Claim Missing Document
Check
Articles

GAYA BAHASA DALAM KUMPULAN PUISI DOA UNTUK ANAK CUCU SEBAGAI BAHAN AJAR Era Octafiona; Kahfie Nazaruddin; Wini Tarmini
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.348 KB)

Abstract

The purpose of this research is to describe the language style in the collection of poetry and the worthiness as a material lesson of literature in Senior High School. This research used qualitative descriptive method. Those datas research are the poetry in Doa Untuk Anak Cucu poems collection. It is found that the collection of poetry makes use of aliteration, assonance, asyndeton, redundancy, perifrasis, erotesis, hyperbola, simile, metaphor, allegory, personification, and sinekdoke. The function of language style in that poetry collection is generating a happy atmosphere, nostalgic, sad, quiet, serious, uneasy, friendly, humble, patient, response tothe sense of sight,sense of hearing, and embellish the narrative. The poetry collectionis worth to be used as a learning material alternative for students in Senior High School in terms from the aspect of the curriculum and literary aspects.Masalah penelitian ini adalah bagaimanakah gaya bahasa dalam puisi pada kumpulan puisi Doa untuk anak cucu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa dalam kumpulan puisi tersebut dan kelayakannya sebagai bahan ajar sastra di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini merupakan kumpulan puisidalam kumpulan puisi Doa Untuk Anak Cucu karya W.S. Rendrat. Berdasarkan hasil analisis data gaya bahasa yang ditemukan adalah aliterasi, asonansi, asindeton, pleonasme, perifrasis, erotesis, hiperbola, simile, metafora, alegori, personifikasi, dan sinekdoke. Fungsigaya bahasa dalam kumpulan puisi tersebut adalah membangkitkan suasana bahagia, rindu, sedih, sepi, bersungguh-sungguh, gelisah, ramah, rendah hati, sabar, tanggapan indera penglihatan, indera pendengaran, dan memperindah penuturan. Kumpulan puisi tersebut layak dijadikan sebagai alternatif bahan ajar siswa di SMA ditinjau dari aspek kurikulum dan aspek sastra.Kata kunci: bahan ajar, gaya bahasa, puisi.
TEMA DAN AMANAT KUMPULAN CERPEN SERIMPI DAN KELAYAKANNYA DALAM PEMBELAJARAN DI SMA Fikri Ariyanto; Kahfie Nazaruddin; Edi Suyanto
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.751 KB)

Abstract

The research problem is how the theme and the moral message of the short story "Larasati", "DJ", “Sepenggal Aku”, "Serimpi" on a collection of short stories Serimpi by Rohana Handaningrum and its feasibility work in the learning literature in high school. This purpose of this study is to describe the theme and the moral message of the short story "Larasati", "DJ", “Sepenggal Aku”, and "Serimpi". The method used is descriptive. Sources of research data is the short story "Larasati", "DJ",“Sepenggal Aku”, and "Serimpi". Techniques of collecting and analyzing research data is text analysis techniques. The results of the study is the woman figures spirit on ideas and ideals and take heart and dare to realize the mandate of every faith. Short Story "Larasati", "DJ", “Sepenggal Aku”, "Serimpi" on a collection of short stories Serimpi by Rohana Handaningrum are feasible as teaching materials in high school.Masalah penelitian ini adalah bagaimana tema dan amanat cerpen “Larasati”, “DJ”, “Sepenggal Aku”, “Serimpi” pada kumpulan cerpen Serimpi karya Rohana Handaningrum dan kelayakannya dalam pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tema dan amanat cerpen “Larasati”, “DJ”, “Sepenggal Aku”, dan “Serimpi”. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Sumber data penelitian adalah cerpen “Larasati”, “DJ”, “Sepenggal Aku”, dan “Serimpi”.Teknik pengumpulan dan analisis data penelitian adalah teknik analisis teks. Hasil penelitian ini adalah tema semangat hidup tokoh-tokoh perempuan atas gagasan dan cita-citanya dan amanat bersemangatlah dan berani mewujudkan setiap keyakinan. Cerpen “Larasati”, “DJ”, “Sepenggal Aku”, “Serimpi” pada kumpulan cerpen Serimpi karya Rohana Handaningrum layak sebagai bahan ajar sastra di SMA.Kata kunci: amanat, cerita pendek, tema.
PENOKOHAN DALAM NOVEL KALOMPANG KARYA BADRUL MUNIR CHAIR DAN RANCANGAN PEMBELAJARANNYA Lia Annisa; Munaris Munaris; Kahfie Nazaruddin
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 3, No 5 (2015)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.826 KB)

Abstract

This research was aimed to describe the characterization in the novel of Kalompang and to design a lesson plan for Senior High Students. The method used in the research was descriptive qualitative. The result of the research showed that the novel of Kalompang had five kinda of character in which the main characters were played by Mattali and Rofiqah, additional characters were played by Hasan, Hamidi, Qidam, Sonhaji, and Adnan, protagonist was played by Mattali, antagonist was played by Durahman, simple character was played by Durahman and Kiai Karnawi, developing character was played by Mattali, and typical character was played by Sonhaji. The characters were revealed by conversation technique, behaviour technique, mind, and feelings technique, characters' reaction technique, and background description technique. The novel of Kalompang can be used in a lesson plan during Senior High School learning process.Masalah pada penelitian ini yaitu bagaimanakah penokohan dalam novel Kalompang dan rancangan pembelajarannya di SMA. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penokohan dan mendeskripsikan rancangan pembelajarannya di SMA. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Kalompang memiliki lima jenis tokoh yaitu tokoh utama diperankan Mattali dan Rofiqah, tokoh tambahan diperankan Hasan, Hamidi, Qidam, Sonhaji, dan Adnan, tokoh protagonis diperankan Mattali, tokoh antagonis diperankan Durahman, tokoh sederhana diperankan Durahman dan Kiai Karnawi, tokoh berkembang diperankan Mattali, dan tokoh tipikal diperankan Sonhaji. Tokoh-tokoh tersebut diungkap dengan teknik cakapan, teknik tingkah laku, teknik pikiran dan perasaan, teknik reaksi tokoh, teknik reaksi tokoh lain, dan teknik pelukisan latar. Novel Kalompang dapat dijadikan rancangan pembelajarannya pada pembelajaran di SMA.Kata kunci: dramatik, tokoh, rancangan.
PERILAKU RELIGIUS TOKOH UTAMA NOVEL DZIKIR ILALANG (KUN FAYAKUN) KARYA ANDI BOMBANG nurhandayani nurhandayani; muhammad fuad; kahfie nazaruddin
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem of this study is how the protagonist’s religious behavior in the novel Dzikir Ilalang (Kun Fayakun) by Andi Bombang and its worthiness as a teaching material of literature in Senior High School are. This study aims to describe the protagonist’s religious behavior in the novel Dzikir Ilalang (Kun Fayakun) by Andi Bombang and to determine its worthiness as a teaching material of Indonesian literature in Senior High School. The method of this study is descriptive qualitative method. The source of data in this study is the novel Dzikir Ilalang (Kun Fayakun) by Andi Bombang. The result of the study shows that religious behavior of the protagonist in this novel, Hardi, covers five dimensions: ideology, worship, intellectual, physical, and experience. In the ideology dimension, the Hardi’s character has strong belief in Allah, His prophets, His Alquran, and His kodrat and iradat, and His Islamic doctrines. In the worship dimension, the religious behavior of Hardi’s character is realized in his behavior which is doing prayers, liking zikir (a kind of chant), and praying. In the intellectual dimension, the Hardi’s character has knowledge and comprehension about his religious tenets. In addition, in the phisycal dimension, his religious behavior is realized in his behavior which is polite and respectful to adults, modest, helpful, caring about, generous, gentle, thankful, full of affection, independent, just, never giving up, liking to associate, wise, responsible, humble (qonaah), honest, keeping promises, obedient, and sincere. And finally, the religious behavior of Hardi’s character in the experience dimension is realized in the religious experience which he has and feels. The novel Dzikir Ilalang (Kun Fayakun) by Andi Bombang is worthy to be teaching material alternative of Indonesian literature in Senior High School. This is based on the criteria of the literature teaching material selection which is considered from the aspects of literature and of character education. Seeing from character education, Hardi’s religious behaviour can be a material for characters education. One of his religious behaviour that can be material for education character is his polite and respect attitude to his parents.  Key words: religious behavior, intellectual, worship
AMANAT PADA BIOGRAFI JOKOWI SI TUKANG KAYU KARYA GATOTKOCO SUROSO DAN PEMBELAJARANNYA Ichan Prastika; Kahfie Nazaruddin
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 4, No 3 Jul (2016)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.386 KB)

Abstract

This study discussed the mandate of Jokowi Si Tukang Kayu biography by Gatotkoco Suroso and Indonesian literature learning at high school. The purpose of research was describing the mandate through the themes and characters as well as designing learning with instructional materials mandate biography. This research was using qualitative descriptive methods. Based on the data analysis, the biography themed is poverty, seen from the mandate obtained in the theme is always passionate, unyielding, and hard work in all conditions of life in order to achieve the ideals and constantly praying and thanking God in all conditions of life to realizing the ideals. Seen through the main character of Joko Widodo it obtained that we should have an attitude of responsibility and discipline to continue to progress in order to achieve the ideals. The results of this study can be used as a teaching material for designing learning Indonesian literature at high school.Penelitian ini membahas amanat pada biografi Jokowi Si Tukang Kayu karya Gatotkoco Suroso dan pembelajaran sastra Indonesia di SMA. Tujuan penelitian mendeskripsikan amanat melalui tema dan tokoh serta merancang pembelajaran dengan bahan ajar amanat biografi tersebut. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data, biografi tersebut bertema kemiskinan, dilihat melalui tema didapat amanat selalu bersemangat, pantang menyerah, dan kerja keras disegala kondisi kehidupan guna menggapai cita-cita dan senantiasa berdoa dan bersyukur kepada Tuhan disegala kondisi kehidupan untuk mewujudkan cita-cita. Dilihat melalui tokoh Joko Widodo didapat amanat kita harus memiliki sikap tanggung jawab dan disiplin untuk terus maju guna menggapai cita-cita. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan ajar untuk pembelajaran sastra Indonesia di SMA.Kata kunci: amanat, bahan ajar, biografi.
Citra Perempuan Novel Padang Bulan Karya Andrea Hirata Kelayakan sebagai Bahan Ajar Andika Putri; Kahfie Nazaruddin
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 1 Jan (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.786 KB)

Abstract

The purpose of this study to describe the image of the heroine in the novel by Andrea Hirata Padang Bulan and performance as a teaching material of literature in high school (SMA). This study used descriptive qualitative method. Source of research data is Padang Bulan novel by Andrea Hirata. Data analysis techniques in this research is the analysis of the text. The results of the research showed that citra as main character (Enong) in the Padang Bulan novels by Andrea Hirata, citra Enong as a child, citra Enong as young girl, citra Enong as friends and citra Enong as society. Citra as the main character in the Padang Bulan novels worthy make instructional materials in teaching literature at Senior High School because it sufficient of the criteria for selecting teaching literature in the curriculum 2013.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan citra tokoh utama perempuan dalam novel Padang Bulan karya Andrea Hirata dan kelayakannya sebagai bahan ajar sastra di sekolah menengah atas (SMA). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian adalah novel Padang Bulan karya Andrea Hirata. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra tokoh utama perempuan (Enong) yang terdapat dalam novel Padang Bulan karya Andrea Hirata citra Enong sebagai anak, citra Enong sebagai gadis remaja, citra Enong sebagai teman dan citra Enong sebagai anggota masyarakat. Citra tokoh utama perempuan dalam Padang Bulan layak dijadikan bahan ajar dalam pembelajaran sastra di SMA karena sudah memenuhi kriteria pemilihan bahan ajar sastra dalam kurikulum 2013.Kata kunci : citra perempuan, kelayakan bahan ajar , novel.
ALUR DALAM NOVEL CATCHING STAR FIRA BASUKI DAN RANCANGAN PEMBELAJARANNYA UNTUK SMA Rizki Amalia Rusvitasari; Kahfie Nazaruddin
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 4, No 2 Apr (2016)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.222 KB)

Abstract

This research was aimed to investigate the plot in the Catching Star novel written by Fira Basuki and the lesson plan for the SMA. The purposes of this research were to describe the fabula and sjuzet, to describe the isolation procedure in the Fira Basukis novel, and to make the lesson plan for SMA. The method used in this research was descriptive qualitative method. The source of the data was part of the text in the Fira Basukis novel, Catching Star. The result of the data were the fabula, sjuzet, and the isolation effect are using defamiliarization concept in the Fira Basukis novel, Catching Star and the lesson plan for SMA.Penelitian ini meneliti alur dalam novel Catching Star karya Fira Basuki dan rancangan pembelajarannya untuk SMA. Tujuan dari penelitian ini mendeskripsikan fabula dan sjuzet , mendeskripsikan prosedur pengasingan novel Catching Star, dan membuat rencana pelaksanaan pembelajaranya untuk SMA. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah bagian teks novel Catching Star Fira Basuki. Hasil penelitian ini adalah fabula, sjuzet,efek pengasingan menggunakan konsep defamiliarisasi dalam novel Catching Star Fira Basuki dan rancangan pembelajarannya untuk SMA.Kata kunci: fabula, sjuzet, konsep defamiliarisasi, rancangan pembelajaran.
RESEPSI SISWA TERHADAP CERPEN MATA YANG ENAK DIPANDANG KARYA AHMAD TOHARI Roni Mustofa; Munaris Munaris; Kahfie Nazaruddin
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 4, No 1 Jan (2016)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.579 KB)

Abstract

The problem in this research was students reception of Mata yang Enak Dipandang short story by Ahmad Tohari. The purpose of this study was to describe the students reception of Mata yang Enak Dipandang short story by Ahmad Tohari. This study used a qualitative descriptive study. The results showed that student recepts the facts of the story in the short story. The student recepted the figure was based on three aspects attached, namely the physical, psychological, and sociological. At the groove reception, overall student claimed that the plot is very nice and very fit so as to make the reader interested and curious to read it. At the background reception, student recept the background of place, time, and social. The implications of this research is the design of learning and teaching materials.Masalah dalam penelitian ini adalah resepsi siswa terhadap cerpen Mata yang Enak Dipandang karyaAhmad Tohari. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan resepsi siswa terhadap cerpen Mata yang Enak Dipandang karya Ahmad Tohari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa meresepsi fakta-fakta cerita dalam cerpen. Siswa meresepsi tokoh berdasarkan tiga aspek yang melekat, yaitu aspek fisik, psikologis, dan sosiologis. Pada resepsi alur, secara keseluruhan siswa menyatakan bahwa alurnya sangat bagus dan sangat cocok sehingga mampu membuat pembaca tertarik dan penasaran untuk membacanya. Pada resepsi latar, siswa meresepsi latar tempat, waktu, dan sosial. Implikasi penelitian ini berupa perancangan pembelajaran dan bahan ajar.Kata kunci : cerpen, resepsi, siswa.
Penggunaan Imperatif Bahasa Indonesia oleh Guru Perempuan dalam Pembelajaran di MAN Ratu Faizatul Mufazah; Sumarti Sumarti; Kahfie Nazaruddin
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 2 Apr (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.508 KB)

Abstract

The aim of this research is to describe the form and imperative pragmatic meaning used by a female teacher in learning activity at MAN 1 Bandar Lampung in the academic year of 2016/2017. This research uses qualitative desriptive method. Data analysis has been done by using permutation, paraphrase technique, and pragmatic technique. Its found that the teacher used both (active and passive) forms of imperative. Its also found that, the teacher also used ten out of seventeen imperative pragmatic meaning with imperative and nonimperative constructions. Nonimperative construction was used to state indirectly imperative meaning in the form of declarative, interrogative, and phatic category.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud formal dan makna pragmatik imperatif yang digunakan oleh guru perempuan dalam kegiatan pembelajaran di MAN 1 Bandar Lampung tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Analisis data dilakukan dengan teknik permutasi, ubah ujud, dan teknik pragmatis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru menggunakan kedua wujud formal imperatif (aktif dan pasif) yang tersedia. Selain itu, guru menggunakan sepuluh dari tujuh belas makna pragmatik imperatif dengan konstruksi imperatif dan nonimperatif. Konstruksi nonimperatif digunakan untuk menyatakan maksud imperatif secara tidak langsung, yaitu dengan bentuk deklaratif, interogatif dan kategori fatis.Kata kunci: imperatif, wujud formal, makna pragmatik, konstruksi
PEMBELAJARAN MEMAHAMI STRUKTUR DAN KAIDAH TEKS ANEKDOT SISWA KELAS X IPA Ani Setiawati; Eka Sofia Agustina; Kahfie Nazaruddin
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.196 KB)

Abstract

The aim of this research is to describe learning in understanding the structure and rule of anecdote text at SMAN 3 Metro in X IPA class. This research used descriptive qualitative method. The research result shows that teacher has done three steps in learning, consist of planning, implementing, and assessment. In the lesson plan (RPP), the teacher made lesson plan based on the curriculum 2013 components. The learning implementation has two activities, they are teacher's activity and student's activity. There are three activities is done by teacher, they are introduction activity, core activity, and clossing. Assessment that is done by teacher include knowledge competition assessment by written test technique, and skill competition assessment by practice test technique. But, during the learning process, the teacher did not do the attitude assessment.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pembelajaran memahami struktur dan kaidah teks anekdot pada kelas X IPA 1 SMA Negeri 3 Metro. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melakukan tiga tahapan dalam pembelajaran yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran. Pada perencanaan pembelajaran, guru membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berdasarkan komponen-komponen RPP pada Kurikulum 2013. Pada pelaksanaan pembelajaran terdapat dua aktivitas, yaitu aktivitas guru dan siswa. Aktivitas yang dilakukan oleh guru meliputi tiga kegiatan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Penilaian yang dilakukan oleh guru mencakup penilaian kompetensi pengetahuan dengan teknik tes tulis, dan penilaian kompetensi keterampilan dengan teknik tes praktik. Tetapi, pada saat pembelajaran guru tidak melakukan penilaian sikap.Kata kunci: anekdot, memahami, pembelajaran.
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Abdan Syakur Febrianjaya Agung Kurniawan Ali Mustofa Andika Putri Andreas Zulfikar Ani Setiawati Annisa Elvira Anteng Rairiati Lalanissa Apriliani, Eka Nadya Arifal Paslah Arini Wastiti Ayuning Tyas Purwaningrum Bagus Setiawan Bambang Riadi Bernadheta Elsa Pratrista Buyung Buyung Deris Astriawan Dona Ratnasari Dwi Prihatini Edi Suyanto Eka Sofia Agustina Eli Ermawati Endah Fitrianingsih Endah Prihastuti Era Octafiona Erda Rismawati Fauzie Purnomo Sidi Febriel Mayangsari Febry Wicaksono Fenny Rosmiyanti Fikri Ariyanto Hana Yakfi Aningsih Hanifah, Kun Haris Nur Prasetyo Herda Silviana Holyness Nurdin Singadimedja Ibrahim Toha Ichan Prastika Iqbal Hilal Juwita Sari Pebriani Laudia Riska Umami Lia Annisa Lida Sari Linda Ocviliana Maemunah Maemunah Margareta Finasehati Maryani Maryani Mediyansyah Mediyansyah MUHAMMAD FUAD Mulyanto Widodo Munaris . Nanda Puspitasari Ni Nyoman Wetty Suliani Nuning Anggrainingsih Nur Aisah Nurlaksana Eko Rusminto Petra Sriyanti Putri Astari Makki Rahmiyati Rahmiyati Ratu Faizatul Mufazah Rendi Deswantoni Reni Apriyanti Restty Purwana Suwama Retika Cahya Karnastuti Ria Anggraeni Ria Apriyanti Ria Luxfiani Harjanto Riadi, Bambang Rizki Amalia Rusvitasari Roni Mustofa Sekar Wulandari Sepirna Juwita Putri Septiana Ningsih Siti Samhati Steffi Cahya Hartama Sukesi Hermansyah Sulaiman Sulaiman Sumarti Sumarti Teguh Teguh Tika Qurratun Hasanah Tri Adhitya Umi Janurwati Uti Utari Mutiara Windi Prawati Wini Tarmini Yinda Dwi Gustira Yunita Fitri Yanti Zusi Ardiana