Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN PESTISIDA ORGANIK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP SERANGAN HAMA PADA TANAMAN JERUK MANIS (Citrus sinensis L.) Sue, Maria Roswita Bheno; Prihandarini, Ririen; Wardhani, Tri; Nugroho, Yuni Agung
Agrika Vol. 18 No. 1 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i1.5800

Abstract

ABSTRAK  Jeruk manis (Citrus sinensis L.) tergolong buah penting. Permintaan jeruk terus bertambah dengan meningkatnya jumlah penduduk, kesadaran masyarakat akan kesehatan dan pola makan berimbang. Salah satu penyebab menurunnya produksi buah jeruk adalah serangan hama. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui respon tanaman jeruk manis terhadap pemberian ekstrak daun pepaya sebagai pestisida organik. Metode penelitian menggunakan pre-eksperimental designs dengan pola one-group pretest-posttest design. Metode analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk bertujuan untuk menentukan apakah data yang diambil dari populasi tergolong normal atau tidak. Uji lanjut menggunakan uji statistik paired sample test bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan rata-rata dari dua sampel yang berpasangan. Hasil analisa menunjukkan bahwa data penelitian pada pre-test dan post-test pada serangan hama pada tanaman jeruk manis terdistribusi normal dan terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberi perlakuan ekstrak pestisida organik daun pepaya (Carica papaya L.) pada tanaman jeruk manis. Respon tanaman jeruk manis setelah diberi perlakuan ekstrak pestisida organik daun pepaya tergolong baik (33.37%-66.66%) dan sangat baik (66.67%-100%). Pemberian ekstrak pestisida organik daun pepaya dapat mengurangi serangan hama pada tanaman jeruk manis.  ABSTRAKSweet oranges (Citrus sinensis L.) are classified as important fruits. Demand for oranges continues to increase with increasing population, public awareness of health and a balanced diet. One of the causes of decreased citrus fruit production is pest attacks. The aim of the research was to determine the response of sweet orange plants to the application of pepaya leaf extract as an organic pesticide. The research method uses pre-experimental designs with a one-group pretest-posttest design pattern. The data analysis method uses the Shapiro-Wilk normality test which aims to determine whether the data taken from the population is classified as normal or not. Further tests using the paired sample test statistical test aim to find out whether there is a difference in the average of two paired samples. The results of the analysis showed that the research data on the pre-test and post-test on pest attacks on sweet orange plants were normally distributed and there was a significant difference between before and after treatment with organic pesticide extract of pepaya leaves (Carica papaya L.) on sweet orange plants. The response of sweet orange plants after being treated with organic pesticide extract from pepaya leaves was classified as good (33.37%-66.66%) and very good (66.67%-100%). Providing organic pesticide extract from pepaya leaves can reduce pest attacks on sweet orange plants. 
PENGARUH BAGIAN ASAL STEK BATANG DAN ZAT PENGATUR TUMBUH KECAMBAH KACANG HIJAU TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT SAMBUNG NYAWA (Gynura procumbens (Lorr.) Merr Ardiansyah, Mohamad Yusuf; Ningsih, Elik Murni Ningtias; Nugroho, Yuni Agung; Wardhani, Tri
Agrika Vol. 19 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i1.7066

Abstract

Tanaman sambung nyawa (Gynura procumbens (Lor.) Merr) dikenal sebagai tanaman obat yang memberi manfaat bagi kesehatan karena daunnya mengandung senyawa bioaktif seperti saponin, flavonoid, dan terpenoid. Penelitian ini berfokus pada pengaruh bagian asal stek batang tanaman sambung nyawa yang paling baik untuk bahan stek dengan zat pengatur tumbuh kecambah kacang hijau dan. Desain percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah bagian asal bahan stek terdiri dari B1: bagian pucuk; B2: bagian tengah; dan B3: bagian bawah. Faktor kedua yaitu dosis ZPT kecambah kacang hijau yang terdiri dari: P0: tanpa perlakuan; P1: konsentrasi ZPT 125 ml/500ml air; P2: konsentrasi ZPT 250 ml/500ml air; P3: konsentrasi ZPT 375 ml/500ml air. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji F, jika terdapat pengaruh perlakuan yang nyata dilakukan uji BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat pengaruh nyata antara bagian asal stek batang dan ZPT alami kecambah kacang hijau terhadap waktu inisiasi tunas dan panjang akar bibit tanaman sambung nyawa. Perlakuan terbaik untuk waktu inisiasi tunas bibit tanaman sambung nyawa yang tercepat adalah bagian asal stek tengah dengan konsentrasi ZPT 375ml/500ml (B2P3), dan perlakuan terbaik akar bibit tanaman sambung nyawa terpanjang adalah perlakuan bagian asal stek atas dengan konsentrasi ZPT 375/ml/500ml air (B1P3) dan perlakuan stek bagian batang bawah dengan konsentrasi ZPT 250 ml/500ml air (B3P2).
PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DAN KALSIUM NITRAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KUALITAS BUNGA POTONG KRISAN (Chrysanthemum sp.) Aminullah, Mukhammad; Nugroho, Yuni Agung; Suharjanto, Toto; Prihandarini, Ririen
Agrika Vol. 19 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i1.7067

Abstract

Tanaman krisan menjadi salah satu tanaman yang paling banyak diproduksi karena lebih dari setengah produksi tanaman hias di Indonesia berasal dari tanaman krisan. Budidaya tanaman krisan dilakukan secara monokultur dan berulang-ulang dalam setiap periode tanam yang mengakibatkan unsur hara yang terkandung dalam tanah menjadi berkurang. Perlu ada upaya penambahan unsur hara agar pertumbuhan tanaman seragam dan bunga yang berkualitas. Unsur hara yang diberikan dapat berupa pupuk organik dan pupuk anorganik. Bahan organik yang digunakan salah satunya adalah pupuk kandang sapi. Sementara itu, pupuk sintetis yang diberikan umumnya pupuk majemuk yang mengandung unsur N, P, K dan mikro lainnya. Pupuk kalsium nitrat digolongkan sebagai pupuk tambahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik dan pupuk kalsium nitrat terhadap pertumbuhan dan kualitas bunga potong tanaman krisan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 1 kontrol dan 9 perlakuan kombinasi dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji F, apabila terdapat perbedaan maka dilanjutkan dengan uji lanjut BNJ dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang nyata antara perlakuan pupuk kandang sapi dengan pupuk kalsium nitrat terhadap jumlah daun tanaman krisan, dan ketahanan bunga potong. Perlakuan terbaik adalah kombinasi perlakuan P3H2 (pupuk kandang sapi 20 ton/ha & pupuk kalsium nitrat 10 g/l) yang memiliki jumlah daun terbanyak (14.9 helai) pada 28 HST, ketahanan bunga potong selama 13.3 hari dan memiliki kualitas bunga grade A.