Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PERANCANGAN SISTEM SIGNAGE DAN WAYFINDING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN DI PUSKESMAS ANDALAS Muhammad Zia Ulhaq; Tangsi Tangsi; Satriadi Satriadi; Faisal Faisal; Mukhamad Aji Prasetyo; Syamsul Ma’arif; Muhammad Akhirul Ikhsan; Afifa Amini
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 5, No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v5i1.86134

Abstract

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat. Namun, keterbatasan sistem informasi visual di lingkungan pelayanan seringkali menimbulkan kesulitan bagi pengunjung dalam mengakses layanan secara efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk merancang sistem signage dan wayfinding yang mampu meningkatkan kemudahan navigasi serta kualitas pelayanan di Puskesmas Andalas. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan tahapan identifikasi masalah, pengumpulan data, perancangan desain, serta evaluasi. Hasil kegiatan berupa pengembangan Environmental Graphic Design (EGD) yang mencakup identification sign, direction sign, information sign, dan signage penanda utama. Desain yang dihasilkan mengutamakan aspek keterbacaan, kejelasan informasi, dan konsistensi visual. Implementasi desain ini diharapkan dapat mengurangi kebingungan pengunjung, meningkatkan efisiensi pelayanan, serta menciptakan lingkungan pelayanan kesehatan yang lebih informatif dan ramah pengguna.
Pelatihan Batik Tulis bagi Komunitas Peduli Makassar sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Hasnawati Hasnawati; Aulia Evawani Nurdin; Satriadi Satriadi; Nurachmy Sahnir; Hotimah Hotimah
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 5, No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v5i1.85103

Abstract

Kegiatan pelatihan batik tulis ini merupakan salah satu upaya pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan keterampilan kreatif berbasis seni dan budaya local khususnya bagi Komunitas Peduli Makassar. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pelatihan batik tulis bagi Komunitas Peduli Makassar sebagai bentuk peningkatan kreativitas dan keterampilan Masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan pembuatan batik tulis. Peserta pelatihan diberikan pemahaman mengenai pengenalan alat dan bahan, teknik dasar membatik, proses pencantingan, pewarnaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme yang tinggi selama mengikuti pelatihan serta mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat batik tulis. Sebagai pemula dalam membuat batik tulis, peserta pelatihan mampu membuat desain sederhana, memindahkan desain di atas kain, mencanting, dan mewarnai, Selain itu, kegiatan ini mampu menumbuhkan kreativitas dan membuka peluang pengembangan usaha berbasis kerajinan batik. Pelatihan batik tulis bagi Komunitas Peduli Makassar diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat secara berkelanjutan.
PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS SENI Satriadi Satriadi; Muhammad Syafruddin Akmal; Romansyah Sahabuddin; Basri Bado
JURNAL IMAJINASI Vol 9, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v9i2.78012

Abstract

Pendidikan kewirausahaan tradisional seringkali terfokus pada aspek teknis bisnis, sehingga mengabaikan pengembangan kreativitas dan kemampuan berpikir inovatif yang krusial di era modern. Artikel ini mengusulkan model Pendidikan Kewirausahaan Berbasis Seni sebagai solusi untuk mengatasi kesenjangan antara pemahaman teori dan kemampuan inovasi nyata. Melalui kajian literatur dan analisis konseptual, artikel ini menemukan bahwa integrasi seni dalam kurikulum secara signifikan mampu meningkatkan kompetensi kunci seperti berpikir kreatif, inteligensi emosional, kemampuan bercerita (storytelling), dan resiliensi. Seni mengajarkan proses iteratif, penerimaan ketidakpastian, dan nilai estetika—semua merupakan fondasi bagi seorang wirausahawan sukses. Konsep ini menawarkan kerangka kerja bagi pendidik dan lembaga untuk merancang pembelajaran yang lebih holistik, yang tidak hanya menghasilkan pebisnis yang kompeten, tetapi juga pencipta dan inovator sejati yang mampu melukis masa depan mereka sendiri.