p-Index From 2021 - 2026
5.621
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sosiohumaniora Indonesian Journal of Applied Linguistics (IJAL) Jurnal Pariwisata Pesona Jurnal Master Pariwisata (JUMPA) Jurnal Nasional Pariwisata JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Jurnal Sejarah Citra Lekha Journal of Indonesian History Journal of Governance MUDRA Jurnal Seni Budaya Panggung Journal of Islamic Architecture Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi Al-Daulah : Jurnal Hukum dan Perundangan Islam Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Metahumaniora Diakronika Tourism Scientific Journal Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Unri Conference Series: Community Engagement Journal of Sustainable Tourism Research Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu komunikasi Media dan Cinema PARAHITA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat International Journal of Science and Society (IJSOC) JPIG Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat International Journal of Applied Sciences in Tourism and Events Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) Pusaka : Journal of Tourism, Hospitality, Travel and Business Event Pariwisata Budaya: Jurnal Ilmiah Pariwisata Agama dan Budaya MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Masyarakat Pariwisata: Journal of Community Services in Tourism Journal of Environment and Sustainability Education Panggung
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh E-Marketing Sebagai Media Promosi Potensi Pariwisata Era Revolusi Industri 4.0 di Saung Angklung Udjo Nurul Rochmah Pramadika; Rusdin Tahir; Awaludin Nugraha; Heryadi Rachmat; Ute Lies Khadijah
Tornare: Journal of Sustainable and Research Vol 3, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/tornare.v3i1.25789

Abstract

ABSTRAKRevolusi industri 4.0 merupakan fenomena yang mengkolaborasi antara teknologi cyber dengan konsep penerapannya tidak memerlukan tenaga kerja manusia dalam aplikasi prosesnya. Pemasaran di dunia bisnis pariwisata dengan menggunakan teknologi akan sangat membantu penyedia jasa memberikan gambaran produk terhadap calon klien mereka. Digitalisasi media yang digunakan dalam kegiatan pemasaran ini harus dilakukan secara efesien dan efektif, oleh karena itu dalam penelitian ini e-marketing diangkat sebagai topik karena dinilai sebagai salah satu cara aksi pemasaran yang dapat membantu berperan dalam promosi pariwisata.Dengan bermunculan atraksi dan daya tarik wisata yang baru dan menarik di kota Bandung, apakah akan berdampak pada motivasi kunjungan wisatawan ke Saung Angklung Udjo. Maka dari itu penulis mengidentifikasi daya tarik wisata yang terdiri dari potensi. E-Marketing membantu dalam memberikan gambaran potensi pariwisata kepada wisatawan baik mancanegara maupun domestik.Kata kunci; E-Marketing, digitalisasi, teknologi , potensi
Interpretasi Kebijakan Pembangunan Kepariwisataan Indonesia Awaludin Nugraha
Tornare: Journal of Sustainable and Research Vol 2, No 2 (2020): Mei, 2020
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/tornare.v2i2.27221

Abstract

Kebijakan pembangunan kepariwisataan Indonesia berkembang seiring dengan perkembangan politiknya. Dua undang-undang tentang kepariwisataan, yaitu UU 9/1990 dan UU 10/2009 merupakan produk kebijakan pembangunan kepariwisataan Indonesia. Keduanya dihasilkan dalam kondisi politik yang berbeda. Tujuan kebijakan pembangunan kepariwisataan Indonesia adalah mewujudkan tujuan nasional bangsa Indonesia melalui pembangunan kepariwisataan. Tujuan nasional bangsa Indonesia tersurat dan tersirat dalam Pembukaan UUD 1945. Artikel ini bertujuan untuk memahami perkembangan paradigma kebijakan pembangunan kepariwisataan di Indonesia melalui pemaknaan terhadap UU 9/1990 dan UU 10/2009 yang dikaitkan dengan tujuan nasional bangsa Indonesia. Untuk memahami hal tersebut diperlukan interpretasi terhadap kedua kebijakan tersebut dengan mengaitkannya pada esensi Pembukaan UUD 1945. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kepustakaan. Analisis datanya menggunakan metode hermeneutika Dilthey berupa kegiatan yang bersifat triadik terhadap ketiga sisi yang saling berhubungan dan saling berdialektik, yaitu teks kebijakan, pengalaman mental pembuatnya, dan subjek yang meginterpretasikannya. Makna teks kebijakan dipahami melalui sejarah pembuat dan pembuatannya, sedangkan subjek yang menginterpretasikannya harus memasuki jiwa zaman masa pembuatan teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pembangunan kepariwisataan tahun 1990 sejalan dengan tujuan bangsa Indonesia, karena paradigma persatuan dan kekeluargaan masih diusung oleh kebijakan itu. Kebijakan pembangunan kepariwisataan tahun 2009 mulai berbelok menjauh dari tujuan bangsa Indonesia, karena telah dibawa ke paradigma persaingan bebas yang mengabaikan aspek kekeluargaan.
Pengembangan Agrowisata Melalui Pendekatan Community Based Tourism di Desa Mirat Kabupaten Majalengka – Jawa Barat Acep Rahmat; Evi Novianti; Ute Lies Siti Khadijah; Reiza D Dienaputra; Awaludin Nugraha
PARAHITA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal (Jurnal Ilmiah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/parahita.v3i1.57

Abstract

Desa Mira merupakan salah satu desa yang berada di wilayah administrasi Kabupaten Majalengka. Wilayah ini memiliki bentang alam yang cukup lengkap, seperti dataran rendah berupa hamparan sawah dan perkebunan yang luas serta terdapat perbukitan disertai struktur bebatuan yang tersebar luas sehingga membentuk tebing-tebing. Adanya sumber daya alam tersebut perlu adanya pengembangan serta pengelolaan potensi Desa Mirat menjadi kawasan desa wisata khususnya di bidang agrowsiata serta melibatkan warga lokal yang berguna sebagai perberdayaan dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Studi ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengembangan agrowisata di Desa Mirat dengan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis pariwisata. Hasil penelitian menujukan perlu adanya program pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan bercorak agrowisata yang dilakukan oleh pemerintah Desa Mirat berupa pelatihan dan pembinaan sadar wisata. Selain itu minimnya aksebilitas yang membuat kawasan tersebut sulit untuk dikunjungi, serta perlunya promosi agrowisata dibuat semenarik mungkin agar wisatawan tertarik mengunjungi agrowisata dengan berbagai event-event pariwisata
Tradisi Lisan dalam Melestarikan Lingkungan Alam di Kampung Adat Dukuh, Desa Ciroyom, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut Nyai Kartika; Reiza D. Dienaputra; Susi Machdalena; Awaludin Nugraha; Nani Sriwardani
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 37 No 3 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v37i3.1982

Abstract

Life in kampung adat is always interesting to study. Not only it has different culture than what is fostered by the community in general, kampung adat also has local wisdom that is ardently upheld by its community. One example is an oral tradition in Kampung Adat Dukuh, Ciroyom Village, Cikelet Subdistrict, Garut District, which is known as Uga Mandeling. The oral tradition contains local wisdom in preserving the natural environment. This study aims to further explore Uga Mandeling oral tradition and the extent to which it affects the life of the community. This study applied a historical method with four stages, namely heuristics, criticism, interpretation, and historiography, to analyze Uga Mandeling in Kampung Adat Dukuh. The results show that, in addition to maintaining the natural environment, Uga Mandeling also contains an appeal to lead a harmonious life with other communities as well as the government. This study is expected to contribute to the relevant literature, particularly related to Kampung Adat Dukuh.
Pariwisata Pendidikan Berbasis Budaya dan Pewarisan Nilai-Nilai Budaya Lokal: Kasus Kampung Naga Awaludin Nugraha
Metahumaniora Vol 8, No 1 (2018): METAHUMANIORA, APRIL 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v8i1.18880

Abstract

AbstrakSalah satu manfaat pariwisata adalah untuk memperkuat preservasi warisanbudaya dan tradisi. Dalam konteks itu, penulisan artikel ini bertujuan untuk memahamicara masyarakat Kampung Naga mewariskan nilai-nilai budayanya melalui kegiatanpariwisata pendidikan. Teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi kepustakaandigunakan untuk mengumpulkan datanya. Metode analisis datanya menggunakananalisis kualitatif interpretatif, sedangkan teknik analisis datanya menggunakan modelinteraktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pariwisata dimanfaatkanoleh masyarakat Kampung Naga untuk mewariskan nilai-nilai budayanya kepadapelajar dan mahasiswa melalui pariwisata pendidikan. Nilai-nilai budaya masyarakatKampung Naga yang dapat dinikmati wisatawan melalui atraksi wisata budaya tangibledan intangible diwariskan pada pelajar dan mahasiswa dengan cara tinggal dan terlibatdalam kehidupan sehari-harinya. Dengan cara itu, pelajar dan mahasiswa dapat secaraintensif mempelajari nilai-nilai budaya masyarakat Kampung Naga karena terbanguninteraksi sosial yang intim antara pelajar/mahasiswa dengan masyarakat KampungNaga. Kesempatan itu hanya diberikan pada pelajar dan mahasiswa, tidak pada seluruhwisatawan, apalagi wisatawan mancanegara.Kata kunci: pariwisata pendidikan, pewarisan budaya, manfaat pariwisataAbstractOne of the benefits of tourism is to reinforce the preservation of cultural heritage andtraditions. In that context, the writing of this article aims to understand the way Kampung Nagacommunity bequeaths its cultural values through educational tourism activities. Observationtechniques, in-depth interviews, and literature studies were used to collect data. The method of dataanalysis used interpretative qualitative analysis, while the data analysis technique used interactivemodel. The results shows that the tourism activities are utilized by Kampung Naga community tobequeath on cultural values to students through educational tourism. Cultural values of KampungNaga community that can be enjoyed by tourists through tangible and intangible culturalattractions are bequeathed on to the students by staying and engaging in their daily life. That way,the students can intensively learn about the cultural values of Kampung Naga community becauseof the intimate social interaction between the students and the Kampung Naga community. Thatopportunity is only given to the students, not to all tourists, moreover foreign tourists.Keywords: educational tourism, cultural heritage, tourism benefits
Network Analysis Trough Scape and Flow Tourism Promotion in Bintan Regency Jaya Hermawan; Evi Novianti; Awaludin Nugraha; Uud Wahyudin; Dina Oktavia
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 3 (2022): Budapest International Research and Critics Institute August
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i3.6764

Abstract

This study describes the concept of network through the dimensions of scape and flow. To build an analytical framework that describes the two dimensions of the network, a literature study from various sources is carried out that discusses the context of tourism promotion. This analytical framework is then elaborated through the results of in-depth interviews with twenty informants who represent the main tourism stakeholders in Bintan Regency. The informants, among others, represent elements of the government, the private sector, academia, and the community. To strengthen the analysis, especially related to the development of tourism promotion which can be directly or indirectly seen from the trend of key tourism indicators in Bintan Regency, a literature review from various books, journals, research references and online news sources from the internet is used. The Result Main finding, established networks seldom play significant role in tourism promotion as they are viewed as already settled. While tourism promotion strategy tends to inherently shows innovation, so it won’t be viewed as repetitive or redundant. This then affect engagement in post-Pandemic tourism, as shown with Bintan Regency case.
CULTURAL-BASED TOURISM IN CIREBON: A STUDY OF COMMODIFICATION IN CULTURAL TOURISM Nyai Kartika; Reiza Dienaputra; Susi Machdalena; Awaludin Nugraha
Sosiohumaniora Vol 24, No 3 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v24i3.33432

Abstract

The people of Cirebon have various religious, ethnic and cultural backgrounds. However, they can live harmoniously in such diversity. Cirebon is interesting to explore due to its abundant culture-based tourism. However, in the tourism industry, the process of commodification is inevitable as part of current development. Therefore, this study employed a qualitative method using historical, social, and cultural commodification approaches expected to provide a better overview and information regarding culture-based tourism in Cirebon. The commodification of culture allows cultural forms to be a tradable commodity. It changes culture as originally a social relationship into culture as an economic relationship. Thus, it is important to apply historical and social approaches in the study to determine the existence of cultural heritage. This encourages the researchers to further discover the extent to which commodification is implemented in the culture-based tourism industry in Cirebon, aiming to provide information to the public to give more attention as well as participate in preserving cultural heritage in the midst of the challenges of modern times. The results of this study show an overview of cultural tourism in Cirebon, in which various elements of society are expected to help preserve and maintain culture as self-identity.
KAJIAN KONSEP EKOWISATA BERBASIS MASYARAKAT DALAM MENUNJANG PENGEMBANGAN PARIWISATA: SEBUAH STUDI LITERATUR Rifqi Asy’ari; Reiza D. Dienaputra; Awaludin Nugraha; Rusdin Tahir; Cecep Ucu Rakhman; Rifki Rahmanda Putra
Jurnal Pariwisata Budaya: Jurnal Ilmiah Pariwisata Agama dan Budaya Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.967 KB) | DOI: 10.25078/pariwisata.v6i1.113

Abstract

Along with the development of the era, the terminology of ecotourism has continued to develop without eliminating the essential in the definition of ecotourism itself, namely conservation or conservation for nature, culture and society itself. The concept of community-based ecotourism became a concept that developed in the 2000s where the terminology of this concept is more appropriate to involve the community in planning, implementing ecotourism management and all the benefits that are obtained. This study examines the extent to which the concept of community-based ecotourism supports tourism development and what are the obstacles in the concept of community-based ecotourism which can then become recommendations for further research. The method used is a qualitative method in the form of a literature study of the 20 articles obtained. The search tool used is to analyze or dismantle, then the data is analyzed using the literature review method with traditional review techniques. The concept of community-based ecotourism in the context of tourism development can be interpreted as a form of development in resource use by involving the community as the key holder. The concept of community-based ecotourism is also a new concept and opens up opportunities to enrich the study. The indicators obtained from the analysis show that the indicators of resources, community and tourists are factors in tourism development using the concept of community-based ecotourism.
Motif Batik Ciwaringin sebagai Identitas Budaya Lokal Cirebon Susi Machdalena; Reiza D. Dienaputra; Agus S. Suryadimulya; Awaludin Nugraha; N. Kartika; Susi Yuliawati
PANGGUNG Vol 33, No 1 (2023): Nilai-Nilai Seni Indonesia: Rekonstruksi, Implementasi, dan Inovasi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (954.87 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v33i1.2476

Abstract

Artikel ini membahas motif-motif Batik Ciwaringin yang mempunyai kekhasan dan keunikan tersendiri. Batik Ciwaringin dibuat tidak menggunakan pola dalam proses membatiknya, dikerjakan para ibu yang sudah berumur lanjut, untuk mewarnai batik digunakan bahan pewarna alam, motif batik kental dengan nilai-nilai Islam, karena awal mulanya terdapat batik di Ciwaringin dibuat oleh para santri di pesantren. Hal-hal tesebut menjadi unggulan Batik Ciwaringin dan menjadi identitas masyarakatnya. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pendekatan ini digunakan untuk memaparkan kearifan lokal dan identitas masyarakat Ciwaringin. Data-data yang berupa motif-motif batik Ciwaringin diperoleh dari sanggar Batik Muhammad Suja’i dan sanggar Batik Risma. Data-data dipilah berdasarkan pola motif batik. Terdapat lima pola motif, yaitu pola geometris, pangkaan, byur, ceplak-ceplok, laseman, dan pola kombinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motif-motif batik dengan berbagai ragam hias berasal dari alam di sekitar Desa Ciwaringin. Batik Ciwaringin merupakan hasil ekspresi kultural para perajinnya dengan motif-motif yang tidak keluar dari sosio-kultural Islam karena sejak awal adanya Batik Ciwaringin berpedoman pada ajaran-ajaran Islam. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Batik Ciwaringin menunjukkan identitas budaya Ciwaringin yang kaya akan flora dan fauna. Kata kunci: Motif batik, kearifan lokal, identitas Kata kunci: Motif batik, kearifan lokal, identitas.
Unveiling cultural intelligence: A comparative study of Japanese and Indonesian idiomatic expressions Agus Suherman Suryadimulya; Reiza D. Dienaputra; Susi Machdalena; Awaludin Nugraha; Nyai Kartika
Indonesian Journal of Applied Linguistics Vol 13, No 1 (2023): Vol. 13, No.1, May 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijal.v13i1.58248

Abstract

This paper delves into the realm of cultural intelligence inherent in Japanese and Indonesian idiomatic expressions. In the context of intercultural communication, Indonesian speakers utilize diverse cultural intelligence frameworks to express various facets of Japanese culture, with language serving as a prominent component. While a plethora of studies have examined idioms from semantic and semiotic perspectives, a notable gap exists in the literature regarding the exploration of cultural intelligence within idiomatic expressions in both languages, encompassing both structural and semantic analyses. Filling this research void, the present study aims to elucidate the concept of cultural intelligence, specifically focusing on the comprehension of Japanese and Indonesian idioms, particularly those related to the notion of "face". Employing a descriptive research approach, data comprising 16 Japanese idioms and 13 Indonesian idioms were meticulously examined to unveil the cultural significance within each group. The idioms were sourced from various dictionaries and specifically focused on expressions related to body parts, especially the face, which are commonly employed in everyday life. These idiomatic expressions were systematically classified into three categories and subjected to comprehensive analysis. The findings reveal that the majority of the idioms convey emotions, personal characteristics, and concepts of honor, thereby reflecting both cultural similarities and differences between Indonesian and Japanese cultures through idiomatic expressions. This study sheds further light on the intersection between cultural intelligence and idiomatic language, enhancing our understanding of how culture influences language use and interpretation.
Co-Authors Aan Suryana Acep Rahmat Agus Cahyana Agus S. Suryadimulya Agus S. Suryadimulya Agus Suherman Suryadimulya Agus Suherman Suryadimulya Andini, Cindy Andini, Cindy Ani Wijayanti Annisa Bintang Kusumawardhani Aping Firman Juliansyah Arifda, Jannatinnai’mah Asy'ari, Rifqi Asy'ari, Rifqi Bambang Hermanto Cecep Ucu Rakhman Cipta Endyana Cipto Surya Pramesti Dadang Suganda Dina Oktavia Dwi Hadian, Mohammad Sapari Edwin Rizal Emmy Sundari Evi Novianti Evi Novianti Evi Novianti Evi Novianti Fitra Riyanto fitriyah Florenza, Lovinda Lusya Hadian, M. Sapari Dwi Hadian, Mohammad Sapari Dwi Harprianto, RM Anto Heddy Shri Ahimsa-Putra Hermanto, Bambang Heryadi Rachmat Irianto Putra, Adhika Graha Jamaluddin, Muh. Fakhri Janianton Damanik Jaya Hermawan Juwita, Tita Kartika, N. kasiran, sugiarti Kunkun Kurniawan Kunto Sofianto Lukman, Kevin Muhamad M. Baiquni Maharani, Najla Raisa Moh. Sapari Dwi Hadian, Moh. Sapari Dwi Mohamad Sapari Hadian Muhamad Adji Munigar, Muhammad Miqdad Rojab Nana Darna Nani Darmayanti, Nani Nuralim, Muhamad Nurul Rochmah Pramadika Nurul Rochmah Pramadika Nyai Kartika Oktavia, Dina Pamungkas, Kasno Permadi, R. Willy Ananta Putra, Adhika Graha Irianto R.M. Mulyadi Reiza D. Dienaputra Rifki Rahmanda Putra Rifqi Asy’ari Rina Wahyunita RR. Erna Sadiarti Budiningtyas Rusdin Tahir Rusdin Tahir Rusdin Tahir Rusdin Tahir Rusdin Tahir, Rusdin Sahabudin, Arfah Setiawan Sabana Setiawan Sabana Solihin, Hanhan Hanafiah Sriwardani, Nani Sundari, Emmy Suriwahyudi Suryadimulya, Agus S. Suryana, Aan Susi Machdalena Tahir, Rusdin Tita Juwita Tommy Andrianto Tri Kuntoro Priyambodo Ute Lies Siti Khadijah Uud Wahyudin Wahyunita, Rina Withaningsih, Susanti Wulung, Shandra Rama Panji Yuliawati, Susi Yunus Winoto Yustikasari, Yustikasari Yusuf, Hilmi Maulana Zahra, Izzatun