Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Limbah Biji Pare Sebagai Pupuk Kompos Pada UKM Sabillah Pidia Yuni Agung Nugroho
JURNAL APLIKASI DAN INOVASI IPTEKS "SOLIDITAS" (J-SOLID) Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Aplikasi Dan Inovasi Ipteks SOLIDITAS
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/js.v4i2.2918

Abstract

Perkembangnya sektor pertanian berdampak pada peningkatan kebutuhan semua sarana pertanian, termasuk pupuk. Harga pupuk kimia (biasanya pupuk anorganik) seringkali naik sehingga menjadi kurang terjangkau bagi petani, hal ini sering diikuti dengan tidak adanya  ketersediaan pupuk yang cukup. Padahal tanaman membutuhkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh. Nutrisi yang dibutuhkan tanaman terdapat dalam bentuk unsur hara di dalam tanah. Pemupukan dilakukan untuk menambah ketersediaan unsur hara di dalam tanah. Karena pupuk mempunyai peran penting bagi pertumbuhan tanaman, sehingga kelompok 6 Kuliah Pengabdian Masyarakat Universitas Widyagama Malang pada tahun 2021 periode kedua,  memilih   mengadakan pelatihan produksi pupuk organik dari limbah biji pare.  Manfaat  kompos atau pupuk organik adalah untuk memperbaiki kesuburan tanah secara kimia, fisika dan biologi dengan cara meningkatkan bahan organik tanah.
Panci Sterilisasi Untuk Peningkatan Mutu Minuman Herba di Industri Rumah Tangga Kel. Bumiayu Kota Malang Elik Murni Ningtias Ningsih; Yuni Agung Nugroho
JURNAL APLIKASI DAN INOVASI IPTEKS "SOLIDITAS" (J-SOLID) Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Aplikasi Dan Inovasi Ipteks SOLIDITAS
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/js.v4i2.2526

Abstract

Industri Rumah Tangga (IRT) yang memproduksi minuman kesehatan herba di kelurahan Bumiayu Kota Malang yaitu IRT Widya Aktiva. Minuman herba untuk kesehatan yang diproduksi IRT Widya Aktiva diberi nama  jakuluh.  Minuman kesesehatan herba jakuluh terbuat dari rimpang jahe, rimpang kunyit dan belimbing wuluh.  FormulasI minuman kesehatan herba jakuluh dibuat dengan proporsi tertentu yang menghasilkan minuman herba berguna untuk menjaga kesehatan. Mutu minuman herba dipengaruhi oleh proses produksinya.  Proses sterilisasi pada produksi minuman herba yang dilakukan oleh IRT Widya Aktiva masih manual dengan pemanasan pada panci rebus biasa.  Sterilisassi dengan panci biasa tidak terkontrol suhunya dan menghasilkan minuman herba dengan daya simpan relatif pendek.  Minuman herba yang diproduksi oleh IRT Widya Aktiva bertahan selama 5 hari pada suhu kamar.  Oleh karena itu diperlukan adanya alat yang memenuhi standar sterilisasi pada proses produksi minuman herba agar menghasilkan waktu simpan lebih lama pada suhu kamar. Metode yang dillakukan pada kegiatan meliputi penyuluhan, membuat desain dan merealisasikan pembuatan  panci strelisasi multi fungsi, demonstrasi dan pelatihan pemakaian panci strelisasi multi fungsi serta pendampingan. .  Hasil pelaksanaan kegiatan penyuluhan mendapat respon yang baik yang dihadiri oleh anggota kelompok mitra industri rumah tangga Widya Aktiva. Panci sterilisasi yang didesign bersama mitra dapat memberikan efisiensi waktu (25%) dan biaya (50%) dibandingkan dengan sterilisasi menggunakan panci rebus biasa. Sterilisasi pada proses produksi minuman herba jakuluh menggunakan panci sterilisasi multi fungsi menghasilkan minuman kesehatan herba dengan daya simpan  selama 4 minggu. Peningkatan mutu minuman herba meningkatkan penjualan setiap minggu  mencapai 200 %.
Model Dinamik sebagai Upaya Pencapaian Sinkronisasi Nitrogen pada Budidaya Selada dengan Pupuk Hijau Paitan Yuni Agung Nugroho; Elik Murni Ningtyas Ningsih
JOURNAL OF TROPICAL SOILS Vol 14, No 2: May 2009
Publisher : UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5400/jts.2009.v14i2.127-134

Abstract

Dynamic Model as Attainment Effort of Nitrogen Synchronization at Lettuce Cultivation with Green Manure Paitan  (Y.A. Nugroho and E.M.N. Ningsih): Lettuce (Lactuca sativa) is  vegetable crop that consumed part of the leaf and harvested at a phase of vegetative. Nitrogen play important role in growth  at phase of vegetative. Nitrogen in spacious have the character of easy to lose because of leaching.  Increasing yield of  lettuce can be  done  by improving Nitrogen synchronization, that is precisely usage moment with ready moment  of N during and amount of its. The research was aimed to study of  the pattern nitrogen requirement  for lettuce crop, ready pattern of nitrogen by Tithonia diversifolia and design nitrogen synchronization model between lettuce crop with green manure of  T. diversifolia. The research were divided in two phases that are phase research 1: Dynamic modeling for nitrogen synchronization on lettuce cultivation by green manure of T. diversifolia, and phase research 2: Fertilizer technology of high nitrogen synchronization on lettuce cultivation by green manure of T. diversifolia. The result  of phase research 1 (first year research) shows that dynamic model of N requirement by lettuce crop,  release  and availability model of N by T. diversifolia and synchronization model of N  between requirement of N  lettuce with  release and availability of N by T. diversifolia.   The dynamic model   indicate that   giving  10 t ha-1  of  T. diversifolia which given 2 weeks before transplanting at lettuce crop can support high result and growth because happened good synchronization of N.
PENERAPAN INTENSIFIKASI PADI AEROB TERKENDALI DI DESA PATIANROWO KAB. NGANJUK Elik Murni Ningtias Ningsih; Yuni Agung Nugroho
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2019 "Inovasi Cerdas dan Teknologi Hijau untuk Industri 4.0"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.021 KB)

Abstract

Desa Patianrowo masuk wilayah kabupaten Nganjuk yang merupakan bagian lumbung Pertanian di Kabupaten Nganjuk.  Produktivitas tanaman padi di desa Patianrowo pada saat musim kemarau mengalami penurunan.  Rata-rata produksi budidaya tanaman padi yang diperoleh petani di desa Patianrowo saat musim kemarau masih rendah berkisar 2,8 – 3,2 ton/ha, sedangkan rata-rata hasil  tanaman padi nasional yaitu 6,0 – 8,0 ton/ha. Rendahnya hasil padi saat musim kemarau dikarenakan oleh keterbatasan jumlah air yang tersedia selama penanaman.  Teknik budidaya yang dapat diterapkan saat musim kemarau yaitu dengan penerapan intensifikasi padi aerob terkendali.  Teknik budidaya intensifikasi padi aerob terkendali merupakan teknik budidaya tanaman padi  dimana pengaturan air selama budidaya tanaman padi, kondisi air tidak selalu tergenang selama pertumbuhan tanaman. Metode  yang dilakukan pada program pengabdian kepada masyarakat  yaitu  penyuluhan dan pelatihan budidaya intensifikasi padi aerob terkendali, serta evaluasi pelaksanaan kegiatan.  Hasil yang diperoleh pada kegiatan penyuluhan dapat meningkatkan pemahaman petani pada sistem budidaya intensifikasi padi aerob terkendali.  Pelaksanaan pelatihan mencapai keberhasilan 100 %, dimana semua peserta mengikuti seluruh kegiatan yang dilaksanakan di petak demplot. Penerapan sistem intensifikasi padi aerob terkendali dapat menghemat kebutuhan air 40 % dan meningkatkan hasil panen padi saat musim kemarau sebesar 90 % (6,1 ton/ha).
KAJIAN PEMILIHAN SALAK SEBAGAI KOMODITAS UTAMA PETANI MUDA DESA SIDORENGGO KECAMATAN AMPELGADING Yuni Agung Nugroho; Elik Murni Ningtyas Ningsih
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2021 "Kesiapan Indonesia Dalam Menghadapi Krisis Energi Global"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengambilan keputusan merupakan variabel utama dalam sistem usahatani.  Setiap pengambilan keputusan selalu berdasarkan kriteria tertentu yang dianggap menguntungkan. Daerah sentra pertanian memiliki satu komoditas utama yang di usahakan. Melihat keseragaman komoditas yang dibudidayakan sehingga penelitian memiliki tujuan: 1) Mengungkap dan memberikan justifikasi ilmiah atas pemilihan komoditas utama; 2) Memberikan keyakinan dan tambahan refrensi terhadap petani dan pengembang industri hilir. Penelitian dilaksanakan di desa Sidorenggo Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang merupakan daerah sentra salak. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi kepada petani dengan  tanya jawab dan mengisi kuesioner. Data yang dikumpulkan meliputi: pengalaman, pendapatan dari komoditas utama, tingkat budidaya komoditas utama, frekuensi panen komoditas utama dalam setahun. Analisa data menggunakan AHP Analitycal Hierarchy Process (AHP) yaitu   metode pengambilan keputusan bertingkat yang digunakan untuk membuat suatu set alternatif, menentukan prioritas dan menentukan sebuah kebijakan.    Kriteria  yang digunakan meliputi aspek Sosial Ekonomi dan Teknologi, yaitu: Tingkat Budidaya, Pengalaman, Frekuensi Panen dan Pendapatan.  Alternatif    yang diajukan adalah Salak, Kopi, Tebu, Pisang. Hasil AHP menunjukkan bahwa  Kriteria  yang menjadi prioritas petani muda dalam memilih komoditas utama adalah  Penghasilan kemudian Tingkat Budidaya,  Frekuensi Panen dan yang terakhir  Pengalaman. Alternatif  prioritas utama yang dipilih adalah Salak kemudian Kopi, Tebu dan  Pisang sebagai pilihan terakhir.
PENGARUH IMPERATA CYLINDRICA DAN CHROMOLAENA ODORATA TERHADAP TINGGI TANAMAN KAYU PUTIH (MELALEUCA CAJUPUTI) YANG BERUMUR 3 TAHUN DI KPH JOMBANG PERUM PERHUTANI Syela Ransy Tonapa; Tri Wardhani; Suslam Pratamaningtyas; Yuni Agung Nugroho
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2021 "Kesiapan Indonesia Dalam Menghadapi Krisis Energi Global"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu dari penelitian yakni adanya gulma Imperata cylindrical dan Chromolaena odorata terhadap tinggi tanaman kayu putih (Melaleuca cajuputi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari Imperata cylindrical dan Chromolaena odorata terhadap tinggi tanaman kayu putih (Melaleuca cajuputi) di Perum Perhutani KPH Jombang Divisi Regional Jawa Timur. Metode dari penelitian yakni, pengambilan populasi data dilakukan dengan 7 larikan yang mana 1 larikan berisikan 21 tanaman dengan pengukuran tanaman kayu putih yaitu 3 x 1 meter dari tanaman satu ke tanaman lainnya, sedangkan sampel yang digunakan yakni jumlah pohon dalam setiap petak ukur adalah 147 pohon, yang mana dalam 1 Ha mewakili 1 petak ukur (PU), bersama dengan sampel tumbuhan yang digunakan terdiri atas 12 sampel Imperata cylindrical dan 29 sampel Chromolaena odorata. Analisa data dalam penelitian ini yaitu menggunakan Uji T tidak berpasangan. Hasil pada penelitian ini diketahui bahwa analisis uji T yakni P>0.05, sehingga menegaskan bahwa pertumbuhan dari gulma Chromolaena odorata (70,7%) dan Imperata cylindrical (29,2%) tidak mempengaruhi pertumbuhan tinggi tanaman kayu putih secara signifikan karna kayu putih ditanam di area yang memiliki curah hujan 400-2.700 mm dengan tipe iklim C (iklim sedang) sampai D (iklim dingin), yang mana hal demikian akan menjamin kesediaan unsur hara yang melimpah.
KAJIAN PENGGUNAAN EKSTRAK GULMA BANDOTAN (Ageratum conyzoides L.) DAN SINTRONG (Crassocephalum crepidioides Benth) TERHADAP PERKEMBANGAN BAKTERI Erwinia carotovora PADA UMBI WORTEL (Daucus carota L.) Yuni Agung Nugroho; Elik Murni Ningtias Ningsih; Rina Mei Fatul Jannah
Agrika Vol 16, No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v16i1.2652

Abstract

ABSTRAKWortel (Daucus carota L.) adalah tanaman golongan hortikultura yang mudah busuk karena penyakit busuk bakteri, yaitu infeksi oleh bakteri Erwinia carotovora dari dalam tanah yang menempel pada umbi. Kerugian karena bakteri tersebut bisa mencapai 90%. Pengendalian dengan metode hayati sudah banyak diteliti, sedangkan secara nabati masih jarang penelitiannya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-September 2020 di laboratorium Biologi Fakultas Pertanian Universitas Widyagama Malang dan laboratorium Microbiologi di Balitkabi, Malang. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan yaitu perlakuan ekstrak gulma (bandotan dan sintrong) dengan variasi kepekatan (30%, 45%, 60%). Pengamatan dilakukan terhadap gejala awal (timbulnya bercak kecil, kebasahan dan berwarna putih atau krem), gejala tengah (bercak coklat yang berkembang dan mengeluarkan bau busuk) dan gejala lanjut (umbi menjadi lunak, berlendir dan bau belerang) yang merupakan respon perkembangan busuk bakteri akibat pemberian ekstrak gulma. Data hasil pengamatan dianalisa menggunakan Path ways Analysis (Analisa Sidik Lintas) menggunakan aplikasi Smart PLS. Hasil analisa PLS untuk outer model sudah memenuhi uji validitas dan realibilitas. Uji inner model menunjukkan adanya hubungan nyata antara ektrak gulma terhadap gejala awal, ekstrak gulma terhadap gejala tengah, gejala awal terhadap gejala tengah, dan gejala tengah terhadap gejala lanjut, tetapi tidak ada hubungan nyata antara gejala awal dengan gejala lanjut, gejala awal sebagai moderator terhadap gejala tengah dan gejala tengah sebagai moderator terhadap gejala lanjut. ABSTRACTCarrot (Daucus carota L.) is a horticultural plant that rots easily due to bacterial rot disease, namely infection by the bacterium Erwinia carotovora from the soil attached to the tuber. Losses due to these bacteria can reach 90%. Control by biological method has been widely studied, while the research is still rare in botanical pesticide.  The research was carried out on June-September 2020 at Biology laboratory of Agriculture Faculty of Widyagama University Malang and at Microbiology laboratory at Balitkabi, Malang. The research design used a completely randomized design with treatment of weed extracts (bandotan and sintrong) with variations in concentration (30%, 45%, 60%). Observations were made on early symptoms (the appearance of small, wet, white or cream-colored patches), middle symptoms (brown spots that develop and emit a foul odor) and late symptoms (tubers become soft, slimy and smell of sulfur) which were a response to the development of bacterial rot due to the administration of weed extract. Observational data were analyzed using Path Ways Analysis using the Smart PLS application. The results of the PLS analysis for the outer model have met the validity and reliability tests. The inner model test showed that there was a significant relationship between weed extract and early symptoms, weed extract for middle symptoms, early symptoms for middle symptoms, and middle symptoms for advanced symptoms. middle symptoms and middle symptoms as moderators of advanced symptoms. 
Kampung Literasi dan Edukasi Budaya Untuk Dusun Lowok Desa Permanu Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang Yuni Agung Nugroho; Bagus Setyawan; Rivaldo Tito Da Silva; Sri Lestari
JURNAL APLIKASI DAN INOVASI IPTEKS "SOLIDITAS" (J-SOLID) Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Aplikasi Dan Inovasi Ipteks SOLIDITAS
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/js.v5i2.4047

Abstract

Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Universitas Widyagama Malang merupakan bagian integral dari proses pendidikan yang mempunyai ciri-ciri khusus. KPM yang telah dilakukan Kelompok 2 di Dusun Lowok, Desa Permanu, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang telah sukses dijalankan. Program kerja yang telah diselesaikan diantaranya adalah pembuatan dan renovasi warung kopi di area sanggar alam Tari Topeng. Untuk lebih menyebarluaskan tentang keberadaan dan kelestarian Tari Topeng Malangan, dibuatlah website tentang kampung literasi dan edukasi budaya Tari Topeng di Dusun Lowok, Desa Permanu, Kecamatan Pakisaji.
EVALUASI TIGA GENOTIPE CABAI RAWIT DI DESA TAWANGARGO, KABUPATEN MALANG Tri Wardhani; Andra Guitaryano; Suslam Pratamaningtyas; Yuni Agung Nugroho
Agrika Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v16i2.4252

Abstract

ABSTRAKCabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan tanaman hortikultura penting. Produktivitas cabai rawit terus meningkat, tetapi masih di bawah potensi hasilnya. Alternatif untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas cabai rawit adalah dengan perakitan varietas unggul. Varietas unggul dapat dirakit apabila tersedia plasma nutfah atau sumberdaya genetik yang mempunyai karakter unggul dan sesuai dengan sifat  yang diiinginkan. Untuk mendapatkan genotipe unggul perlu dilakukan evaluasi penampilan tanaman dari beberapa genotipe yang telah dikumpulkan. Karakter-karakter genotipe tanaman yang akan dievaluasi setidaknya memiliki 1 keunggulan dibandingkan varietas hibrida yang sudah ada. Pada cabai rawit karakter genotipe yang diamati di antaranya adalah tinggi tanaman, diameter batang, lebar tajuk, umur berbunga, umur panen, jumlah buah per tanaman, bobot per buah, bobot buah per tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui genotipe cabai yang memiliki stabilitas dan adaptasi spesifik wilayah terhadap hasil dan komponen hasilnya. Penelitian dilaksanakan di Desa Tawangargo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang pada 3 genotipe cabai rawit. Data dianalisa dengan uji normalitas untuk mengetahui apakah data variabel berdistribusi normal atau tidak. Hasil penelitian menunjukkan. Pada 3 genotipe yang diamati, data tinggi tanaman, diameter batang, lebar tajuk, saat berbunga, saat panen, jumlah buah, bobot/buah dan bobot buah/tanaman semuanya terdistribusi secara normal dan tidak terdapat data pencilan. Tiga genotipe cabai rawit memiliki morfologi yang seragam pada karakter posisi  bunga dan bentuk buah, bentuk pangkal buah, dan warna buah saat matang. Genotipe A04 memiliki umur berbunga dan umur panen yang paling cepat selain itu A04 memiliki keunikan pada warna buah muda yang berwarna ungu. Genotipe A04 memiliki bobot/buah tertinggi dibandingkan 2 genotipe lainnya. ABSTRACTCayenne pepper (Capsicum frutescens L.) is an important horticultural crop. Its productivity continues to increase, but the yield still below than the potential. An alternative to increase the productivity and quality of cayenne pepper is to produce high-yielding varieties. Superior varieties can be assembled if germplasm or genetic resources are available that have superior characters and are in accordance with the desired traits. To obtain superior genotypes, it is necessary to evaluate the appearance of the plants from several genotypes that have been collected. The plant genotype characters to be evaluated have at least 1 advantage over existing hybrid varieties. In cayenne pepper, the genotypic characters observed included plant height, stem diameter, crown width, flowering age, harvesting age, number of fruits per plant, weight per fruit, fruit weight per plant. This study aims to determine chili genotypes that have region-specific stability and adaptation to yield and yield components. The research was conducted in Tawangargo Village, Karangploso District, Malang Regency on 3 genotypes of cayenne pepper. Data were analyzed by normality test to find out whether the variable data is normally distributed or not. The results showed that For the 3 genotypes observed, data on plant height, stem diameter, crown width, time of flowering, time of harvest, number of fruit, fruit/fruit weight and fruit/plant weight were all normally distributed and there were no outlier data. The three cayenne pepper genotypes had uniform morphology in terms of flower position and fruit shape, fruit base shape, and fruit color when ripe.Genotype A04 has the fastest flowering and harvesting ages besides A04 is unique in its young fruit color which is purple. Genotype A04 had the highest weight/fruit compared to the other 2 genotypes.
RESPON PETANI TERHADAP TEKNIK BUDIDAYA PADI SISTEM JAJAR LEGOWO DI KELOMPOKTANI DESA SUKOREJO KECAMATAN POHJENTREK KABUPATEN PASURUAN Milla Yuni Hastuti; Tri Wardhani; Toto Suharjanto; Yuni Agung Nugroho
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2022 Transisi Global dalam Mencapai SDGs 2030
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem tanam jajar legowo merupakan salah satu komponen pengelolaan tanaman terpadu (PTT) pada padi sawah yang memiliki beberapa keuntungan. Penerapan adopsi inovasi kepada petani memerlukan penyuluhan dan evaluasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui perubahan perilaku petani, hambatan yang dihadapi petani, efektivitas pelaksanaan penyuluhan pertanian dan pemahaman masalah serta penyempurnaan kegiatan. Kelompok tani Duyo Makmur yang berlokasi di Desa Sukorejo Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan ditentukan sebagai sampel penelitian karena merupakan kelompok tani yang menerima penyuluhan dan mengimplementasikan teknik budidaya padi jajar legowo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan petani sebanyak 15 responden mengenai teknik budidaya padi sistem jajar legowo melalui penyuluhan dengan nilai signifikansi (Sig.) adalah 0,001 < 0,05. Sedangkan untuk respon petani terdapat respon yang sangat baik dari petani mengenai teknik budidaya padi sistem jajar legowo dengan nilai 66,67%-100%.