Claim Missing Document
Check
Articles

PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA RAGAM TULIS DI RUANG PUBLIK SMA NEGERI 12 BANDAR LAMPUNG Lida Sari; Munaris Munaris; Kahfie Nazaruddin
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 8 (2013)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.137 KB)

Abstract

The problem of this research is how the use of Indonesian language written variety in the public space of SMAN 12 Bandar Lampung. This study aimed to describe the use of Indonesian written variety in the school’s public space. Research methods which used is qualitative descriptive. The data source are varieties of written communication like announcement letter, advertisement, banner, wall magazine, articles, slogan etc around the school. Based on data analysis, found the use of spelling which includes italics and capital letters writing, writing words, writing element uptake, and punctuations which is inappropriate with the Indonesian language grammar rules. Second focus is about diction. Words choice mistakes mostly found by words from foreign language which is inappropriate use and waste of words. Third focus about effective sentences structure. The pattern of the sentence is appropriate with the Indonesian grammar rules.Masalah dalam  penelitian ini adalah bagaimana penggunaan bahasa Indonesia ragam tulis di ruang publik SMAN 12 Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan bahasa Indonesia ragam tulis dalam ruang publik sekolah. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian berupa  seluruh bentuk  komunikasi ragam tulis seperti surat pengumuman, iklan, spanduk, majalah dinding siswa, artikel, slogan dan brosur yang berada di lingkungan belajar sekolah tersebut. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan penggunaan ejaan yang meliputi penulisan huruf kapital dan huruf miring, penulisan kata, penulisan unsur serapan, dan penggunaan tanda baca yang tidak sesuai dengan kaidah tata ejaan bahasa Indonesia. Fokus kedua yaitu mengenai diksi atau pemilihan kata. Kesalahan pemilihan kata lebih banyak ditemukan pada kata-kata asing yang tidak tepat penggunaannya dan bersifat pemborosan kata. Fokus ketiga mengenai struktur kalimat efektif. Pola kalimat sudah sesuai kaidah tata bahasa Indonesia.Kata kunci : diksi, ejaan, kalimat, ragam, tulis.
KEMAMPUAN MENULIS CERITA PENDEK SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 GADINGREJO Herda Silviana; Munaris Munaris; Kahfie Nazaruddin
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 4, No 1 Jan (2016)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.353 KB)

Abstract

The purpose of this study was to describe the ability to write a short story in class XI student of SMA Negeri 1 Gadingrejo. The method used in this research was descriptive quantitative method. Based on data analysis, it was found that the ability to write short stories categorized enough with an average score of 67,75. The average score of the students ability per indicator: 1) the theme score of 79,25 good category; 2 a) the figures that were presented score of 76,15 good category, b) the presentation of the character figures score of 61,65 enough category; 3) background score of 65,25 enough category; 4 a) a series of events 63,68 category enough, b) the flow of the game score of 56,91 less categories; and 5) style language score of 67,37 enough category.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan menulis cerpen siswa kelas XI SMA Negeri 1 Gadingrejo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Berdasarkan analisis data, ditemukan kemampuan menulis cerita pendek berkategori cukup dengan skor rata-rata 67,75. Skor rata-rata kemampuan siswa perindikator adalah: 1) tema skor rata-rata 79,25 kategori baik; 2 a) tokoh yang dihadirkan skor rata-rata yaitu 76,15 kategori baik, b) penyajian watak tokoh skor rata-rata 61,65 kategori cukup; 3) latar dengan rata-rata 65,25 kategori cukup; 4 a) rangkaian peristiwa rata-rata 63,68 kategori cukup, b) permainan alur rata-rata 56,91 kategori kurang; dan 5) gaya bahasa skor rata-rata 67,37 kategori cukup.Kata kunci: cerita pendek, kemampuan, menulis.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER NOVEL HAJI NGETENG DAN KELAYAKANNYA SEBAGAI BAHAN AJAR Rendi Deswantoni; Kahfie Nazaruddin; Muhammad Fuad
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.939 KB)

Abstract

This study is about the character education values in the novel titled Haji Ngeteng and its appropriateness as teaching material. The method used in this is descriptive qualitative. This study showed that in Haji Ngeteng, there are seventy data character education values as follows: thirteen data for religiousness, one data for honest, three data for tolerance, five data for discipline, seven data for hard work, four data for creativity, three dara for independence, four data for democracy, eight data for curiousity, four data for nasionalism, two data for credits to achievements, three data on communication skill, one data for pacifism, three data for reading enthusiasm, one data for environmental awareness, six data for social awareness, and two data for responsibility. The novel Haji Ngeteng is proved to be an appropriate teaching material.Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah nilai-nilai pendidikan karakter pada novel Haji Ngeteng dan kelayakannya sebagai bahan ajar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Haji Ngeteng terdapat nilai-nilai pendidikan karakter. sebanyak tujuh puluh data yang meliputi: religius sebanyak tiga belas data, jujur sebanyak satu data, toleransi sebanyak tiga data, disiplin sebanyak lima data, kerja keras sebanyak tujuh data, kreatif sebanyak empat data, mandiri sebanyak tiga data, demokratis sebanyak empat data, rasa ingin tahu sebanyak delapan data, semangat kebangsaan sebanyak empat data, menghargai prestasi sebanyak dua data, bersahabat/komunikatif sebanyak tiga data, cinta damai sebanyak satu data, gemar membaca sebanyak tiga data, peduli lingkungan sebanyak satu data, peduli sosial sebanyak enam data, dan tanggung jawab sebanyak dua data. Novel Haji Ngeteng layak untuk dijadikan sebagai salah satu bahan ajar mata pelajaran.Kata kunci: karakter, nilai-nilai, pendidikan.
Pengembangan Media Game Card Pada Pembelajaran Novel Di SMA Kelas XII Linda Ocviliana; Munaris Munaris; Kahfie Nazaruddin
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 7, No 2 Sep (2019): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.231 KB)

Abstract

This research aims to develop a game card learning media with the aim of learning to analyze the content and linguistics of novels in Class XII Senior High School. The researcher choose to make a question and answer card game because it was possible to create learning media consisting of questions that were accompanied by images, so that the media developed could stimulate students ability to understand the lesson. Development of a game card is done by following the steps as follows, named  (1) needs analysis; (2) planning; (3) draft development; (4) stage validation expert; and (5) revisions. The results of research and development are learning media in the form of feasibility learning media in accordance with the results of validation. After the the results of the validation of material experts and media experts, the revision stage was carried out to create tools that were declared appropriate for use in the learning process.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah media pembelajaran game card dengan tujuan pembelajaran menganalisis isi dan kebahasaan novel di SMA Kelas XII. Peneliti memilih membuat game card tanya jawab karena memungkinkan untuk membuat media pembelajaran yang terdiri dari soal pertanyaaan yang disertai gambar sehingga media yang dikembangkan mampu merangsang kemampuan siswa dalam memahami materi. Pengembangan game card dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut, yaitu (1) analisis; kebutuhan; (2) perencanaan; (3) pengembangan draft; (4) tahap validasi ahli; dan (5) revisi.  Hasil penelitian dan pengembangan adalah media pembelajaran dalam bentuk  game card tanya jawab sesuai dengan hasil validasi yang dinyatakan layak. Kemudian dari hasil validasi ahli materi dan ahli media dilakukan tahap revisi untuk menciptakan alat bantu yang dinyatakan telah layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran.Kata kunci : media pembelajaran, game card, dan novel
WATAK TOKOH CERPEN DODOLIT DODOLIT DODOLIBRET KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA DAN KELAYAKANNYA Windi Prawati; Kahfie Nazaruddin; Munaris Munaris
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 9 (2013)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.569 KB)

Abstract

The problem of the reseach was focused on how the main character of Dodolit Dodolit Dodolibret short story by Seno Gumira Ajidarma and the expediency as a teaching material in Senior High School. The objective of the research intended to describe the main character of the short story and to decide the expediency as a teaching material in Senior High School. The method used in the research was qualitative descriptive. The data were collected from Dodolit Dodolit Dodolibret short story by Seno Gumira Ajidarma . Based on the finding, the research was proved that the main character in the short story, Kiplik, has petulant, sincere, independent, dreamer, and lover character. Dodolit Dodolit Dodolibret short story was good as an alternative in the teaching process in Senior High School. Based on the findings, the criteria of option of teaching material devided into two: literature and educational character, which is scooped with listening, speaking, reading, writing skills.Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana watak tokoh utama dalam cerpen Dodolit Dodolit Dodolibret karya Seno Gumira Ajidarma dan kelayakannya sebagai bahan ajar di sekolah menengah atas (SMA). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan watak tokoh utama dalam cerpen serta menentukan kelayakannya sebagai bahan ajar sastra di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerpen Dodolit Dodolit Dodolibret karya Seno Gumira Ajidarma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama dalam cerpen ini, yaitu Kiplik, memiliki watak putus asa, benci, marah, ikhlas, mandiri, berkhayal, pasrah, pantang menyerah, besyukur, dan penyayang. Watak tokoh utama ini merupakan pendeskripsian dalam cerpen Dodolit Dodolit Dodolibret karya Seno Gumira Ajidarma. Cerpen ini layak dijadikan alternatif dalam kegiatan pembelajaran sastra Indonesia di SMA. Hal ini berdasarkan kriteria pemilihan bahan ajar sastra ditinjau dari dua aspek: kesastraan dan pendidikan karakter, yang meliputi keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca, serta menulis.Kata kunci: cerpen, tokoh, watak.
Deskripsi Fisik Tokoh Utama Novel Kcb Karya Habibburahman El-Shirazy dan Rancangan Pembelajaran di SMA Putri Astari Makki; Munaris Munaris; Kahfie Nazaruddin
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 7, No 1 Apr (2019): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarnnya)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.59 KB)

Abstract

The study aimed to describe the main character in the novel of Ketika Cinta Bertasbih I and II by Habibburahman El Shirazy and  to design its learning for senior high schools. This research used descriptive qualitative method. The data sources are Ketika Cinta Bertasbih I and II. The results of this study indicate that the main character of the novel Ketika Cinta Bertasbih I and II have perfect physique, in terms of gradual techniques, analytical technique (expository), and the subjective and objective description. The main character that was discussed in the novel of Ketika Cinta Bertasbih I and II was Azzam. The results of this research can be used by indonesian language teachers in senior high schools.Tujuan penelitian ini mendeskripsikan tokoh utama dalam novel Ketika Cinta Bertasbih I dan II karya  Habibburahman El Shirazy dan merancang pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini ialah novel Ketika Cinta Bertasbih I dan II. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tokoh utama novel Ketika Cinta Bertasbih I dan II memiliki fisik yang sempurna, ditinjau dari teknik berangsur, teknik analitik (ekpositori), dan deskripsi subjektif dan objektif. Tokoh utama yang dideskripsikan dalam novel Ketika Cinta Bertasbih I dan II adalah Azzam. Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh guru bahasa Indonesia di SMA.Kata kunci: deskripsi tokoh utama, novel, rancangan pembelajaran.
CITRA PEREMPUAN DALAM NOVEL BIDADARI-BIDADARI SURGA DAN TEATRIKAL HATI SERTA PEMBELAJARANNYA Hana Yakfi Aningsih; Munaris Munaris; Kahfie Nazaruddin
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.171 KB)

Abstract

The purposes of this research are to (1)describe the image of women in the novel of BBS and TH, (2)compare the image of women who in the BBS and TH, (3) to describe the novel BBS and TH implications for literary learning in high school. The research use qualitative descriptive method. The results show there are similarities and differences. Both novels shows the love of female figures towards their families and their abilities to inclucate religious values in childern. The differences are the woman character in the BBS is a woman who has a physical disability, willing to sacrifice and work hard, while in TH is a beautiful woman, temperamental, having antipathy on men and marriage, faithful women, and loving husband. The image of women in the novel BBS and TH can be implied into the teaching of literature in high school.Tujuan penelitian ini untuk (1) mendeskripsikan citra perempuan dalam novel BBS dan TH, (2) membandingkan citra perempuan yang terdapat pada BBS dan TH, (3) mendeskripsikan implikasi novel BBS dan TH terhadap pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan pada citra perempuan yang ditampilkan dalam BBS dan TH. Persamaannya adalah keduanya menampilkan sosok perempuan yang menyayangi keluarga dan sosok perempuan yang mampu menanamkan nilai-nilai agama pada anak. Perbedaannya adalah sosok perempuan yang ditampilkan dalam BBS adalah perempuan yang memiliki cacat secara fisik, rela berkorban dan bekerja keras, sedangkan di dalam TH sosok perempuan yang ditampilkan adalah perempuan yang cantik, bertemperamen tinggi, memiliki sikap antipati pada laki-laki dan pernikahan, serta citra sebagai perempuan yang setia, dan mencintai suami. Citra perempuan dalam novel BBS dan TH dapat diimplikasikan ke dalam pembelajaran sastra di SMA.Kata kunci: citra perempuan, novel, pembelajaran sastra.
Mitos Mie Instan dan Rancangan Pembelajarannya dalam Mapel Bahasa Indonesia di SMP Nuning Anggrainingsih; Kahfie Nazaruddin; Munaris Munaris
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 3 Jul (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.995 KB)

Abstract

This research was aimed to describe the myths in the advertisement of instant noodles and to design its learning in Indonesian language as subject at junior high schools. The research method used is sedcriptive qualitative. Source of data obtained from two advertisement of instant noodle Indomie brand that is sung in television year 2016. The reasults showed that the myth contained in the adversement Indomie fried flavor sauce is novelty of a product, while the myth contained in the adversement Indomie my taste is the entire community of Indonesian from sabang to merauke have the same tastes. The result ot this researcl can be used as learning materials on indonesia language for junior high school students of gradeVII, specially in KD 4.4 presents creative ideas in the from of fantasy stories orally and write with allention to the stucture and use of language.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mitos dalam pariwara mie instan dan merancang pembelajaran bahasa Indonesia di SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari dua pariwara mie instan merek indomie yang ditanyangkan di televisi tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitos yang terdapat dalam pariwara Indomie goreng rasa kuah adalah kebaruan sebuah produk, sedangkan mitos yang terdapat dalam pariwara Indomie seleraku adalah seluruh masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke mempunyai selera yang sama. Hasil penetitian ini dapat dijadikan bahan pembelajaran bahasa Indonesia untuk siswa SMP kelas VII khususnya KD 4.4 Menyajikan gagasan kreatif dalam bentuk cerita fantasi secara lisan dan tulis dengan memperhatikan struktur dan penggunaan bahasa.Kata kunci : pariwara, mitos, rancangan pembejaran
METAFORA DAN METONIMIA GELOMBANG DEWI LESTARI DAN KELAYAKANNYA SEBAGAI BAHAN AJAR SMA Laudia Riska Umami; Kahfie Nazaruddin
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 4, No 2 Apr (2016)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.505 KB)

Abstract

This research aimed to describe metaphor and metonymy in Dewi Lestaris novel Gelombang and its eligibility as a teaching material in Senior High Schools. The method used in this study was descriptive qualitative method. The research found that there is a dominative number of metaphor (widely meaning) with 154 data which consist 54 data of metaphors (narrowly meaning), and 100 data of similes. Meanwhile, there are 49 data which consisted of 23 data of metonymies. Besides, there are synechdoches which consisted of 14 data of pars prototo and 12 data of totem proparte. These data were analyzed based on vehicle and tenor. Thus, metaphors and metonymies in Gelombang are suitable to be used as a literary teaching material for Senior High Schools especially in literary of bahasa Indonesia subject for XII graders because it complies the qualifications of choosing material for teaching.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metafora dan metonimia Gelombang karya Dewi Lestari dan kelayakannya sebagai bahan ajar sastra di SMA. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini diketahui bahwa metafora (luas) sangat mendominasi dengan jumlah 154 data terdiri atas metafora (sempit) 54 data, dan simile 100 data, sedangkan metonimia jumlah keseluruhan 49 data terdiri atas metonimia 23 data, dan sinokdoke yang meliputi pars prototo 14 data dan totem proparte 12 data. Data tersebut dianalisis berdasarkan vehicle dan tenor. Adapun metafora dan metonimia dalam Gelombang layak dijadikan sebagai bahan ajar sastra di SMA khususnya mata pelajaran sastra Indonesia kelas XII, karena memenuhi syarat pemilihan bahan ajar.Kata kunci: metafora (luas) dan metonimia, vehicle dan tenor,kelayakan bahan ajar.
PENGGUNAAN EJAAN SKRIPSI MAHASISWA FISIP TAHUN 2011 DAN IMPLIKASINYA PADA MKU BINDO Sepirna Juwita Putri; Nurlaksana Eko Rusminto; Kahfie Nazaruddin
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research problem of this study is student’s punctuation scripts of Social and Political Sciences Faculty at the Lampung University in 2011 academic year. The aim is to describe how  pungtuation in their scripts. While there are 168 scripts, only 10 scripts were taken as the data source. Using documentation to yield data, the present researcher purposively select three pages out of each chapter of any script. In the case of insufficient pages, the whole chapter will be selected. Based on data analysis, the researcher found that there are accuracy as well as inaccuracy in students pungtuation. Based on error analysis through surface strategy taxonomy, it was found that there are mistakes in omission, addition, and misformation.Keywords: script, pungtuation, student
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Abdan Syakur Febrianjaya Agung Kurniawan Ali Mustofa Andika Putri Andreas Zulfikar Ani Setiawati Annisa Elvira Anteng Rairiati Lalanissa Apriliani, Eka Nadya Arifal Paslah Arini Wastiti Ayuning Tyas Purwaningrum Bagus Setiawan Bambang Riadi Bernadheta Elsa Pratrista Buyung Buyung Deris Astriawan Dona Ratnasari Dwi Prihatini Edi Suyanto Eka Sofia Agustina Eli Ermawati Endah Fitrianingsih Endah Prihastuti Era Octafiona Erda Rismawati Fauzie Purnomo Sidi Febriel Mayangsari Febry Wicaksono Fenny Rosmiyanti Fikri Ariyanto Hana Yakfi Aningsih Hanifah, Kun Haris Nur Prasetyo Herda Silviana Holyness Nurdin Singadimedja Ibrahim Toha Ichan Prastika Iqbal Hilal Juwita Sari Pebriani Laudia Riska Umami Lia Annisa Lida Sari Linda Ocviliana Maemunah Maemunah Margareta Finasehati Maryani Maryani Mediyansyah Mediyansyah MUHAMMAD FUAD Mulyanto Widodo Munaris . Nanda Puspitasari Ni Nyoman Wetty Suliani Nuning Anggrainingsih Nur Aisah Nurlaksana Eko Rusminto Petra Sriyanti Putri Astari Makki Rahmiyati Rahmiyati Ratu Faizatul Mufazah Rendi Deswantoni Reni Apriyanti Restty Purwana Suwama Retika Cahya Karnastuti Ria Anggraeni Ria Apriyanti Ria Luxfiani Harjanto Riadi, Bambang Rizki Amalia Rusvitasari Roni Mustofa Sekar Wulandari Sepirna Juwita Putri Septiana Ningsih Siti Samhati Steffi Cahya Hartama Sukesi Hermansyah Sulaiman Sulaiman Sumarti Sumarti Teguh Teguh Tika Qurratun Hasanah Tri Adhitya Umi Janurwati Uti Utari Mutiara Windi Prawati Wini Tarmini Yinda Dwi Gustira Yunita Fitri Yanti Zusi Ardiana