Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kebutuhan Penyediaan Ruang Parkir Sepeda Motor Di KFC Kabupaten Tabanan I Made Kariyana; Tri Hayatining Pamungkas; Ni Made Ola Ulandari; Ade Darma Erlangga Wiguna; I Gede Raditya Pratama
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jiv.v5i2.665

Abstract

KFC merupakan salah satu pusat perbelanjaan yang khusus bergerak dalam bidang makanan siap saji dengan penyajian yang lebih modern dan cepat. KFC terkadang menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat perkotaan yang mengutamakan kecepatan penyajian dan kemudahan dalam pemesanan. KFC untuk di berbagai tempat hampir tidak pernah ada kata sepi atau tutup karena peminat yang begitu banyak. Sebagai tempat makan KFC tentu harus menyiapkan fasilitas untuk menunjang kenyamanan dari pengunjung, baik berupa pelayanan, kemudahan, tempat yang nyaman, bersih serta fasilitas parkir bagi pengunjung. Terutama secara spesifik mengenai fasilitas parkir tentunya disetiap cabang KFC memiliki parkir. Salah satunya, cabang KFC yang berada di Kabupaten Tabanan, Bali. KFC ini telah dilengkapi dengan 26 SRP sepeda motor yang berada di bagian depan dan 7 SRP mobil yang terletak di bagian belakang. Pada KFC Tabanan yang mendominasi parkir sering kali adalah sepeda motor. Metode penelitian yang dilakukan yaitu dengan melakukan pengumpulan data baik data sekunder dan primer, menganalisis datakeluarlah hasil kemudian terakhir adalah kesimpulan dari hasil yang didapat. Perhitungan dan Analisis kendaraan parkir yang dilakukan di area KFC Tabanan dapat disimpulkan bahwa nilai kendaraan keluar masuk di KFC Tabanan yaitu kendaraan masuk dengan jumlah 35 dan kendaraan keluar yaitu 33 kendaraan. Total akumulasi kendaraan keluar masuk di KFC Tabanan yaitu 112 kendaraan sepeda motor. Durasi rerata parkir adalah 1.324 jam/kend. Tingkat parkir yang berganti terjadi dalam hal ini yaitu 0.34 kend/SRP/Jam. Kapasitas Parkir adalah 19.63 kend/(SRP/jam). Nilai indeks parkir motor maksimum adalah 0.38 % 1. Sehingga permintaan ruang parkir tidak melebihi SRP parkir yang ada (existing).
Analisis Potensi Mata Air Untuk Kebutuhan Penduduk Di Desa Galungan Tri Hayatining Pamungkas; I Made Kariyana; I Gede Raditya Pratama; I Made Widiana
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jiv.v5i2.670

Abstract

Air merupakan senyawa yang vital bagi keberadaan makhluk hidup. Kapasitas air bagi kehidupan tidak dapat digantikan dengan campuran yang berbeda. Pemanfaatan air yang utama adalah air minum. Permasalahan yang terjadi di Desa Galungan untuk memenuhi kebutuhan air bersih adalah sumber air jauh dari lokasi setempat. Penelitian ini akan dilakukan pengukuran debit sumber mata air lama dan mencari sumber air baru yang mampu menyalurkan air kesetiap rumah-rumah penduduk agar kebutuhan air bersih seluruh masyarakat Desa Galungan dapat terpenuhi. Pengukuran debit air pada sumber air tanah putih di Desa Galungan. Informasi debit diperoleh dengan estimasi langsung terdekat menggunakan kompartemen atau holder. Hasil Proyeksi Penduduk Desa Galungan dengan perkiraan jumlah penduduk 20 tahun mendatang dengan menggunakan metode aritmatik didapatkan jumlah penduduk Desa Galungan pada tahun 2041 yaitu 3031 jiwa. Pengukuran debit sumber air pertama diperoleh debit rata – rata 2,809 liter/detik dan sumber kedua diperoleh rata-rata debit 3,908 liter/det. Dari hasil analisis didapat bahwa sumber air kedua cukup untuk memenuhi kebutuhan air hingga 20 tahun mendatang.
PROGRAM PENGEMBANGAN BUDIDAYA IKAN LELE DENGAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA SERTA PENGELOLAAN PEMASARAN KEUANGAN BERBASIS DIGITAL I Made Kariyana; Ni Nyoman Sudiyani; Kadek Ary Purnama Dewi; Ni Putu Yuliana Ria Sawitri
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v1i4.146

Abstract

Permasalahan yang sangat mendasar dalam budidaya ikan lele yang dilakukan peternak ikan lele adalah penggunaan air yang banyak dan air buangan hasil budidaya yang dibuang ke lingkunagan yang banyak mengandung amoniak dan nitrogen sebagai hasil perombakan protein dan asam amino dari sisa pakan dan feses ikan lele. Tim pengabdian kepada masyarakat (PKM) dari Universitas Ngurah Rai dengan mitra, yaitu Kelompok Pembudidaya Ikan Lele yang ada di desa Mengwi, dalam rangka untuk budidaya lele dengan teknologi sistem bioflok. Permasalahan Mitra Kelompok Pembudidaya Ikan Lele “PENDUL E” berupa produksi: pertama, masih terbatasnya modal yang dimiliki pembudidaya untuk memulai usaha budidaya lele, sarana dan prasarana yang terbatas, pengetahuan, teknologi dan inovasi serta tingkat kreatifitas dalam memanfaatkan secara efesien lahan untuk pembudidayaan lele. Berdasarkan analisis situasi potensi serta permasalahan mitra yang sudah diuraikan bersama di atas, maka program yang akan ditawarkan mengatasi permasalahan tersebut rencananya dilakukan dalam bentuk pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat dengan mengadakan kegiatan berupa pendampingan, penggunaan alat dan media promosi serta pelaporan keuangan berbasis digital. Keberhasilan yang dicapai dari hasil uji coba dilapangan dapat dinikmati oleh mitra dengan produksi ikan lele yang dipelihara bertumbuh dengan baik dan sehat. Pembudidayaan ikan lele dengan menggunakan metode bioflok memberikan keuntungan yang lebih banyak dari metode konvesional.
IMPLEMENTASI SISTEM BIOGAS DARI KOTORAN HEWAN TERNAK SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF I Made Kariyana
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 12: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok Ternak Tani yang berasal dari daerah Desa Belok Sidan Kecamatan Petang Kabupaten Badung Provinsi Bali khususnya di Banjar Belok yaitu KTT (Kelompok Ternak Tani) Darma Laksana yang telah dapat memanfaatkan kotoran sapi untuk diolah atau dikelola menjadi biogas. Namun KTT Darma Laksana saat ini terkendala pada bagaimana cara pemindahan biogas dari tempat produksi ke dalam tabung LPG dan juga belum mempunyai alat yang digunakan untuk memindahkan biogas tersebut. Hasil yang dicapai dalam program ini adalah warga Desa Belok Sidan khususnya KTT Darma Laksana ini yaitu mengetahui tentang alat dan cara pemindahan biogas dari tempat produksi ke dalam tabung LPG yang nantinya dapat dijual dan dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan oleh kelompok ternak tani. Dengan diadakannya Pelatihan dan Penyuluhan tentang alat dan cara pemindahan biogas dari tempat produksi ke dalam tabung LPG ini diharapkan dapat meringankan beban warga dari krisis bahan bakar minyak untuk memasak dan juga dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan untuk kelompok ternak tani tersebut
IMPLEMENTASI SISTEM LUBANG RESAPAN BIOPORI SEBAGAI PENANGGULANGAN BANJIR I Made Kariyana
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 2 No. 1: Januari 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah melakukan sosialisasi dan pelatihan teknis pembuatan lubang resapan biopori kepada masyarakat, guna mencegah dan menanggulangi banjir, khususnya ketika musim penghujan. Adapun Metodologi kegiatan yang dilakukan mencakup 4 tahapan, yaitu survei dan observasi, sosialisasi dan pelatihan teknis, praktik pembuatan lubang resapan biopori, dan evaluasi kegiatan. Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilakukan, parstisipasi dan kerjasama dengan masyarakat berjalan dengan baik dan kooperatif, aplikasi lubang resapan biopori yang dibuat berjumlah 15 titik di sepanjang jalur genangan air hujan, dan hasil monitoring serta evaluasi 15 titik lubang resapan biopori telah berfungsi dengan baik untuk menjadi media penyerap luapan air hujan sehingga dapat mencegah banjir di sekitar kawasan perumahan. Dengan demikian, kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan memberikan kontribusi dan manfaat positif bagi masyarakat di Banjar Gegadon, Mengwi, khususnya dalam transfer pengetahuan dan keahlian dalam membuat lubang resapan biopori guna mencegah dan menanggulangi banjir secara mandiri dan berkelanjutan.
Potensi Pemanenan Air Hujan Dalam Memenuhi Kebutuhan Air di Desa Seraya Tri Hayatining Pamungkas; I Made Kariyana; I Gede Alit Putra
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 19, No 1 (2023)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.19.1.42-43.2023

Abstract

Desa Seraya adalah salah satu desa di Kecamatan Karangsem yang dulunya sempat menggunakan sistem pemanenan air hujan (PAH) atau Rainwater Harvesting, namun sekarang mulai ditinggalkan dan beralih menggunakan PDAM. Kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari di Desa Seraya sangat tinggi karena air tidak hanya digunakan untuk keperluan minum, mencuci baju dan aktivitas lain di desa, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan air untuk berternak. Jenis ternak yang dipelihara sangat beragam mulai dari sapi, kambing, babi dan unggas. Kebutuhan air yang banyak ini cenderung membuat tagihan pembayaran air PDAM sangat tinggi tiap bulannya, sehingga beberapa masyarakat sudah mulai mengeluhkan keadaan. Sistem pemanenan air hujan ini diharapkan bisa menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan air di Desa Seraya atau mengurangi penggunaan air dari PDAM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan penetapan sampel menggunakan teknik sampel acak sederhana (simple random sampling). Adapun data pendukung yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: curah hujan, luas atap rumah, luas bak penampungan dan banyaknya kebutuhan air di Desa Seraya. Berdasarkan hasil analisis didapatkan potensi hasil panen keseluruhan air hujan dapat memenuhi 94,03% dari total kebutuhan air di Desa Seraya. Apabila menggunakan bak penampung yang sudah ada saat ini, hasil panen air hujan dapat memenuhi 14,51% dari total kebutuhan air di Desa Seraya, karena bak air yang ada saat ini hanya mampu menampung 15,44% dari total potensi air hujan yang dapat dipanen.
EVALUASI RENCANA PENATAAN PARKIR PASAR TULIKUP GIANYAR I Made Kariyana; Gede Sumarda; Putu Doddy Heka Ardana; I Gede Adi Alit Putra
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/ft.v11i1.2129

Abstract

Pemerintah Desa Tulikup mulai menyusunan rencana penambahan kapasitas pasar dibarengi dengan rencana penataan parkir pasar. Namun dalam rencana penataan parkir hanya mengandalkan lahan kosong di pinggir jalan tanpa melalui analisa pakir sebelumnya. Penelitian ini dilaksanakan guna mengetahui seberapa efektif dari penataan parkir yang akan dilaksanakan dengan membandingkan kebutuhan pakrir saat ini dengan rencana ruang parkir yang akan dibuat,dengan adanya penataan ruang parkir akan mengurangi kemacetan dari dampak parkir. Hasil analisis disain rencana parkir diperoleh bahwa parkir sepeda motor mempunyai persentase indeks parkir sebesar 127.69% sedangkan persentase indeks parkir mobil sebesar 30%, sehingga dapat disimpulkan bahwa kapasitas ruang parkir mobil memenuhi dan cukup untuk menampung jumlah mobil. Sedangkan kapasitas ruang parkir untuk sepeda motor belum mampu menampung jumlah sepeda motor sehingga Pemerintah Desa Tulikup perlu memikirkan lahan tambahan yang akan dijadikan lahan parkir. Kapasitas ruang parkir untuk sepeda motor di Pasar Tulikup belum cukup mampu menampung jumlah kebutuhan parkir yang diperlukan sehingga perlu adanya penambahan ruang parkir agar dapat mecukupi jumlah kekurangan yang ada. Untuk persentase indeks parkir mobil di Pasar Tulikup memiliki nilai persentase dibawah 100% sehingga parkir tersebut masih aman, dimana kapasitas parkir yang tersedia masih dapat menampung kebutuhan parkir mobil.
KARAKTERISTIK PARKIR PADA BADAN JALAN (ON STREET PARKING) DI PASAR ABIAN TIMBUL DENPASAR DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA RUAS JALAN Gede Sumarda Sumarda; I Made Kariyana; I Kadek Juniarta
Jurnal Teknik Gradien Vol 10 No 1 (2018): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Abian Timbul merupakan pasar yang terletak di Desa Pemecutan Kelod Kecamatan Denpasar Barat Kota Denpasar Jalan Imam Bonjol Denpasar. Dengan adanya pertumbuhan ekonomi menyebabkan meningkatnya volume kendaraan yang memasuki pasar. Ketersedian fasilitas parkir yang belum memadai sehingga masih banyak kendaraan yang parkir di badan jalan dan menyebabkan kemacetan lalulintas pada ruas jalan terutama pada jam – jam sibuk pada pagi hari pada ruas jalan Imam Bonjol Denpasar. Adapun permasalahan di dalam penelitian ini yaitu karakteristik parkir pada badan jalan dan pengaruh parkir pada badan jalan terhadap kinerja ruas jalan Imam Bonjol Denpasar.Data yang diperlukan pada studi ini berupa data primer dan data sekunder, dari data dan hasil analisis diketahui bahwa karakteristik parkir di badan jalan yaitu volume parkir 334 (Kend/Jam), akumulasi parkir tertinggi sebesar 69 kendaraan, rata-rata lama parkir kendaraan sebesar 0,964 Jam/kend, tingkat pergantian parkir1,86 kend/ (SRP/jam), kapasitas parkir 47 kend/jam, penyediaan ruang parkir selama 4 jam survei dapat menampung 168 kendaraan, indeks parkir tertinggi 1,53.Dengan adanya parkir di badan jalan (on street parking) ternyata mempengaruhi kinerja ruas jalan Imam Bonjol Denpasar pada saat jam puncak pagi memiliki volume lalu lintas sebesar 2090 smp/jam, Kapasitas jalan sebesar 2134,45 smp/jam sedangkan tanpa parkir di badan jalan sebesar 2677,15 smp/jam. Terjadi penurunan kapasitas jalan sebesar 25,42 %. Derajat kejenuhan dengan adanya parkir di badan jalan sebesar 0,98 sedangkan tanpa parkir di badan jalan sebesar 0,78. Kecepatan hasil survei di lapangan sebesar 17,78 km/jam dan tingkat pelayanan untuk jam puncak pagi dengan adanya parkir di badan jalan terletak pada level E sedangkan tanpa adanya parkir di badan jalan adalah pada level D.
ANALISIS EKIVALENSI SEPEDA MOTOR DENGAN METODE REGRESI LINIER BASIS KECEPATAN DI KUTA UTARA SAAT PPKM I Made Kariyana; Gede Sumarda; Yoga Andika; Tri Hayatining Pamungkas
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.12.1.5750.36-43

Abstract

The use of motorcycle modes in Badung Regency has the highest population compared to other modes of transportation. The congestion on the Badung City Highway is a result of the growth rate of motorcycles, as is known that the 1997 Indonesian Road Capacity Manual, which is used to assess traffic performance in Indonesia as a whole, still uses the equivalence of passenger cars as a basis. Based on this context, a study was conducted on motorcycle equivalence analysis using a speed-based linear regression method and compared the results with the equivalence of passenger cars in the 1997 Indonesian Road Capacity Manual, which was carried out during the conditions of the implementation of restrictions on community activities, especially on Canggu Highway, Kerobokan Highway, and Padang Luwih Highway. The method applied in this study is quantitative, namely by calculating the equivalence of a motorcycle with regression analysis. The research analysis showed that the equivalence of motorcycles, light vehicles, and heavy vehicles in Kerobokan highway are 1.00, 8.36, and 16.22, respectively. The equivalence value in the Canggu Highway for motorcycles, light vehicles, and heavy vehicles are 1.00, 7.15, and 15.28, respectively. Padang Luwih Highway gets a motorcycle equivalence of 1.00, for light vehicles 3.98, and for heavy vehicles 14.53. Meanwhile, the performance figures obtained on Canggu Highway were 9,059 ssm/hour with a saturation degree of 3.46. On Kerobokan Highway, the degree of saturation is 2.56 ssm/hour, with a traffic flow of 6.925 ssm/hour. Meanwhile, the traffic flow data for the Padang Luwih Highway section is 9,008 ssm/ hour with a saturation degree of 2.93 ssm/hour.
Efektifitas PKM Saat Pandemi-Covid-19, Terhadap Kinerja Ruas Jalan Di Kota Denpasar I Made Kariyana
JUTEKS : Jurnal Teknik Sipil Vol 5 No 2 (2020): JUTEKS (Jurnal Teknik Sipil)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32511/juteks.v5i2.690

Abstract

Dunia saat ini sedang mengalami pendemi covid-19 tidak terkecuali Indonesia khususnya di Kota Denpasar yang juga terkena dampak dari covid-19. Corona virus adalah virus RNA dengan ukuran partikel 120-160 hm, yang dapat menyebabkan gangguan saluran pernapasan pada manusia dan berujung dengan kematian dan diberi nama SARS-CoV-2 (Sosilo, 2020). Penyebaran covid-19 di Indonesia terkonfirmasi terjadi pada Bulan Februari tahun 2020, karena hal tersebut pada awal Maret tahun 2020 Provinsi Bali khususnya Kota Denpasar akhirnya mengeluarkan Peraturan Wali Kota Denpasar No 32 tahun 2020 tentang pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) di Desa, Kelurahan dan Desa Adat dalam percepatan penanganan Corona Virus Disease. Peraturan ini terdiri dari 9 bab dengan 20 pasal yang mengatur PKM, bantuan sosial, partisipas masyarakat, hiingga sanksi. PKM tentunya mengakibatkan perubahan pada arus lalu lintas di Kota Denpasar, oleh karena itu dengan memperhatikan perubahan yang terjadi akibat adanya PKM penulis ingin melakukan analisis tentang efektifitas PKM terhadap kinerja ruas jalan dengan MKJI dan metode time headway dengan studi kasus pada ruas Jalan Hang Tuah, ruas Jalan WR. Supratman, dan ruas Jalan Tukad Yeh Aya. Dari hasil analisis yang telah dilakukan baik dengan MKJI atau metode time headway diperoleh bahwa pembatasan kegiatan masyarakat belum efektif dibuktikan dengan masih padatnya pengendaraan yang melakukan aktifitas diluar rumah, yang lebih didoinasi dengan pengendaraan bermotor.
Co-Authors Ade Darma Erlangga Wiguna Ahdan, Alan Anggraini, Tiara Ayu Anita Intan Nura Diana Antika, Ni Made Anik Juli Artayasa, I Kadek Doni Astariani, Ni Kadek Dana Saputra Dana, I Ketut Merta Kusuma Dewa Made Priyantha Wedagama Dewi, Kadek Ary Purnama Dewi, Kadek Ary Purnama Dewi Dewi, Ni Luh Okta Sari Dewiyanti, Ni Putu Ditha Diasa, I Wayan Dwipayana, Sang Made Fahmi, U’us Azmi Nur Gede Sumarda Gede Sumarda Gede Sumarda Hiswara, I Putu Raditya I B. Gede Indramanik I Dewa Gede Putra Sedana I G. Oka Wiradnyana I Gede Adi Alit Putra I Gede Alit Putra I Gede Aryanta Putra I Gede Raditya Pratama I Gusti Ayu Made Ratih Nuratni I Kadek Juniarta I Komang Alit Astrawan Putra I Made Widiana I Nyoman Arta Wijaya I Putu Agus Sudiartama Ida Bagus Gede Indramanik Ida Bagus Weda Erlangga Indramanik, Ida Bagus Gede Iwan Setiyono Subekti Kadek Diana Harmayani Kadek Mei Harkita Sophia Kembarajaya, I Ketut Kertayasa, I Gede Kusuma, Andyka Made Mariada Rijasa Mawiti Infantri Yekti Ni Luh Putu Ening Permini Ni Made Ola Ulandari Ni Made Ola Ulandari Ni Made Ola Ulandari Ni Putu Gayatri Swarupini Ni Putu Suda Nurjani, Ni Putu Suda Ni Putu Yuliana Ria Sawitri Ni Wayan Aprilia Dwiyanti Saputri Ni Wayan Wahyuni Pamungkas, Tri Hayataning Pratama, I Gede Ardi Yudha Pratama, Octavianus Sumardana Putra, Gede Surya Dwija Putra, I Gede Alit Putra, I Komang Alit Astrawan Putra, I Putu Esa Mahardika Putu Aryastana Putu Doddy Heka Ardana Putu Saniswa Paramanatha Awangga Rahmat Ndruru, Eliyakin Sawitri, Ni Putu Yuliana Ria Siti Nurul Khotimah Soriarta, I Ketut Suda Nurjani, Ni Putu Sudiyani, Ni Nyoman Sumarda, Gede Tri Hayatining Pamungkas Warsana, Kadek Budhi Wayan Wiwik Widyantari Wirawan, I Gusti Ngurah Bagus Manik Lanang Rai Yanta, I Nyoman Agus Trisna Yoga Andika