Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pendampingan Implementasi Pembelajaran Berorientasi Social Skills di Sekolah Dasar Moh Salimi; Tri Saptuti Susiani; Ratna Hidayah; Karsono Karsono
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 2 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i2.86335

Abstract

Social skills menjadi fokus bersama pada Kurikulum Merdeka yang tercermin pada Profil Pelajar Pancasila. Pencapaian Profil Pelajar Pancasila memerlukan kemitraan banyak pihak, termasuk kemitraan antara Sekolah dan LPTK. Tujuan Pengabdian ini adalah mengembangkan pembelajaran yang berorientasi pada social skills. Pengabdian ini menggunakan pola pendampingan dan pelatihan. Pengabdian ini berjalan dengan baik dan lancar melalui penerapan kegiatan: In, On, dan In. Kualitas pembelajaran berorientasi social skills mengalami perkembangan yang terlihat dari aktivitas belajar yang berkembang baik dan kompetensi social skills yang berkembang baik.
Differentiated Learning with the Problem Based Learning Model in Elementary School Science Learning: Literature Review Nur Hidayah; Gunarhadi Gunarhadi; Karsono Karsono
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 1 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i1.84313

Abstract

This research aims to present a comprehensive understanding of differentiated learning strategies using the problem based learning (PBL) model through a synthesis of relevant literature. The literature review method was carried out by investigating scientific articles, books, and publications related to the application of differentiated learning using the PBL model in the context of basic education. A critical analysis of the literature was carried out to evaluate the implementation, impact, and obstacles that arise in implementing these learning strategies. This article seeks to provide an in-depth view of the principles and practices of implementing differentiated learning with PBL at the elementary school level. The research results show that the application of differentiated learning using the problem based learning (PBL) model is carried out through four components, namely differentiation of content, process, product, and learning environment. This learning also has a positive impact on the science competency of elementary school students, such as improving learning outcomes. The obstacles encountered by teachers in implementation are difficulties in compiling and carrying out diagnostic assessments, compiling appropriate content, implementing differentiated learning using the PBL learning model according to grouping, and giving assignments that must suit the learning style of each student. The implications of this literature can guide educators in designing and implementing innovative learning strategies that suit students' needs.
The Implementation of Ecological Literacy Learning for Students of Elementary School Dwi Hera Palupi; Sarwanto Sarwanto; Karsono Karsono
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 1 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i1.84275

Abstract

This research aims to describe the implementation of ecological literacy learning for students of elementary school. The research approach applied is mixed method. In this case, the data collection techniques used are observation, interviews, questionnaires, and documentation. Data analysis was carried out by applying a descriptive qualitative interactive model approach by Miles and Huberman in which the steps are data collection, data condensation, data display, and conclusion. The results of research relating to students' knowledge and attitudes regarding ecological literacy show that the level of students' ecological literacy is lacking. If we look at the ecological literacy indicators, we get different averages, namely ecological knowledge of 8.71% (sufficient criteria), cognitive ability of 3.24% (poor criteria), environmental awareness attitude of 89.11% (good criteria), and environmentally responsible behavior of 75.33% (good criteria). Factors that influence students' implementation of ecological literacy learning are students' lack of knowledge and attitudes about ecological literacy. Students who have good ecological literacy will behave responsibly towards the environment through knowledge, skills and awareness of environmental problems so that ecological literacy plays a role in building character to care about the environment. Students' ecological literacy learning is carried out through several series of activities, namely providing space for students to improve their knowledge and attitudes about ecological literacy as well as real activities.
Analysis of The Role Principal Leadership of Public Elementary School to Fostering Teachers Job Satisfication Rifan Budiyanto; Sri Marmoah; Karsono Karsono
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i1.98873

Abstract

Kepemimpinan kepala sekolah mempunyai peran yang sangat penting dalam menciptakan iklim sekolah yang positif dan kepuasan kerja guru. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran kepemimpinan kepala sekolah dalam menumbuhkan kepuasan kerja guru di SD Negeri 2 Tekaran Wonogiri. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan subjek penelitian adalah kepala sekolah dan guru. Teknik pengumpulan data dengan analisis dokumen dan observasi. Analisis data menggunakan analisis interaktif Miles & Huberman. Validasi data dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah sebagai pelaksana pendidikan, adanya program pembinaan keagamaan; kepala sekolah sebagai evaluator, membuka forum diskusi dalam menangani permasalahan dan melakukan evaluasi secara berkala melalui forum guru berprestasi setiap minggu kedua dan keempat; kepala sekolah sebagai trainer, mendorong guru untuk mengembangkan kompetensinya; kepala sekolah sebagai mentor, aktif memimpin setiap kegiatan untuk mendukung prestasi akademik dan non akademik; kepala sekolah sebagai motivator, memberikan dorongan untuk saling bertoleransi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah peran kepala sekolah SD Negeri 2 Tekaran telah mampu menumbuhkan kepuasan kerja guru.
Penerapan Media Roda Putar Pancasila untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila pada Siswa Kelas VA SD Muhammadiyah 11 Mangkuyudan Tahun Ajaran 2024/2025 Nanda Aulia Adesti Nurraya; Novita Maharani; Tri Wulandari; Karsono Karsono; Sabila Putri Febriyanti
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 4 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i4.97167

Abstract

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan di kelas VA, kelas ini merupakan kelas yang cenderung ramai dan aktif selain itu, kemampuan peserta didik dalam memahami materi masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan media roda putar pancasila pada materi hubungan antarsila dalam pancasila di kelas VA SD Muhammadiyah 11 Mangkuyudan (2) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar pendidikan pancasila melalui penerapan media roda putar pancasila. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Sumber data dalam penelitian ini adalah guru model dan peserta didik kelas VA SD Muhammadiyah 11 Mangkuyudan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan tes. Hasil Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan media roda putar pancasila dapat meningkatkan hasil belajar pendidikan pancasila pada peserta didik kelas VA SD Muhammadiyah 11 Mangkuyudan pada ranah kognitif (siklus I=67%, siklus II=79%, siklus III = 92%), afektif (siklus I=71%, siklus II=83%, siklus III=88%), psikomotor (siklus I=46, siklus II=63%, siklus III=92%) 
A Systematic Literature Review on the Impact of Robotics Extracurricular Activities in Improving Students' Creativity Lis Astuti; Triyanto Triyanto; Karsono Karsono
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i1.98893

Abstract

Kreativitas merupakan salah satu keterampilan yang diperlukan oleh peserta didik di abad 21. Namun, keterampilan tersebut belum sesuai yang diharapkan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui dampak ekstrakurikuler robotik dalam mengembangkan kreativitas peserta didik dan tantangan yang dihadapi dalam implementasi ekstrakurikuler robotik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan systematic literature review. Jumlah artikel penelitian yang diteliti berjumlah 14 artikel. Artikel tersebut diperoleh dari ERIC Journal, PubMed, google scholar dan science direct. Kriteria artikel yang diteliti daam penelitian ini adalah tipe reseacrh article yang diterbitkan pada tahun 2019-2024, memiliki struktur yang lengkap, open acces dan menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler robotik dapat mengembangkan keterampilan kreatif peserta didik baik sekaligus peningkatan pada domain kognitif berupa hasil belajar, psikomotorik berupa problem-solving, dan perilaku yang baik. Hal tersebut terlihat pada kemampuan peserta didik yang mampu mengembangkan gagasan dan ide dalam menciptakan karya dalam aktivitas robotik. Tantangan yang dihadapi dalam mengimplementasikan ekstrakurikuler robotik adalah kurangnya fasilitas infrastruktur untuk memenuhi perangkat keras dan lunak serta guru yang memiliki kompetensi tinggi dalam mengajarkan robotik. Selain itu, metode pembelajaran yang masih kurang dalam mengintegrasikan pengetahuan dengan perangkat lunak robotik menjadi tantangan yang harus dicarikan solusinya. Penelitian ini dapat memiliki implikasi untuk meningkatkan pemikiran kreatif siswa. Temuan ini menunjukkan perlunya pelatihan guru dan peningkatan infrastruktur untuk memaksimalkan potensi kegiatan robotika dalam menumbuhkan kreativitas. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk meneliti pengembangan model pembelajaran yang terintegrasi dengan pembelajaran robotika dalam memengaruhi keterampilan abad ke-21 lainnya.
Pemanfaatan Media Pembelajaran Roda Bagun Datar dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas V SD Negeri Gurawan Surakarta Ditafia Adiniannda; Jihanudin Jihanudin; Karsono Karsono; Supriatin Ardila; Ummi Rohmatin
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 4 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i4.97160

Abstract

Pendidikan merupakan usaha yang terencana dalam mewujudkan suasana belajar pada peserta didik. Pendidikan juga perlu adanya sarana salah satunya ada pada sekolah dasar. Pendidikan sekolah dasar pada proses pembelajaran memerlukan media pembelajaran. Media pembelajaran yang menarik dapat membantu mempengaruhi lingkungan belajar. Dalam mata pelajaran matematika kelas V terdapat materi bangun datar. Bangun datar yaitu materi pembelajaran yang disampaikan dalam bentuk media pembelajaran roda bangun datar untuk membantu peserta didik memahami materi matematika bangun datar sehingga peserta didik memiliki motivasi belajar dalam pembelajaran matematika materi bangun datar. Peserta didik kelas V SD Negeri Gurawan Surakarta mengalami peningkatan setelah menggunakan media roda bangun datar. Hal ini dapat dilihat dari Hasil pretest dan posttest peserta didik. Pada didik mengalami peningkatan dalam mengerjakan soal secara rinci dan lebih runtut.
The Effectiveness of the Small Group Disuccion Learning Model in Improving Critical Thinking Skills Dewi Susilowati; Sukarno Sukarno; Karsono Karsono
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i1.98933

Abstract

Model pembelajaran Diskusi Kelompok Kecil memiliki urgensi yang tinggi dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa berdasarkan bukti empiris. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan seleksi artikel melalui PRISMA Flow. Data diperoleh dari artikel terindeks di penerbit Elsevier (ScienceDirect) dengan rentang Q1-Q4 yang dipilih secara acak. Melakukan pencarian kata kunci ("kelompok kecil" ATAU "berbasis tim" ATAU "kolaboratif" ATAU "kooperatif") DAN "diskusi" DAN ("model pembelajaran" ATAU "pedagogi" ATAU "pendekatan pendidikan") DAN ("berpikir kritis" ATAU "berpikir analitis" ATAU "pemecahan masalah" ATAU "penalaran logis"). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinjauan artikel tentang model Diskusi Kelompok Kecil efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis melalui komponen utamanya seperti dialog argumentatif, interaksi teman sebaya, dan pemecahan masalah kolaboratif. Dibandingkan dengan metode lain, model ini memberikan kepuasan tertinggi bagi siswa dan skor tertinggi dalam penilaian berpikir kritis. Namun, efektivitasnya dapat bervariasi tergantung pada topik pembelajaran. Proses kognitif yang terlibat meliputi penalaran, pemecahan masalah, dan kemampuan untuk memberikan argumen. Implikasinya, pendidik perlu mempertimbangkan penggunaan model Diskusi Kelompok Kecil untuk mengoptimalkan pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa, dengan memperhatikan karakteristik materi dan kebutuhan siswa
Identification of Students' Perceptions of Fraction Adventure Game in The Learning Process of Fraction Calculation Operation Ayu Radiandara Wibowo; Gunarhadi Gunarhadi; Karsono Karsono
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i1.98937

Abstract

Penggunaan media pembelajaran yang menarik seperti game edukatif relevan untuk membantu siswa mengatasi kesulitan dalam memahami konsep pecahan. Namun, kurangnya penelitian mendalam mengenai persepsi siswa terhadap game edukatif menciptakan kebutuhan untuk eksplorasi lebih lanjut. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengidentifikasi pemahaman operasi hitung pecahan, 2) menganalisis keterlibatan aktif siswa dalam belajar, dan 3) menilai efektivitas game edukatif dalam pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan diskriptif kualitatif dengan menganalisis hasil angket, wawancara, dan observasi. Kemudian data divalidasi dengan triangulasi sumber. Subjek penelitian adalah siswa kelas 4 dan 5 sekolah dasar dengan total 45 siswa. Hasil penelitian menujukkan sebagian besar siswa mengalami peningkatan pemahaman konsep pecahan setelah bermain game edukatif, merasa lebih percaya diri dalam menghitung dan menjelaskan pecahan. Selain itu, siswa menunjukkan keterlibatan aktif selama pembelajaran, dengan 60% merasa senang dan tertarik saat bermain, serta berpartisipasi secara interaktif dengan teman.Serta ayoritas siswa menganggap game edukatif lebih efektif daripada metode tradisional, merasakan peningkatan hasil belajar dan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan. Game edukatif efektif meningkatkan pemahaman, keterlibatan, dan hasil belajar siswa dalam operasi hitung pecahan, menjadikannya metode pembelajaran yang menarik dan bermanfaat.