Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH BENTUK PAKAN COMPLETE TERFERMENTASI LACTOBACILLUS SALIVARIUS TERHADAP BOBOT RELATIF ORGAN INTERNAL KELINCI HYLA Fahmi Axel Revanda; Badat Muwakhid; Brahmadhita Pratama Mahardhika
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perbedaan bentuk pakan complete terfrementasi Lactobacillus salivarius terhadap bobot relatif organ internal kelinci Hyla. Penelitian dilaksanakan selama delapan minggu menggunakan 12 ekor kelinci jantan Hyla umur 10 minggu yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri atas pakan kontrol mash tanpa probiotik (P0), pakan mash dengan L. salivarius terenkapsulasi (P1), pakan pellet dengan L. salivarius terenkapsulasi (P2), dan pakan wafer dengan L. salivarius terenkapsulasi (P3). Variabel yang diamati meliputi bobot relatif lambung, hati, dan limpa. Data dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan apabila terdapat perbedaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pakan tidak memberikan pengaruh signifikan (P>0,05) terhadap bobot lambung dan limpa kelinci Hyla. Namun demikian, berbagai bentuk pakan yang diberikan L. salivarius terenkapsulasi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap penurunan bobot hati dibandingkan kontrol, dengan nilai terendah diperoleh pada perlakuan pakan berbentuk wafer (P3). Penurunan bobot hati tersebut mengindikasikan berkurangnya beban metabolik dan meningkatnya efisiensi fungsi fisiologis hati. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan pakan complete terfermentasi Lactobacillus salivarius, khususnya dalam bentuk wafer, aman bagi organ internal dan berpotensi mendukung kesehatan metabolik kelinci Hyla.  Kata Kunci : Kelinci Hyla, Lactobacillus salivarius, Bentuk Pakan, Organ internal, Fermentasi
PENGARUH JENIS KEMASAN TERHADAP TOTAL KOLONI BAKTERI DAN TOTAL KOLONI BAKTERI ASAM LAKTAT DARI PROBIOTIK Lactobacillus salivarius TERENKAPSULASI ARABINOXYLAN Maghfiratur Rosyida; Badat Muwakhid; Umi Kalsum; Brahmadhita Pratama Mahardhika
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 9, No 1 (2026): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis kemasan terhadap Total Koloni Bakteri dan Total Koloni Bakteri Asam Laktat dari probiotik Lactobacillus salivarius yang terenkapsulasi arabinoxylan selama masa penyimpanan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan kemasan (P0: tanpa kemasan, P1: aluminium foil, P2: kardus, P3: kombinasi aluminium foil dan kardus) dengan lima ulangan. Analisis data dilakukan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan menggunakan aplikasi SPSS 16 Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) jika terdapat pengaruh yang nyata. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa jenis kemasan tidak memberikan pengaruh nyata (P≥0,05) terhadap Total Koloni Bakteri, di mana jumlah populasi mikroba heterotrof pada seluruh perlakuan cenderung stabil dan seragam. Sebaliknya, jenis kemasan memberikan pengaruh yang nyata (P≤0,05) terhadap Total Koloni Bakteri Asam Laktat selama periode penyimpanan 30 hari. Jumlah Total Koloni Bakteri Asam Laktat tertinggi ditemukan pada kemasan kardus (P2) sebesar 1,5 x 105 CFU, sedangkan jumlah terendah terdapat pada kemasan aluminium foil (P1) sebesar 7,7 × 107 CFU. Karakteristik kemasan kardus yang porus diduga mampu menjaga keseimbangan difusi gas hasil metabolisme dan melindungi sel dari fluktuasi suhu secara optimal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah jenis kemasan terbukti memengaruhi Total Koloni Bakteri Asam Laktat tetapi tidak memengaruhi Total Koloni Bakteri, dengan kemasan kardus sebagai media penyimpanan yang paling efektif. Kata Kunci : Lactobacillus salivarius, kemasan, total koloni bakteri, bakteri asam laktat, enkapsulasi, kemasan, arabinoxylan THE EFFECT OF PACKAGING TYPE ON TOTAL BACTERIAL COLONIES AND TOTAL LACTIC ACID BACTERIA COLONIES OF ENCAPSULATED PROBIOTIC Lactobacillus salivarius WITH ARABINOXYLAN  AbstractThis study aimed to determine the effect of various packaging types on the Total Bacterial Colonies and Total Lactic Acid Bacteria colonies of Lactobacillus salivarius probiotics encapsulated with arabinoxylan during storage. The research method utilized an experimental approach with a Completely Randomized Design (CRD), consisting of four packaging treatments (P0: no packaging, P1: aluminum foil, P2: cardboard, P3: combination of aluminum foil and cardboard) with five replications. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) and, if a significant effect was detected, further tested using the Duncan Multiple Range Test (DMRT) with the SPSS 16 application. Statistical analysis showed that the packaging type had no significant effect (P≥0,05) on Total Bacterial Colonies, where the heterotrophic microbial population across all treatments tended to be stable and uniform. Conversely, the packaging type significantly affected (P≤0,05) the Total Lactic Acid Bacteria Colonies during the 30-day storage period. The highest Total Lactic Acid Bacteria Colonies  count was found in cardboard packaging (P2) at 1.5 x 105 CFU, while the lowest count was observed in aluminum foil packaging (P1) at 7,7 × 107 CFU. The porous characteristic of cardboard packaging is suggested to effectively maintain the balance of metabolic gas diffusion and optimally protect the cells from temperature fluctuations. In conclusion, the packaging type significantly influences the of Total Lactic Acid Bacteria Colonies but does not affect total bacterial colonies, with cardboard packaging being the most effective storage medium. Keywords: Lactobacillus salivarius, packaging, total bacterial colonies, lactic acid bacteria, encapsulation, packaging, arabinoxylan 
Struktur Populasi, Frekuensi Kasus Penyakit dan Respon Antibodi pada Sapi Lokal dan Kerbau Pampangan Pascavaksinasi Septicaemia Epizootica di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan Aksi; Mudawamah; Badat Muwakhid
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 4 (2025): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i4.19595

Abstract

This study aimed to analyze population structure, disease case frequency, and post-vaccination antibody responses of Pampangan cattle and buffalo following Septicaemia Epizootica (SE) vaccination in Ogan Komering Ilir (OKI) Regency, South Sumatra. The research employed a quantitative longitudinal observational design based on secondary data collected from March to August 2024, including livestock population records, disease cases, vaccination coverage, and antibody test results measured using the ELISA method. Data were analyzed descriptively and inferentially through normality tests, independent t-tests, Mann–Whitney U tests, Chi-Square tests, and Kruskal–Wallis tests according to data distribution. The results indicated significant to highly significant differences in population structure between cattle and buffalo. Cattle populations were higher in total number (35,999 vs. 10,297 head), proportion of calves (17.48% vs. 14.54%) and young stock (25.05% vs. 23.25%), male–female ratio (66.38% vs. 62.03%), and replacement rate (40.61% vs. 38.79%). In contrast, buffalo showed higher proportions of adult animals (62.21% vs. 57.47%), breeding herd (38.84% vs. 35.75%), and potential dams (53.90% vs. 50.26%). Nevertheless, both cattle and buffalo met national standards for sex ratio and replacement indicators. The frequency of SE cases did not differ significantly between species; however, descriptively, increased vaccination coverage was associated with a decline in reported cases. Post-vaccination antibody responses were not significantly influenced by species, breed, or geographical area. In conclusion, SE vaccination proved effective in reducing disease spread and generating consistent immunity across livestock, despite existing differences in population structure.
Co-Authors - Aulani’Am AA Sudharmawan, AA Abdul Jamjani Nurdin Ach.Bagus A.Mardhotillah Achmad Burhanuddin Ade Erlin Tasari Aditya Bayu Ramadhan Ahmad Hofit Ahmad Junaidi Al Jawawi Ahmad Nasori Aksi Alamsyah, Febrian Irhwyn Anif Mukaromah Wati Anik Maunatin Anugro Bagus Subekti ARTHUR ABDA&#039;U Bambang Setio Aji Brahmadhita Pratama Mahardhika Budi Irwanto Julia Firda Camal Adi Maskur Difa Cantika Mayzahra Dista Chandra Irawan Djoko Subagyo, Khalidin Dyah Eka Wahyuni Dyah Wahyuning Edy Ustomo Eka Maria Ulfa Eko Haryadi Fahmi Axel Revanda Farid Wajdi fiqi Iqbal Geraldine, Novalina Gumilang Putra Wiyanto Hasbi Andre Pradana Inggit Kentjonowaty Irawati Dinasari Irawati Dinasari Retnaningtyas Islamidhin, Muhamad Asroful J. SUBAGYO Joko Subagyo Kharis Zainul Fatah Luluh Anggriani Luluh Anggriani Luqi Firman Efendi Luqman Sumarsono M Farid Wadjdi M. Ali Muzaki M. Farid Wadjdi M. Farid Wajdi Maghfiratur Rosyida Maghfirotus Sa’adah Mahendra, Achmad Ghofi Maskur, Camal Adi Moch Ahsanun Ni&#039;am Mohamad Nurul Mohamad Riky Adi Santoso Mudawamah Muhammad Azzam Alauddin Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Farid Wadjidi Muhammad Musta&#039;in Billah Muhammad Shandika Putra Nata, Wishnu Sajiwa Nisa&#039;us Sholikah Nizhamuddin Mufid Azzuhri Nurullah H A Rena Oktavia Rahayu Puspitarini Osfar Sjofjan Rifa’i Rifa’i Rifa’i Rifa’i Rifa’i, Rifa’i Ryan Azzahra Saimul Laili Salsabila Rahmania Sujarwo Sayiid Muhammad Ali Sheva Trilawangga Solly Aryza Sri Susilowati Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sunaryo Sunaryo Syamsiar, Syamsiar Taufan Aruman Totok Dwi Ambodo U. ALI Umi Kalsum Umi Kalsum Umi Kalsum Umi Kalsum Umi Kalsum Umi Kalsum Umi Kalsum Usman Ali USMAN ALI Usman Ali Usman Ali Wadjdi, M. Farid