structure stage, so it doesn’t have parking facilities. In this study, planning of the parking layout for Udayana DOH was carried out to get an optimal parking design in terms of parking capacity, vehicle type, and parking space needs based on land availability. The number of parking space units was determined based on the number of beds that follow the provisions in the Regulation of the Directorate General of Land Transportation No. 272/HK.105/DRJD/1996, while the percentage of vehicle type composition was analyzed through a survey comparison and interviews at DOH of Saraswati Denpasar. The survey comparison result depicts that the percentage of vehicle types parked for motorcycles and cars is 92.45% and 7.55%, respectively. The number of parking space units required based on the number of beds is 104 units, so the composition of the number of parking spaces for motorcycles and cars is 96 and 8, respectively.
Co-Authors Ade Darma Erlangga Wiguna Ahdan, Alan Anggraini, Tiara Ayu Anita Intan Nura Diana Antika, Ni Made Anik Juli Artayasa, I Kadek Doni Astariani, Ni Kadek Dana Saputra Dana, I Ketut Merta Kusuma Dewa Made Priyantha Wedagama Dewi, Kadek Ary Purnama Dewi, Kadek Ary Purnama Dewi Dewi, Ni Luh Okta Sari Dewiyanti, Ni Putu Ditha Diasa, I Wayan Dwipayana, Sang Made Fahmi, U’us Azmi Nur Gede Sumarda Gede Sumarda Gede Sumarda Hiswara, I Putu Raditya I B. Gede Indramanik I Dewa Gede Putra Sedana I G. Oka Wiradnyana I Gede Adi Alit Putra I Gede Alit Putra I Gede Aryanta Putra I Gede Raditya Pratama I Gusti Ayu Made Ratih Nuratni I Kadek Juniarta I Komang Alit Astrawan Putra I Made Widiana I Nyoman Arta Wijaya I Putu Agus Sudiartama Ida Bagus Gede Indramanik Ida Bagus Weda Erlangga Indramanik, Ida Bagus Gede Iwan Setiyono Subekti Kadek Diana Harmayani Kadek Mei Harkita Sophia Kembarajaya, I Ketut Kertayasa, I Gede Kusuma, Andyka Made Mariada Rijasa Mawiti Infantri Yekti Ni Luh Putu Ening Permini Ni Made Ola Ulandari Ni Made Ola Ulandari Ni Made Ola Ulandari Ni Putu Gayatri Swarupini Ni Putu Suda Nurjani, Ni Putu Suda Ni Putu Yuliana Ria Sawitri Ni Wayan Aprilia Dwiyanti Saputri Ni Wayan Wahyuni Pamungkas, Tri Hayataning Pratama, I Gede Ardi Yudha Pratama, Octavianus Sumardana Putra, Gede Surya Dwija Putra, I Gede Alit Putra, I Komang Alit Astrawan Putra, I Putu Esa Mahardika Putu Aryastana Putu Doddy Heka Ardana Putu Saniswa Paramanatha Awangga Rahmat Ndruru, Eliyakin Sawitri, Ni Putu Yuliana Ria Siti Nurul Khotimah Soriarta, I Ketut Suda Nurjani, Ni Putu Sudiyani, Ni Nyoman Sumarda, Gede Tri Hayatining Pamungkas Warsana, Kadek Budhi Wayan Wiwik Widyantari Wirawan, I Gusti Ngurah Bagus Manik Lanang Rai Yanta, I Nyoman Agus Trisna Yoga Andika