Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Dampak Senam Kaki Diabetik dalam Menurunkan Glukosa Darah pada Lansia Di UPT PPSLU Mappakasunggu Kota Pare Pare Husri, Hasiwulansi; Ida, Ida; Izza, Izza; Helena, Masita; K, Musdalifah; Nirma, Nirma; Aisyah Saleh, Nur; Wafiah, Nur; Kaharuddin, Nurwildah; Fadli, Fadli; Sastria Ahmad, Andi
Mega Buana Journal of Innovation and Community Service Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/fstw8k49

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit jangka panjang yang memerlukan perawatan berkelanjutan. Perubahan gaya hidup, seperti pola makan, kurang berolahraga, dan kelebihan berat badan, dapat menyebabkan kadar gula darah tidak terkendali, yang dapat memicu diabetes melitus tipe 2. Metode dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi pemeriksaan tanda-tanda vital, pemeriksaan asam urat dan GDS, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan senam kaki diabetik yang bertujuan untuk mengendalikan kadar glukosa darah dan melancarkan sirkulasi darah. Hasil kegiatan diperoleh glukosa darah pada lansia berdasarkan kelompok usia 60-70 tahun (57%) dengan nilai glukosa darah terendah yaitu 99 mg/dL dan nilai glukosa darah tertinggi yaitu 262 mg/dL, usia 71-80 tahun (22%) dengan nilai glukosa darah terendah yaitu 117 mg/dL dan nilai glukosa darah tertinggi yaitu 199 mg/dL sedangkan  umur ≥ 80 tahun (21%) dengan nilai glukosa darah terendah 102 mg/dL dan nilai glukosa darah tertinggi yaitu 220 mg/dL. Kesimpulan: Semua lansia dalam kegiatan pengabdian masyarakat dapat memahami tentang terapi aktivitas fisik senam kaki diabetik untuk mengontrol kadar glukosa darah. Saran dari kegiatan pengabdian ini adalah diharapkan senam kaki diabetik dapat dijadwalkan secara rutin minimal 2-3 kali perminggu, lansia dapat melakukan senam kaki diabetik dirumah secara mandiri serta tenaga kesehatan memberikan edukasi yang berkelanjutan mengenai pengendalian diabetes melitus dan juga gaya hidup sehat yang mendukung penurunan resiko komplikasi.
Factors Related to the Incidence of Stunting in Children in the Working Area of the Pontap Health Center, Palopo City in 2025 Nirma, Nirma; Sastria Ahmad, Andi; Asriadi, Asriadi; Amanah AN, Indra
AACENDIKIA: Journal of Nursing Vol. 4 No. 2 (2025): AACENDIKIA: Journal of Nursing
Publisher : Althar Cendikia Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/aacendikiajon.v4i2.61

Abstract

Stress is a physical, mental, and behavioral response to the pressure people experience to adapt and manage internal and external pressures. Stress can affect anyone, including teenagers. The stress experienced by teenagers can be caused by factors such as parental parenting, family support, and feelings of loneliness in the family environment. This Research aims to determine whether factors are associated with stunting among children in the work area of the Pontap Health Center in Palopo City. This type of Research is a quantitative survey Research design with a cross-sectional approach. This Research used a purposive sampling method, with a sample of 53 respondents from the work area of the Pontap Health Center in Palopo City in 2025. The instruments of this Research were a questionnaire and the KMS book. Chi-Square in maternal knowledge Research shows a significance value of ρ=0.001; in research on maternal parenting patterns, it shows a significance value of ρ=0.001; and in socio-economic research, it shows a significance value of ρ=0.041. Mother's knowledge, mother's parenting style, and social economy are factors in the incidence of stunting in the work area of the Pontap Health Center in Palopo City in 2025.