Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN FRAKSI TERPENOID DAUN KATUK (SAUROPUS ANDROGYNUS (L.) MERR) TERHADAP PROFIL LIPID TIKUS PUTIH (RATTUS NOVERGICUS, L.) JANTAN GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI PAKAN KAYA LEMAK Warditiani, N. K.; Indrani, A.A.I. S.; Sari, N. A. P. P.; Swasti, I.A.S.; Dewi, N.P.A.K.; Widjaja I.N.K.; Wirasuta, I M.A.G.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 4, No. 2, Tahun 2015
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.594 KB)

Abstract

Daun katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr) diketahui memiliki aktivitas sebagai antidislipidemia. Senyawa kimia yang terkandung dalam ekstrak etanol 90% yaitu alkaloid, saponin, flavonoid, tanin, dan terpenoid. Salah satu kandungan kimia yang diduga memiliki aktivitas sebagai antidislipidemia yaitu terpenoid. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian fraksi terpenoid daun katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr) terhadap profil lipid darah tikus putih jantan galur wistar yang diinduksi pakan kaya lemak. Penelitian ini meliputi beberapa tahap yaitu: ekstraksi, fraksinasi dengan kromatografi kolom lambat dengan pelarut campur kloroform:metanol (9:1-1:9 v/v) dan induksi pakan kaya lemak selama 30 hari sebelum perlakuan. Kelompok penelitian dibagi menjadi 5 kelompok yang terdiri dari kontrol negatif (CMC Na 0,1%), kontrol positif (simvastatin 1,8 mg/kgBB), dan perlakuan yang diberikan dua variasi dosis fraksi terpenoid daun katuk yaitu 50 mg/kgBB dan 100 mg/kgBB selama 21 hari dengan pembawa CMC Na 0,1%. Pengambilan darah dilakukan sebelum dan setelah perlakuan. Pengukuran kadar kolesterol total, trigliserida, LDL, dan HDL menggunakan reaksi enzimatis. Data yang diperoleh diolah secara statistik. Hasil pemisahan menggunakan metode kromatografi kolom lambat didapatkan 7 fraksi terpenoid. Fraksi terpenoid daun katuk pada dosis 50mg/kgBB dan 100mg/kgBB memiliki pengaruh yang baik terhadap profil lipid dalam menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida, dan LDL serta meningkatkan kadar HDL (p<0,05).
PENGARUH MADU JAMUR TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH MENCIT JANTAN N.K. Warditiani; N.P.E. Leliqia; P.A. Pramana,
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 4, No. 1, Tahun 2015
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.827 KB)

Abstract

Masing-masing kelompok mencit jantan Bulb/C diberikan madu jamur dengan dosis 0,39 ml/20 g BB; 0,52 ml/20 g BB dan metformin 5 mg/ 20 g BB. 30 menit berikutnya diberikan glukosa monohidrat 75 mg/20 g BB secara per oral untuk meningkatkan kadar glukosa darah. Dilakukan pengukuran kadar glukosa darah setiap menit ke-0, 30, 60, 90 dan 120 setelah pemberian glukosa monohidrat. Hasil menunjukkan bahwa pemberian madu jamur dosis 0,39 ml/20 g BB belum dapat menurunkan kadar glukosa darah mencit  (p > 0,05) sedangkan pemberian madu jamur pada dosis 0,52 ml/20 g BB sudah mampu menurunkan kadar glukosa darah setelah 2 jam pemberian glukosa monohodrat (p < 0,05)
Isolasi Andrografolid dari Andrographis paniculata (Burm. f.) Ness menggunakan Metode Purifikasi dan Kristalisasi Warditiani N.K.; Widjaja I.N.K.; Noviyanti N. W. R
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 1, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.748 KB)

Abstract

Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm. f.) Ness) merupakan tanaman yang banyak dimanfaatkan dalam pengobatan. Zat aktif utama dalam sambiloto adalah andrografolid yang merupakan zat pahit pada tanaman tersebut. Isolat andrografolid  telah tebukti memiliki berbagai macam aktivitas farmakologi seperti antihiperglikemia menghambat platelet-activating factor), anti virus herpes simplex tipe 1, menghambat viabilitas TD-47 sel kanker payudara, dan menurunkan kadar kolesterol. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa andrografolid menunjukkan aktivitas sebagai anti inflamasi dalam kasus rheumatoid arthritis. Beberapa macam tahapan isolasi telah dilakukan untuk memperoleh andrografolid dari Andrographis paniculata (Burm. f.) Ness pada penelitian-penelitian sebelumnya. Pada penelitian ini dilakukan isolasi terhadap andrografolid dari Andrographis paniculata (Burm. f.) Ness menggunakan metode purifikasi dan kristalisasi yang bertujuan untuk mendapatkan isolat andrografolid murni dengan lebih efisien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat yang diperoleh menggunakan metoda purifikasi dan kristalisasi mendapatkan rendemen sebesar 0,48%.
Pengembangan Metode Griess dengan Reduktor Logam Seng Berlapis Tembaga untuk Penetapan Kadar Metabolit Oksida Nitrat dalam Serum Pande Made Nova Armita Sari; Ni Kadek Warditiani; Ni Made Widi Astuti; I Made Agus Gelgel Wirasuta
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 10, No 1, Tahun 2021
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JFU.2021.v10.i01.p09

Abstract

The recent research concerned in method development for determination of nitric oxide metabolites in serum using spectrophotometry visible based on Griess reaction. The reduction of nitrate to nitrite was performed using copper coated zinc. The method was optimized and validated. The determination of total nitrite in samples was started with deproteinization using ZnSO4 and NaOH. The supernatants were reducted using copper coated zinc, reacted with diazotization and coupling reagents, then incubated. The absorbance was measured using spectrophotometer visible. The optimum reductant mass of copper coated zinc is 1.5 g with reduction time 10 minutes, coefficient variation ? 5%. Linierity of analytical method gives a coefficient correlation, r > 0.995. Relative procedural standard deviation (Vx0) was ? 5%, precision ? 15%, and recovery 85-115%.
SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK ETIL ASETAT KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) Putri, W. S.; Warditiani, N. K.; Larasanty, L. P. F.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 4, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.496 KB)

Abstract

Kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) telah diketahui mengandung banyak senyawa yang memiliki aktivitas farmakologi. Etil asetat merupakan pelarut yang bersifat semi polar sehingga dapat menarik senyawa yang bersifat polar maupun nonpolar, memiliki toksisitas rendah, dan mudah diuapkan sehingga dapat digunakan untuk ekstraksi kulit buah manggis. Skrining fitokimia dilakukan untuk mengetahui golongan senyawa yang terdapat dalam ekstrak etil asetat kulit buah manggis. Penelitian diawali dengan ekstraksi menggunakan metode maserasi selama 5 hari dan dilanjutkan remaserasi selama 2 hari. Ekstrak yang didapat kemudian dilakukan skrining fitokimia. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat kulit buah manggis mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, polifenol, dan triterpenoid.
SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK METANOL RIMPANG BANGLE (Zingiber purpureum Roxb.) Astarina, N. W. G.; Astuti, K. W.; Warditiani, N. K.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 4, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.52 KB)

Abstract

Ekstrak rimpang bangle (Zingiber purpureum Roxb.) dilaporkan memiliki aktivitas farmakologi sebagai antibakteri, laksatif, dan inhibitor lipase pankreas. Kandungan senyawa yang terdapat dalam ekstrak yang diduga berperan dalam aktivitas tersebut. Kandungan senyawa yang terdapat di dalam tanaman dapat ditarik oleh suatu pelarut saat proses ekstraksi. Pemilihan pelarut yang sesuai merupakan faktor penting dalam proses ekstraksi. Metanol merupakan pelarut yang bersifat universal yang dapat menarik sebagian besar senyawa kimia dalam tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa apa saja yang yang terkandung di dalam ekstrak metanol rimpang bangle (Zingiber purpureum Roxb.) berdasarkan uji skrining fitokimia. Penelitian ini dilakukan melaui dua tahap, yaitu proses ekstraksi dengan maserasi menggunakan metanol dan uji skrining fitokimia yang terdiri dari skrining flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid dan steroid, alkaloid, minyak atsiri, serta glikosida. Hasil skrining fitokimia yang diperoleh berupa data kandungan kimia dari ekstrak metanol rimpang bangle (Zingiber purpureum Roxb.) yang disajikan dalam bentuk tabel. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak metanol rimpang bangle (Zingiber purpureum Roxb.) mengandung golongan senyawa flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid, minyak atsiri, dan glikosida.
Analisa Kesukaan Produk Balsem Aroma Bunga NK Warditiani; CIS Arisanti; DA Swastini; IMAG Wirasuta
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 9, No. 1, Tahun 2020
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.035 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2020.v09.i01.p09

Abstract

Balm is a thick oil containing resin oil and essential oils, feels hot. Balm is applied by rubbing and rubbing on the skin. The balm has the benefit of reducing muscle aches, which are caused by the burning sensation of the balm. Essential oils can cause a refreshing and soothing sensation after the use it. This balm can calm consumers who experience muscle pain. The aim of this study is to find out the best formula preferred by consumers aged 20 to 60 years. The method of this study is a qualitative analysis, based on the answers of questionnaires by respondent. Four balm formula was tested, namely Balm no 1, Balm no 2, Balm no 3, Balm no 4. The parameter assessed is aroma, texture, color and warm sensation. The results show that the description of male consumers (54.5%), women (45.5%), ages 20-30 years (45.5%), ages 31-40 years (27.3%), ages 41-50 years (18.2%), aged 51 years and over (9%). The results showed that most respondent liked Balm No. 4, both in terms of aroma, texture, color and warm sensation. It is expected that this warm feeling will be able to reduce the aches in the muscles of respondent.
PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN E, ISOLAT ANDROGRAFOLID SERTA KOMBINASI ISOLAT ANDROGRAFOLID DAN VITAMIN E DALAM PENCEGAHAN TERBENTUKNYA PLAK LEMAK PADA AORTA TIKUS N.P. Widiastuti; N.K. Warditiani; L.P.F Larasanty; I N.K. Widjaja; I M.A.G Wirasuta; N.P.R.D. Putri; G.D. Pranawa; I.M.S. Sapanca
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 5, No. 1, Tahun 2016
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.264 KB)

Abstract

Terbentuknya plak lemak pada dinding pembuluh darah akibat peningkatan kadar lipid dalam darah dapat memicu terjadinya oksidasi pada salah satu lipoprotein yakni LDL. Sehingga diperlukan upaya pencegahan terjadinya oksidasi LDL agar plak lemak pada dinding pembuluh darahtersebut tidak terbentuk.Andrografolid yang merupakan salah satu golongan senyawa diterpen lakton diketahui mempunyai aktivitas dalam penurunan LDL dalam darah. Disisi lain, vitamin E diketahui mempunyai aktivitas antioksidan yang dominan dalam partikel LDL. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pemberian vitamin E, isolat andrografolid serta kombinasi isolat andrografolid dan kombinasi vitamin E dalam pencegahan pembentukan plak lemak pada dinding aorta tikus. Tahapan penelitian ini meliputi penyiapan hewan uji, pemberian induksi pakan lemak serta pengujian pengaruh pemberian kombinasi isolat andrografolid dan vitamin E pada hewan uji selama 2 bulan. Hewan uji dibagi atas 5 kelompok yakni kelompok normal (pakan standar), kelompok negatif (CMC Na 0,1%), kelompok perlakuan 1 (Isolat andrografolid 18 mg/kgBB p.o.), kelompok perlakuan 2 (Vitamin E 10 IU/kgBB p.o.), dan kelompok perlakuan 3 (isolat andrografolid 9 mg/kgBB dan vitamin E 5 IU/kgBB p.o.). Pengambilan aorta hewan uji setelah 2 bulan perlakuan dan dilakukan analisis skoring terhadap histopatologi aorta tersebut. Hasil skoring diolah secara statistik non parametrik dengan taraf kepercayaan 95%. Pemberian kombinasi isolat andrografolid dan vitamin E menunjukkan perbedaan yang bermakna signifikan (p<0,05) dibandingkan dengan kelompok negatif dan kelompok normal sehingga dapat dikatakan pemberian kombinasi isolat andrografolid dan vitamin E mampu mencegah terbentuknya plak lemak namun belum dapat mengembalikan kondisi anatomi aorta seperti kondisi normal.
PROFIL DATA PENGOBATAN DALAM USADA TENUNG TANYALARA Wahyuni, N.N.S; Warditiani, N.K.; Leliqia, N.P.E.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 3, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.452 KB)

Abstract

Usada tenung Tanyalara merupakan salah satu naskah di Bali yang memuat mengenai pengobatan tradisional. Namun belum terdapat data mengenai bagaimana profil data pengobatan dan kesesuaian efek farmakologi dari tanaman obat yang digunakan berdasarkan publikasi ilmiah dengan efek secara empiris menurut Usada tenung Tayalara. Tujuan penelitian ini adalah dapat mengetahui profil pengobatan dan kesesuaian efek farmakologi dengan efek empiris dari tanaman obat dalam Usada Tenung Tanyalara. Profil data pengobatan dalam Usada Tenung Tanyalara yaitu dari 145 tanaman obat yang terdapat dalam lontar Usada tenung Tanyalara sebanyak 114 (79%) tanaman sudah diketahui nama ilmiahnya, kelompok efek empiris tanaman obat dalam Usada Tenung Tanyalara terdiri dari 6 kelompok yaitu gangguan pada sistem pernapasan, berbagai keadaan demam, bengkak dan gatal pada kulit, nyeri pada tubuh, gangguan pada sistem pencernaan, dan penyakit lainnya, dan cara penggunaan tanaman obat dalam lontar Usada Tenung Tanyalara sebanyak 61% ditujukan untuk di luar tubuh. Persentase kesesuaian efek farmakologi terhadap efek empiris dalam Usada Tenung Tanyalara dari 12 tanaman yang diinvetarisasi yaitu sebanyak 2 tanaman obat memiliki persentase kesesuaian efek di atas 50%, 4 tanaman obat memiliki kesesuaian efek di bawah 50%, dan 6 tanaman obat  masih belum ditemukan publikasi ilmiah yang sesuai dengan efek empiris berdasarkan Usada Tenung Tanyalara.
Potensi Penangkapan Radikal Bebas DPPH dari Ekstrak Mengkudu (Morinda citrifolia L), Kelor (Moringa oleifera) dan Kedondong Hutan (Spondias pinnata (l.f) kurz) P.R. Satriari; P.P.K. Vedawati; M. Primantara; N.K. Warditiani; I M.A. Gelgel Wirasuta; N.M.P. Susanti
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 6 No. 1, Tahun 2017
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.279 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2017.v06.i01.p08

Abstract

Reactive Oxygen Species (ROS) merupakan suatu produk alami yang terbentuk dari metabolisme aerobik normal dalam tubuh yang secara potensial dapat menyebabkan kerusakan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi antioksidan yang paling kuat dari ekstrak buah mengkudu (Morinda citrifolia L), ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dan ekstrak daun kedondong hutan (Spondias pinnata (l.f) kurz). Pengujian aktivitas antioksidan dari ketiga tanaman ini yaitu dilakukan dengan metode DPPH yang kemudian diamati dengan Spektro UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 315 nm. Analisis data dilakukan dengan menghitung persen inhibisi (% inhibisi) yang kemudian dibuat persamaan regresi linear. Hasil yang diperoleh bahwa nilai IC50 ekstrak buah mengkudu yaitu 22,95 µg/mL, nilai IC50 dari ekstrak daun kelor yaitu 42,19 µg/mL sedangkan nilai IC50 dari ekstrak daun kedondong hutan yaitu 49,97 µg/mL
Co-Authors Ade Winanda Pangestu Adi P.S, I.K Agus Adi Purnama Putra Ananda Putri, Ida Ayu Ngurah Trisna Noviani Andika, Dewa Made Dwi Ariswari, Ni Kadek Putri Arkhania, Ni Putu Ayu Dhea Armita, Pande Made Nova Artini, P. E. U. D Asih, Diah Jenari Astarina, N. W. G. Astuti N.M.W. Astuti, K. W. Astuti, K.W. Astuti, Ni Made Widi Bayu J.K, I.M Budiman, I.N.A C. Juwianti Candrayani, Komang Tri Chantika P, N.K Cokorda Istri Sri Arisanti Dewa Ayu Swastini Dewa, Julio Angga Purnama Dewi K. A. S. Dewi P.E.M.U Dewi S.M. Dewi Wulandari Dewi, A.A.A.P.K. Dewi, I Gst A A Gangga Samala Dewi, I Gusti Ayu Widha Paramistya Dewi, I.D.A.D.Y. Dewi, N.P Apsari Dewi, N.P.A.K. Dewi, Ni Kadek Santi Maha Dewi, Ni Pande Kadek Sinta Dharmapradnyawati N.N.P. Diah K, Shinta G.D. Pranawa Gede Hada Satria Wibawa Putra Arnatha Gitarini N. M. Hapsari, Meivanti Diva I Gede Sandi Wiarsana I Gusti Ayu Dara Pebriyanti I Ketut Adnyana I Made Agus Gelgel Wirasuta I N.K. Widjaja I Nyoman Arsana I Nyoman Arsana, I Nyoman I Putu Sudiartawan I Wayan Martadi Santika I. Damanik, I. N. T. Wisesa I.A.T Dewi I.B.D Esa I.M.K.A Suyadnya I.M.S. Sapanca Ida Bagus Putra Suta Ida Bagus Wiryanatha IG.Y Prayadnya IK.A.Y. Murti Indrani, A.A.I. S. Indriani N. P. W. Indyayani I.G.A Jayanti, N.K.P Aprilia Juniari N.P.M. K. Megayanti Kadek Dian Widyapurwanti Kinanti, Novi Sekar Komang Tri Farmani Kopong, Maria Vianey Uma Luh Putu Febryana Larasanty M. A. P. P. Rashid M. Primantara Made Galu Putra Ardiana Maha Dewi, Ni Kadek Santi Maruli Davidson Sitompul Milawati Milawati Mutiarani Dasha Hanggaresty Mutiarani Dasha Hanggaresty Mutmainah, Susanti N.K.A. Suksmawati N.K.I.P Dewi N.L.P.A Pratiwi N.M. Febrianti N.M. Suryaningsih N.P. Widiastuti N.P.R.A Putri N.P.R.D. Putri N.W.W Citradewi Nasya Nathania Chandra Natalia Kote, Jessica Christy Ni Luh Gede Sudaryati Ni Luh Putu Putri Dewi Ni Made Pitri Susanti Ni Made Widi Astuti Ni Made Widi Astuti Ni Made Widiastuti Ni Putu Eka Leliqia Ni Putu Linda Laksmiani Ni Putu Wahyudewi Primananda Noviyanti N. W. R Noviyanti, Ni Putu Rika Nugrahaeni, Luh Gede Ratih Dewi Tri Nugroho A.E. Oka M. P.A. Pramana, P.A. Savitri, P.P.K. Vedawati P.R. Satriari Padmanaba I.G.P. Padmasari, P.D. Pande Made Nova Armita Pande Made Nova Armita Sari Pande Made Nova Armita Sari, Pande Made Nova Permatasari, Ni Made Ayu Dinda Pinangkaan, C. Pramono S. Prascitasari, Ayu Prasetya, I Wayan Sindhu Wahyu Putri, Lucienne Agatha Larasati Nugraha Putri, W. S. Putu Dinda Pradnya Putri Permatasari Putu Lakustini Cahyaningrum Putu Oka Samirana R. Wirayanti Rahayu, N.P Savitri Rajeswari, Ni Kadek Ida Ratih, Ayu Putu Pramana Maha Rismayanti, A. A. M. I. Sanjaya, Sadina Vania Tsany Dyah Sanjiwani, P. Sarasmitha M.A Sarayawati, Kadek Ayu Mas Sari , Putri Ayu Puspita Sari, N. A. P. P. Septiarini, Putu Ayudia Setyawan E.I Setyawan E.I. Siahaan, T. F. Silalahi, Lydia Devy Sudiartawan, I Putu Sugiantara, I.W Eka Suhendi, Jessica Rianty Sunariyani, P. E. A. Suryani, N.P Febri Susanti, N.M.P Suta, Ida Bagus Putra Swasti, I.A.S. Talitha Amanda Hartono wahyuni, LP eka Wahyuni, N.N.S Wahyuni, Ni Luh Komang Widhiastuti, K.A.P. Widjaja I N.K. Widjaja I. N. K Widjaja I.N.K Widjaja I.N.K. Widjaja, I. N. K. Widjaja, I.N.K Wijayanti, N.L.P.D Windarini, L.G.E. Wiputri N.M.C.A.