p-Index From 2021 - 2026
5.621
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sosiohumaniora Indonesian Journal of Applied Linguistics (IJAL) Jurnal Pariwisata Pesona Jurnal Master Pariwisata (JUMPA) Jurnal Nasional Pariwisata JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Jurnal Sejarah Citra Lekha Journal of Indonesian History Journal of Governance MUDRA Jurnal Seni Budaya Panggung Journal of Islamic Architecture Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi Al-Daulah : Jurnal Hukum dan Perundangan Islam Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Metahumaniora Diakronika Tourism Scientific Journal Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Unri Conference Series: Community Engagement Journal of Sustainable Tourism Research Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu komunikasi Media dan Cinema PARAHITA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat International Journal of Science and Society (IJSOC) JPIG Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat International Journal of Applied Sciences in Tourism and Events Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) Pusaka : Journal of Tourism, Hospitality, Travel and Business Event Pariwisata Budaya: Jurnal Ilmiah Pariwisata Agama dan Budaya MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Masyarakat Pariwisata: Journal of Community Services in Tourism Journal of Environment and Sustainability Education Panggung
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Panggung

Seni Lukis Modern Bernafaskan Islam di Bandung 1970-2000an Agus Cahyana; Reiza D Dienaputra; Setiawan Sabana; Awaludin Nugraha
PANGGUNG Vol 30 No 1 (2020): Polisemi dalam Interpretasi Tradisi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v30i1.1136

Abstract

ABSTRACTWriting the history of the development of modern Indonesian painting from thematic point of viewstill refers to importance events that compose the mainstream of contemporary art trends in Indonesiainfluenced by the West. While events that are no less important relating to the emergence of aesthetictendencies related to religion have been marginalized, especially in modern art with Islamic breath becomeimportant part in the history of the development of modern Indonesian painting, aesthetic approach toanalyze the visual elements present in the painting. The result of this study the development of modernIslamic art in Bandung shows that there are 4 period of development, the 70s, the 80s, the 90s, and 2000s.This division of time is based on thematic tendencies that emerge and became the main tendencies at eachtime.Keywords: Painting, modern, Islam, BandungABSTRAKPenulisan sejarah perkembangan seni lukis modern Indonesia dari sudut pandang tematik hinggasaat ini masih mengacu pada peristiwa penting yang menggubah arus utama kecenderunganseni rupa kontemporer di Indonesia yang dipengaruhi Barat. Sementara peristiwa yang tidakkalah penting berkaitan dengan munculnya kecenderungan estetik yang berkaitan denganagama menjadi terpinggirkan, khususnya dalam seni lukis modern bernafaskan Islam. Halitu yang menjadi latar belakang penelitian ini dilakukan dengan tujuan agar perkembanganseni lukis modern bernafaskan Islam menjadi bagian penting dalam sejarah perkembanganseni lukis modern Indonesia khususnya di kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metodesejarah visual yang tentu melibatkan pendekatan estetik untuk menganalisis unsur-unsurrupa yang hadir dalam lukisan. Hasil dari penelitian ini perkembangan seni lukis modernbernafaskan Islam di kota Bandung secara tematik menunjukkan bahwa terdapat 4 periodeperkembangan, yaitu masa tahun 70-an, masa perkembangan di tahun 80-an, di tahun 90-andan tahun 2000-an. Pembagian masa ini berdasarkan kecenderungan tematik yang muncul danmenjadi kecenderungan utama pada tiap masa.Kata Kunci: Seni lukis, modern, Islam, Bandung
Batik Pasiran: Wujud Kearifan Lokal Batik Kampung Pasir Garut Nyai Kartika; Reiza D. Dienaputra; Susi Machdalena; Awaludin Nugraha
PANGGUNG Vol 30 No 4 (2020): Kearifan Lokal dalam Metode, Model dan Inovasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v30i4.1368

Abstract

Batik Pasiran merupakan wujud seni batik yang dihasilkan oleh masyarakat Kampung Pasir,Desa Cintakarya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut. Batik Pasiran tergolong batik yangbaru berkembang dan diperkenalkan oleh masyarakat Kampung Pasir. Batik tersebut memilikikeunikan dan nilai-nilai leluhur Kampung Adat Pasir, bentuk kearifan lokal masyarakatnya.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan analisis budaya yang diharapkanmampu mengungkap dan menjabarkan bagaimana bentuk kearifan lokal yang dikiaskandalam Batik Pasiran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitiankualitatif yang akan membantu mengabstraksikan pertalian antara bentuk seni dalam hal inibatik dengan nilai-nilai kearifan lokal yang hidup di dalam budaya masyarakat KampungPasir. Hasil penelitian menjelaskan bahwa corak motif Pasiran menggambarkan kehidupanmasyarakat yang menyatu dengan alam. Dalam hal ini batik, bukan hanya sekedar hasil budaya,lebih jauh lagi makna dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya merupakan ungkapan daripengalaman empiris dan keseharian masyarakat yang membentuk satu kesatuan budaya.Kata Kunci: Batik, Pasiran, Kearifan Lokal
Reduplikasi Upacara Adat Bapelas Sebagai Simbol Kekuasaan Kerajaan Kutai Kartanegara Emmy Sundari; Reiza D Dienaputra; Awaludin Nugraha; Susi Yuliawati
PANGGUNG Vol 31 No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v31i3.1679

Abstract

Subjek penelitian ini adalah upacara adat Bapelas. Objek pembahasannya tentang pembacaansimbol-simbol kekuasaan di upacara adat Bapelas. Pembacaan simbol dilakukan dalam bentukreduplikasi dan pengamatan langsung struktur pelaksanaan upacara adat Bapelas. Pengkajianini dilakukan melalui pengumpulan data-data secara empiris, bersifat induktif, menggunakanmetode kualitatif dan analisis interpretatif. Reduplikasi upacara adat Bapelas merupakanpengulangan upacara ritual-sakral warisan leluhur secara turun-temurun dari tahun ke tahun.Upacara adat Bapelas menyimpan banyak simbol-simbol yang mencerminkan kekuasaansultan sebagai pemegang kekuasaan di Kerajaan Kutai. Namun sultan sendiri tidak memegangkekuasaan dan wewenang di masa pemerintahan Republik Indonesia. Kekuasaan dalampenelitian ini, hanya sebatas kekuasaan sultan sebagai pemegang kekuasaan adat di kerajaan.Kekuasaan dan wewenang hanya sebagai simbol legitimasi atau pengakuan bahwa KerajaanKutai Kartanegara sampai saat ini masih berdiri. Pemerintah Indonesia menjadikan Kerajaanini sebagai warisan budaya (kearifan lokal) dan pariwisata bagi kemajuan ekonomi, sosial, danpolitik Kutai Kartanegara .Kata Kunci: Bapelas, simbol, kekuasaan.
Motif Batik Ciwaringin sebagai Identitas Budaya Lokal Cirebon Susi Machdalena; Reiza D. Dienaputra; Agus S. Suryadimulya; Awaludin Nugraha; N. Kartika; Susi Yuliawati
PANGGUNG Vol 33 No 1 (2023): Nilai-Nilai Seni Indonesia: Rekonstruksi, Implementasi, dan Inovasi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i1.2476

Abstract

Artikel ini membahas motif-motif Batik Ciwaringin yang mempunyai kekhasan dan keunikan tersendiri. Batik Ciwaringin dibuat tidak menggunakan pola dalam proses membatiknya, dikerjakan para ibu yang sudah berumur lanjut, untuk mewarnai batik digunakan bahan pewarna alam, motif batik kental dengan nilai-nilai Islam, karena awal mulanya terdapat batik di Ciwaringin dibuat oleh para santri di pesantren. Hal-hal tesebut menjadi unggulan Batik Ciwaringin dan menjadi identitas masyarakatnya. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pendekatan ini digunakan untuk memaparkan kearifan lokal dan identitas masyarakat Ciwaringin. Data-data yang berupa motif-motif batik Ciwaringin diperoleh dari sanggar Batik Muhammad Suja’i dan sanggar Batik Risma. Data-data dipilah berdasarkan pola motif batik. Terdapat lima pola motif, yaitu pola geometris, pangkaan, byur, ceplak-ceplok, laseman, dan pola kombinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motif-motif batik dengan berbagai ragam hias berasal dari alam di sekitar Desa Ciwaringin. Batik Ciwaringin merupakan hasil ekspresi kultural para perajinnya dengan motif-motif yang tidak keluar dari sosio-kultural Islam karena sejak awal adanya Batik Ciwaringin berpedoman pada ajaran-ajaran Islam. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Batik Ciwaringin menunjukkan identitas budaya Ciwaringin yang kaya akan flora dan fauna. Kata kunci: Motif batik, kearifan lokal, identitas Kata kunci: Motif batik, kearifan lokal, identitas.
Co-Authors Aan Suryana Acep Rahmat Agus Cahyana Agus S. Suryadimulya Agus S. Suryadimulya Agus Suherman Suryadimulya Agus Suherman Suryadimulya Andini, Cindy Andini, Cindy Ani Wijayanti Annisa Bintang Kusumawardhani Aping Firman Juliansyah Arifda, Jannatinnai’mah Asy'ari, Rifqi Asy'ari, Rifqi Bambang Hermanto Cecep Ucu Rakhman Cipta Endyana Cipto Surya Pramesti Dadang Suganda Dina Oktavia Dwi Hadian, Mohammad Sapari Edwin Rizal Emmy Sundari Evi Novianti Evi Novianti Evi Novianti Evi Novianti Fitra Riyanto fitriyah Florenza, Lovinda Lusya Hadian, M. Sapari Dwi Hadian, Mohammad Sapari Dwi Harprianto, RM Anto Heddy Shri Ahimsa-Putra Hermanto, Bambang Heryadi Rachmat Irianto Putra, Adhika Graha Jamaluddin, Muh. Fakhri Janianton Damanik Jaya Hermawan Juwita, Tita Kartika, N. kasiran, sugiarti Kasno Pamungkas Kunkun Kurniawan Kunto Sofianto Lukman, Kevin Muhamad M. Baiquni Maharani, Najla Raisa Moh. Sapari Dwi Hadian, Moh. Sapari Dwi Mohamad Sapari Hadian Muhamad Adji Munigar, Muhammad Miqdad Rojab Nana Darna Nani Darmayanti Nuralim, Muhamad Nyai Kartika Oktavia, Dina Permadi, R. Willy Ananta Pramadika, Nurul Rochmah Putra, Adhika Graha Irianto R.M. Mulyadi Reiza D. Dienaputra Rifki Rahmanda Putra Rifqi Asy’ari Rina Wahyunita RR. Erna Sadiarti Budiningtyas Rusdin Tahir Rusdin Tahir Rusdin Tahir Rusdin Tahir Rusdin Tahir, Rusdin Sahabudin, Arfah Setiawan Sabana Setiawan Sabana Solihin, Hanhan Hanafiah Sriwardani, Nani Sundari, Emmy Suriwahyudi Suryadimulya, Agus S. Suryana, Aan Susi Machdalena Tahir, Rusdin Tita Juwita Tommy Andrianto Tri Kuntoro Priyambodo Ute Lies Siti Khadijah Uud Wahyudin Wahyunita, Rina Withaningsih, Susanti Wulung, Shandra Rama Panji Yuliawati, Susi Yunus Winoto Yustikasari, Yustikasari Yusuf, Hilmi Maulana Zahra, Izzatun