Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN VIABILITAS BENIH LABU KUNING (Cucurbita pepo, L.) DENGAN INVIGORASI AIR KELAPA FERMENTASI Elik Murni Ningtias Ningsih; Yuni Agung Nugroho
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2022 Transisi Global dalam Mencapai SDGs 2030
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman labu kuning (Cucurbita pepo, L.)  sebagai bahan olahan makanan.  Budidaya tanaman labu kuning dipengaruhi oleh mutu benih..  Pemakaian benih bermutu menentukan keberhasilan budidaya tanaman. Benih tanaman sangat rentan terhadap kemunduran sifat benih disebabkan oleh periode waktu dari produksi dan pemakaian benih.  Perlu dilakukan tindakan untuk memacu pertumbuhan benih labu kuning dengan invigorasi. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan viabilitas benih dengan invigorasi menggunakan air kelapa fermentasi.  Metode Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL).  Macam perlakuan yaitu Z0 = tanpa perendaman dalam air kelapa fermentasi, Z1 = Perendaman dalam air kelapa fermentasi 15 %, Z2 = Perendaman dalam air kelapa fermentasi 20 %, Z3 = Perendaman dalam air kelapa fermentasi 25 %, Z4 = Perendaman dalam air kelapa fermentasi 30 %.  Analisa data menggunkan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji BNJ.  Hasil invigorasi benih labu kuning dengan air kelapa fermentasi berpengaruh terhadap jumlah kecambah, persentase perkecambahan, panjang hipokotil dan panjang akar kecambah labu kuning.  Invigorasi benih labu kuning dengan air kelapa fermentasi berpengaruh terhadap berat basah dan berat kering kecambah labu kuning.  Invigorasi benih labu kuning dengan air kelapa fermentasi  konsentrasi 20 %, 25 % dann 35 % menghasilkan berat kering kecambah  tidak berbeda nyata.
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN PESTISIDA ORGANIK DI OMAH KEBUN BUMIAJI Ririen Prihandarini; Yuni Agung Nugroho; Firman Hidayat
Prosidia Widya Saintek Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.009 KB)

Abstract

Pandemi Covid-19 menyebabkan terjadi pergeseran kebiasaan konsumen.  Banyak keluarga mulai memilih bahan pangan sehat, bahan-bahan pokok lainnya yang berlabel organik. Tujuannya, menyediakan bahan makanan sehat untuk keluarga.  Pengembangan pertanian Organik kian diminati banyak orang.  Salah satu komponen yang harus dipersiapkan dalam pengembangan Pertanian Organik adalah Pestisida Organik, tentu banyak orang ingin tahu bagaimana cara membuat dan mengaplikasikannya.Pendidikan dan pelatihan pembuatan Pestisida Organik bagi mahasiswa dan petani di Desa Bumiaji kota Batu diadakan di  Omah Kebun Bumiaji (OKBA) yang mempunyai fasilitas utnuk itu dan kami mempunyai teknologi dan cara pembuatan Pestisida Organik yang telah teruji. Metode yang digunakan adalah penjelasan tentang pentingnya penggunaan pestisida organik, bahan bahan dan manfaatnya , praktek pembuatan dilanjutkan dengan aplikasi pada berbagai tanaman. Mahasiswa dan petani di Bumiaji bisa praktek membuat dan mengaplikasikan pestisida organik pada berbagai tanaman di Omah Kebun Bumiaji untuk tanaman jeruk manis, lemon, strawberry dan bawang merah.
RENOVASI MCK UMUM DI DUSUN GONDANG SUKO DESA RANDUAGUNG KECAMATAN SINGOSARI PADA KULIAH PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS WIDYAGAMA Gigih Priyandoko; Frida Dwi Anggraeni; Wahju Wulandari; Yuni Agung Nugroho
Prosidia Widya Saintek Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.437 KB)

Abstract

Masyarakat harus tetap melakukan aktivitas sehari-hari sambil menjalankan pola hidup sehat dengan cara memakai masker, menjaga jarak dan senantiasa menjaga kesehatan. Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan. Lingkungan yang bersih dan sehat dapat menciptakan lingkungan yang sehat bagi masyarakat sekitar. Dusun Gondang Suko memiliki potensi sebagai destinasi wisata yang mampu mengundang para wisatawan. Saat ini, kondisi tempat mandi, cuci dan kakus (MCK) di Dusun Gondang Suko kurang terawat karena sedikitnya warga yang peduli dengan kebersihan MCK umum. Maka dari itu, kelompok 1 KPM berinisiatif untuk merenovasi sehingga layak digunakan oleh masyarakat umum dan warga Dusun Gondang Suko dapat kembali memiliki rasa peduli kebersihan di sekitar mereka.
PENGARUH MACAM ZAT PENGATUR TUMBUH PADA PEMBIBITAN TANAMAN NILAM (Pogostemon cablin Benth) Elik Murni Ningtias Ningsih; Yuni Agung Nugroho
Agrika Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v17i1.4630

Abstract

Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan salah satu penghasil minyak atsiri yang berprospek cerah secara ekonomi. Indonesia merupakan salah satu produsen nilam terbesar di dunia. Untuk menjaga produksi nilam Indonesia dibutuhkan bibit stek nilam yang berkualitas dan bertunas lebat yang jumlah banyak. Untuk itu perlu kajian macam pengaruh zat pengatur tumbuh (ZPT) alami yang diaplikasikan pada bibit stek tanaman nilam. Macam ZPT memiliki kandungan dalam kadar yang berbeda-beda.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan berupa faktor tunggal terdiri dari 5 taraf. Masing-masing perlakuan diulang 4 kali. Macam perlakuan yaitu  Z0 = tanpa ZPT; Z1 = IAA 100 ppm, Z2 = Giberellin 100 ppm, Z3 = air kelapa konsentrasi 50%, Z4 = air kelapa konsentrasi 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman stek nilam dalam berbagai ZPT mempengaruhi tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah cabang tanaman nilam. Perlakuan perendaman stek dengan giberellin 100 ppm,  air kelapa 50% dan air kelapa 100%  memberikan pengaruh yang sama pada berat basah dan berat kering tanaman nilam pada umur 60 HST. Patchouli plant (Pogostemon cablin Benth) is one of the essential oil producers with bright prospects economically. Indonesia is one of the largest patchouli producers in the world. In order to maintain Indonesia's patchouli production, a large number of high-quality cuttings of patchouli  are needed. For this reason, it is necessary to study the various effects of natural growth regulators (ZPT) applied to patchouli plant cuttings. Kinds of ZPT contain ingredient in different levels. This study used a completely randomized design (CRD). Treatment in the form of a single factor consists of 5 levels. Each treatment was repeated 4 times. Kinds of treatment, namely Z0 = without ZPT; Z1 = 100 ppm IAA, Z2 = 100 ppm Giberellin, Z3 = 50% concentration coconut water, Z4 = 100% concentration coconut water. The results showed that immersing patchouli cuttings in various PGRs affected plant height, number of leaves and number of branches of patchouli plants. The treatment of soaking cuttings with gibberellin 100 ppm, coconut water  50% and coconut water on of 100%  had the same effect on the fresh weight and dry weight of patchouli plants at the age of 60 HST.
MEMBANGUN WIRAUSAHA MICROGREEN MAHASISWA AROTEKNOLOGI UNIVERSITAS WIDYAGAMA MALANG Yuni Agung Nugroho; Elik Murni NN
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2022 Transisi Global dalam Mencapai SDGs 2030
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan kewirausahaan di Perguruan Tinggi menjadi salah satu upaya untuk mengurangi pengangguran. Lulusan Perguruan Tinggi diharapkan menjadi job creator (pencipta lapangan kerja) daripada job seeker (pencari kerja). Namun kemampuan kewirausahaan mahasiswa masih sehingga perlu ditingkatkan kemampuannya  secarara lengkap mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sebuah usaha.  Universitas Widyagama Malang sudah mendeklarasikan sebagai Research and Entrepreneurship University namun masih perlu penguatan pada tataran ketrampilan dan sikap perilaku bertanggung jawab pada bidang kewirausahaan. Ketersedian lahan menjadi faktor pembatas pada budidaya pertanian secara konvensional.  Pada umumnya kos mahasiswa di sekitar Universitas Widyagama Malang tidak menyisakan ruang terbuka hijau yang cukup sehingga menjadi pembatas untuk dapat berwirausaha di bidang pertanian secara konvensional. Permasalahan Kewirausahaan mahasiswa Prodi Agroteknologi adalah rendahnya sikap perilaku bertanggungjawab kewirausahaan mahasiswa, rendahnya ketrampilan wirausaha mahasiswa Agroteknologi di bidang pertanian dan Keterbatasan lahan untuk usaha di bidang pertanian. Solusi yang diajukan adalah pelatihan penyusunan bisnis plan Microgreen, Pelatihan dan pendampingan budidaya wirausaha microgreen, dan membentuk wirausaha baru untuk mahasiswa Agroteknologi.  Hasil yang dicapai adalah terwujudnya pemahaman, ketrampilan dan sikap perilaku mahasiswa Agroteknologi dalam berwirausaha microgreen dengan keamampuan menyusun bisnis plan, mampu melakukan budidaya microgreen dan terbentuknya wirausaha microgreen.
Studi Studi Tentang Usaha Budidaya Ayam Joper (Jawa Super) Skala Rumah Tangga di Perkotaan : - Sukamto Sukamto; Sudiyono Sudiyono; Yuni Agung Nugroho Nugroho
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 8 No 2 (2023): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v8i2.3572

Abstract

Ayam joper (jawa super) merupakan persilangan antara ayam local dengan ayam ras. Ayam tersebut berpotensi untuk dikembangkan sebagai peluang usaha bagi peternak kecil dan menengah yang kepemilikan lahannya terbatas. Tatalaksana pemeliharaan ayam joper tidak rumit, biaya pemeliharaan relative lebih murah dan peluang pasar relative baik. Permasalahanya adalah tatalaksana pemeliharaan ayam tersebut belum banyak diketahui oleh masyarakat luas mulai dari penyediaan bibit, pakan, pemeliharaan, pengelolaan limbah dan pemasaran. Oleh karena studi tentang tatalaksana pemeliharaan ayam joper ini perlu disebarluaskan pada masyarakat. Metode pelaksanaan dilakukan dengan cara survey dan wawancara langsung dengan pemilik dan tenaga kerja pada usaha peternakan ayam tersebut untuk menggali informasi tentang tatalaksana pemeliharaan ayam joper mulai dari penyediaan bibit, pakan, manajemen dan pemasarakan. Secara keseluruhan kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan usaha peternakan ayam joper 100 ekor memberikan prospek yang baik untuk menopang kebutuhan ekonomi keluarga, yang mana tatalaksana bisa dilakukan sendiri tanpa harus merekrut tenaga kerja diluar keluarga.
KEANEKARAGAMAN JENIS ANGGREK HUTAN (EPIFIT) DI RESORT PTN RANU DARUNGAN SEKSI PTN WILAYAH IV BIDANG PTN WILAYAH II TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU Haryono Prawito; Suslam Pratamaningtyas; Yuni Agung Nugroho; Toni Artaka
Agrika Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v17i2.5161

Abstract

Anggrek adalah tanaman herba dengan bunga yang berbentuk sangat beragam dan tergolong famili Orchidaceae. Berdasarkan tempat tumbuhnya, anggrek dibagi menjadi anggrek epifit dan terrestrial. Umumnya anggrek dapat tumbuh pada dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 50-600 m dpl dan tumbuh dengan baik pada ketinggian 700-1100 m dpl anggrek dengan suhu 5-18 °C. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keragaman spesies anggrek epifit dan pohon inang habitat anggrek epifit. Penelitian dilakukan di wilayah hutan Resort PTN Ranu Darungan (Blok Loji dan Ranu Lingga Rekisi) pada bulan Mei-Juli 2023. Metode yang dilakukan yaitu deskriptif eksploratif menggunakan metode cek lapang dengan membuat plot pengamatan dengan ukuran 20m x 20m sebanyak 20 plot yang terdapat pada setiap lokasi penelitian. Data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisa secara deskriptif penyebarannya dengan menghitung kerapatan (Di), kerapatan relatif (RDi), frekuensi (Fi), frekuensi relatif (RFi) dan indeks nilai penting (INP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 1455 individu anggrek epifit dari 52 spesies, 21 genus anggrek epifit dan 151 pohon inang yang terbagi dalam 19 famili. Beberapa genus anggrek epifit yang tidak teridentifikasi sampai tingkatan spesies yaitu : Podochilus sp., Phreatia sp., dan Thelasis sp. Populasi yang mempunyai penyebaran paling luas yaitu spesies Eria monostachya Lindl. dengan INP 38.808%. Pohon inang yang dijumpai yaitu: Pasang (Lithocarpus elegans Bl.), Jaranan (Lannea coromandelica Houtt. Merr.), Rampelas (Ficus ampelas Burm.f.), Danglu (Engelhardtia spicata Lechen ex Bl.), Suren (Garuga floribunda Decne.), Sembung (Blumea balsamifera L.) dan Gintungan (Bischofia javanica). Keanekaragaman anggrek epifit termasuk dalam kategori sedang karena memiliki nilai total 1.349. ABSTRACTOrchids are herbaceous plants with very diverse flowers and belong to the Orchidaceae family. Based on where they grow, orchids are divided into epiphytic and terrestrial orchids. Generally, orchids can grow in the lowlands to mountains at an altitude of 50-600 m above sea level and grow well at an altitude of 700-1100 m above sea level with temperatures of 5-18 °C. This research aims to identify the diversity of epiphytic orchid species and the host trees in epiphytic orchid habitat. The research was conducted in the forest area of the PTN Ranu Darungan Resort (Blok Loji and Ranu Lingga Rekisi) in May-July 2023. The method used was exploratory descriptive using the field check method by making observation plots measuring 20m x 20m with 20 plots in each research sites. The data obtained were tabulated and analyzed descriptively for distribution by calculating density (Di), relative density (RDi), frequency (Fi), relative frequency (RFi) and important value index (INP). The research results showed that 1455 individual epiphytic orchids were found from 52 species, 21 genera of epiphytic orchids and 151 host trees divided into 19 families. Several genera of epiphytic orchids that have not been identified to species level are: Podochilus sp., Phreatia sp., and Thelasis sp. The population with the widest distribution is the species Eria monostachya Lindl. with an INP of 38,808%. The host trees found were: Pasang (Lithocarpus elegans Bl.), Jaranan (Lannea coromandelica Houtt. Merr.), Rampelas (Ficus amelas Burm.f.), Danglu (Engelhardtia spicata Lechen ex Bl.), Suren (Garuga floribunda Decne.), Sembung (Blumea balsamifera L.) and Gintungan (Bischofia javanica). The diversity of epiphytic orchids is included in the medium category because it has a total value of 1,349. 
PELATIHAN BUDIDAYA TANAMAN ANGGREK DI DESA BRINGIN, KEC. BADAS, KAB. KEDIRI Ningsih, Elik Murni Ningtias; Nugroho, Yuni Agung
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 2 No. 3 (2024): Juni
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v2i3.865

Abstract

Desa Bringin, kecamatan Badas merupakan bagian wilayah kabupaten Kediri. Mata pencaharian masyarakat di desa Bringin menyebar pada bidang pertanian, pegawai pemerintah, buruh tani dan wiraswasta. Pada masa pandemi covid-19 sejak tahun 2020, sebagian pekerjaan di alihkan dengan bekerja di rumah/ WFH (work from home). Pada masa pandemi adanya anjuran untuk membatasi aktivitas luar rumah berdampak pada waktu luang pada ibu runah tangga. Waktu luang selama masa pandemi menimbulkan kegemaran/hobby baru kelompok ibu rumah tangga untuk membudidayakan tanaman anggrek. Ketertarikan membudidayakan anggrek dikarenakan variannya yang banyak dan termasuk tanaman hias yang mempunyai harga bagus. Keterbatasan pengetahuan pada budidaya tanaman anggrek kelompok ibu rumah tangga di Desa Bringin. maka perlu dilakukan kegiatan pelatihan penanaman dan pemeliharaan budidaya tanaman anggrek. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi 1) Penyuluhan, 2) Pelatihan, 3). Pendampingan. 4) Evaluasi Pelaksanaan Program. Hasil kegiatan penyuluhan meningkatkan pemahaman kelompok ibu rumah tangga desa Bringin kecamatan Badas mengenal tanaman anggrek dan teknis budidaya tanaman anggrek mencapai keberhasilan 90 %, semua peserta memahami materi penyuluhan. Pelatihan transpalanting dan pendampingan selama pemeliharaan tanaman anggrek mencapai keberhasilan 95 %. Kegiatan budidaya tanaman anggrek dapat meningkatkan keasrian di lingkungan tempat tinggal desa Bringin kecamatan Badas, kabupaten Kediri.
PENINGKATAN DAYA SAING USAHA MIKRO PEMPEK IKAN DAN NABATI SAYURAN TROPIS DI KOTA MALANG Nugroho, Yuni Agung; Sugiarti, Untung
Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi Asia Vol 11 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Bisnis Dan Ekonomi Asia
Publisher : LP2M Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32812/jibeka.v11i2.65

Abstract

Community Development Activities (IbM) is designed to address the problems faced by partner companies. The implementation of IbM will be carried out by the following methods: a) Transfer of Application of Sanitation and Hygiene Standard to Pempek Production, c) Management training, financial management of production and marketing management, d) Monitoring and Evaluation. The results of IbM activities that have been done is the aid of mixing machine pempek dough dedicated to Partners 2, while for Part 1 in the form of fretrer polytron and vacum sealer. However, the pempping stirrer can be used, after the electric power of partner 2 plus the power to 1300 watts. Mitra 1 (Pempek Maliana) is more open and creative in developing pempek products, while partner 2 (Pempek Sulfat 28) still adheres to pempek that already exist in Malang with the same appearance and hard. Assistance and counseling to open insight and add skills have been done but at Partner 2 is still not able to adopt it. Partner 1 is already more advanced in terms of innovation and creativity in products and marketing.Keywords: competitiveness, micro business, pempek, tropical vegetables
PERBEDAAN WAKTU PERAH SUSU SAPI USAHA TERNAK DAIRY FARM DESA SLAMPAREJO KECAMATAN JABUNG KABUPATEN MALANG Sodik, Sodik; Nugroho, Yuni Agung; Wulandari, Wahju; Kurniawati, Adelia; Maulidatus, Laily
JURNAL APLIKASI DAN INOVASI IPTEKS "SOLIDITAS" (J-SOLID) Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Aplikasi Dan Inovasi Ipteks SOLIDITAS
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/js.v7i2.6604

Abstract

Desa Slamparejo sebagian besar penduduknya sebagai peternak sapi perah. Pekerjaan ini sudah turun-temurun, sehingga menjadi mata pencaharian utama bagi peternak sapi perah. Proses pengambilan susu sapi dilakukan pada pagi hari dan sore hari. Perolehan susu sapi antara pagi dan sore terjadi perbedaan yang relatif tinggi, sehingga akan berdampak pada penghasilan peternak. Peternak selama ini tidak pernah memperhatikan penghasilan yang diperoleh dari susu sapi, peternak lebih berpikir positif setiap kali melakukan penyetoran susu ke pengepul, tidak ada penghitungan berapa pendapatan yang di terima dari hasil susu sapi. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan informasi bahwa sebenarnya peternak bisa menghitung pendapatan bersih dari hasil memerah susu sapi, sehingga usaha yang selama ini diketahui bahwa hasil yang diperoleh dalam satu bulan menjadi meningkat atau turun. Metode pelaksanaannya adalah pendampingan dengan memanfaatkan hasil perhitungan dengan cara manual dapat memberikan informasi keuntungan bersih. Hasil pengabdian memberikan gambaran bahwa selama satu bulan peternak mendapatkan penghasilan bersih dari tiga ekor sapi adalah sebesar Rp. 4.080.500,- pemerahan susu sapi antara pagi dan sore menjadi ukuran yang dapat membantu dalam mengkalkulasi penghasilan susu sapi.