Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas In-House Training terhadap Peningkatan Kapasitas Kader dalam Deteksi Dini dan Pengelolaan Faktor Risiko Diabetes Mellitus Tipe 2 Yudiernawati, Atti; Wahyuni, Tavip Dwi; Abiddin, Andi Hayyun
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 5 (2026): Volume 8 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i5.25150

Abstract

ABSTRACT Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a non-communicable disease with a continuously increasing prevalence and poses a major public health challenge. Early detection and management of T2DM risk factors at the community level are essential strategies to reduce disease burden. Health cadres play a strategic role in promotive and preventive services; however, limited knowledge and skills often hinder optimal implementation. This study aimed to improve the capacity of health cadres in early detection and management of T2DM risk factors through In-House Training. This study employed a pre-experimental one-group pretest–posttest design. The intervention consisted of educational sessions, interactive discussions, and practical training on T2DM risk factors and community-based screening techniques. Knowledge and skills were measured before and after the training using structured assessment tools. The results showed a significant improvement in both knowledge and skills after the training. The mean knowledge score increased from 55.4 ± 12.7 (pretest) to 82.1 ± 10.3 (posttest) (p 0.001). Similarly, the mean skill score improved from 48.7 ± 11.2 to 78.6 ± 9.5 (p 0.001), indicating a statistically significant enhancement in cadre capacity. In-House Training is an effective and practical approach to strengthening the capacity of health cadres in early detection and management of T2DM risk factors. This strategy may support sustainable community-based diabetes prevention and control programs. Keywords: Type 2 Diabetes Mellitus, Health Cadres, Early Detection, In-House Training.  ABSTRAK Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat dan menjadi tantangan utama kesehatan masyarakat. Deteksi dini serta pengelolaan faktor risiko DMT2 di tingkat komunitas merupakan strategi penting untuk menurunkan beban penyakit. Kader kesehatan memiliki peran strategis dalam pelayanan promotif dan preventif, namun keterbatasan pengetahuan dan keterampilan sering menjadi hambatan dalam pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam deteksi dini dan pengelolaan faktor risiko DMT2 melalui In-House Training. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest–posttest. Intervensi meliputi pemberian materi edukatif, diskusi interaktif, dan pelatihan praktik terkait faktor risiko DMT2 serta teknik skrining sederhana berbasis komunitas. Pengetahuan dan keterampilan kader diukur sebelum dan sesudah pelatihan menggunakan instrumen penilaian terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor pengetahuan dan keterampilan kader setelah pelatihan. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 55,4 ± 12,7 (pretest) menjadi 82,1 ± 10,3 (posttest) (p 0,001). Rata-rata skor keterampilan juga meningkat dari 48,7 ± 11,2 menjadi 78,6 ± 9,5 (p 0,001), yang menunjukkan peningkatan kapasitas kader secara bermakna. In-House Training merupakan pendekatan yang efektif dan aplikatif dalam meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam deteksi dini dan pengelolaan faktor risiko DMT2. Strategi ini berpotensi memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian diabetes secara berkelanjutan di tingkat komunitas. Kata Kunci: Diabetes Mellitus Tipe 2, Kader Kesehatan, Deteksi Dini, In-House Training.
Stimulasi Perkembangan Motorik Halus Pada Anak Todler Wahyuningsri Wahyuningsri; Atti Yudiernawati; Meylia Meylia
Jurnal Keperawatan Terapan Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan Terapan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jkt.v(3)i(1)y(2017).page:50-55

Abstract

Perkembangan motorik halus merupakan peningkatan pengkoordinasian gerak tubuh yang melibatkan otot dan saraf. Pemberian stimulasi oleh orangtua sangat berpengaruh terhadap perkembangan baik bahasa, sosial, motorik kasar dan motorik halus pada anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perkembangan motorik halus anak todler sebelum dan setelah dilakukan stimulasi. Penelitian studi kasus deskriptif observasional dengan subyek sebanyak 2 orang anak todler. Hasil observasi menunjukkan adanya kemajuan perkembangan motorik halus dari kedua subyek. Pemberian stimulasi yang dilakukan sejak dini sangat membantu perkembangan motorik halus anak sesuai dengan tahapan usianya. Saran bagi orangtua untuk memberikan stimulasi rutin sejak dini sesuai dengan tahapan perkembangan anak.
PENGARUH SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) TERHADAP VITAL SIGN PADA PASIEN GAGAL GINJAL Rizky Nur Evinda; Susi Milwati; Atti Yudiernawati
Jurnal Keperawatan Terapan Vol 5 No 1 (2019): JURNAL KEPERAWATAN TERAPAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jkt.v5i1.354

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to determine the influence of spiritual emotional freedom tehnique (SEFT) to the vital sign in patients with renal failure in RSUD Ngudi Waluyo. The design of this research is quasi experiment with time series design. The population was all patients with renal failure in RSUD Ngudi Waluyo, while the sample was a part of the population that fulfilled the inclusion criteria of 29 respondents. The sampling technique used is non probability sampling with purposive sampling specification. Technique of collecting data with measurement of vital sign before and after given treatment. Processing and data analysis used in this research is with Wilcoxon Test. The result of data analysis shows that there is influence of spiritual emotional freedom technique (SEFT) to vital sign in patients with renal failure in RSUD Ngudi Waluyo, with p is 0,000. Keywords: SEFT, vital sign, kidney failure patient