Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH EDUKASI KESEHATAN MENGGUNAKAN MRDIA BOOKLET REPUTAMI TERHADAP PENGETAHUAN SIKAP PENCEGAHAN ANEMIA PADA SISWI SMP NEGERI 1 BEJI KABUPATEN PASURUAN: EDUKASI KESEHATAN MENGGUNAKAN MRDIA BOOKLET REPUTAMI TERHADAP PENGETAHUAN SIKAP PENCEGAHAN ANEMIA PADA SISWI SMP NEGERI 1 BEJI KABUPATEN PASURUAN Fadma S, Salsabila Aulia; Yudiernawati, Atti; Suryani, Pudji
JURNAL TEKNOLOGI KONSEPTUAL DESAIN Vol 2 No 3 (2026): JTKD- Maret 2026
Publisher : CV.G-Techsolutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1980/jurnalteknologikonseptualdesign.v2i3.107

Abstract

Latar Belakang: Salah satu masalah utama terkait gizi yang sering ditemui pada remaja adalah anemia. Anemia yang dialami remaja dapat berdampak pada produktivitas kerja dan kemampuan akademis. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh edukasi kesehatan menggunakan media “Booklet Reputami” terhadap pengetahuan dan sikap pencegahan anemia pada siswi SMP Negeri 1 Beji Kabupaten Pasuruan. Metode: Penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain one group pre – post design dengan sampel sebanyak 64 responden. Teknik pengambilan data pengetahuan menggunakan kuisioner dan sikap menggunakan lembar checklist. Hasil: Pengetahuan siswi sebelum dilakukan edukasi hampir seluruhnya responden memiliki kategori kurang (89%). Setelah dilakukan edukasi sebagian besar memiliki kategori baik (48%) dan cukup (52%). Pada sikap sebelum dilakukan edukasi sebagian besar memiliki kategori positif (55%). Setelah dilakukan edukasi sebagian besar memiliki kategori positif (58%). Dari hasil uji wilcoxon didapatkan p-value 0,001< 0,05, artinya ada pengaruh. Kesimpulan: Media booklet Reputami dapat digunakan sebagai alat edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap mengenai pencegahan anemia pada siswi sekolah menengah pertama.
MODEL PROMOSI KESEHATAN BERBASIS PELATIHAN KADER DAMPAKNYA TERHADAP KOMPETENSI SKRINING DAN PENCEGAHAN DIABETES MELITUS TIPE 2: PROMOSI KESEHATAN BERBASIS PELATIHAN KADER DAMPAKNYA TERHADAP KOMPETENSI SKRINING DAN PENCEGAHAN DIABETES MELITUS TIPE 2 Wahyuni, Tavip Dwi; Yudiernawati, Atti; Suryani, Pudji; Setiawan, Aziz
JURNAL TEKNOLOGI KONSEPTUAL DESAIN Vol 2 No 3 (2026): JTKD- Maret 2026
Publisher : CV.G-Techsolutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1980/jurnalteknologikonseptualdesign.v2i3.109

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) meningkat secara global dan kader kesehatan berperan strategis dalam pencegahannya, namun kompetensinya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh model promosi kesehatan berbasis pelatihan kader menggunakan booklet terhadap peningkatan kompetensi skrining dan pencegahan DMT2 pada kader di PKM Rampal Celaket. Desain quasi-experimental one group pretest-posttest digunakan dengan sampel kader yang diambil secara total sampling. Intervensi berupa pendidikan dan pelatihan selama 2 hari dengan metode partisipatif. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan: 72,5% kader masuk kategori baik untuk pengetahuan dan keterampilan setelah intervensi. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai *p* = 0,000 (pengetahuan) dan *p* = 0,005 (keterampilan). Kesimpulan: model ini efektif meningkatkan kompetensi kader. Diperlukan pelatihan berkelanjutan, supervisi puskesmas, dan kolaborasi multisektoral.
PENGARUH INTERAKSI ANTARA PROJECT BASED LEARNING DAN DIRECT INSTRUKSIONAL SERTA GAYA KOGNITIF TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MAHASISWA Yudiernawati, Atti; Wahyuni, Tavip Dwi; Suryani, Pudji
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10241

Abstract

ABSTRACT Problem-solving ability is a fundamental competency that university students must possess to meet the demands of analysis and decision-making in professional contexts. The development of this ability is influenced not only by the learning strategies applied but also by individual cognitive characteristics. This study aims to examine the effects and interaction between Project Based Learning and Direct Instruction models and students’ cognitive styles on problem-solving ability. The research employed a quasi-experimental approach with a 2×2 factorial design involving 87 students from the Health Promotion Study Program. Cognitive styles were classified into field independent and field dependent using the Group Embedded Figure Test, while problem-solving ability was assessed through scenario-based tests. The data were analyzed using two-way ANOVA. The findings indicate that students taught using Project Based Learning demonstrated higher problem-solving ability compared to those taught using Direct Instruction. In addition, students with a field independent cognitive style performed better than those with a field dependent style. Further analysis revealed a significant interaction between learning models and cognitive styles. These findings suggest that the effectiveness of learning strategies in enhancing problem-solving ability depends on the alignment between instructional approaches and students’ cognitive characteristics. ABSTRAK Kemampuan pemecahan masalah menjadi kompetensi esensial bagi mahasiswa dalam menghadapi tuntutan analisis dan pengambilan keputusan di dunia profesional. Pengembangan kemampuan ini tidak hanya dipengaruhi oleh strategi pembelajaran yang digunakan, tetapi juga oleh karakteristik kognitif individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh serta interaksi antara model pembelajaran Project Based Learning dan Direct Instruction dengan gaya kognitif mahasiswa terhadap kemampuan pemecahan masalah. Penelitian menggunakan pendekatan quasi-experimental dengan rancangan faktorial 2×2 yang melibatkan 87 mahasiswa Program Studi Promosi Kesehatan. Gaya kognitif diklasifikasikan menjadi field independent dan field dependent menggunakan Group Embedded Figure Test, sedangkan kemampuan pemecahan masalah diukur melalui tes berbasis skenario. Data dianalisis menggunakan two-way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang mengikuti Project Based Learning memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih tinggi dibandingkan dengan Direct Instruction. Selain itu, mahasiswa dengan gaya kognitif field independent menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan field dependent. Analisis lebih lanjut mengungkap adanya interaksi signifikan antara model pembelajaran dan gaya kognitif. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah bergantung pada kesesuaian antara strategi pembelajaran dan karakteristik kognitif mahasiswa.
Efektivitas In-House Training terhadap Peningkatan Kapasitas Kader dalam Deteksi Dini dan Pengelolaan Faktor Risiko Diabetes Mellitus Tipe 2 Yudiernawati, Atti; Wahyuni, Tavip Dwi; Abiddin, Andi Hayyun
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 5 (2026): Volume 8 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i5.25150

Abstract

ABSTRACT Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a non-communicable disease with a continuously increasing prevalence and poses a major public health challenge. Early detection and management of T2DM risk factors at the community level are essential strategies to reduce disease burden. Health cadres play a strategic role in promotive and preventive services; however, limited knowledge and skills often hinder optimal implementation. This study aimed to improve the capacity of health cadres in early detection and management of T2DM risk factors through In-House Training. This study employed a pre-experimental one-group pretest–posttest design. The intervention consisted of educational sessions, interactive discussions, and practical training on T2DM risk factors and community-based screening techniques. Knowledge and skills were measured before and after the training using structured assessment tools. The results showed a significant improvement in both knowledge and skills after the training. The mean knowledge score increased from 55.4 ± 12.7 (pretest) to 82.1 ± 10.3 (posttest) (p 0.001). Similarly, the mean skill score improved from 48.7 ± 11.2 to 78.6 ± 9.5 (p 0.001), indicating a statistically significant enhancement in cadre capacity. In-House Training is an effective and practical approach to strengthening the capacity of health cadres in early detection and management of T2DM risk factors. This strategy may support sustainable community-based diabetes prevention and control programs. Keywords: Type 2 Diabetes Mellitus, Health Cadres, Early Detection, In-House Training.  ABSTRAK Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat dan menjadi tantangan utama kesehatan masyarakat. Deteksi dini serta pengelolaan faktor risiko DMT2 di tingkat komunitas merupakan strategi penting untuk menurunkan beban penyakit. Kader kesehatan memiliki peran strategis dalam pelayanan promotif dan preventif, namun keterbatasan pengetahuan dan keterampilan sering menjadi hambatan dalam pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam deteksi dini dan pengelolaan faktor risiko DMT2 melalui In-House Training. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest–posttest. Intervensi meliputi pemberian materi edukatif, diskusi interaktif, dan pelatihan praktik terkait faktor risiko DMT2 serta teknik skrining sederhana berbasis komunitas. Pengetahuan dan keterampilan kader diukur sebelum dan sesudah pelatihan menggunakan instrumen penilaian terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor pengetahuan dan keterampilan kader setelah pelatihan. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 55,4 ± 12,7 (pretest) menjadi 82,1 ± 10,3 (posttest) (p 0,001). Rata-rata skor keterampilan juga meningkat dari 48,7 ± 11,2 menjadi 78,6 ± 9,5 (p 0,001), yang menunjukkan peningkatan kapasitas kader secara bermakna. In-House Training merupakan pendekatan yang efektif dan aplikatif dalam meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam deteksi dini dan pengelolaan faktor risiko DMT2. Strategi ini berpotensi memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian diabetes secara berkelanjutan di tingkat komunitas. Kata Kunci: Diabetes Mellitus Tipe 2, Kader Kesehatan, Deteksi Dini, In-House Training.