Claim Missing Document
Check
Articles

CATCH COMPOSITION AND ENVIRONMENTAL FRIENDLINESS LEVEL OF SONDONG FISHING GEAR LANDED AT THE FISHERY HARBOR OF RIAU PROVINCE Dani, Rahma; Brown, Arthur; Nasution, Polaris
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 7 No. 1 (2024): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Sondong fishing gear is one of the dominant fishing gear used by fishermen in the UPT Fisheries port of Riau Province Dumai City, which, when operated, can scrape to the bottom of the waters. The specifications of sondong fishing gear affect the catch. This study aimed to determine the composition of catches based on type, length, and weight and explain the level of environmental friendliness of sondong fishing gear that refers to the FAO 1995 CCRF criteria and Taeran 2014 subcriteria. The method used in this research is a survey method, which is conducted by conducting interviews and collecting data directly in the field, then analyzing it using descriptive statistics. The results showed that the composition of the main catch was white shrimp (Penaeus merguiensis), red prawn (P.monodon), and kelong shrimp (P. indicus). At the same time, the bycatch was white pomfret (Pampus argenteus), gulamah (Pseudocienna amovensis), gangetic anchovy (Thryssa mystax), malung (Muraenesox cinereus), stingray (Dasyatis sp), and crab (Portunus pelagicus). The environmentally friendly level of sondong fishing gear, with a value of 16.43 from the interviews with 23 respondents using 8 criteria, states that sondong fishing gear is a category of fishing gear that is not environmentally friendly.
PENERAPAN TEKNOLOGI BRANCLINE PADA TUNA LONGLINE UNTUK PANCING RAWAI IKAN TAPAH DI DESA PONGKAI ISTIQOMAH KECAMATAN XIII KOTO KAMPAR KABUPATEN KAMPAR Yani, Alit Hindri; Bustari, Bustari; Isnaniah, Isnaniah; Brown, Arthur; Nasution, Polaris; Zain, Jonny; Rengi, Pareng; Meinaldi, Pani; Suprianto, Elbi; Ramadhana, Muhammad; Faturrahman, M. Zikri; Sakban, Marian
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 4 No. 2 (2023): April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengenalkan kepada masyarakat nelayan Desa Pongkai Istiqomah tentang teknologi branchline tuna longline dan memberikan solusi mengatasi tali cabang yang sering putus pada alat tangkap rawai ikan tapah. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2021 Bertempat di Aula PDTA Darul Hasanah Desa Pongkai Istiqomah Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar Propinsi Riau. Metode yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah menggunakan penyajian alat peraga, ceramah dan diskusi. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan baik dari awal hingga selesainya kegiatan pengabdian ini. Terlihat terjadi komunikasi dua arah antara pemateri dan tim dengan peserta. Wawasan para peserta bertambah terutama mengenai teknologi branchline tuna longline. Tindak lanjut perlu dilakukan terutama penerapan ilmu yang diberikan pada alat tangkap pancing rawai ikan tapah.
MODIFIKASI PERAHU FIBREGLASS MENJADI PERAHU MOTOR TEMPEL DI DESA PONGKAI ISTIQOMAH KECAMATAN XIII KOTO KAMPAR KABUPATEN KAMPAR Nasution, Polaris; Zain, Jonny; Rengi, Pareng; Yani, Alit Hindri; Bustari, Bustari; Isnaniah, Isnaniah; Brown, Arthur; Suprianto, Elbi; Meinaldi, Pani; Faturrahman, M. Zikri; Sakban, Marian; Ramadhana, Muhammad
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 4 No. 1 (2022): Oktober
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengenalkan kepada masyarakat umum di Desa Pongkai Istiqomah khususnya kepada pengrajin industri perahu kayu tentang teknologi modifikasi perahu fibreglass menjadi perahu motor tempel. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah menggunakan penyajian alat peraga, ceramah dan diskusi. Hasil kegiatan pengabdian ini berjalan dengan baik, karena terjadinya komunikasi dua arah antara pemateri dan tim dengan peserta. Bagi peserta dari masyarakat kegiatan pengabdian ini merupakan ilmu dan pengetahuan baru yang suatu saat dapat diterapkan pada sarana berupa perahu berbahan fibreglass dalam operasi penangkapan ikan sebagai nelayan, serta bagi pengrajin merupakan ilmu dan pengetahuan baru yang suatu saat dapat diterapkan pada sarana berupa perahu berbahan fibreglass dalam operasi penangkapan ikan sebagai nelayan.
Laminasi Perahu Kayu Menggunakan Fibreglass di Desa Pongkai Istiqomah Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar Nasution, Polaris; Zain, Jonny; Rengi, Pareng; Bustari, Bustari; Isnaniah, Isnaniah; Brown, Arthur; Meinaldi, Pani; Suprianto, Elbi; Faturrahman, M. Zikri; Sakban, Marian
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 5 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengenalkan kepada masyarakat di Desa Pongkai Istiqomah khususnya kepada pengguna perahu kayu tentang teknologi fiberglass untuk laminasi perahu yang mereka gunakan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 25 Maret 2022, bertempat di Aula PDTA Darul Hasanah Desa Pongkai Istiqomah, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah menggunakan ceramah dan praktek laminasi. Hasil kegiatan pengabdian ini berjalan dengan baik, karena terjadinya komunikasi dua arah antara pemateri dan tim dengan peserta. Bagi peserta kegiatan pengabdian ini memberikan wawasan dan pengetahuan tentang proses laminasi perahu kayu menggunakan bahan fiberglass dan dapat memecahkan permasalahan masa pakai perahu yang mereka gunakan dapat diperpanjang, sehingga pengeluaran biaya pengadaan dan perawatan perahu secara berkala dapat dikurangi.
PENINGKATAN KAPASITAS NELAYAN DALAM PENDATAAN HASIL TANGKAPAN IKAN PELAGIS UNTUK PENGELOLAAN PERIKANAN BERKELANJUTAN DI KOTA SIBOLGA Limbong, Irwan; Isnaniah, Isnaniah; Nasution, Polaris; Kholis, Muhammad Natsir; Firmansyah, Rodhi; Sandria, Nofri
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 01 (2025): JANUARI 2025
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas nelayan Kota Sibolga dalam pencatatan hasil tangkapan ikan pelagis untuk mendukung pengelolaan perikanan berkelanjutan. Kegiatan ini melibatkan 30 nelayan dengan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, praktik lapangan, pendampingan, dan evaluasi. Hasilnya, 90% peserta memahami pentingnya pencatatan setelah pelatihan, dan 85% konsisten mencatat hasil tangkapan selama pendampingan. Solusi berupa aplikasi offline diperkenalkan untuk mengatasi kendala sinyal di laut, sementara logbook manual menjadi alternatif bagi nelayan yang belum terbiasa dengan teknologi. Data hasil tangkapan yang terkumpul membantu nelayan memahami pola tangkapan musiman dan menjadi dasar bagi pemerintah untuk menyusun kebijakan seperti kuota tangkapan dan larangan penangkapan musiman. Program ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor dan pendekatan berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan kapasitas nelayan sekaligus mendukung kebijakan berbasis data. Dengan keberlanjutan program ini, diharapkan pengelolaan perikanan di Sibolga dapat menjadi model perikanan berkelanjutan di Indonesia.
Utilization of Main and Functional Facilities in UPTD Fishery Port Region II Air Bangis, West Sumatra Nasution, Windi Mardini; Nasution, Polaris; Zain, Jonny
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 30 No. 1 (2025): February
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.30.1.70-74

Abstract

The Air Bangis fish landing base is the only fish landing base in Sungai Beremas District, Pasan Barat Regency, and is classified as a type D fishing port. The imbalance between dense fishing activities and limited available facilities results in suboptimal fishing activities. This research was conducted using a survey method in May-June 2024 at the UPTD Regional II Air Bangis Fishing Port, West Sumatra Province. Data analysis used facility needs analysis and facility utilization level analysis. The facilities available at the Air Bangis Fish Landing Base consist of basic, functional, and supporting facilities. Of the 17 existing facilities, four whose utilization levels were analyzed were facilities that significantly influenced capture fisheries activities and were considered suboptimal in supporting dense fishing activities, namely land, docks, depth and area of ​​port ponds, and TPI. The level of facility utilization obtained a value ranging from 17 to 61%, consisting of 2 facilities that have a level of utilization exceeding the capacity of the available facilities so that they are included in the category of not optimal, namely the dock and harbor pool. In contrast, the TPI's utilization level does not exceed the available capacity; facilities that are not used are the ice factory, cold storage, and fuel tanks
Utilization of Main and Functional Facilities in UPTD Fishery Port Region II Air Bangis, West Sumatra Nasution, Windi Mardini; Nasution, Polaris; Zain, Jonny
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 30 No. 1 (2025): February
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.30.1.70-74

Abstract

The Air Bangis fish landing base is the only fish landing base in Sungai Beremas District, Pasan Barat Regency, and is classified as a type D fishing port. The imbalance between dense fishing activities and limited available facilities results in suboptimal fishing activities. This research was conducted using a survey method in May-June 2024 at the UPTD Regional II Air Bangis Fishing Port, West Sumatra Province. Data analysis used facility needs analysis and facility utilization level analysis. The facilities available at the Air Bangis Fish Landing Base consist of basic, functional, and supporting facilities. Of the 17 existing facilities, four whose utilization levels were analyzed were facilities that significantly influenced capture fisheries activities and were considered suboptimal in supporting dense fishing activities, namely land, docks, depth and area of ​​port ponds, and TPI. The level of facility utilization obtained a value ranging from 17 to 61%, consisting of 2 facilities that have a level of utilization exceeding the capacity of the available facilities so that they are included in the category of not optimal, namely the dock and harbor pool. In contrast, the TPI's utilization level does not exceed the available capacity; facilities that are not used are the ice factory, cold storage, and fuel tanks
Analisis Teknis dan Finansial Usaha Perikanan Bagan Perahu KM. Puspa 01 dan KM. Puspa 02 Di PPI Gaung Kota Padang Cindy Adila Zuska; Bustari Bustari; Polaris Nasution
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 3 (2024): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.3.p.375-383

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada Bulan Mei sampai Juni 2023 di PPI Gaung Kota Padang Sumatera Barat. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek teknis usaha penangkapan bagan perahu seperti bangunan bagan, waring dan bingkai waring. Menghitung aspek ekonomi usaha penangkapan bagan perahu dilihat dari modal, pendapatan dan keuntungan. Menganalisis tingkat kelayakan usaha bagan perahu dari segi finansial dilihat dari nilai BCR, FRR, PPC, dan NPV serta untuk menetahui rentabilitas pada kapal tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey yaitu dengan wawancara dengan pemilik kapal dan ABK. Hasil analisis finansial diketahui bahwa investasi yang diperlukan untuk kapal bagan perahu KM. Puspa 01 sebesar Rp. 991.900.000,- investasi KM. Puspa 02 sebesar Rp. 993.950.000,- pendapatan kotor KM. Puspa 01 sebesar Rp. 886.975.000,- pendapatan kotor KM. Puspa 02 sebesar Rp. 843.450.000,- dengan total biaya produksi KM. Puspa 01 sebesar Rp. 269.581.250,- total biaya produksi KM. Puspa 02 sebesar Rp. 294.562.500,-. Dengan demikian pendapatan bersih yang didapat KM. Puspa 01 dalam tahun 2022 sebesar Rp. 173.906.250,- pendapatan bersih pada KM. Puspa 02 sebesar Rp. 127.162.500. Analisis kelayakan untuk KM. Puspa 01 diketahui nilai NPV sebesar Rp. 1.530.055.528,- NPV KM. Puspa 02 sebesar Rp. 1.206.539.044,- nilai BCR KM. Puspa 01 adalah 1,24, nilai BCR KM. Puspa 02 adalah 1,17, nilai FRR KM. Puspa 01 adalah 17,53%, nilai FRR KM. Puspa 02 adalah 12,79%, PPC KM. Puspa 01 adalah 5,7 tahun, PPC KM. Puspa 02 adalah 7,8 tahun. Analisis dari kapal tersebut memiliki NPV positif, BCR>1 dan FRR > discount rate. Hal ini menunjukan usaha perikanan bagan perahu KM. Puspa 01 dan KM. Puspa 02 di PPI Gaung Kota Padang memiliki peluang yang baik dan layak untuk dikembangkan
Pengaruh Waktu Hauling Terhadap Hasil Tangkapan Bagan Perahu di Pelabuhaan Perikanan Pantai Carocok Tarusan Sumatera Barat Agung Prasetyo; Bustari Bustari; Polaris Nasution
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 11 No. 1 (2023): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Pengaruh waktu hauling terhadap hasil tangkapan bagan perahu bertujuan untuk menentukan jumlah dan jenis hasil tangkapan berdasarkan waktu hauling dan menentukan waktu hauling yang paling optimal untuk melakukan penangkapan serta untuk dapat mengetahui ada atau tidaknya pengaruh waktu hauling terhadap hasil tangkapan. Kapal bagan di PPP Carocok Tarusan melakukan penangkapan pada periode hauling malam hari mulai dari pukul 18.00-24.00 WIB, dan dilanjut lagi mulai dari pukul 00:00-06.00 WIB. Hasil perhitungan menggunakan uji T didapat hasilnya yaitu 0,95. Maka hipotesis yang digunakan adalah terima H1, yang artinya terdapat pengaruh hasil tangkapan dalam waktu penangkapan sebelum dan sesudah tengah malam. Sehingga dapat diketahui bahwa waktu penangkapan yang paling optimal untuk melakukan penangkapan yaitu pada waktu setelah tengah malam.
Komposisi Hasil Tangkapan Alat Tangkap Rawai pada Waktu Pagi dan Siang Hari di Perairan Desa Bantan Sari Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Heni Andri Anik; Bustari Bustari; Polaris Nasution
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 11 No. 1 (2023): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2022 di Desa Bantan Sari Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yang dilaksanakan selama tujuh hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah perbedaan dan komposisi hasil tangkapan rawai dasar pada waktu pagi dan siang hari di perairan Desa Bantan Sari. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan mengenai komposisi hasil tangkapan alat tangkap rawai pada waktu pagi dan siang hari di perairan Desa Bantan Sari menghasilkan jumlah tangkapan pada waktu pagi hari sebanyak 22.49 kg dengan jumlah 66 ekor sedangkan siang hari sebanyak 15.32 kg dengan jumlah 43 ekor. Hasil tangkapan tertinggi pada waktu pagi adalah ikan duri (Hexanematichthys sagor) dengan jumlah 10.03 kg (28 ekor) dan hasil tangkapn yang paling rendah adalah ikan kakap (Lates calcarifer) 2.86 (6 ekor) dan ikan gelama (Johnius amblycephalus) 2.51 (16 ekor). Untuk hasil tangkapan tertinggi pada waktu siang hari adalah ikan duri (Hexanematichthys sagor) berjumlah 7.26 kg (20 ekor) dan hasil tangkapan terendah adalah ikan hiu (Carcharias Taurus) 1.39 (3 ekor) dan ikan gelama (Johnius amblycephalus) 1.01 (7 ekor).