Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisis Perbandingan Biaya Transaksi dan Persepsi Peminjam Terhadap Prosedur Pinjaman Kredit pada Lembaga Keuangan Novita Prima Sari; Ahmad Rifai; Didi Muwardi
JIP ( Jurnal Industri dan Perkotaan ) Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Pusat Studi Industri dan Perkotaan (PSIP) Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Financial institutions have many forms, procedures and types, but not all financial institutions can ease the community's economy. There are still many financial institutions that make it difficult and burdensome for the people's economy. Before getting a loan the borrower must go through various procedures that have been set. This research was conducted with the aim of identifying the components of transaction costs, analyzing the value of transaction costs, comparing the total transaction costs imposed on each financial institution and analyzing the borrowers' perceptions of credit loan procedures in Bunga Raya Village, Bunga Raya District, Siak Regency. The village has three financial institutions namely BUMKam Bungaraya, UPK Maju Bersama Bungaraya and BRI Bank Raya Raya units. Descriptive analysis is used to identify components and calculate transaction cost values. Transaction cost analysis is used to compare the analysis of transaction cost. Analysis of borrower's perception is measured using an ordinal scale, which is guided by the Likert's Summated Rating Scale (LSRS). The results of the study explained that there were differences in the components and magnitude of transaction costs at each financial institution in Bunga Raya Village. The smallest total transaction costs are the BRI Bank Bunga Raya unit and the borrower's perception of the BUMKam Bungaraya credit loan procedure gets an average score in the good category, UPK Maju Bersama Bungaraya has a good average score and the BRI Bank Bunga Raya Unit has an average average score.
TINGKAT KEBERDAYAAN PETANI SAGU BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI DESA TANJUNG PERANAP KECAMATAN TEBING TINGGI BARAT KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Ahmad Riandi Saputra Afrinaldi; Suardi Tarumun; Didi Muwardi
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Agribisnis Volume 11 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v11i2.2217

Abstract

Peran kearifan lokal dalam budidaya tanaman sagu sangat perlu diperhatikan untuk menjaga ekosistem tanah gambut. Kearifan lokal juga berperan dalam keberdayaan masyarakat sehingga mampu membantu perkonomian masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui tingkat keberdayaan petani sagu di Tanjung Peranap dan 2) peran kearifan lokal pada usahatani sagu. Penelitian ini dilakukan di Desa Tanjung Peranap Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti. Penelitian ini menggunakan metode survey, sampel dalam penelitian diambil dengan metode purposive sampling dan alat analisis menggunakan skala likert dan analisis deskriptif. Tingkat keberdayaan petani berada pada kategori cukup berdaya dengan rata-rata nilai index 40,44%. Tingkat keberdayaan ini dilihat dari aspek keberdayaan sumberdaya manusia, ekonomi produktif dan kelembagaan. Peran kearifan lokal dalam kategori berperan dengan rata-rata nilai index 69,60%. Peran kearifan lokal dilihat dari lima aspek yaitu pengetahuan lokal, nilai lokal, keterampilan lokal, sumber daya lokal dan mekanisme pengambilan keputusan lokal. Kearifan lokal ini mampu mempertahankan kelestarian sumber daya alam yang ada di Desa Tanjung Peranap. The role of local wisdom in SAGO cultivation needs to be considered to maintain the peat ecosystem. Local wisdom also plays a role in community empowerment so that it can help the community economy. This study aims to: 1) Determine the level of empowerment of sago farmers in Tanjung Peranap and 2) the role of local wisdom in SAGO farming. This research was conducted in Tanjung Peranap Village, Tebing Tinggi Barat District, Meranti Islands regency. This study uses survey method, samples in the study were taken by purposive sampling method and analysis tools using likert scale and descriptive analysis. The level of empowerment of farmers is in the category of quite empowered with an average index value of 40.44%. The level of empowerment is seen from the aspect of Human Resource empowerment, productive economy and institutional. The role of local wisdom in the category of role with an average index value of 69.60%. The role of local wisdom is seen from five aspects, namely local knowledge, local values, local skills, local resources and local decision-making mechanisms. This local wisdom is able to maintain the preservation of Natural Resources in Tanjung Peranap Village.
STRATEGI PENINGKATAN KEBERDAYAAN DENGAN PENDEKATAN MODAL INTELEKTUAL PADA KELOMPOK TANI PADI DI DESA KUOK KECAMATAN KUOK KABUPATEN KAMPAR Deby Kurnia Kurnia; Didi Muwardi; Kausar; Fitra Cahya mahdani
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Agribisnis Volume 11 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v11i2.2244

Abstract

Modal intelektual dan keberdayaan memiliki irisan dalam dimensi pembentuknya. Keduanya saling berhubungan dan menjadi ukuran dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat termasuk anggota kelompok tani padi sawah. Tradisi bertanam padi sawah di Desa Kuok telah berlangsung sejak lama namun belum terlihat peningkatan produksi yang signifikan. Perlu upaya mengoptimalkan modal intelektual dalam peningkatan keberdayaan kelompok tani. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi modal intelektual dan mengukur tingkat keberdayaan anggota kelompok tani yang selanjutnya dirumuskan prioritas strategi peningkatan keberdayaan dengan pendekatan Modal Intelektual. Sumber informasi utama dari Responden yakni ketua dan anggota kelompok tani serta didukung informasi dari expert. Pengukuran modal intelektual dan keberdayaan menggunakan analisis Skala Likert dengan 5 tingkatan pengkategorian serta rumusan strategi dianalisis dengan Analytic Hierarchy Process (AHP). Modal Intelektual berada pada kategori sedang dengan tingkat intensitas dimensi modal manusia 34,34 persen (rendah) dan modal organisasi 64,65 persen (tinggi). Strategi yang termasuk sangat strategis adalah peningkatan pengetahuan dan ketrampilan petani melalui media informasi digital dan perubahan teknik budidaya komoditas padi. Intellectual capital and empowerment have slices in their constituent dimensions. The two are interconnected and become a measure in improving the welfare of the community, including members of the lowland rice farmer group. The tradition of cultivating lowland rice in Kuok Village has been going on for a long time but has not seen a significant increase in production. Efforts are needed to optimize intellectual capital in increasing the empowerment of farmer groups. This study aims to identify intellectual capital and measure the level of empowerment of farmer group members, which then formulates priority strategies for increasing empowerment using the Intellectual Capital approach. The main sources of information from respondents are the chairman and members of farmer groups and supported by information from experts. Measurement of intellectual capital and empowerment using Likert Scale analysis with 5 levels of categorization and strategy formulation analyzed by Analytic Hierarchy Process (AHP). Intellectual Capital is in the medium category with the intensity level of the dimensions of human capital 34.34 percent (low) and organizational capital 64.65 percent (high). A very strategic strategy is increasing the knowledge and skills of farmers through digital information media and changing rice cultivation techniques
Analisis Produktivitas Pengolahan Minyak Kelapa Sawit Dengan Metode Marvin E. Mundel (Studi Kasus: PTPN V Sungai Pagar Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar) Yuza Elfa Lestari; Ahmad Rifai; Didi Muwardi
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 2 No. 2 (2019): September
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.142 KB) | DOI: 10.32530/jace.v2i2.66

Abstract

This research aims to know the productivity of palm oil processing, evaluated the productivity and give solutions  improved productivity of palm oil processing in PTPN V Sungai Pagar district of Kampar Kiri Kampar Regency. The productivity measurement method used is the Marvin E. Mundel method. Measurement of productivity by setting the month of January 2016 as the basis period of the partial results obtained the highest productivity index of 160.13percents February 2017 for depreciation, amounting to 132.16percents July 2016 for materials, amounting to 258.26percents January 2017 for labor, of 273.12percents January 2017 for energy, amounted to 263.04percents and September 2016 for maintenance.While the lowest partial productivity index of 93.93percents December 2017 for depreciation, amounting to 94.07percents February 2017 for the material, to 65.00percents June 2016 for labor, of 66.25percents, June 2016 for energy, and of 67.43percents April 2016 for maintenance.  The highest total productivity index was reached in February, 2017 of 133.70percents and lowest in February 2016 of 94.24percents.  Solutions for increasing the productivity of palm oil processing: 1) increasing the number of FFB processed by paying attention to the quality of the fruit to be received 2) improving control of employee work, 3) making service schedules for PKS machines and equipment, 4) processing activities carried out in accordance with the maximum hours of processing PKS, 5) repair of production floor and loading ramp, 6) hold socialization in KUD/farmer groups and communities around PKS area, 7) improve company relations with partners, and 8) make improvements to the division of work shifts.
Efisiensi Biaya Peremajaan Kelapa Sawit Pola Swadaya di Desa Sei Putih Daniel Noviardi Sitorus; Sakti Hutabarat; Didi Muwardi
JURNAL TRITON Vol 14 No 1 (2023): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v14i1.289

Abstract

Efisiensi biaya yang dimaksud dalam penelitian ini adalah mengendalikan biaya agar pertindak efisien yaitu hasil akhir tidak jauh menyimpang dari standar yang telah ditentukan dengan cara membandingkan biaya sesungguhnya denga biaya standar sehingga dapat dicapai suatu efisiensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan standar biaya peremajaan nasional dengan biaya peremajaan kelapa sawit swadaya dan mengetahui efisiensi biaya peremajaan pekebun swadaya. Penelitian ini dilakukan di Desa Sei Putih Kecamatan Tapung yang terletak di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada bulan November 2020 sampai bulan Mei 2022. Studi ini menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sensus, dimana semua pekebun yang tergabung dalam kelompok tani Rezeki Baru dijadikan sampel. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, untuk menjawab tujuan pertama, sedangkan untuk tujuan kedua menggunakan analisis efisiensi biaya peremajaan. Hasil penelitian ini memperlihatkan standar biaya nasional peremajaan kelapa sawit di daerah Riau pada tahun 2015 dan 2016 adalah sebesar Rp 62.762.000,-/ha, sedangkan biaya rata-rata yang dikeluarkan pekebun pada peremajaan kelapa sawit sebesar Rp 52.045.898,-/ha. Selisih biaya rata-rata peremajaan yang dikeluarkan pekebun dengan biaya yang ditetapkan pemerintah yaitu sebesar 17,07%. Rasio efisiensi biaya menunjukkan nilai 82,93%, yang artinya peremajaan yang dilakukan pekebun kelompok tani Rezeki Baru tidak baik. Biaya peremajaan yang kurang efisien ini dikarenakan adanya kegiatan peremajaan yang telah ditetapkan oleh pemerintah tidak dilakukan oleh pekebun sebagaimana mestinya, sehingga mengakibatkan adanya perbedaan biaya yang dikeluarkan oleh pekebun.
Strategi Peremajaan Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat Kabupaten Rokan Hilir Brilliant Thesalonich Panggabean; Sakti Hutabarat; Didi Muwardi
JURNAL TRITON Vol 14 No 1 (2023): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v14i1.382

Abstract

Tanaman kelapa sawit Desa Bagan Sapta Permai di tanaman pada tahun 1981, 1983, dan 1984. Umur tanaman kelapa sawit Desa Bagan Sapta Permai saat ini sudah lewat 12-15 tahun dari umur ekonomis dan perlu segera dilakukan peremajaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor keterlambatan peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat, mengetahui sumber pendapatan pekebun selama masa peremajaan, dan merumuskan strategi peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat. Penelitian ini dilakukan di Desa Bagan Sapta Permai yang terletak di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Studi ini menggunakan metode survei. Teknik pengambilan sampel untuk tujuan pertama dan kedua menggunakan purposive sampling dengan kriteria “pekebun yang sudah melakukan peremajaan namun terlambat” sebanyak 30 pekebun, sampel diambil dari anggota Koperasi Unit Desa (KUD) Anugerah. Tujuan ketiga menggunakan sampel expert yang dinilai ahli dalam peremajaan kelapa sawit sebanyak 5 orang. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, untuk menjawab tujuan pertama dan kedua, sedangkan tujuan ketiga menggunakan analisis AWOT (AHP-SWOT). Hasil penelitian ini memperlihatkan faktor keterlambatan peremajaan terbesar di perkebunan kelapa sawit rakyat Desa Bagan Sapta Permai ialah pekebun merasa hasil kebun sawitnya masih mencukupi kebutuhan keluarga sebesar 45%. Sumber pendapatan pekebun rakyat Desa Bagan Sapta Permai selama masa peremajaan terbanyak ialah dari hasil tanaman kelapa sawit yang masih produktif sebesar 51,85%. Strategi peremajaan yang dapat diterapkan di perkebunan kelapa sawit rakyat Desa Bagan Sapta Permai ialah pekebun dan KUD melaksanakan program peremajaan mandiri bersama serta KUD memfasilitasi pelatihan dan penyuluhan terkait peremajaan bagi pekebun dengan nilai prioritas tertinggi sebesar 0,378.
Community assistance for mover teachers through the lesson study-based opening class movement Evi Suryawati; S. Syafrinal; Evfi Mahdiyah; H. Hermandra; Didi Muwardi; Tengku Firli Musfar
Journal of Community Service and Empowerment Vol. 4 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jcse.v4i1.23995

Abstract

The assistance for the Guru Penggerak (Mover Teachers) Community through the open class movement based on lesson study at SMPN 23 Pekanbaru was carried out from May to mid-September 2022, involving 32 teachers who acted as model teachers and observers. This assistance is carried out based on the Lesson Study (plan-do-see) stage. Implementation of the open class movement was conducted in four subjects: Science, Mathematics, English and Islam. In the Plan stage, the core team discusses lesson design, innovation, and agrees on a schedule and division of tasks. In the Do stage (open class), the model teacher carries out learning which is attended by observers and committee representatives. During learning activities, observers observe student learning activities. The See stage (reflection), the whole teams evaluate the implemented learning. The mentoring result show that students appear to be active and enthusiastic about learning. Teachers can work with colleagues to implement classroom learning by focusing on active, creative, effective, innovative, and fun learning. This Open Class Movement will be continued in five subjects so the entire community of subject teachers can work together in the learning community to improve the quality of learning in the Independent Curriculum Implementation, especially by the Mover Teachers.
ANALISIS PERKEMBANGAN KEUANGAN KOPERASI SAWIT SEJAHTERA di DESA TITIAN RESAK KECAMATAN SEBERIDA KABUPATEN INDRAGIRI HULU Talitha Azzura Balinda; Didi Muwardi; Deby Kurnia
Indonesian Journal of Agricultural Economics Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ijae.14.2.79-103

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis perkembangan keuangan koperasi sawit sejahtera di Desa Titian Resak Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yaitu primer dengan menggunakan laporan keuangan koperasi sawit sejahtera, sekunder yaitu BPS dan jurnal. Sedangkan analisis data yaitu analisis common size dan analisis trend. Hasil penelitian menunjukkan hasil yang berfluktuasi yang menandakan perkembangan keuangan koperasi cenderung kurang baik dilihat dari common size pada periode 2017-2021 dan jika dilihat berdasarkan peramalan trend analisis, perkembangan keuangan koperasi sawit sejahtera selama periode 2022 sampai 2026 secara umum juga menunjukan perkembangan yang cenderung kurang baik.
ANALISIS PENDAPATAN USAHA TERNAK SAPI DI KECAMATAN RUMBIO JAYA KABUPATEN KAMPAR Adinda Satria; Jum’atri Yusri; Didi Muwardi
Indonesian Journal of Agricultural Economics Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ijae.14.1.24-31

Abstract

Rumbio Jaya sub-district is one of the areas given cattle assistance by the government. The community took the initiative to do cattle business as a side business to meet their needs and prosper family life. This study aims to analyze the income of cattle business in Rumbio Jaya District, Kampar Regency. The method used in this research is the survey method. Samples were taken using a simple random sampling method for as many as 15 farmers. The average cattle ownership in Rumbio Jaya District is 4.2 heads with a range of 2 to 9 chairs. The results showed that the average income of cattle business in Rumbio Jaya Subdistrict is Rp.18,276,066.62/year which comes from the sale of cattle, value-added cattle, and sales of cattle.
Pelatihan Pengenalan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) bagi Alumni Jurusan Agribisnis untuk Mendukung Pengembangan Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Hadi, Syaiful; Hutabarat, Sakti; Dewi, Novia; Bakce, Djaimi; Yusri, Jum'atri; Kusumawaty, Yeni; Restuhadi, Fadjar; Kurnia, Deby; Muwardi, Didi; Novian, Novian; Septya, Fanny
UN PENMAS (Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Negeri) Vol 4 No 1 (2024): UN PENMAS Vol 4 No 1
Publisher : LPPM Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29138/un-penmas.v4i1.2716

Abstract

Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) merupakan lembaga sertifikasi kelapa sawit yang akan memberikan standar kualitas produk-produk minyak sawit. Sertifikat ISPO wajib dimiliki setiap produsen minyak sawit dan turunannya di wilayah Indonesia. Proses sertifikasi sangat berat dan pekebun secara individual menghadapi berbagai kendala. Perguruan Tinggi sebagai institusi pendidikan khususnya Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Riau memiliki peran penting dalam mendukung pemahaman pekebun kelapa sawit terhadap sertifikasi ISPO. Maka berdasarkan kondisi ini dilakukan kegiatan Pelatihan Pengenalan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) bagi Alumni Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Riau untuk Mendukung Pengembangan Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan. Hasil perbandingan pre-test dan post-test pada pelatihan ISPO menunjukkan peningkatan persentase pemahaman peserta. Setelah pemaparan materi pelatihan, 100 persen peserta menyatakan telah memahami ISPO yang meningkat dari sebelum pelatihan 81 persen, dan 59 persen memahami konsep, prinsip dan penerapan ISPO dalam pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan yang meningkat dari sebelum pelatihan nol persen.