Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Effect of Adding Black Soldier Fly Larvae Flour to Rations on Broiler Chicken Performance Ndun, Alberth Nugrahadi; Mulik, Simon Edison; Nguru, David Agustinus; Menoh, Yori Raimona
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : DEPARTMENT OF ANIMAL HUSBANDRY, FACULTY OF AGRICULTURE, UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jipt.v13i1.p205-215

Abstract

This study aims to evaluate the effect of adding Black Soldier Fly (BSF) larvae flour to the ration on feed consumption, body weight gain, and feed conversion in poultry. The four treatments used were P0 (ration without the addition of BSF flour), P1 (ration + 5% BSF flour), P2 (ration + 10% BSF flour), and P3 (ration + 15% BSF flour), with each treatment repeated four times. The livestock used in this study were 80 broiler chickens, which were distributed in each treatment unit of 5 chickens each. This study used a Completely Randomized Design (CRD) and data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA), with Duncan's further test if there was a significant effect. The results showed that the P3 treatment with the addition of 15% BSF flour produced the lowest feed consumption (1063.44 grams) and the best feed conversion (0.9818), indicating higher feed efficiency. In contrast, the P0 treatment without the addition of BSF flour had the highest feed consumption (1482.20 grams) and the lowest feed conversion (2.5832). Body weight gain increased significantly with increasing proportion of BSF flour, namely P3 had the highest body weight gain (1087.95 grams) compared to other treatments. From the results of this study, it can be concluded that the addition of BSF flour up to 15% in the ration has a positive effect on the growth and performance of broiler chickens. The best results for the observed parameters were feed consumption (1063.44 grams), with feed conversion (0.9818), and the best body weight gain (1087.95 grams). The use of BSF flour in poultry rations shows potential as an efficient alternative feed ingredient. Further research is recommended to explore the long-term effects and potential for commercial application.
Peningkatan Keterampilan Analisis Data Penelitian Menggunakan Aplikasi Jasp Bagi Mahasiswa Program Studi Peternakan Universitas Nusa Cendana Mulik, Simon Edison; Nugrahadi Ndun, Alberth; Bire Lawa, Alvrado; Agustinus Nguru, David; Mediviani Sol’uf, Morin; Umbu Padu, Hendrikus; Made Paramita Setyani, Ni; Meliani Sabat, Diana; Nessy Banamtuan, Adyanto; Eliazar Nifu, Salden
DEDIKASI PKM Vol. 5 No. 2 (2024): DEDIKASI PKM UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/dkp.v5i2.38926

Abstract

Kemampuan menganalisis data merupakan salah satu skill yang harus dimiliki oleh setiap mahasiswa. Skill ini penting karena pada akhir studi, mereka harus mengumpulkan data penelitian, menganalisisnya, dan menyajikannya dalam sebuah tulisan. Namun, sebagian besar mahasiswa masih belum paham dengan baik bagaimana menganalisis data penelitian. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu meningkatkan kemampuan analisis mahasiswa dengan memanfaatkan aplikasi yang mudah dioperasikan dan dapat diakses secara gratis tanpa batas waktu. Aplikasi yang dimaksud adalah aplikasi JASP. Pelaksanaan kegiatan ini dimulai dengan mengisi kuesioner untuk mengetahui pemahaman awal mahasiwa Program Studi Peternakan Universitas Nusa Cendana tentang jenis-jenis alat analisis data dan cara pengoperasiannya, dilanjutkan dengan diskusi dan praktik secara langsung. Pada akhir pelatihan dilaksanakan evaluasi. Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang mahasiswa. Luaran yang dicapai dari kegiatan ini adalah 87,5% peserta mengalami peningkatan keterampilan dalam menganalisis data penelitian. Kegiatan ini dinilai berhasil dalam meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam mengolah data penelitian.
Pelatihan Pengolahan Limbah Peternakan Babi menjadi Pupuk Bokashi di Desa Ponain, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur Nguru, David A.; Suryani, Ni N.; Mulik, Simon E.; Ndun, Alberth N.; Lawa, Alvrado B.; Bette, Yustiani Y; Manafe, Nitty C.; Uly, Kirenius; Ernawati, Luh S.; Sogen, Yohanes G.; Kune, Petrus; Yunus, Marthen; Suryani, Ni Putu F.; Jalaluddin, Jalaluddin; Riwu, Agus R.; Theedens, Jonas F.; Malik, Agus K.
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): JIPPM - Juni 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.788

Abstract

Perkembangan usaha ternak babi di Nusa Tenggara Timur tidak di imbangi dengan pengolahan limbah peternakan yang baik. Pengelolaan limbah peternakan yang kurang baik dapat mencemari lingkungan, menjadi sarang penyakit dan berpotensi menicu konflik sosial. Kegiatan pelatihan bertujuan untuk mengatasi permasalah limbah peternakan babi yang di hadapi para peternak dengan pengelolaan menjadi pupuk bokashi untuk meningkatkan nilai guna, serta meningkatkan keterampilan lunak dan keterampilan teknis di Desa Ponain, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dengan metode ceramah serta ekperimen langsung yang melibatkan peternak. Kegiatan ini dihadiri oleh 25 peternak babi. Evaluasi terhadap kegiatan ini dilakukan dengan menerapkan pre-test terdiri dari 15 soal, yang dilaksanakan sebelum kegiatan dimulai, dan post-test yang dilaksanakan setelah kegiatan selesai. Pelatihan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang dampak buruk dari limbah peternakan yang tidak dikelola dengan baik dan pentingnya pengolahan limbah peternakan babi menajdi pupuk bokashi, sehingga dapat meningkatkan keterampilan dan ekonomi peternak. Hasil evaluasi yang dilakukan pada 25 peternak menunjukkan bahwa peningkatan tertinggi terdapat pada kemampuan menilai kualitas pupuk bokashi (88%), yang menunjukkan pemahaman peserta dalam mengenali ciri-ciri pupuk yang berhasil.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK BOKASHI DARI LIMBAH KOTORAN SAPI-JERAMI PADI PADA JEMAAT GMIT IMANUEL TAUPKOLE Menoh, Yori Raimona; Deko, Maria Karolina; Zebua, Cipta Kasih N; Mulik, Simon Edison; Ndun, Alberth Nugrahadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.31403

Abstract

Abstrak: Pentingnya pelatihan pembuatan bokashi dari limbah kotoran sapi karena bahan baku kotoran sapi dan limbah jerami padi banyak tersedia, jika tidak ditangani dengan baik dapat mencemari lingkungan. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan kemampuan soft skill mencakup kemampuan memahami, dan kemampuan problem solving dalam mengatasi tantangan selama proses pengolahan bokashi serta kemampuan hard skill meliputi pengetahuan teknis tentang proses fermentasi, penggunaan bahan baku, serta teknik pengolahan bokashi yang efektif. Sebanyak 42 orang peserta yang hadir, terdiri dari laki-laki 20 orang dan perempuan 22 orang, jenjang pendidikan SD-SMP (28 orang), SMA (14 orang), dan Sarjana (4 orang). Usia remaja (25 orang) dan dewasa (17 orang). Menggunakan metode ceramah/diskusi dan demonstrasi dan pada akhir kegiatan dilakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta melalui pengisian kuesioner. Kegiatan ini sangat berdampak baik terhadap jemaat GMIT Imanuel Taupkole, peserta pelatihan sangat antusias dan menunjukkan hasil yang sangat signifikan dari segi pemahaman dan ketrampilan pembuatan bokashi. Hasil akhir menunjukkan bahwa tingkat pemahaman peserta mencapai 85%.Abstract: The importance of training in making bokashi from cow dung waste because the raw materials of cow dung and rice straw waste are widely available, if not handled properly can pollute the environment. This training aims to provide soft skills including the ability to understand, and problem solving skills in overcoming challenges during the bokashi processing process as well as hard skills including technical knowledge about the fermentation process, use of raw materials, and effective bokashi processing techniques. A total of 42 participants attended, consisting of 20 men and 22 women, elementary-junior high school education levels (28 people), high school (14 people), and bachelor's degree (4 people). Teenagers (25 people) and adults (17 people). Using lecture/discussion and demonstration methods and at the end of the activity an evaluation was carried out to determine the level of understanding of the participants by filling out a questionnaire. This activity had a very good impact on the GMIT Imanuel Taupkole congregation, the training participants were very enthusiastic and showed very significant results in terms of understanding and bokashi making skills. The final results showed that the level of understanding of the participants reached 85%.