p-Index From 2021 - 2026
5.621
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sosiohumaniora Indonesian Journal of Applied Linguistics (IJAL) Jurnal Pariwisata Pesona Jurnal Master Pariwisata (JUMPA) Jurnal Nasional Pariwisata JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Jurnal Sejarah Citra Lekha Journal of Indonesian History Journal of Governance MUDRA Jurnal Seni Budaya Panggung Journal of Islamic Architecture Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi Al-Daulah : Jurnal Hukum dan Perundangan Islam Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Metahumaniora Diakronika Tourism Scientific Journal Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Unri Conference Series: Community Engagement Journal of Sustainable Tourism Research Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu komunikasi Media dan Cinema PARAHITA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat International Journal of Science and Society (IJSOC) JPIG Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat International Journal of Applied Sciences in Tourism and Events Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) Pusaka : Journal of Tourism, Hospitality, Travel and Business Event Pariwisata Budaya: Jurnal Ilmiah Pariwisata Agama dan Budaya MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Masyarakat Pariwisata: Journal of Community Services in Tourism Journal of Environment and Sustainability Education Panggung
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Sosiohumaniora

INDUSTRI INDIGO DI KABUPATEN CIREBON PADA MASA SISTEM TANAM PAKSA (1830-1870) Awaludin Nugraha; Kunto Sofianto; R.M. Mulyadi
Sosiohumaniora Vol 3, No 2 (2001): SOSIOHUMANIORA, JULI 2001
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v3i2.5205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merekomendasi industri bahan pewarna alam yang dikenal dengan indigo atau tarum di Kabupaten Cirebon pada tahun 1830 sampai 1870, yaitu ketika Sistem Tanam Paksa diberlakukan oleh pemerintah Hindia Belanda. Pada masa itu, pemerintah Hindia Belanda memaksa penduduk pribumi di kabupaten tersebut untuk menjalankan industri indigo. Fokus penelitian ini diarahkan pada bagaimana beroperasinya industri tersebut di Kabupaten Cirebon dan sampai sejauh mana dampak yang ditimbulkannya. Untuk menjawab permasalahan tersebut dipergunakan metode sejarah, karena peristiwanya sudah terjadi sekitar 1,5 abad yang lalu. Dari penelitian ini bahwa industri indigo di Kabupaten Cirebon pada masa Sistem Tanam Paksa mendatangkan keuntungan yang sangat besar bagi Kerajaan Belanda dan sangat menyengsarakan bagi petani di kabupaten tersebut. Industri ini juga memberi keuntungan bagi para pejabat local pribumi dan sikep-sikep kaya di kabupaten tersebut, sehingga menimbulkan diferensi ekonomi yang semakin tajam antara pejabat local pribumi dan sikep-sikep kaya dengan petani. Dengan demikian, maka Kabupaten Cirebon telah dijadikan sebagai daerah satelit untuk mencari keuntungan ekonomi oleh Kerajaan Belanda yang bertindak sebagai negara metropolis dan pemilik modal, yang dalam hal ini modalnya berupa kekuasaan bukan materi. Kata kunci : Tanam paksa, tarum, dampak, sikep, daerah satelit, metropolis
CULTURAL-BASED TOURISM IN CIREBON: A STUDY OF COMMODIFICATION IN CULTURAL TOURISM Nyai Kartika; Reiza Dienaputra; Susi Machdalena; Awaludin Nugraha
Sosiohumaniora Vol 24, No 3 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v24i3.33432

Abstract

The people of Cirebon have various religious, ethnic and cultural backgrounds. However, they can live harmoniously in such diversity. Cirebon is interesting to explore due to its abundant culture-based tourism. However, in the tourism industry, the process of commodification is inevitable as part of current development. Therefore, this study employed a qualitative method using historical, social, and cultural commodification approaches expected to provide a better overview and information regarding culture-based tourism in Cirebon. The commodification of culture allows cultural forms to be a tradable commodity. It changes culture as originally a social relationship into culture as an economic relationship. Thus, it is important to apply historical and social approaches in the study to determine the existence of cultural heritage. This encourages the researchers to further discover the extent to which commodification is implemented in the culture-based tourism industry in Cirebon, aiming to provide information to the public to give more attention as well as participate in preserving cultural heritage in the midst of the challenges of modern times. The results of this study show an overview of cultural tourism in Cirebon, in which various elements of society are expected to help preserve and maintain culture as self-identity.
Co-Authors Aan Suryana Acep Rahmat Agus Cahyana Agus S. Suryadimulya Agus S. Suryadimulya Agus Suherman Suryadimulya Agus Suherman Suryadimulya Andini, Cindy Andini, Cindy Ani Wijayanti Annisa Bintang Kusumawardhani Aping Firman Juliansyah Arifda, Jannatinnai’mah Asy'ari, Rifqi Asy'ari, Rifqi Bambang Hermanto Cecep Ucu Rakhman Cipta Endyana Cipto Surya Pramesti Dadang Suganda Dina Oktavia Dwi Hadian, Mohammad Sapari Edwin Rizal Emmy Sundari Evi Novianti Evi Novianti Evi Novianti Evi Novianti Fitra Riyanto fitriyah Florenza, Lovinda Lusya Hadian, M. Sapari Dwi Hadian, Mohammad Sapari Dwi Harprianto, RM Anto Heddy Shri Ahimsa-Putra Hermanto, Bambang Heryadi Rachmat Irianto Putra, Adhika Graha Jamaluddin, Muh. Fakhri Janianton Damanik Jaya Hermawan Juwita, Tita Kartika, N. kasiran, sugiarti Kasno Pamungkas Kunkun Kurniawan Kunto Sofianto Lukman, Kevin Muhamad M. Baiquni Maharani, Najla Raisa Moh. Sapari Dwi Hadian, Moh. Sapari Dwi Mohamad Sapari Hadian Muhamad Adji Munigar, Muhammad Miqdad Rojab Nana Darna Nani Darmayanti Nuralim, Muhamad Nyai Kartika Oktavia, Dina Permadi, R. Willy Ananta Pramadika, Nurul Rochmah Putra, Adhika Graha Irianto R.M. Mulyadi Reiza D. Dienaputra Rifki Rahmanda Putra Rifqi Asy’ari Rina Wahyunita RR. Erna Sadiarti Budiningtyas Rusdin Tahir Rusdin Tahir Rusdin Tahir Rusdin Tahir Rusdin Tahir, Rusdin Sahabudin, Arfah Setiawan Sabana Setiawan Sabana Solihin, Hanhan Hanafiah Sriwardani, Nani Sundari, Emmy Suriwahyudi Suryadimulya, Agus S. Suryana, Aan Susi Machdalena Tahir, Rusdin Tita Juwita Tommy Andrianto Tri Kuntoro Priyambodo Ute Lies Siti Khadijah Uud Wahyudin Wahyunita, Rina Withaningsih, Susanti Wulung, Shandra Rama Panji Yuliawati, Susi Yunus Winoto Yustikasari, Yustikasari Yusuf, Hilmi Maulana Zahra, Izzatun