Claim Missing Document
Check
Articles

SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL 70% RIMPANG BANGLE (Zingiber purpureum Roxb.) Padmasari, P.D.; Astuti, K.W.; Warditiani, N.K.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 4, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.796 KB)

Abstract

Bangle (Zingiber purpureum Roxb.) merupakan tanaman yang sudah lama digunakan sebagai obat tradisional. Secara ilmiah rimpang bangle telah terbukti memiliki aktivitas sebagai antibakteri, laksatif, antioksidan, dan mampu menghambat lipase pankreas. Banyaknya khasiat yang dimiliki oleh rimpang bangle maka diduga terdapat bermacam-macam konstituen kimia yang terkandung di dalam rimpang bangle. Pada penelitian ini telah dilakukan skrining fitokimia ekstrak etanol 70% rimpang bangle untuk mengetahui golongan senyawa yang terkandung di dalam ekstrak. Penelitian ini terdiri dari dua tahap yaitu ekstraksi dan skrining fitokimia. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan pelarut etanol 70% dengan metode maserasi. Skrining fitokimia pada ekstrak etanol 70% rimpang bangle (Zingiber purpureum Roxb.) meliputi pemeriksaan saponin, flavonoid, triterpenoid dan steroid, minyak atsiri, alkaloid, tanin, dan glikosida. Hasil uji skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% rimpang bangle mengandung saponin, flavonoid, minyak atsiri, alkaloid, tanin, dan glikosida.
INVENTARISASI TANAMAN OBAT DALAM USADA UPAS DALAM BENTUK BUKU ELEKTRONIK Dewi, A.A.A.P.K.; Warditiani, N.K.; Leliqia, N.P.E.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 3, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.74 KB)

Abstract

Usada Upas merupakan salah satu pengobatan tradisional di Bali. Pembuatan buku elektronik Usada Upas bertujuan untuk mengetahui profil data pengobatan Usada Upas, inventarisasi tanaman obat, dan persentase kesesuaian efek farmakologi terhadap efek empiris dari tanaman obat dalam Usada Upas. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif. Inventarisasi tanaman obat dalam Usada Upas dilakukan melalui pengumpulan informasi dari buku-buku, jurnal-jurnal ilmiah yang terindeks dalam Scopus, situs resmi yang dikelola oleh pemerintah dan situs pendidikan. Buku elektronik dibuat dengan format CHM (Compiled HTML File). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 151 tanaman dalam Usada Upas, sebanyak 125 tanaman sudah diketahui nama ilmiahnya (82,78%), 74 efek empiris ditujukan untuk penyakit upas di dalam tubuh (98,67%), dan 65 cara penggunaan tanaman obat ditujukan untuk di luar tubuh (50,39%). Inventarisasi tanaman dilakukan pada 14 tanaman dengan menambahkan informasi nama Indonesia, nama daerah, nama Usada, nama ilmiah, taksonomi, deskripsi, kandungan kimia, kegunaan, cara penggunaan, efek farmakologi, efek tidak diinginkan, toksisitas, dan gambar yang berkaitan dengan tanaman obat. Dari 14 tanaman obat yang diinventarisasi, hanya 4 tanaman yang menunjukkan kesesuaian efek farmakologi di atas 50%.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol 70% Daun Singkong (Manihot utilissima Pohl) terhadap Kadar Gula Darah Mencit Jantan Galur Balb/C yang Diinduksi Aloksan N. K Warditiani,; L. P. F Larasanty,; I. Damanik,
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 4, No. 1, Tahun 2015
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.507 KB)

Abstract

Tanaman singkong (Manihot utilissima Pohl) merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sebagai sumber kalori pangan di Indonesia. Dalam pemanfaatannya, daun singkong hanya digunakan sebagai sayur dan makanan ternak. Sehingga diperlukan cara pengolahan yang baru untuk daun singkong agar manfaat daun singkong dapat dirasakan oleh masyarakat. Daun singkong memiliki berbagai kandungan, salah satunya yaitu flavonoid golongan kuersetin. Penelitian sebelumnya menunjukkan flavonoid golongan kuersetin dalam Aloe vera dan Uncaria gambir Roxb mampu menurunkan kadar glukosa darah mencit yang diinduksi aloksan sehingga diduga flavonoid dalam daun singkong memiliki aktivitas antihiperglikemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak daun singkong (Manihot utilissima Pohl) dalam menurunkan kadar glukosa darah pada mencit jantan galur Balb/C yang diinduksi aloksan. Penelitian ini meliputi beberapa tahapan, yaitu: determinasi, ekstraksi, penetapan kadar air, skrining fitokimia, dan uji aktivitas antihiperglikemia ekstrak daun singkong (Manihot utilissima Pohl). Pengujian dilakukan dengan membagi mencit menjadi 6 kelompok perlakuan, antara lain: kontrol normal, kontrol negatif (CMC Na 0,1%), kontrol positif (metformin 65 mg/kg BB), dan tiga kelompok perlakuan (variasi dosis ekstrak daun singkong (Manihot utilissima Pohl) 12,8 mg/kg BB, 25,6 mg/kg BB, dan 51,3 mg/kg BB) diberikan selama 8 hari. Selanjutnya diukur kadar glukosa darah mencit menggunakan alat glukosa test. Hasil data yang diperoleh kemudian diolah secara statistik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak daun singkong (Manihot utilissima Pohl) mampu menurunkan kadar glukosa darah (p<0,05), namun kemampuan tersebut tidak sama dengan metformin (p<0,05) dimana metformin memiliki aktivitas antihiperglikemia yang lebih besar.
Potensi Toksisitas Andrografolid dari Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f.) Nees) pada kulit dan mata secara In Silico N. M. P. Susanti; N.K. Warditiani; C. Juwianti; I. N. T. Wisesa
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 6 No. 1, Tahun 2017
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.915 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2017.v06.i01.p09

Abstract

Andrografolid adalah kandungan kimia utama yang terdapat dalam tanaman sambiloto (Andrographis paniculata). Andrografolid memiliki banyak aktivitas farmakologi antara lain sebagai antiaterosklerosis, antiinflamasi, antioksidan, antihiperglikemik, dan antimalaria. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui toksisitas dari senyawa andrografolid dalam tanaman sambiloto secara in silico menggunakan software Toxtree v2.6.13. Uji toksisitas dilakukan menggunakan software Toxtree dengan menginput struktur 2 dimensi dari senyawa andrografolid dan diujikan terhadap 2 parameter uji yaitu Skin Irritation/Corrosion dan Eye Irritation and Corrosion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa andrografolid tidak berpotensi menyebabkan korosi maupun iritasi pada kulit dan tidak berpotensi menyebabkan luka bakar dan luka bakar yang parah pada mata.
Pengobatan Tradisional Bali Usadha Tiwang I Nyoman Arsana; I Putu Sudiartawan; Ni Luh Gede Sudaryati; I Made Agus Gelgel Wirasuta; Pande Made Nova Armita; Ni Kadek Warditiani; Ni Made Widi Astuti; I Wayan Martadi Santika; Ida Bagus Wiryanatha; Putu Lakustini Cahyaningrum; Ida Bagus Putra Suta
Bali Membangun Bali: Jurnal Bappeda Litbang Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Bali Membangun Bali, Volume 1, Nomor 2, Agustus 2020
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.218 KB) | DOI: 10.51172/jbmb.v1i2.113

Abstract

Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengobatan tradisional Bali, dengan mengambil fokus kajian pada pengobatan yang tertuang dalam lontar Usadha Tiwang. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (Library Research). Unit analisis berupa naskah lontar Usadha Tiwang, yang telah ditransliterasi dari aksara Bali ke aksara Latin. Temuan: Hasil penelitian diketahui bahwa tiwang adalah penyakit yang mempunyai gejala badan terasa meluang, sakit dan ngilu, gelisah, mata mendelik, otot kaku bahkan sampai pingsan. Jenis tiwang dicirikan berdasarkan gejala yang muncul. Pengobatan dilaksanakan secara holistik oleh pengusada sesuai tatalaksana pengusada, dengan menggunakan ramuan obat-obatan yang terbuat dari campuran berbagai jenis tumbuh-tumbuhan atau bahan lainnya seperti arak, lengis tanusan, garam, gula, kapur, maupun santen, bahkan tain seksek serta iduh bang. Penggunaannya dengan cara dimakan, diminum, ditutuhkan, disemburkan, diuapkan atau dilulurkan, maupun ditempelkan. Takaran, cara pengolahan, serta cara pemakaian masih belum jelas. Implikasi: Masyarakat Bali tetap percaya terhadap sistim pengobatan tradisional Bali. Namun demikian, masyarakat Bali yang berobat ke tempat praktik pengobatan tradisional sangat sedikit. Simpulannya adalah pengobatan tradisional Bali dilakukan secara holistik untuk mencapai keseimbangan antara shtula sarira-suksma sarira-antahkarana sarira.
DOCKING MOLEKULER ?-SITOSTEROL DENGAN PROTEIN DIPEPTIDYLPEPTIDASE-4 (DPP-4) SEBAGAI ANTIHEPERGLIKEMIA SECARA IN SILICODOCKING MOLEKULER ?-SITOSTEROL DENGAN PROTEIN DIPEPTIDYLPEPTIDASE-4 (DPP-4) SEBAGAI ANTIHEPERGLIKEMIA SECARA IN SILICO Ni Putu Wahyudewi Primananda; Mutiarani Dasha Hanggaresty; Agus Adi Purnama Putra; Ni Kadek Warditiani
CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry) Vol 10 No 1 (2022): Cakra Kimia (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry)
Publisher : Graduate Program of Applied Chemistry, Udayana University, Bali-INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Diabetes mellitus adalah kelainan multisistem yang menyebabkan kondisi hiperglikemia dan kelainan metabolik lainnya. Dipeptidyl peptidase-4 (DPP-4) adalah salah satu reseptor taget dalam pengobatan diabetes. Enzim ini yang terlibat dalam degradasi Glucagon Like Peptide-1 (GLP-1) dan Glucose-dependent Insulinotropic Polypeptide (GIP), maka penghambatan enzim DPP-4 dapat memperpanjang kerja GLP-1 dan GIP yang secara langsung meningkatkan tingkat insulin yang dilepaskan. Sehingga, dapat menurunkan kadar glukosa darah oleh insulin yang dimediasi oleh mekanisme transport glukosa sel. Senyawa bahan alam yang berhasil diisolasi dan dilaporkan memiliki aktivitas anti-diabetes salah satunya adalah ?-Sitosterol pada tanaman Cemcem (Spondias pinnata (L.f) Kurz). Proses docking menghasilkan nilai energi ikatan antara senyawa uji dengan protein taget. Energi ikatan menunjukkan afinitas ?-Sitosterol pada protein target. Semakin negatif energi ikatan yang diperoleh, ikatan yang terbentuk antara ?-Sitosterol dengan protein target akan semakin stabil. Nilai energi ikatan yang diperoleh pada ?- Sitosterol dan Vildagliptin dengan protein NAG berutut-turur sebesar -8,96 kkal/mol dan - 748 kkal/mol. Hal ini menunjukkan bahwa ?-Sitosterol dengan protein target enzim DPP- 4 NAG memiliki ikatan yang lebih stabil dibandingkan dengan native ligand dengan Vildagliptin. Sehingga, ?-Sitosterol berpotensi sebagai antihiperglikemia melalui mekanisme penghambatan aktivitas enzim DPP-4. ABSTRACT: Diabetes mellitus is a multisystem disorder that causes hyperglycemia and other metabolic disorders. Dipeptidyl peptidase-4 (DPP-4) is one of the taget receptors in the treatment of diabetes. This enzyme is involved in the degradation of Glucagon Like Peptide-1 (GLP-1) and Glucose-dependent Insulinotropic Polypeptide (GIP). The inhibition of the DPP-4 enzyme can prolong the action of GLP-1 and GIP which directly increases the level of insulin released. Thus, it can lower blood glucose levels by insulin which is mediated by the cell glucose transport mechanism. One of the natural compounds that have been isolated and reported to have anti-diabetic activity is ?-sitosterol in the Cemcem (Spondias pinnata (L.f) Kurz) plant. The docking process produces a bond energy value between the test compound and the taget protein. The bond energy shows the affinity of ?-sitosterol to the target protein. The more negative the bond energy obtained, the more stable the bonds formed between ?-Sitosterol and the target protein. The bond energy values obtained for ?-Sitosterol and Vildagliptin with the NAG protein are down to -8.96 kcal/mol and -748 kcal/mol. This shows that ?-sitosterol with the DPP-4 NAG enzyme target protein has a more stable bond compared to the native ligand with Vildagliptin. Thus, ?-sitosterol has the potential as an antihyperglycemia by inhibiting the activity of the DPP- 4 enzyme.
Evaluasi SPO Pengujian Produk Jadi Pre-Marketing terhadap Mutu Sediaan COL (Cairan Obat Luar) Tradisional di Salah Satu Industri X Komang Tri Farmani; Ni Kadek Warditiani
Indonesian Journal of Legal and Forensic Sciences (IJLFS) Vol 12 No 2 (2022): Indonesian Journal of Legal and Forensic Sciences
Publisher : Penerbit, sejak 2012 : Asosiasi Ilmu Forensik Indonesia dan UPT Lab. Forensik Sain dan Kriminilogi - Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/IJLFS.2022.v12.i02.p01

Abstract

Introduction: The traditional medicine industry (TMI) is an industry that can produce all types of traditional medicinal preparations including EML (external medicine liquid). In the process of making traditional medicine (TM), TMI is obliged to follow the rules of GMPTM (good manufacturing practices traditional medicines) which aims to ensure the quality of the preparations produced. In the process, an SOP (standard operating procedure) is needed which contains the steps that must be taken to realize the goals and product quality (specifications) that have been determined. Pre-marketing finished product testing is part of the production process, so it also requires an SOP. One of the IOT X that has made CML has been established long time, of course it already has a Finished Products Pre-Marketing EML Preparations Testing SOP. Objective: to evaluate the SOP of Pre-Marketing Finished Product Testing on the quality of COL preparations, based on quality standards finished products which are regulated in BPOM Regulation No. 32 of 2019 concerning the Safety and Quality Requirements for Traditional Medicine and 1996 SNI (Indonesian National Standard), and GMPTM 2021. Methods: literature study and observational description with a qualitative approach in the form of interviews Results: SOP is in accordance with existing EML quality standards, its implementation has also been implemented well (during the production of COL X products never happened not eligible), and there has never been a recall of EML products during the production period. Conclusion: The SOP for testing finished products in the pre-marketing phase has been implemented properly in accordance with applicable regulations.
PENGEMBANGAN OBAT ALAMI DI BALI SEBAGAI MODEL PENGEMBANGAN OBAT TRADISIONAL INDONESIA Ni Kadek Warditiani; I Made Agus Gelgel Wirasuta; I Ketut Adnyana
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 11, No. 2, Tahun 2022
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JFU.2022.v11.i02.p06

Abstract

Kesehatan adalah bidang program prioritas Pemprov Bali (2018-2023) dengan salah satu Pelayanan Pengobatan Tradisional Integrasi, dengan usaha mengangkat pengobatan usadha dapan berjalan seiring saling bahu membahu, isi mengisi dalam mewujudkan manusia Bali dengan Jana Kertih. Tujuan penulisan artikel ini adalah Pemprov Bali mengembangkan obat alami Bali berdasarkan kearifan lokal leluhur Bali yang bersumber pada referensi Lontar Usadha menjadi salah satu kekuatan ekonomi Bali dengan memanfaatkan kekuatan ekonomi pariwisata. Caranya adalah dengan mencari, mentelaah dan merekap kebijakan yang sudah ada dan/atau yang sudah dijalankan oleh Kemenkes/Kementerian-kementerian dan pemerintah daerah Bali. Kegiatan yang dilakukan dalam pengembangan herbal di bali adalah Usadha referensi cara hidup sehat orang Bali, pengembangan industri obat herbal di bali, Percepatan Berjalannya Ekosistem, Standarisasi Obat Herbal, Kebijakan, Pengembangan Wisata Kebugaran Ala Bali “Balinesse Wellness“ Regulasi Pemprov Bali dalam pengembangan Obat Tradisional dan Pelayanan Kesehatan Tradisional Bali
Uji Efek Antihipertensi Ekstrak Etanol 96% Akar Pule Pandak (Rauvolfia serpentina (L.) Benth. ex Kurz.) pada Mencit (Mus musculus) Maruli Davidson Sitompul; Kadek Dian Widyapurwanti; Ni Luh Putu Putri Dewi; Ni Kadek Warditiani
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1227.977 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i2.6325

Abstract

Pule pandak (Rauvolfia serpentina (L.) Benth. ex Kurz.) merupakan salah satu tanaman lokal yang secara empiris digunakan untuk mengobati hipertensi dengan kandungan kimia utama adalah alkaloid yang sebagian besar terdapat pada bagian akar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antihipertensi dan dosis efektif ekstrak etanol 96% akar R. serpentina secara in vivo pada mencit jantan Swiss Webster. Metode yang digunakan, yaitu pretest-posttest control group design. Delapan belas ekor mencit dibagi menjadi enam kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan 1, 2 dan 3 (P1, P2 dan P3) secara berturut-turut adalah kelompok kontrol normal, kontrol negatif dan kontrol positif yang diberi makan dan minum ad libitium, suspensi CMC-Na, dan suspensi atenolol 6,5 mg/kgBB. Kelompok perlakuan 4, 5 dan 6 (P4, P5 dan P6) adalah kelompok yang diberikan suspensi ekstrak etanol 96% akar R. serpentina pada dosis 70, 140 dan 280 mg/kgBB. Data dianalisis dengan menggunakan uji One Way ANOVA dan uji Post Hoc, yaitu uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa persentase penurunan mean±SEM TD sistolik dan diastolik tertinggi dihasilkan oleh P6, yaitu sebesar 29,243±0,7651% dan 37,880±3,692%. Hasil uji One Way ANOVA dan LSD menunjukkan, bahwa ada perbedaan signifikan (p<0,05) terhadap %penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik mencit. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 96% akar R. serpentina memiliki efek antihipertensi dengan dosis efektif sebesar 280 mg/kgBB.
Review potensi Emblica officinalis (Amla) dalam mengatasi gangguan metabolisme dislipidemia dan antioksidan Ni Kadek Warditiani; Pande Made Nova Armita Sari; Ni Made Widi Astuti; I Made Agus Gelgel Wirasuta
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 12, No 1, Tahun 2023
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JFU.2023.v12.i01.p10

Abstract

Emblica officinalis (Amla) is a plant that is not widely utilized in Bali, but it has tremendous potential. This study aims to investigate the antioxidant and anti-dyslipidemia potential of Amla. Literature search was conducted on Pubmed, Scopus, and Science Direct, followed by screening and review to match the inclusion and exclusion criteria. The search resulted in 346 articles, and after reviewing and screening the titles, keywords, and abstracts, 12 articles that met the criteria were obtained. The review findings indicate that Emblica officinalis (Amla) has a strong potential in preventing or addressing cardiovascular disorders such as atherosclerosis due to its abilities as a potential anti-dyslipidemia and antioxidant agent.
Co-Authors Ade Winanda Pangestu Adi P.S, I.K Agus Adi Purnama Putra Ananda Putri, Ida Ayu Ngurah Trisna Noviani Andika, Dewa Made Dwi Ariswari, Ni Kadek Putri Arkhania, Ni Putu Ayu Dhea Armita, Pande Made Nova Artini, P. E. U. D Asih, Diah Jenari Astarina, N. W. G. Astuti N.M.W. Astuti, K. W. Astuti, K.W. Astuti, Ni Made Widi Bayu J.K, I.M Budiman, I.N.A C. Juwianti Candrayani, Komang Tri Chantika P, N.K Cokorda Istri Sri Arisanti Dewa Ayu Swastini Dewa, Julio Angga Purnama Dewi K. A. S. Dewi P.E.M.U Dewi S.M. Dewi Wulandari Dewi, A.A.A.P.K. Dewi, I Gst A A Gangga Samala Dewi, I Gusti Ayu Widha Paramistya Dewi, I.D.A.D.Y. Dewi, N.P Apsari Dewi, N.P.A.K. Dewi, Ni Kadek Santi Maha Dewi, Ni Pande Kadek Sinta Dharmapradnyawati N.N.P. Diah K, Shinta G.D. Pranawa Gede Hada Satria Wibawa Putra Arnatha Gitarini N. M. Hapsari, Meivanti Diva I Gede Sandi Wiarsana I Gusti Ayu Dara Pebriyanti I Ketut Adnyana I Made Agus Gelgel Wirasuta I N.K. Widjaja I Nyoman Arsana I Nyoman Arsana, I Nyoman I Putu Sudiartawan I Wayan Martadi Santika I. Damanik, I. N. T. Wisesa I.A.T Dewi I.B.D Esa I.M.K.A Suyadnya I.M.S. Sapanca Ida Bagus Putra Suta Ida Bagus Wiryanatha IG.Y Prayadnya IK.A.Y. Murti Indrani, A.A.I. S. Indriani N. P. W. Indyayani I.G.A Jayanti, N.K.P Aprilia Juniari N.P.M. K. Megayanti Kadek Dian Widyapurwanti Kinanti, Novi Sekar Komang Tri Farmani Kopong, Maria Vianey Uma Luh Putu Febryana Larasanty M. A. P. P. Rashid M. Primantara Made Galu Putra Ardiana Maha Dewi, Ni Kadek Santi Maruli Davidson Sitompul Milawati Milawati Mutiarani Dasha Hanggaresty Mutiarani Dasha Hanggaresty Mutmainah, Susanti N.K.A. Suksmawati N.K.I.P Dewi N.L.P.A Pratiwi N.M. Febrianti N.M. Suryaningsih N.P. Widiastuti N.P.R.A Putri N.P.R.D. Putri N.W.W Citradewi Nasya Nathania Chandra Natalia Kote, Jessica Christy Ni Luh Gede Sudaryati Ni Luh Putu Putri Dewi Ni Made Pitri Susanti Ni Made Widi Astuti Ni Made Widi Astuti Ni Made Widiastuti Ni Putu Eka Leliqia Ni Putu Linda Laksmiani Ni Putu Wahyudewi Primananda Noviyanti N. W. R Noviyanti, Ni Putu Rika Nugrahaeni, Luh Gede Ratih Dewi Tri Nugroho A.E. Oka M. P.A. Pramana, P.A. Savitri, P.P.K. Vedawati P.R. Satriari Padmanaba I.G.P. Padmasari, P.D. Pande Made Nova Armita Pande Made Nova Armita Sari Pande Made Nova Armita Sari, Pande Made Nova Permatasari, Ni Made Ayu Dinda Pinangkaan, C. Pramono S. Prascitasari, Ayu Prasetya, I Wayan Sindhu Wahyu Putri, Lucienne Agatha Larasati Nugraha Putri, W. S. Putu Dinda Pradnya Putri Permatasari Putu Lakustini Cahyaningrum Putu Oka Samirana R. Wirayanti Rahayu, N.P Savitri Rajeswari, Ni Kadek Ida Ratih, Ayu Putu Pramana Maha Rismayanti, A. A. M. I. Sanjaya, Sadina Vania Tsany Dyah Sanjiwani, P. Sarasmitha M.A Sarayawati, Kadek Ayu Mas Sari , Putri Ayu Puspita Sari, N. A. P. P. Septiarini, Putu Ayudia Setyawan E.I Setyawan E.I. Siahaan, T. F. Silalahi, Lydia Devy Sudiartawan, I Putu Sugiantara, I.W Eka Suhendi, Jessica Rianty Sunariyani, P. E. A. Suryani, N.P Febri Susanti, N.M.P Suta, Ida Bagus Putra Swasti, I.A.S. Talitha Amanda Hartono wahyuni, LP eka Wahyuni, N.N.S Wahyuni, Ni Luh Komang Widhiastuti, K.A.P. Widjaja I N.K. Widjaja I. N. K Widjaja I.N.K Widjaja I.N.K. Widjaja, I. N. K. Widjaja, I.N.K Wijayanti, N.L.P.D Windarini, L.G.E. Wiputri N.M.C.A.