Claim Missing Document
Check
Articles

Karakteristik Fisik dan Mekanis Penggunaan Kayu Non Kelas Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) pada Konstruksi Kapal Kayu Tradisional Muhammad Hairi; Polaris Nasution; Alit Hindri Yani
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol 10, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.10.2.p.98-103

Abstract

Kebutuhan kayu sebagai bahan utama dalam pembuatan kapal selalu meningkat dan perolehan kayu yang berkualitas sesuai standar Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) untuk dijadikan bahan konstruksi pembuatan kapal semakin sulit untuk ditemui, karena hal ini disebabkan menipisnya ketersediaan kayu di hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan mekanis dari kayu yang biasa digunakan pada konstruksi kapal dan tidak termasuk kedalam kelas BKI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode percobaan (eksperimental) atau melakukan pengujian secara lansung. Percobaan yang dilakukan membuat spesimen uji terhadap 4 jenis kayu non klas BKI, seperti Kayu Parak (Aglaia rubiginisa Panel), Kayu Sesup (Lumnitzera spp), Kayu Meranti Bakau (Shorea uliginesa foxio) dan  Meranti Kekait (Shorea platicarpa). Dalam pengujian fisik berat dan kerapatan mengacu pada standar ASTM D970 dan pengujian penyerapan air JIS A5980. Pengujian mekanis bending mengacu pada standar ASTM D790-02, uji tarik ASTM D638-08 dan uji impact ASTM D5942-96. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya serap air terbesar adalah kayu Sesub sebesar 22,22%, dan kerapatan terbesar adalah kayu Parak  sebesar 785,98 kg/m3. Pengujian mekanis bending tertinggi adalah kayu parak yaitu sebesar 157,131 Mpa yang setara dengan kuat kayu kelas I, uji tarik terbesar adalah kayu parak sebesar 165,0446 Mpa yang setara dengan kuat kayu kelas I, dan uji impact terbesar adalah Kayu Parak yaitu 0,0922 J/mm2. Berdasarkan hasil penelitian bahwa kayu Meranti Bakau, Meranti Kekait, Sesup dan Kayu Parak bisa digunakan untuk sebagai bahan konstruksi kulit luar dan rumah geladak.
Analisis Teknis dan Finansial Usaha Perikanan Bagan Perahu KM. Wafik 02 di Pelabuhan Perikanan Pantai Carocok Tarusan Sumatera Barat (Studi Kasus pada Kapal Bagan Perahu KM. Wafik 02) Arizka Pelita Rahman; Polaris Nasution; Pareng Rengi
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol 10, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.10.2.p.129-139

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada Bulan Maret sampai  April 2021 di Pelabuhan Perikanan Pantai Carocok Tarusan Sumatera Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek teknis usaha penangkapan bagan perahu seperti bangunan bagan, waring dan bingkai waring. Menghitung aspek ekonomi usaha penangkapan bagan perahu dilihat dari modal, pendapatan dan keuntungan. Menganalisis tingkat kelayakan usaha bagan perahu dari segi finansial dilihat dari nilai BCR, FRR, PPC dan NPV serta untuk mengetahui rentabilitas pada kapal tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey yaitu dengan mewawancarai pemilik kapal dan ABK serta ikut langsung dalam melakukan penangkapan ikan. Hasil analisis finansial diketahui bahwa investasi yang diperlukan untuk kapal bagan perahu KM. Wafik 02 sebesar Rp. 535.420.000,- pendapatan kotor Rp. 833.030.000,- dengan biaya total sebesar Rp. 688.373.200,-. Dengan demikian pendapatan bersih yang didapat dalam tahun 2020 sebesar Rp. 144.656.800. Analisis kelayakan untuk KM. Wafik 02 diketahui nilai NPV sebesar 571.379.242,- nilai BCR adalah 1,21, nilai FRR sebesar 27,01% dan PPC 3,7 tahun. Analisis dari kapal tersebut memiliki nilai NPV positif, BCR >1 dan FRR> discount rate. Hal ini menunjukkan usaha perikanan kapal bagan perahu KM. Wafik 02 di Pelabuhan Perikanan Pantai Carocok Tarusan Sumatera Barat memiliki peluang yang baik dan layak untuk dikembangkan
Komposisi Hasil Tangkapan Alat Tangkap Rawai pada Waktu Pagi dan Siang Hari di Perairan Desa Bantan Sari Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Heni Andri Anik; Bustari Bustari; Polaris Nasution
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol 11, No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.11.1.p.34-40

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2022 di Desa Bantan Sari Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yang dilaksanakan selama tujuh hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah perbedaan dan komposisi hasil tangkapan rawai dasar pada waktu pagi dan siang hari di perairan Desa Bantan Sari. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan mengenai komposisi hasil tangkapan alat tangkap rawai pada waktu pagi dan siang hari di perairan Desa Bantan Sari menghasilkan jumlah tangkapan pada waktu pagi hari sebanyak 22.49 kg dengan jumlah 66 ekor sedangkan siang hari sebanyak 15.32 kg dengan jumlah 43 ekor. Hasil tangkapan tertinggi pada waktu pagi adalah ikan duri (Hexanematichthys sagor) dengan jumlah 10.03 kg (28 ekor) dan hasil tangkapn yang paling rendah adalah ikan kakap (Lates calcarifer) 2.86 (6 ekor) dan ikan gelama (Johnius amblycephalus) 2.51 (16 ekor). Untuk hasil tangkapan tertinggi pada waktu siang hari adalah ikan duri (Hexanematichthys sagor) berjumlah 7.26 kg (20 ekor) dan hasil tangkapan terendah adalah ikan hiu (Carcharias Taurus) 1.39 (3 ekor) dan ikan gelama (Johnius amblycephalus) 1.01 (7 ekor).
Pengaruh Waktu Hauling Terhadap Hasil Tangkapan Bagan Perahu di Pelabuhaan Perikanan Pantai Carocok Tarusan Sumatera Barat Agung Prasetyo; Bustari Bustari; Polaris Nasution
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol 11, No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.11.1.p.29-33

Abstract

Pengaruh waktu hauling terhadap hasil tangkapan bagan perahu bertujuan untuk menentukan jumlah dan jenis hasil tangkapan berdasarkan waktu hauling dan menentukan waktu hauling yang paling optimal untuk melakukan penangkapan serta untuk dapat mengetahui ada atau tidaknya pengaruh waktu hauling terhadap hasil tangkapan. Kapal bagan di PPP Carocok Tarusan melakukan penangkapan pada periode hauling malam hari mulai dari pukul 18.00-24.00 WIB, dan dilanjut lagi mulai dari pukul 00:00-06.00 WIB. Hasil perhitungan menggunakan uji T didapat hasilnya yaitu 0,95. Maka hipotesis yang digunakan adalah terima H1, yang artinya terdapat pengaruh hasil tangkapan dalam waktu penangkapan sebelum dan sesudah tengah malam. Sehingga dapat diketahui bahwa waktu penangkapan yang paling optimal untuk melakukan penangkapan yaitu pada waktu setelah tengah malam
Selektivitas Alat Tangkap Jaring Insang di Desa Pangkalan Terap Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau Monalisa Monalisa; Isnaniah Isnaniah; Polaris Polaris
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol 11, No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.11.2.p.128-134

Abstract

Jaring insang merupakan salah satu alat tangkap yang beroperasi di perairan Desa Pangkalan Terap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui selektivitas ukuran mata jaring dan hasil tangkapan alat tangkap jaring insang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2022 di Desa Pangkalan Terap Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. Metode yang digunakan adalah metode experimental fishing, yaitu metode yang menggunakan sampel objek untuk diamati. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 6 jenis spesies ikan yang tertangkap pada mesh size 2,5 inchi dan 3 inchi, yaitu wajang (Cyclocheillichthys spp), juaro (Pangasius polyranodon), sepongkah (Parambassis wolfii), selais (Cryptopterus spp), baung (Mystus nemurus) dan tawes (Barbonymus gonionotus). Ikan yang dominan tertangkap pada kedua mata jaring adalah ikan wajang yang berjumlah 58 ekor atau sebesar 40% dari total hasil tangkapan dengan total length 26 – 37,5 cm, fork length 24 – 34,5 cm, tinggi badan 7 – 12,5 cm dan berat 185 – 560 g. Perbedaan mata jaring yang tidak terlalu besar baik terhadap jumlah total tangkapan maupun rata-rata fork length ikan yang tertangkap. Jaring insang yang paling selektif adalah jaring insang dengan ukuran mata jaring 3 inchi, hal ini dikarenakan ukuran mata jaring menangkap ikan yang berukuran lebih besar yang layak tangkap dan dapat meloloskan ikan-ikan kecil
The influence of feed and depth on the operation of bubu fishing tools in Pangkalan Kuras District, Pelalawan Regency, Riau Province Zega, Melvi Purnama Fajar; Bustari, Bustari; Nasution, Polaris
South East Asian Marine Sciences Journal Vol. 1 No. 2 (2024): March
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seamas.1.2.49-56

Abstract

The purpose of this study was to determine the weight of the bait and the effective depth for operating traps in Kesuma Village, Pangkalan Kuras District, and Pelalawan Regency. The bait weight is divided into 50 g, 100 g, and 150 g, while the depth is divided into 1 m and 5 m. This research was carried out in January 2022 at the Nilo River in Kesuma Village. The method used in this study was the experimental fishing method with a randomized group design factor. The test results of the analysis of variance on the number of catches show that there is an influence of bait, depth, and interaction between the two, or a value of Fcount > Ftable. The test results of the analysis of variance on catch weight showed that there was an effect of bait and depth because the value of Fcount > Ftable, while the interaction of bait and depth had a value of Fcount < Ftable, so there was no interaction effect on catch weight. Based on the results of the Least Significant Difference (LSD) further test, it is known that the effective weight of oil palm bait to get a larger number of catches is 150 g at a depth of 5 m, while to get heavier catches, the trap will be effective at a depth of 1 m with a bait weight of 150 g.
The Effect of Bait Types on the Catch of Bottom Long Line in Bantan Sari Village Bantan District Bengkalis Regency Emiati, Emiati; Nasution, Polaris; Brown, Arthur
Journal of Coastal and Ocean Sciences Vol. 3 No. 3 (2022): September
Publisher : Department of Marine Science, Faculty of Fisheries and Marine Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

The main factor for the success of bottom longline fishing depends on the type of bait, both natural bait and artificial bait. The bait serves as an attractant for the target fish so that it is attracted to prey on it. In this study, the bait used was a machete, puput, and layur fish. The purpose of this study was to determine the amount, weight and type of catch based on the appropriate type of bait so that it can be a reference for fishermen for optimal use of bait in the operation of longline fishing gear. This research was conducted in February 2022, located in the waters of Bantan Sari Village, Bantan District, Bengkalis Regency. The method used is the experimental fishing method, by operating the fishing gear directly and analyzing using the analysis of variance and the Least Significant Difference test. Based on the research, the catches obtained were debuk fish, gelama, stingrays, and puffer, with the highest catches in terms of weight, namely stingrays as much as 61800 g
Feasibility Analysis of the Fishing Equipment Business Bagan Perahu KM. Sembari 05 at Fish Landing Base (PPI) Air Bangis, Sungai Beremas District Pasaman Barat Regency, West Sumatra Province Rantika, Tri; Isnaniah, Isnaniah; Nasution, Polaris
Journal of Coastal and Ocean Sciences Vol. 4 No. 1 (2023): January
Publisher : Department of Marine Science, Faculty of Fisheries and Marine Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

The feasibility analysis of the boatlift net business aims to find out whether the KM Sembari 05 Bagan perahu net with a boat weight of 30 GT is feasible to be made into a fishing business or not based on business feasibility analysis. The method used in this research is a survey method by making direct observations in the field by looking at fishing activities using Bagan perahu fishing gear. Investment costs incurred for the operation of the KM. Sembari 05 Bagan perahu net is IDR 1,005,400,000; production costs for 1 year for fixed costs and operational costs are IDR. 1,502,292,400. While the gross income earned for 1 year Rp. 2,315,731,000 and a net income of IDR. -556,601,900/year. KM. Sembari 05 ship has a payback period of the capital of 1 year 9.6 months, which means a payback period of at least 1 year 9.6 months is required from the total service life of the KM Bagan perahu while 05 is 20 years
Analysis of Occupational Safety of Boat Lift Net’s Fishermen at the Bungus Ocean Fishing Port (PPS) Bungus West Sumatra Sari, Sukma Ranum; Isnaniah, Isnaniah; Nasution, Polaris; Toni, Yulian
Journal of Coastal and Ocean Sciences Vol. 5 No. 1 (2024): January
Publisher : Department of Marine Science, Faculty of Fisheries and Marine Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jocos.5.1.62-69

Abstract

Boat lift nets are one of the fishing gears in PPS Bungus, data from December 2021; 142 Bagan boat boats departed to carry out fishing operations with the number of fishermen boats 6 - 21 people and the weight of the ship 8-30 GT. In recent years, there have been several work accidents experienced by Bagan boat fishermen, such as falling while walking on the boat deck, fatigue, stepping on rotten wood, and broken hands. This study aims to determine the cases of work accidents that occurred in boat-bagan fishermen in the period January 2022 - January 2023, describe the activities carried out by boat-bagan fishermen, and determine the level of risk experienced by boat-bagan fishermen. This study uses a descriptive observational method with data analysis of probability concepts, JSA, and HIRA using the 2004 Australia and New Zealand standard risk control matrix. The results showed that the activities carried out in the operation preparation stage at PPS Bungus were mainly carried out by laborers (non-fishermen), work accidents in 7 operation activities were classified into five low-risk accidents and two moderate-risk and work accidents in the post-operation stage occurred 4 out of 7 activities which were classified into three common risk accidents and one medium risk.
ANALYSIS OF PRODUCTION FACTORS FOR GILLNET FISHING GEAR AT THE TECHNICAL IMPLEMENTATION UNIT (UPT) OF THE FISHERY PORT OF RIAU PROVINCE Brown, Arthur; Hasanah, Camelia Nurul; Nasution, Polaris
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 7 No. 1 (2024): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Dumai City relies entirely on marine waters for its fisheries production, with gillnets being a predominant fishing gear among local fishermen. Gillnets, characterized by their rectangular shape with varying mesh sizes, utilize floats and weights. This study aimed to identify the factors influencing gillnet catches in Dumai City. Results from simultaneous testing revealed that all production factors significantly impact catch quantities. Through multiple linear regression analysis, it was determined which factors exerted positive and negative effects. The regression equation, Y = 0.108 – 0.183 X1 – 0.411 X2 – 0.345 X3 + 0.173 X4 + 0.116 X5 + 0.451 X6 + 0.181 X7 – 0.106 X8 + 0.223 X9, elucidated these relationships. The cumulative effect of production factors on catches amounted to 64.20%. This study provides valuable insights into optimizing gillnet fishing practices in Dumai City's marine environment.