Claim Missing Document
Check
Articles

ROMANTISME PADA NOVEL SOEKARNO KUANTAR KE GERBANG KARYA RAMADHAN K.H DAN IMPLIKASINYA Endah Fitrianingsih; Kahfie Nazaruddin
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 4, No 4 Sep (2016)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.878 KB)

Abstract

The aim of the present study was to describe the romanticsm in the novel Soekarno Kuantar Ke Gerbang, a novel written by Ramadhan K.H and to design its learning in Senior High School. This research used descriptive qualitative method. The results showed that the romanticsm found in the novel Soekarno Kuantar Ke Gerbang include characteristics of romanticism, those are powerful and emotional, contain bitterness and touching and awesomeness exceeds the reality, back to nature, moodiness and exoticism. Meanwhile, the lesson that can be designed based on the findings is the lesson plan with the aim that students are able to make the design of a novel in the form of the outline, which tells the effect of nature in the lives of the novels character, with correct and proper language and in a responsible way. KD 4.9 designs novel or novella, regarding to the content and language.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan romantisme dalam novel Soekarno Kuantar Ke Gerbang karya Ramadhan K.H rancangan pembelajarannya di SMA. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa romantisme yang ditemukan dalam novel Soekarno Kuantar Ke Gerbang mencakup ciri-ciri romantisme, yaitu cerita yang dahsyat dan emosional, mengandung kegetiran dan menyentuh perasaan serta kedahsyatan melebihi kenyataan, kembali ke alam, kemurungan dan eksotisme. Adapun pembelajaran yang dapat dirancang berdasarkan temuan adalah rancangan pembelajaran dengan tujuan agar siswa dapat mampu membuat rancangan sebuah novel dalam bentuk kerangka karangan, yang menceritakan pengaruh alam terhadap kehidupan tokoh novel, dengan bahasa yang baik dan benar dan dengan cara yang bertanggung jawab. KD 4.9 merancang novel atau novelet dengan memerhatikan isi dan kebahasaan.Kata kunci: novel, rancangan pembelajaran, romantisme.
WARNA LOKAL DALAM KUMPULAN CERPEN PEREMPUAN DI RUMAH PANGGUNG KARYA ISBEDY STIAWAN Dona Ratnasari; Muhammad Fuad; Kahfie Nazaruddin
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is aimed at describing local color in Perempuan di Rumah Panggung, a short story anthology written by Isbedy Stiawan ZS and determining its implication towards literature teaching at Junior High Schools (SMP). The method that is used in this resarch is qualitative descriptive. The data analysis in this study is text analysis technique. The result of this research shows that (1) the word meaning that are found in the study are lexical, grammatical, idiomatic, narrow, and wide meaning, (2) the word classes that are found in the study are noun, verb, adjective and adverb, (3) the language function that are found in the study are strenghtening the character socially, strenghtening social background, and strenghtening the setting, (4) short story entitled Perempuan di Rumah Panggung is suitable to be a media in literature teaching at middle school.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan warna lokal dalam kumpulan cerpen Perempuan di Rumah Panggung karya Isbedy Stiawan ZS dan menentukan implikasinya terhadap pembelajaran sastra di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknis analisis teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Makna kata yang ditemukan dalam penelitian, yakni makna leksikal, makna gramatikal, makna idiomatik, makna sempit, dan makna luas, (2) Kelas kata yang ditemukan dalam penelitian, yakni kata benda, kata kerja, kata sifat, dan kata keterangan, (3) Fungsi bahasa yang ditemukan dalam penelitian, yakni fungsi memperkuat tokoh secara sosial, fungsi memperkuat latar sosial, dan fungsi memperkuat latar tempat, (4) Kumpulan cerpen Perempuan di Rumah Panggung layak untuk dijadikan media pembelajaran sastra di SMP.Kata kunci: cerpen, implikasi, warna lokal.
TOKOH WANITA DALAM NOVEL 99 CAHAYA DI LANGIT EROPA DAN IMPLIKASI PEMBELAJARANNYA Restty Purwana Suwama; Muhammad Fuad; Kahfie Nazaruddin
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.635 KB)

Abstract

The problem of this research is how is the woman character in the 99 Cahaya di Langit Eropa novel written by Hanum Salsabiela Raies and Rangga Almahendra. The purpose of this research is to describe the women character in the novel and its implications upon literature learning in SMA. It is used qualitative descriptive method. The resources is taken from novel titled99 Cahaya di Langit Eropa which is written by Hanum Salsabiela Raies and Rangga Almahendra. The research found that women character had 4 roles; (1) as a wife, (2) as a mother, (3) as a daughter, (4) as a career. Novel 99 Cahaya di Langit Eropa is worthy to be used as a alternative learning material for students in SMA in terms of (1) aspect of language, (2) psychological aspect, and (3) aspect of cultural background.Masalah penelitian ini adalah bagaimanakah tokoh wanita dalam novel 99 Cahaya di Langit Eropa karya Hanum Salsabiela Raies dan Rangga Almahendra. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tokoh wanita dalam novel dan implikasinya terhadap pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel 99 Cahaya di Langit Eropa karya Hanum Salsabiela Raies dan Rangga Almahendra. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan (1) tokoh wanita sebagai istri, (2) tokoh wanita sebagai ibu, (3) tokoh wanita sebagai anak (4) tokoh wanita sebagai wanita karier. Novel tersebut layak dijadikan sebagai alternatif bahan ajar siswa di SMA ditinjau dari (1) aspek bahasa, (2) aspek psikologi dan (3) aspek latar belakang budaya.Kata kunci: bahan ajar, novel, tokoh wanita.
KONFLIK DALAM NOVEL REVOLUSI DARI SECANGKIR KOPI KARYA DIDIK FOTUNADI DAN KELAYAKANNYA Sulaiman Sulaiman; Kahfie Nazaruddin; Ali Mustofa
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 3, No 5 (2015)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.332 KB)

Abstract

This study aimed to describe the conflict as a plot element in the novel and determine the feasibility of conflict in the novel of Revolusi dari Secangkir Kopi as an alternative teaching materials in senior high school and determine the learning design in senior high school literature. This research used qualitative descriptive method. Based on the results of the data analysis it showed that (1) human conflict with theirself, (2) the conflict of man with man, and (3) human conflict with society. Novel Revolusi dari Secangkir Kopi was used as an alternative teaching materials in senior high school students in terms of (1) language aspects, (2) psychological aspects, and (3) aspects of the background culture.Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan konflik sebagai elemen alur dalam novel dan menentukan kelayakan konflik dalam alur novel Revolusi dari Secangkir Kopi sebagai alternatif bahan ajar di SMA serta menentukan rancangan pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan (1) konflik manusia dengan dirinya sendiri, (2) konflik manusia dengan manusia, dan (3) konflik manusia dengan masyarakat. Novel Revolusi dari Secangkir Kopi layak dijadikan sebagai alternatif bahan ajar siswa di SMA ditinjau dari (1) aspek kebahasaan, (2) aspek psikologis, dan (3) aspek latar belakang kebudayaan.Kata kunci: bahan ajar, konflik, novel.
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL BERTEMAN DENGAN KEMATIAN DAN PEMBELAJARANNYA DI SMA Andreas Zulfikar; Kahfie Nazaruddin; Ali Mustofa
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 3, No 5 (2015)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.193 KB)

Abstract

The present research problem was the values of character education in the novel BertemanDenganKematian: CatatanGadis Lupusby SintaRidwanand its learning in high schools. The method used in this research was descriptive qualitative method. The results show a total of 109 data on the values contained in the novel characters: 11 data on Religious, 11 data on Honest, 4 data on Tolerance, 4 data on Discipline, 7 data on Work Hard, 10 data on Creative, 8 data on Self, 2 data on Democratic, 15 data on Curious, 1 data on the spirit of the National, 2 data on Love Homeland, 2 data on Rewarding Achievement, 6 data on Friendly, 2 data on Love Peace, 2 data on Joy of Reading, 15 data on Social Care, and 5 data on Responsible. Masalah penelitian ini adalah bagaimanakah nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam novel Berteman Dengan Kematian: Catatan Gadis Lupus karya Sinta Ridwan dan pembelajarannya di SMA. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptifkualitatif. Hasil penelitian menunjukkan total ada 109 data mengenai nilai-nilai karakter yang terdapat dalam novel, meliputi Religius 11 data, Jujur 11 data, Toleransi 4 data, Disiplin 4 data, Kerja Keras 7 data, Kreatif 10 data, Mandiri 8 data, Demokratis 2 data, Rasa Ingin Tahu 15 data, Semangat Kebangsaan 1 data, Cinta Tanah Air 2 data, Menghargai Prestasi 2 data, Bersahabat 6 data, Cinta Damai 2 data, Gemar Membaca 4 data, Peduli Sosial 15 data, dan Bertanggung Jawab 5 data. Kata kunci:karakter, nilai-nilai, pendidikan.
Denouement dan Amanat Cerpen Pilihan Kompas 2014 dan Rancangan Pembelajaran Sastra di SMA Retika Cahya Karnastuti; Kahfie Nazaruddin; Mulyanto Widodo
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 3 Jul (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.811 KB)

Abstract

This research aimed to describe denouement and moral value in some short stories chosen by Kompas 2014 entitled Di Tubuh Tarra, dalam Rahim Pohon and literature lesson plan in the eleventh grade of senior high school. This research used qualitative descriptive method. The data source of this research was short story in the short story collection. Based on the data analysis, from 28 data sources that had been examined, it was found that fourteen short stories was closed-denouement and fourteen short stories was opened-denouement. Then, implicit moral value was found in 21 short stories and explicit moral value was found in seven short stories.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan denouement dan amanat pada kumpulan cerpen pilihan Kompas 2014 Di Tubuh Tarra, dalam Rahim Pohon dan rancangan pembelajaran sastra di SMA kelas XI. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah cerita pendek dalam kumpulan cerpen tersebut. Berdasarkan hasil analisis data, dari 28 sumber data yang diteliti telah ditemukan empat belas cerpen dengan penyelesaian tertutup dan empat belas cerpen dengan penyelesaian terbuka.. Amanat tersirat ditemukan pada 21 cerpen dan amanat tersurat ditemukan pada tujuh cerpen.Kata kunci: amanat, cerita pendek, denouement, rancangan pembelajaran.
GAYA BAHASA KIASAN DALAM KUMPULAN CERPEN JURAGAN HAJI DAN KELAYAKANNYA DI SMA Anteng Rairiati Lalanissa; Kahfie Nazaruddin
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 1 Jan (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.981 KB)

Abstract

This research aims to describe the style of figurative language and its function in the short stories in the collection of short stories as well as its feasibility as an alternative teaching materials Indonesian literature in Senior High School. This research used descriptive qualitative method. This research showed that out of seventeen short stories in Juragan Haji short story collections found the use of the language style simile, metaphor, personification, allusions, eponymous, epithet, sinekdoke pars pro toto, sinekdoke totem pro parte, metonymy, antonomasia, irony, cynicism, sarcasm, and antifrasis. Overall the function of figurative language style is used to express certain feelings, evoke dramatic effects of certain events, and as a pointer of someone's social status. Figurative language style and its function in a collection of short stories that can be used as an alternative instructional materials and references that help Bahasa Indonesian teacher in appreciation of Indonesian literary works, especially in prose.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa kiasan dan fungsinya pada cerpen-cerpen dalam kumpulan cerpen tersebut serta menautkan kelayakannya sebagai alternatif bahan ajar sastra Indonesia di SMA.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tujuh belas cerpen dalam kumpulan cerpen Juragan Haji ditemukan penggunaan gaya bahasa simile, metafora, personifikasi, alusi, eponim, epitet, sinekdoke pars pro toto, sinekdoke totem pro parte, metonimia, antonomasia, ironi, sinisme, sarkasme, dan antifrasis.Fungsi gaya bahasa kiasan yang ditemukan secara keseluruhan digunakan untuk menyatakan perasaan-perasaan tertentu, membangkitkan kesan dramatis peristiwa tertentu, dan sebagai penunjuk status sosial seseorang.Gaya bahasa kiasan dan fungsinya dalam kumpulan cerpen tersebut dapat dijadikan alternatif bahan ajar dan referensi yang membantu guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam apresiasi karya sastra Indonesia khususnya dalam prosa.Kata kunci: gaya bahasa kiasan, kumpulan cerpen, kelayakannya.
KONFLIK DALAM KUMPULAN CERPEN LAKI-LAKI PEMANGGUL GONI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN Mediyansyah Mediyansyah; Kahfie Nazaruddin; Munaris Munaris
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.197 KB)

Abstract

The problem of this research is how is the conflict in the short story at the collection of short story Laki-laki Pemanggul Goni. The purpose of this research is to describe the conflict in the collection of short story and its implications upon literature learning in SMP. This research used qualitative descriptive method. The data resources were taken from many short stories in the collection of short story. It is found that the collection of short story makes use of (1) the intrapersonal conflict, (2) the interpersonal conflict, and (3) the intragroup conflict. Conflict management contained in the short story is (1) how to avoid, (2) competition, (3) accommodation, (4) compromise, and (5) collaboration. Collection of short story Laki-laki Pemanggul Goni is worthy to be used as a alternative learning material for students in SMP in terms of (1) aspect of language, (2) psychological aspect, and (3) aspect of cultural background.Masalah penelitian ini adalah bagaimanakah konflik dalam cerita pendek pada kumpulan cerpen Laki-laki Pemanggul Goni. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konflik dalam kumpulan tersebut dan implikasinya terhadap pembelajaran sastra di SMP. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini cerita pendek dalam kumpulan cerpen tersebut. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan (1) konflik manusia dengan dirinya sendiri, (2) konflik manusia dengan manusia, dan (3) konflik manusia dengan masyarakat. Manajemen konflik yang terdapat dalam kumpulan cerpen tersebut adalah (1) cara menghindari, (2) kompetisi, (3) akomodasi, (4) kompromis, dan (5) kolaborasi. Kumpulan cerpen Laki-laki Pemanggul Goni layak dijadikan sebagai alternatif bahan ajar siswa di SMP ditinjau dari (1) aspek kebahasaan, (2) aspek psikologis, dan (3) aspek latar belakang kebudayaan.Kata kunci: bahan ajar, cerita pendek, konflik.
KONOTASI DALAM KUMPULAN CERPEN PEREMPUAN DI RUMAH PANGGUNG SEBAGAI BAHAN AJAR SASTRA Arifal Paslah; Kahfie Nazaruddin; Ali Mustofa
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.093 KB)

Abstract

The research problem was the connotation short story of the Perempuan di Rumah Panggung . This study aimed to describe connotations in the short story collection and feasibility as teaching materials in junior high school literature. This study used a qualitative descriptive method. The data sources were taken from short stories. Based on the results of data analysis connotation found are (1) high connotation , (2) friendly connotation , (3) a bad connotation , (4) the inappropriate connotations . The collection of short stories deserve to be as an alternative teaching materials in junior high school students in terms of aspects of character values in the curriculum in 2013 .Masalah penelitian ini adalah bagaimanakah konotasi dalam cerpen pada kumpulan cerpen Perempuan di Rumah Panggung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konotasi dalam kumpulan cerpen tersebut dan kelayakannya sebagai bahan ajar sastra di SMP. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah cerita pendek. Berdasarkan hasil analisis data konotasi yang ditemukan adalah (1) konotasi tinggi, (2) konotasi ramah, (3) konotasi tidak enak, (4) konotasi tidak pantas. Kumpulan cerpen tersebut layak dijadikan sebagai alternatif bahan ajar siswa di SMP ditinjau dari aspek nilai-nilai karakter dalam Kurikulum 2013.Kata kunci: bahan ajar, cerpen , konotasi.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER CERPEN LAMPUNG POST SEMESTER PERTAMA TAHUN 2013 DAN KELAYAKANNYA Fauzie Purnomo Sidi; Kahfie Nazaruddin; Munaris Munaris
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 9 (2013)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.222 KB)

Abstract

The research problem is the values of character education short stories in Lampung Post first half of 2013 and its feasibility as teaching materials in high school literature. The study aimed to describe the value of character education short stories Lampung Post first half of 2013 and assess its feasibility as teaching materials in high school literature. Character education values contained in Lampung Post short stories first half of 2013 comes in a variety of ways. The values of twelve values scattered into fifteen short stories. There are visible through the words of the characters, the events in the story, there is implicitly present , and also through the actions of short stories. Value of character education short stories contained in Lampung Post in the first half of 2013 is suitable as alternative teaching materials used in high school literature.Masalah penelitian ini adalah nilai-nilai pendidikan karakter cerpen Lampung Post semester pertama tahun 2013 dan kelayakannya sebagai bahan ajar sastra di SMA. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan nilai pendidikan karakter cerpen Lampung Post semester pertama tahun 2013 dan menilai kelayakannya sebagai bahan ajar sastra di SMA. Nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat pada cerpen Lampung Post semester pertama tahun 2013 hadir dengan beragam cara. Nilai-nilai tersebut berjumlah dua belas nilai yang tersebar ke dalam lima belas cerpen. Ada yang tampak melalui perkataan tokoh, peristiwa dalam cerpen, ada yang hadir secara implisit, dan juga melalui perbuatan tokoh cerpen. Nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam cerpen Lampung Post edisi semester pertama tahun 2013 layak dijadikan alternatif bahan ajar sastra di SMA.Kata kunci: cerpen, nilai, pendidikan karakter.
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Abdan Syakur Febrianjaya Agung Kurniawan Ali Mustofa Andika Putri Andreas Zulfikar Ani Setiawati Annisa Elvira Anteng Rairiati Lalanissa Apriliani, Eka Nadya Arifal Paslah Arini Wastiti Ayuning Tyas Purwaningrum Bagus Setiawan Bambang Riadi Bernadheta Elsa Pratrista Buyung Buyung Deris Astriawan Dona Ratnasari Dwi Prihatini Edi Suyanto Eka Sofia Agustina Eli Ermawati Endah Fitrianingsih Endah Prihastuti Era Octafiona Erda Rismawati Fauzie Purnomo Sidi Febriel Mayangsari Febry Wicaksono Fenny Rosmiyanti Fikri Ariyanto Hana Yakfi Aningsih Hanifah, Kun Haris Nur Prasetyo Herda Silviana Holyness Nurdin Singadimedja Ibrahim Toha Ichan Prastika Iqbal Hilal Juwita Sari Pebriani Laudia Riska Umami Lia Annisa Lida Sari Linda Ocviliana Maemunah Maemunah Margareta Finasehati Maryani Maryani Mediyansyah Mediyansyah MUHAMMAD FUAD Mulyanto Widodo Munaris . Nanda Puspitasari Ni Nyoman Wetty Suliani Nuning Anggrainingsih Nur Aisah Nurlaksana Eko Rusminto Petra Sriyanti Putri Astari Makki Rahmiyati Rahmiyati Ratu Faizatul Mufazah Rendi Deswantoni Reni Apriyanti Restty Purwana Suwama Retika Cahya Karnastuti Ria Anggraeni Ria Apriyanti Ria Luxfiani Harjanto Riadi, Bambang Rizki Amalia Rusvitasari Roni Mustofa Sekar Wulandari Sepirna Juwita Putri Septiana Ningsih Siti Samhati Steffi Cahya Hartama Sukesi Hermansyah Sulaiman Sulaiman Sumarti Sumarti Teguh Teguh Tika Qurratun Hasanah Tri Adhitya Umi Janurwati Uti Utari Mutiara Windi Prawati Wini Tarmini Yinda Dwi Gustira Yunita Fitri Yanti Zusi Ardiana