Claim Missing Document
Check
Articles

Dampak Sosial Objek Wisata Danau Perintis bagi Masyarakat Sekitar di Desa Boludawa Kecamatan Suwawa Kabupaten Bone Bolango Atiki, Puspita; Hatu, Rauf A.; Latare, Sainudin
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2025): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v2i3.254

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini ditinjau menggunakan Teori Struktur Fungsional Robert King Merton, di mana fungsi pemerintah dan lembaga-lembaga terkait seharusnya berjalan sebagaimana mestinya. Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga sebagai pengelola semestinya berkolaborasi dengan para penjual yang berada di kawasan Danau Perintis serta bertanggung jawab membantu masyarakat yang berjualan, antara lain melalui penerapan kembali peraturan selama festival. Dengan demikian, para pedagang dapat merasakan dampak sosial dari Danau Perintis secara optimal. Kolaborasi ini juga berpotensi menjadikan objek wisata semakin berkembang dan terkenal, sehingga mampu memberikan keuntungan bagi masyarakat maupun pemerintah. Penelitian ini dilakukan di Desa Boludawa, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango. Penelitian dimulai pada tanggal 12 Februari, diawali dengan observasi awal. Setelah itu, peneliti melakukan konsultasi mengenai permasalahan yang akan dijadikan bahan penelitian. Perkembangan pariwisata bertujuan untuk memperhitungkan keuntungan dan manfaat bagi masyarakat sekitar, sekaligus memajukan, memperbaiki, dan meningkatkan kondisi wisata agar menjadi daya tarik yang lebih besar. Pembangunan objek wisata dilakukan dengan tujuan agar masyarakat dan pengelola dapat menarik wisatawan untuk berkunjung. Dampak dari perkembangan pariwisata dapat dirasakan kedua belah pihak apabila dilakukan secara berkelanjutan, dengan menjaga fasilitas agar pengunjung tetap merasa nyaman. Masyarakat sekitar objek wisata Danau Perintis tidak tinggal diam menghadapi banyaknya wisatawan dari berbagai daerah yang datang untuk menikmati keindahan danau. Mereka berlomba-lomba membentuk UMKM serta menyediakan jasa, yang turut difasilitasi oleh aparat desa. Bahkan, Bank Indonesia ikut mendukung dengan menyediakan fasilitas bagi pelaku usaha yang berjualan di kawasan Danau Perintis.
THE IMPACT OF FACILITIES AND SERVICE QUALITY ON OUTPATIENT SATISFACTION IN THE NERVE POLY, CARDIAC POLY, AND INTERNAL POLY OF RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROF. DR. H. ALOEFI SABOE GORONTALO Hilumalo, Nurain; Aneta, Asna; Hatu, Rauf
Public Policy Journal Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.634 KB) | DOI: 10.37905/ppj.v1i1.372

Abstract

This research aims to analyze the impact of facilities and service quality on outpatient satisfaction in the Nerve Poly, Cardiac Poly, and Internal Poly of Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. H. Aloei Saboe Gorontalo either partially or simultaneously. The research approach is quantitative. The research method is ex post facto. The research design is causality. The data analysis technique used is double regression. The research findings are that: (1) Service quality has a positive and significant impact on outpatient satisfaction in the Nerve Poly, Cardiac Poly, and Internal Poly of Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. H. Aloei Saboe Gorontalo (the coefficient of determination is 43.00%); (2) Facilities have a positive and significant impact on outpatient satisfaction in the Nerve Poly, Cardiac Poly, and Internal Poly of Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. H. Aloei Saboe Gorontalo (the coefficient of determination is 12.20%); and (3) Facilities and quality service simultaneously have a positive and significant impact on outpatient satisfaction in the Nerve Poly, Cardiac Poly, and Internal Poly of Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. H. Aloei Saboe Gorontalo (the coefficient of determination is 55.20%). Meanwhile, the other 44.80% can be explained by other variables; such as patients’ physiological, psychological, and social factors and health workers and hospital administrative staff’s commitments.
THE INFLUENCE OF PERFORMANCE-BASED BUDGETING PROCEDURES, EMOTIONAL INTELLIGENCE, AND INTERNAL CONTROL SYSTEM ON THE EFFECTIVENESS OF THE SUPERVISORY FUNCTION OF LEGISLATIVE MEMBERS IN DPRD OF GORONTALO CITY Datau, Ramdan; Aneta, Asna; Hatu, Rauf A.
Public Policy Journal Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.683 KB) | DOI: 10.37905/ppj.v1i2.484

Abstract

In this research, we analyzed the influence, either partial or simultaneous, of performance-based budgeting procedures, emotional intelligence, and internal control system on the effectiveness of the supervisory function of legislative members in the DPRD of Gorontalo City. This research used a quantitative approach. The research method was ex post facto. The research design was causality. The data analysis technique used was double regression. Findings indicate that (1) Performance-based budgeting procedures had a significant positive impact on the effectiveness of the supervisory function of legislative members in the Regional People’s Representative Council (DPRD) of Gorontalo City at a coefficient of determination of 44.50%, (2) Emotional intelligence had a significant positive impact on the effectiveness of the supervisory function of legislative members in the Regional People’s Representative Council (DPRD) of Gorontalo City at a coefficient of determination of 21.20%, (3) Internal control system had a significant positive impact on the effectiveness of the supervisory function of legislative members in the Regional People’s Representative Council (DPRD) of Gorontalo City at a coefficient of determination of 25.00%, and (4) Performance-based budgeting procedures, emotional intelligence, and internal control system simultaneously had a significant impact on the effectiveness of the supervisory function of legislative members in the Regional People’s Representative Council (DPRD) of Gorontalo City at a coefficient of determination of 90.70%. The rest, which was 9.30%, was elucidated by other variables unexplained in this research, e.g., bureaucratic structure, cooperative networking, political interest, work competency, and work environment within supervision. 
IMPROVING THE QUALITY OF PUBLIC SERVICES IN THE SOCIETY 5.0 ERA THROUGH DIGITAL LITERATURE CAPABILITIES OF LLDIKTI APPARATUS FOR REGION XVI Halid, Irwan; Hatu, Rauf A.
Public Policy Journal Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.566 KB) | DOI: 10.37905/ppj.v3i1.1350

Abstract

Public services provided by the government must be able to keep pace with and in line with the digital technology that is developing today. The development of digital technology today will facilitate all government actions in providing public services in accordance with the authority and duties provided. The development of digital technology today is made by humans is growing, one of which is Society 5.0. The research method used is case studies, with research data collection techniques using literature studies derived from the documents, reports, books, scientific journals relevant to this study. The analysis technique used is a data analysis technique. The results of the study explain This requires increasing the competence of optimal apparatus to boost the credibility of government agencies by improving the quality of public services based on digital technology. The development of apparatus competence is one of which is the ability of digital literacy skills. The concept of digital leadership is used to develop the vision and mission of digital technology-based public services carried out by leaders in the face of uncertain and complex circumstances. The application of digital technology enables the creation of more efficient public services. The use of digital technology supported by reliable infrastructure and human resources is felt to be able to bridge access to public services amid all the drawbacks owned by the region.
Adaptasi Sosial Pengguna (QRIS) (Di Kantin Maskam Kampus UNG) Baadi, Nurainun; Latare, Sainudin; Hatu, Rauf A.
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3764

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana proses adaptasi sosial pedagang dan mahasiswa dalam menggunakan system pembayaran digital QRIS di area kantin Mesjid Kampus Unversitas Negeri gorontalo. Latar belakang penelitian didasari oleh perubahan pola transaksi dari tunai ke non-tunai yang semakin meluas di era digital. termasuk dalam sector usaha mikro di lingkungan kampus. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumntasi terhadap pedagang serta mahasiswa sebagai pengguna QRIS. informan ditentukan secara purposive dengan mempertimbangkan keterlibatan mereka dalam aktivitas transaksi menggunakan QRIS. hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh pedagang dakntin telah menggunakan QRIS sebagai sarana transaksi. Proses adaptasi berlangsung dalam berbagai bentuk, sesuai dengan tipelogi Robert K. Merton, yakni Konformitas, Inovasi, Ritualisme, Retrearisme, dan Pmeberontak. Factor pendorong utama adopsi QRIS adalah tuntutan konsumen, kemudahan penggunaan, serta dukungan lingkungan sosial. Sementara itu, kendala utama berupa gangguan jaringan internet danketerbatasan literasi digital pada sebagian pedagang. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan QRIS tidak hanya mempermudah transaksi, teteapi juga membantu dinamika adaptasi sosial baru di lingkungan akademik. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian sosiologi digital dan dapat juga menjadi referensi praktis bagi pemerintah maupun pelaku UMKM dalam memperluas inklusi keuangan berbasis teknologi 
Dampak Perbedaan Pilihan Politik Pilkada terhadap Hubungan Masyarakat dan Pemerintah Desa Mooat Paputungan, Dwi Yanti; Hatu, Rauf A.; Hatu, Dewinta Rizky
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3765

Abstract

Penelitian ini membahas dampak perbedaan pilihan politik dalam Pilkada 2024 terhadap hubungan masyarakat dan pemerintah di Desa Mooat, Kecamatan Mooat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Latar belakang penelitian ini didasari oleh munculnya polarisasi sosial yang menyebabkan perpecahan dan ketegangan di tengah masyarakat setelah pemilihan berlangsung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perbedaan pilihan politik memengaruhi dinamika sosial antarwarga, hubungan antara masyarakat dan pemerintah desa, serta bagaimana kondisi tersebut berdampak pada pelayanan publik di tingkat desa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi untuk memperoleh data secara menyeluruh dan objektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan pilihan politik memicu renggangnya hubungan sosial, munculnya prasangka antarkelompok, serta terjadinya diskriminasi yang dialami sebagian warga. Ketegangan sosial ini terlihat dari sikap saling menjaga jarak, menurunnya interaksi sosial, hingga berkurangnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan desa. Selain itu, dampak politik juga terlihat pada pergantian aparat desa yang diduga berkaitan dengan janji politik kepada tim sukses pasangan calon tertentu. Pergantian ini menyebabkan ketidakstabilan birokrasi dan menghambat pelayanan publik, termasuk keterlambatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) serta pelaksanaan program pembangunan desa lainnya. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa perbedaan pilihan politik dalam Pilkada memiliki dampak signifikan terhadap struktur sosial, hubungan masyarakat, dan tata kelola pemerintahan desa. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemulihan sosial, peningkatan komunikasi, serta kebijakan yang inklusif dan netral untuk mengembalikan keharmonisan serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.
Partisipasi Kelas Menengah Dalam Pilkada Wali Kota Di Kelurahan Padebuolo Kota Gorontalo laginta, iskawati; Hatu, Rauf A.; Hatu, Dewinta Rizky R.
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3783

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis partisipasi politik kelas menengah dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Gorontalo dengan menyoroti faktor-faktor yang memengaruhi rasionalitas dalam menentukan pilihan politik. Menggunakan metode kualitatif, penelitian ini mengandalkan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi sebagai teknik utama dalam pengumpulan data. Informan penelitian dipilih dari kelompok kelas menengah yang memiliki latar belakang pendidikan, kondisi ekonomi, serta keterlibatan sosial yang relatif baik, sehingga mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai pola partisipasi politik mereka serta perubahan-perubahan yang terjadi dalam dinamika politik lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi politik kelas menengah tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi semata, tetapi juga oleh tingkat pendidikan, status sosial, serta kekuatan jaringan sosial yang mereka miliki. Dalam menentukan pilihan politik, kelompok ini cenderung mempertimbangkan visi dan misi kandidat, rekam jejak, integritas personal, serta manfaat rasional yang dapat diperoleh, sesuai dengan kerangka teori pilihan rasional. Selain itu, jaringan sosial seperti organisasi keagamaan, komunitas profesional, lingkungan pertemanan, dan ruang diskusi informal turut memberikan pengaruh signifikan dalam membentuk orientasi politik mereka, termasuk dalam proses pertukaran informasi dan penilaian terhadap kandidat. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kelompok kelas menengah memiliki akses informasi yang lebih luas melalui media digital dan aktivitas sosial sehari-hari, sehingga memungkinkan mereka melakukan evaluasi politik secara lebih kritis. Dengan karakteristik tersebut, kelas menengah di Kota Gorontalo memainkan peran strategis dalam dinamika Pilkada karena tidak hanya berpartisipasi secara aktif, tetapi juga berkontribusi pada penguatan kualitas demokrasi lokal.
Penguatan Home Industri Kayu Desa Woloan melalui Pemetaan Masalah Sosial untuk Pengembangan Usaha Lokal Dewinta Rizky. R Hatu; Sabrina Nadia; Rauf A. Hatu; Rahmatiah; Funco Tanipu
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i1.2921

Abstract

Home industri kayu di Desa Woloan merupakan salah satu potensi ekonomi lokal yang berkembang berbasis keterampilan turun-temurun dan kearifan lokal masyarakat. Meskipun telah dikenal luas, keberlanjutan usaha ini masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan teknologi produksi, pola pemasaran yang masih konvensional, lemahnya kerja sama antar pengerajin, serta minimnya regenerasi pelaku usaha. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memetakan permasalahan sosial yang memengaruhi perkembangan home industri kayu serta mendorong penguatan usaha lokal secara berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, diskusi kelompok, dan lokakarya partisipatif dengan para pengerajin. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemetaan sosial mampu mengidentifikasi hambatan utama sekaligus potensi pengembangan, terutama dalam penguatan hubungan sosial, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran. Pengabdian ini berkontribusi dalam menumbuhkan sikap keterbukaan dan kolaborasi antar pengerajin guna mendukung keberlanjutan industri kayu Desa Woloan.
Perspektif Sosiologi Tradisi Motiayo Kelompok Masyarakat Tani di Desa Diloniyohu Kecamatan Boliyohuto Dulahu, Anjeli; Hatu, Rauf A.; Ibrahim, Ridwan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3796

Abstract

Tujuan Penelitian untuk memahami bagaimana tradisi Motiayo tetap dipertahankan oleh masyarakat Desa Diloniyohu di tengah perubahan cara kerja generasi muda yang lebih praktis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa Observasi, wawancara dan Dokumentasi. Adapun teknik pengumpulan data yaitu Redukasi Data, Penyajian Data dan Penarikan kesimpulan. berdasarkan teori solidaritas mekanik Emile Durkheim dan perspektif sosiologi. Tradisi Motiayo di Desa Diloniyohu merupakan bentuk nyata dari nilai gotong royong dan solidaritas sosial masyarakat Gorontalo. Tradisi ini berfungsi mempererat hubungan antarwarga melalui kegiatan tolong-menolong dalam pertanian, pembangunan rumah, dan acara sosial. Nilai utama yang terkandung dalam Motiayo meliputi kerja sama, keikhlasan, empati, serta rasa kekeluargaan yang tinggi. Keberlangsungan tradisi Motiayo mulai terpengaruh oleh modernisasi, perubahan gaya hidup, dan menurunnya partisipasi generasi muda. Meskipun demikian, masyarakat masih berupaya melestarikan Motiayo melalui kegiatan komunitas dan pendidikan keluarga. Secara teoretis, Motiayo mencerminkan solidaritas mekanik yang dijelaskan oleh Emile Durkheim, di mana kesadaran kolektif menjadi dasar kohesi sosial masyarakat tradisional. Nilai kebersamaan yang kuat membuat Motiayo tetap relevan sebagai perekat sosial di tengah perubahan zaman. Masyarakat diharapkan terus menjaga dan mempraktikkan nilai-nilai Motiayo dalam kehidupan sehari-hari agar tradisi ini tidak hilang.  Tokoh adat dan pemerintah desa perlu berkolaborasi mengadakan kegiatan pelestarian budaya seperti kerja bakti, festival gotong royong, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Generasi muda dihimbau agar aktif terlibat dalam tradisi Motiayo dengan mengadaptasikan nilai-nilai gotong royong ke dalam kegiatan modern, misalnya kerja sama dalam pertanian modern, proyek sosial, kegiatan komunitas digital.
Implementation of the Information and Documentation Management Officer (PPID) Policy in Pohuwato Regency Giasi, Arief Rahmat; Hatu, Rauf A.; Mozin, Sri Yulianty
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 1 (2026): February
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i1.979

Abstract

The Policy of the Public Information and Documentation Management Officer is designed to guarantee public access to information and strengthen transparency in local government administration. However, in practice, implementing this policy often reveals gaps between normative compliance and the operational performance of public information services. This article analyzes the implementation of the Public Information and Documentation Management Officer policy in Pohuwato Regency using the policy implementation model proposed by Van Meter and Van Horn. This study employs a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and document analysis. Data were analyzed using an interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that, normatively, the local government has established relatively comprehensive regulations and operational standards for public information services. Nevertheless, policy implementation has not been comprehensive and remains largely limited to responding to public information requests via online channels. Unsustainable resource availability, weak organizational functions for implementation, the absence of structured, formal communication mechanisms, and external support that remains primarily normative have led the policy to operate partially and reactively. These findings confirm that the implementation of the Public Information and Documentation Management Officer policy in Pohuwato Regency remains dominated by administrative compliance, without adequate institutional and operational strengthening to develop a functional, sustainable public information service system.