Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Gunung Djati Conference Series

TEKNIK BUDIDAYA IKAN NILA (Oreochromis niloticus, Linnaneus, 1758) SECARA MONOKULTUR DI LABORATORIUM AKUATIK SEAMEO BIOTROP BOGOR Ita Fitriyyah; Tia Mutiara; Zulhamsyah Imran; Asmar Kalimashada Putra Etista; Rhomi Ardiansyah
Gunung Djati Conference Series Vol. 47 (2024): Seminar Nasional Biologi (SEMABIO) ke-9 Tahun 2024
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidaya ikan air tawar di Indonesia memiliki potensi yang baik, sejalan dengan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konsumsi ikan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani. Ikan nila merupakan komoditas yang memiliki potensi cukup besar untuk dikembangkan karena pertumbuhan cepat dan memiliki nilai gizi tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui teknik budidaya ikan nila secara monokultur di SEAMEO BIOTROP Bogor, memperoleh pemahaman tentang kebutuhan lingkungan yang optimal untuk pertumbuhan dan perkembangan ikan nila. Metode yang digunakan yaitu observasi dengan mencatat kegiatan budidaya dengan sistem monokultur atau budidaya yang hanya fokus pada satu jenis ikan, mencakup pemberian pakan terjadwal dan berkualitas, pengendalian penyakit, manajemen proses pemijahan, pemeliharaan larva dan benih, serta pengendalian lingkungan. Hasil penelitian menunjukan bahwa budidaya ikan nila mencakup pemeliharaan induk, pemijahan, pemeliharaan larva, pemeliharaan benih, pemberian pakan, pengelolaan kualitas air, dan pengendalian penyakit. Dosis pakan ikan nila yang optimal diberikan sebanyak 3% dari total berat ikan nila dengan frekuensi pemberian pakan dua kali sehari. Kualitas air yang optimal bagi ikan nila meliputi temperatur berkisar antara 25-32 ºC, pH 6,5-7,5, kadar oksigen terlarut 5,0-6,0 mg/L, dan kecerahan 30-40 cm. Penerapan sistem monokultur memberikan kemudahan dalam penanganan, pengendalian hama dan penyakit, pengelolaan air yang lebih sederhana, dan penyediaan nutrisi yang disesuaikan untuk setiap jenis ikan, yang secara efektif mengurangi persaingan di dalam kolam. Dalam hal ini, pembudidaya ikan nila dapat memilih sistem monokultur karena memberikan manajemen yang lebih sederhana dan memudahkan dalam pemantauan ikan nila.
TEKNIK BUDIDAYA IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus Burchell, 1882) SECARA SEMI ALAMI (Induced Spawning) DI SEAMEO BIOTROP BOGOR Syafira Maulida Moris; Ita Fitriyyah; Zulhamsyah Imran; Asmar Kalimashada Putra Etista; Rhomi Ardiansyah
Gunung Djati Conference Series Vol. 47 (2024): Seminar Nasional Biologi (SEMABIO) ke-9 Tahun 2024
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan lele merupakan salah satu komoditas unggulan perikanan yang terus berkembang karena tingginya permintaan pasar, mencapai 2-4 ton per hari. Namun, terbatasnya jumlah petani menyebabkan produksi belum optimal. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan penerapan teknik budidaya semi-alami yang dapat meningkatkan produktivitas dengan efisiensi yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui teknik dalam membudidayakan ikan lele secara semi alami atau Induced Spawning. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium akuatik SEAMEO BIOTROP (Southeast Asian Regional For Center Tropical Biology) dilaksanakan mulai 26 Juni – 26 Juli 2023 secara deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara dan partisipasi aktif. Teknik budidaya yang digunakan pada penelitian ini yaitu semi alami atau induced spawning. Terdapat beberapa tahap pada teknik ini, yaitu persiapan wadah, seleksi induk, penyuntikan hormon, penetasan telur dan pemeliharaan larva. Teknik budidaya ikan lele dengan menggunakan teknik semi alami atau induced spawning, telah berhasil dilakukan dengan tingkat efisiensi yang cukup baik. Teknik ini efisien karena memadukan kontrol manusia dengan beberapa elemen alami, seperti siklus pemijahan alami dan kondisi lingkungan kolam.
Co-Authors . Supriyanto A, Trijanti A. Widinni Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Ali Mashar Anastasia Dian Rosalina Anastasia Dian Rosalina Ario Damar Aslan Aslan, Aslan Aslin, La Ode Asmar Kalimashada Putra Etista Ayu Astari, Risya Bait, Misbakhul Bayuaji, David Yudhoyono Beni Osta Nababan Bigcas, Evelyn V. Cahyo Wijayanto Dewantara Eris, Deden DEWI RAHMAWATI Dewi, Amelia Cantrika Digdo, Akbar Ario Easteria, Grace Eris, Deden Dewantara Fery Kurniawan Fitra, Allegra Aura Fransiskus Mao Tokan Fredinan Yulianda Gatot Yulianto Haya, La Ode Muhumad Yasir Iba, Wa Ichsan Achmad Fauzi Ilham Marasabessy Ilham Marasabessy Ilham Marasabessy Imantho, Harry Intan Rabiyanti Ita Fitriyyah La Ode Aslin La Ode Muhumad Yasir Haya Lubis, Khairul Luky Adrianto Majariana Krisanti mansyur, Irdika Masahiro, Yamao Masruhin, Masruhin Mennofatria Boer Muhammad Bibin, Muhammad Muhammad Ridwan Muhumad Fajar Purnama Munawar Munawar P. Perdinan Purnajaya, Agus Purnama, Muhumad Fajar Rabiyanti, Intan Rhomi Ardiansyah Rhomi Ardiansyah Rifki Aldi Ramadhani Romy Ketjulan, Romy ROSITA, Risa Sabilu, Kadir Santri Purari Putra Satriani Septian Dwi Cahyo Setyawati, Novitria Shabrina Oktaviani Shella Marlinda Sri Widayanti Sugiarto, Slamet Widodo Sulaeman Martasuganda Sulistiono Sulistiono Supriyanto Syafira Maulida Moris Syamsul B Agus Syamsul B. Agus Syamsul B. Agus Syamsul Bahri Agus, Syamsul Bahri Taryono Tia Mutiara Ujang Suhendar Vincentius P Siregar Wa Iba Wachju Subchan Widiastuti, Herni Wijayanto, Cahyo Yon Vitner Yonvitner - Zainul Arifin Zulfikar, Andi