Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS BIAYA KORBAN KECELAKAAN LALU LINTAS TRANSPORTASI DARAT DI KOTA DENPASAR TAHUN 2021 kariyana, I Made Kariyana; Pamungkas, Tri Hayatining; Nurjani, Ni Putu Suda; Artayasa, I Kadek Doni
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Agustus 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i3.29258

Abstract

Denpasar City, with a population density of 5,676 people/km² according to the Bali Central Bureau of Statistics in 2022, experiences traffic problems due to high density. The impact is felt on productivity and the economy, mainly due to traffic accidents. In 2021, Denpasar City recorded 29,205 accidents with 62 fatalities, 37 serious injuries, and 859 minor injuries, emphasizing the urgency of prevention and awareness of safe driving. This study explores the costs borne by victims of traffic accidents in Denpasar City in that year. The unit cost of casualties can be identified, with the cost of fatalities IDR 77,972,976, serious injuries IDR 38,122,739, and minor injuries IDR 6,838,012. The total cost reached Rp. 12,118,718,874.00, with the largest allocation for death victims. In addition, PT Jasa Raharja provided compensation of Rp. 50,000,000 for deaths and serious injuries, and Rp. 20,000,000 for minor injuries. Comparison of the cost of victims with compensation from PT Jasa Raharja shows a deficit of -36% for victims of death, 31% for victims of serious injuries, and 192% for victims of minor injuries. Abstrak Kota Denpasar dengan kepadatan penduduk mencapai 5.676 jiwa/km² menurut Badan Pusat Statistik Bali tahun 2022, mengalami masalah lalu lintas akibat tingginya kepadatan. Dampaknya terasa pada produktivitas dan ekonomi, terutama karena kecelakaan lalu lintas. Pada 2021, Kota Denpasar mencatat 29.205 kecelakaan dengan 62 korban meninggal dunia, 37 luka berat, dan 859 luka ringan, menegaskan urgensi pencegahan dan kesadaran akan keselamatan berkendara. Penelitian ini mengeksplorasi biaya yang ditanggung oleh korban kecelakaan lalu lintas di Kota Denpasar pada tahun tersebut. Biaya satuan korban dapat diidentifikasi, dengan biaya untuk korban meninggal dunia Rp. 77.972.976,00, luka berat Rp. 38.122.739,00, dan luka ringan Rp. 6.838.012,00. Total biaya mencapai Rp. 12.118.718.874,00, dengan alokasi terbesar untuk korban meninggal dunia. Selain itu, PT Jasa Raharja memberikan santunan sebesar Rp. 50.000.000,00 untuk korban meninggal dunia dan korban luka berat, serta Rp. 20.000.000,00 untuk korban luka ringan. Perbandingan biaya korban dengan santunan dari PT Jasa Raharja menunjukkan defisit -36% untuk korban meninggal dunia, 31% untuk korban luka berat, dan 192% untuk korban luka ringan.
Analisa Karakteristik Kecelakaan Lalulintas Berbasis Gender di Kabupaten Magetan I Made Kariyana
Jurnal Syntax Admiration Vol. 5 No. 10 (2024): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v5i10.1596

Abstract

Magetan Regency is one of the most remote districts in East Java Province, with a population that increases every year. This causes an increase in transportation needs. The dominant mode of transportation used in Magetan Regency is motorbikes, with the number of motorbikes in 2020 amounting to 317,085 (BPS Magetan Regency, 2023). The increase in the amount of transportation is accompanied by the risk of the transportation itself, namely traffic accidents. The number of traffic accidents in Magetan Regency in 2017 was 547 incidents; in 2018 it increased to 870 incidents. Based on previous research in the Magetan Regency area and its surroundings, it was found that accidents were influenced by human factors. Because of this, this research carried out an analysis of gender-based accident characteristics in Magetan Regency. Based on the results of the analysis using the descriptive analysis method using the cross-tabulation method in IBM SPSS, the driver characteristics were obtained, namely that the age of accident victims was predominantly 17-25 years old, and the majority of drivers had a driving license (SIM). The characteristics of accidents are that accidents are dominated by victims with minor injuries, occur in public places, and on weekdays.
EVALUASI KINERJA SIMPANG BERSINYAL PADA SIMPANG TOHPATI Kariyana, I Made
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/ft.v12i2.2635

Abstract

This paper aims to determine the evaluation of a signalized intersection located at the Tohpati Denpasar intersection. This research is motivated by the difficulty of problems at the intersection point which is the center of meeting of vehicle flows from various directions. One of the intersections using APILL is the Tohpati intersection. The purpose of installing APILL is to provide an opportunity for each road user to take turns in order to pass the intersection in an orderly manner. However, there are still long queues and high delays that occur causing congestion on each arm of the intersection, this makes the presence of APILL at the intersection considered ineffective and the performance of the intersection is no longer effective. This research uses a quantitative type method with a field study approach. This research concludes that the results of the analysis show that the highest value of the delay at morning peak hours is on Jl. The Ngurah Rai bypass is worth 120.5 seconds/pcu for a traffic volume of 831 vehicles/hour and a queue length of 116 m. Furthermore, for peak hours during the day, the highest delay is on Jl. Gatot Subroto Timur with a value of 75.04 sec/smp which occurred due to a current of 940 pcu/hour passing through the approach with a queue of 116.67 m. Then the highest delay for afternoon peak hours is on Jl. Bypass Ngurah Rai with a value of 308.92 seconds/pcu which resulted in a current of 1,293 pcu/hour with a queue length of 140 m. The results of the analysis show that this year's research and the previous year's research had the same results where the level of service at the Tohpati intersection was F.
PENDEKATAN SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW DALAM ANALISIS KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN AIR IRIGASI Ardana, Putu Doddy Heka; Kembarajaya, I Ketut; Pamungkas, Tri Hayatining; Kariyana, I Made; Wiradnyana, I Gede Oka; Indramanik, Ida Bagus Gede
Jurnal Teknik Gradien Vol 16 No 02 (2024): JURNAL TEKNIK GRADIEN
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknik_gradien.v16i02.1301

Abstract

Pengaturan air irigasi tidak dapat dilakukan sembarangan, air irigasi harus diberikan sesuai dengan kebutuhan serta mempertimbangkan potensi air yang ada. Perlu dilakukan analisa ketersediaan dan kebutuhan air irigasi untuk mengetahui apakah kebutuhan air irigasi mampu tercukupi berdasarkan potensi air yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi secara komprehensif sebagai bentuk identifikasi dan interpretasi dari penelitian terkait analisis ketersediaan dan kebutuhan air irigasi. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review, yaitu dengan mengumpulkan, mengidentifikasi, dan menilai penelitian-penelitian terkait untuk memberikan interpretasi lengkap dari hasil penelitian. Hasil dari studi literatur didapatkan kesimpulan bahwa pemenuhan dan pengaturan air irigasi mencakup aspek ketersediaan dan kebutuhan air irigasi, dimana aspek tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor dan parameter, diantaranya adalah debit sungai, curah hujan, evapotranspirasi, perkolasi dan pola tata tanam. Analisis ketersediaan dan kebutuhan irigasi dapat dilakukan dengan beberapa metode, tergantung pada lokasi penelitian dan data yang tersedia. Perhitungan neraca air penting dilakukan untuk merencanakan irigasi yang baik, terutama dalam pemberian dan pembagian air serta pemilihan pola tata tanam.
ANALISIS KINERJA RUAS JALAN TUKAD GANGGA DAN JALAN TUKAD YEH AYA MENGGUNAKAN PKJI 2023 Kariyana, I Made; Yanta, I Nyoman Agus Trisna; Pamungkas, Tri Hayatining
Jurnal Teknik Gradien Vol 16 No 02 (2024): JURNAL TEKNIK GRADIEN
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknik_gradien.v16i02.1307

Abstract

Transportasi dianggap sebagai permintaan turunan (derived demand) yang terjadi karena aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya. Dalam konteks makroekonomi, transportasi berfungsi sebagai tulang punggung perekonomian nasional, regional, dan lokal, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Kota Denpasar, sebagai ibu kota Provinsi Bali dengan luas wilayah 127,78 km², memegang peran penting dalam menunjang perekonomian provinsi. Pada tahun 2020, populasi kota ini mencapai 962.900 jiwa. Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan ekonomi, terjadi peningkatan pergerakan orang dan barang, baik domestik maupun internasional. Oleh karena itu, diperlukan infrastruktur dan sistem transportasi yang baik agar aktivitas masyarakat berjalan lancar. Namun, permasalahan lalu lintas, seperti kemacetan, menjadi tantangan utama. Kemacetan dapat mengakibatkan waktu perjalanan lebih lama dan mengganggu aktivitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja ruas jalan di Kecamatan Denpasar Selatan menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2023 (PKJI 2023). Beberapa indikator yang dianalisis meliputi jumlah kendaraan, data geometrik, arus lalu lintas, kecepatan kendaraan, kapasitas jalan, tingkat kejenuhan, dan tingkat pelayanan jalan. Berdasarkan hasil penelitian, Jalan Tukad Gangga memiliki arus lalu lintas tertinggi pada pagi hari, mencapai 1017,35 SMP/jam, sementara Jalan Tukad Yeh Aya memiliki arus tertinggi pada sore hari, sebesar 1218,3 SMP/jam. Jalan Tukad Gangga dan Tukad Yeh Aya memiliki kapasitas yang sama, yaitu 1370,75 SMP/jam, dengan derajat kejenuhan masing-masing 0,742 dan 0,889. Kedua ruas jalan ini menunjukkan tingkat pelayanan yang baik, di mana kendaraan dapat berjalan dengan lancar dan hambatan minimal.
MODEL PENGARUH SEPEDA MOTOR TERHADAP ARUS JENUH DAN TINGKAT KEBERHASILAN RUANG HENTI KHUSUS DI JALAN PAHLAWAN KOTA TABANAN, BALI Kariyana, I Made; Suda Nurjani, Ni Putu
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jiv.v8i1.1243

Abstract

Permasalahan transportasi sering terjadi di kota-kota besar, termasuk kemacetan tundaan dan lainnya yang disebabkan meningkatnya aktivitas masyarakat dan pergerakan ekonomi. Hal ini menuntut peningkatan sarana transportasi yang berdampak pada menurunnya kinerja jalan dan persimpangan, terutama di Kota Tabanan, Bali. Metode penelitian yang dipergunakan adalah metode regresi linier sederhana agar memperoleh arus jenuh kendaraan pada pendekat simpang dan model regresi arus jenuh pada kaki simpang. Hasil penelitian menunjukkan model pengaruh sepeda motor terhadap arus jenuh di Simpang Barat Pendekat Timur dengan persamaan: Y = 101,080 + 19,639X (R² = 0,735). berarti jika volume kendaraan sepeda motor meningkat, nilai arus jenuh juga meningkat. Pengaruh sepeda motor terhadap arus jenuh adalah 73,50%, dan 27,50% dipengaruhi oleh faktor lain. Simpang Timur Pendekat Barat, model yang diperoleh adalah: Y = 135,277 + 19,402X (R² = 0,651). Peningkatan volume sepeda motor juga meningkatkan arus jenuh, dengan pengaruh sebesar 65,10% dan 35,90% dipengaruhi oleh faktor lain. Tingkat keberhasilan RHK pada Simpang Barat Pendekat Timur adalah 73,3%, dan pada Simpang Timur Pendekat Barat adalah 66,6%, keduanya termasuk kategori cukup berhasil diterapkan.
ANALISA KINERJA JALUR PEDESTRIAN DI JALAN RAYA UBUD Kariyana, I Made; Pamungkas, Tri Hayatining; Putra, Gede Surya Dwija; Diana, Anita Intan Nura
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 4, November 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i4.30369

Abstract

Desa Ubud is a favorite tourist destination, therefore the pedestrian pathway needs to be carefully considered. Specifically, the pedestrian pathway along Jl. Raya Ubud which has a high volume of pedestrian activity, with the left side of the pathway being narrow due to obstacles such as electrical poles. On the other hand, the right side of the pathway is clear and spacious. This research aims to evaluate the level of service on both sides of Jl. Raya Ubud's pedestrian pathway. A quantitative descriptive method was used, following the guidelines of the Highway Capacity Manual (HCM) 2000, with observations and surveys conducted during busy morning (06.00-08.00), noon (11.00-13.00), and evening (16.00-18.00) hours. The analysis revealed that the left side of the pathway had a Level Of Service (LOS) of A in the morning, B in the afternoon, and C in the evening, while the right side maintained an LOS of A throughout. It is recommended that coordination between the Directorate General of Highways and the State Electricity Company be improved to address obstacles on the left side of the pedestrian pathway in Ubud Village. Abstrak Desa Ubud merupakan tujuan wisata favorit, oleh karena itu jalur pejalan kaki perlu diperhatikan dengan baik. Khususnya jalur pejalan kaki di sepanjang Jalan Raya Ubud yang memiliki volume aktivitas pejalan kaki yang tinggi, dengan sisi kiri jalur yang sempit karena adanya penghalang seperti tiang listrik. Di sisi lain, sisi kanan jalur tersebut bersih dan luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pelayanan pada kedua sisi jalur pejalan kaki di Jalan Raya Ubud. Metode deskriptif kuantitatif digunakan, mengikuti pedoman Highway Capacity Manual (HCM) 2000, dengan pengamatan dan survei yang dilakukan pada jam-jam sibuk pagi hari (06.00-08.00), siang hari (11.00-13.00), dan sore hari (16.00-18.00). Hasil analisis menunjukkan bahwa sisi kiri jalan memiliki tingkat pelayanan (LOS) A pada pagi hari, B pada siang hari, dan C pada sore hari, sedangkan sisi kanan jalan memiliki LOS A sepanjang hari. Direkomendasikan agar koordinasi antara Direktorat Jenderal Bina Marga dan Perusahaan Listrik Negara ditingkatkan untuk mengatasi hambatan di sisi kiri jalur pejalan kaki di Desa Ubud.
Potensi Pemanenan Air Hujan Dalam Memenuhi Kebutuhan Air di Desa Seraya Pamungkas, Tri Hayatining; Kariyana, I Made; Putra, I Gede Alit
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.19.1.42-43.2023

Abstract

Desa Seraya adalah salah satu desa di Kecamatan Karangsem yang dulunya sempat menggunakan sistem pemanenan air hujan (PAH) atau Rainwater Harvesting, namun sekarang mulai ditinggalkan dan beralih menggunakan PDAM. Kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari di Desa Seraya sangat tinggi karena air tidak hanya digunakan untuk keperluan minum, mencuci baju dan aktivitas lain di desa, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan air untuk berternak. Jenis ternak yang dipelihara sangat beragam mulai dari sapi, kambing, babi dan unggas. Kebutuhan air yang banyak ini cenderung membuat tagihan pembayaran air PDAM sangat tinggi tiap bulannya, sehingga beberapa masyarakat sudah mulai mengeluhkan keadaan. Sistem pemanenan air hujan ini diharapkan bisa menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan air di Desa Seraya atau mengurangi penggunaan air dari PDAM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan penetapan sampel menggunakan teknik sampel acak sederhana (simple random sampling). Adapun data pendukung yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: curah hujan, luas atap rumah, luas bak penampungan dan banyaknya kebutuhan air di Desa Seraya. Berdasarkan hasil analisis didapatkan potensi hasil panen keseluruhan air hujan dapat memenuhi 94,03% dari total kebutuhan air di Desa Seraya. Apabila menggunakan bak penampung yang sudah ada saat ini, hasil panen air hujan dapat memenuhi 14,51% dari total kebutuhan air di Desa Seraya, karena bak air yang ada saat ini hanya mampu menampung 15,44% dari total potensi air hujan yang dapat dipanen.
Peran Posyandu dalam Meningkatkan Kualitas Kesehatan Ibu dan Anak di Jurang Asri Desa Peguyangan Kangin Denpasar I Dewa Gede Putra Sedana; I Made Kariyana; Ni Luh Putu Ening Permini; Ni Wayan Aprilia Dwiyanti Saputri
Pemberdayaan Masyarakat : Jurnal Aksi Sosial Vol. 1 No. 2 (2024): Juni : Pemberdayaan Masyarakat: Jurnal Aksi Sosial
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/aksisosial.v1i2.351

Abstract

Posyandu is a form of Community Resource Health Effort (UKBM) which is managed from, by, for and with the community, in order to empower the community and make it easier for the community to obtain basic health services. Improving the quality of health services can be seen from the ease of obtaining services, speed and accuracy of services and affordable costs. To fulfill the provision of good services is determined by the abilities, attitudes and behavior of service officers in their interactions with the community as service recipients. The implementation of the Posyandu program did not run smoothly due to a lack of participation from the community using the service. Adequate service facilities and facilities do not necessarily make residents active in going to Posyandu. Only a small portion of the healthy behavior of mothers and children in the community are willing to implement it and obtain it through Posyandu, so the role of cadres is very influential in increasing community participation through a pick-up system and going directly into the community
EVALUASI KINERJA RUAS JALAN DI KECAMATAN KUTA UTARA Kariyana, I Made; Hiswara, I Putu Raditya; Pratama, I Gede Ardi Yudha; Wirawan, I Gusti Ngurah Bagus Manik Lanang Rai; Dewiyanti, Ni Putu Ditha; Kertayasa, I Gede
Jurnal Teknik Gradien Vol 17 No 01 (2025): JURNAL TEKNIK GRADIEN
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknik_gradien.v17i01.1403

Abstract

Kecamatan Kuta Utara, sebagai kawasan wisata utama di Kabupaten Badung, Bali, dari tahun ke tahun mengalami peningkatan volume kendaraan akibat pertumbuhan aktivitas wisata dan penduduk. Kondisi ini menyebabkan penurunan kinerja ruas jalan yang seringkali tidak mampu menampung volume lalu lintas pada jam puncak. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kinerja tiga ruas jalan utama di wilayah tersebut, yaitu Jl. Raya Padonan (Br. Dama), Jl. Raya Padonan (Br. Aseman Kangin), dan Jl. Raya Batu Bolong. Data survei diperoleh melalui pengamatan langsung terhadap volume lalu lintas, hambatan samping, dan kecepatan kendaraan pada periode pagi, siang, dan sore. Hasil analisis menunjukkan variasi tingkat pelayanan (LOS) dari D hingga F di ketiga lokasi, dengan tingkat kemacetan yang bervariasi pada lokasi pertama kemacetan tertinggi terjadi pada sore hari, di lokasi kedua kemacetan tertinggi terjadi pada pagi hari, dan di lokasi ketiga kemacetan tertinggi terjadi pada siang hari. Hambatan samping berkategori tinggi (H) ditemukan di lokasi kedua dan ketiga pada sore hari, sementara kecepatan di setiap lokasi bervariasi mengikuti jam puncak dimasing-masing periode, kecepatan kendaraan cenderung menurun pada jam puncak seiring meningkatnya jumlah kendaraan, terutama pada kendaraan berat. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan kapasitas jalan dan pengelolaan hambatan samping sebagai langkah strategis untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan efisiensi lalu lintas.
Co-Authors Ade Darma Erlangga Wiguna Ahdan, Alan Anggraini, Tiara Ayu Anita Intan Nura Diana Antika, Ni Made Anik Juli Artayasa, I Kadek Doni Astariani, Ni Kadek Dana Saputra Dana, I Ketut Merta Kusuma Dewa Made Priyantha Wedagama Dewi, Kadek Ary Purnama Dewi, Kadek Ary Purnama Dewi Dewi, Ni Luh Okta Sari Dewiyanti, Ni Putu Ditha Diasa, I Wayan Dwipayana, Sang Made Gede Sumarda Gede Sumarda Gede Sumarda Hiswara, I Putu Raditya I B. Gede Indramanik I Dewa Gede Putra Sedana I G. Oka Wiradnyana I Gede Adi Alit Putra I Gede Alit Putra I Gede Aryanta Putra I Gede Raditya Pratama I Gusti Ayu Made Ratih Nuratni I Kadek Juniarta I Komang Alit Astrawan Putra I Made Widiana I Nyoman Arta Wijaya I Putu Agus Sudiartama Ida Bagus Gede Indramanik Ida Bagus Weda Erlangga Indramanik, Ida Bagus Gede Iwan Setiyono Subekti Kadek Diana Harmayani Kadek Mei Harkita Sophia Kembarajaya, I Ketut Kertayasa, I Gede Kusuma, Andyka Made Mariada Rijasa Mawiti Infantri Yekti Ni Luh Putu Ening Permini Ni Made Ola Ulandari Ni Made Ola Ulandari Ni Made Ola Ulandari Ni Putu Gayatri Swarupini Ni Putu Suda Nurjani, Ni Putu Suda Ni Putu Yuliana Ria Sawitri Ni Wayan Aprilia Dwiyanti Saputri Ni Wayan Wahyuni Pamungkas, Tri Hayataning Pratama, I Gede Ardi Yudha Pratama, Octavianus Sumardana Putra, Gede Surya Dwija Putra, I Gede Alit Putra, I Komang Alit Astrawan Putra, I Putu Esa Mahardika Putu Aryastana Putu Doddy Heka Ardana Putu Saniswa Paramanatha Awangga Rahmat Ndruru, Eliyakin Sawitri, Ni Putu Yuliana Ria Siti Nurul Khotimah Soriarta, I Ketut Suda Nurjani, Ni Putu Sudiyani, Ni Nyoman Sumarda, Gede Tri Hayatining Pamungkas Warsana, Kadek Budhi Wayan Wiwik Widyantari Wirawan, I Gusti Ngurah Bagus Manik Lanang Rai Yanta, I Nyoman Agus Trisna Yoga Andika