Claim Missing Document
Check
Articles

A Comparison of Unconventional Microwave and Ultrasound-Assisted Extraction Methods used for Flavonoids Rahmawati, Istiqomah; Azizi, Daffa Hafiziaulhaq; Wibowo, Jihan Nafila; Reza, Muhammad; Fachri, Boy Arief; Palupi, Bekti; Rizkiana, Meta Fitri; Amini, Helda Wika; Ramadana, Ifan; Setiawan, Felix Arie
Makara Journal of Science Vol. 29, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cocoa pods (Theobroma cacao L.) are a rich source of flavonoids, which are natural antioxidants known for their health benefits. This study investigated the use of microwave-assisted extraction (MAE) and ultrasound-assisted ex-traction (UAE) to extract the maximum flavonoids and antioxidants from cocoa pods. MAE and UAE are efficient and sustainable methods for extracting bioactive compounds like flavonoids and antioxidants from cocoa pods, offer-ing faster extraction, reduced solvent use, and better compound preservation compared to conventional methods. These technologies unlock the untapped potential of cocoa pods for applications in food, cosmetics, and pharmaceuti-cals. The effects of extraction time (2–10 min), microwave power (100–300 W), and the ratio of cocoa husk powder to solvent (0.02–0.06 g/mL) were evaluated for MAE. Meanwhile, for UAE, different temperatures (30–50 °C), times (10–30 min), and powers (16–48 W) were studied. The Design-Expert® software with Response Surface Methodology (RSM) and a Box-Behnken Design was utilized to analyze the effects of a combination of these parameters. The re-sults showed that extraction time, microwave power, and the ratio of cocoa husk powder–solvent significantly affected the total flavonoid yield and antioxidant capacity. The highest total flavonoid yield obtained by the MAE method (123.07 ppm) was at an extraction time of 10 min, cocoa husk–solvent ratio of 0.06 mg/mL, and microwave power of 300 W. The extract obtained by the MAE method showed an excellent antioxidant capacity of 43.49 mg/mL GAEAC, and a robust antioxidant activity indicated by an IC50 value of 42.19. Conversely, the highest total flavonoid yield of the UAE method (8.45 mg/mL GAEAC) was achieved at 30 min, 40 °C, and 40 W. The extract from the UAE method demonstrated a better antioxidant capacity (7.51 mg/mL GAEAC) and antioxidant activity (IC50 value of 23.46) than that from the MAE technique
Pemanfaatan Ulva sp. pada Sistem High Rate Algae Reactor (HRAR) untuk Pengolahan Limbah Cair Batik Palupi, Bekti; Megasari, Tri Elok Setya; Adelina, Saltsabita Nourin; Fachri, Boy Arief; Rahmawati, Istiqomah; Rizkiana, Meta Fitri; Amini, Helda Wika; Muharja, Maktum; Mumtazah, Zuhriah
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 41 No. 2 (2024): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v41i2.8466

Abstract

Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia. Dalam produksinya, batik menggunakan bahan pewarna, malam, dan zat-zat kimia lainnya. Penggunaan bahan tersebut menghasilkan limbah cair dengan kandungan kadar minyak dan lemak, COD, dan pH yang tinggi. Selain itu, limbah yang dibuang langsung ke lingkungan merupakan limbah yang beracun dan dapat merusak ekosistem. Metode High Rate Algae Reactor (HRAR) menggunakan Ulva sp. digunakan pada penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi tablet CO2, lama penyinaran, dan banyaknya suspensi Ulva sp. dalam pengolahan limbah. Ulva sp. sebanyak 5 – 15% dimasukkan ke dalam HRAR bersamaan dengan limbah cair batik, kemudian dilakukan penambahan tablet CO2 sebanyak 0,27 – 0,81 gram yang selanjutnya dilakukan penyinaran selama 6 – 24 jam. Optimasi pengolahan limbah dilakukan menggunakan metode RSM (Response Surface Methodology) dengan rancangan percobaan kombinasi perlakuan Central Composite Design (CCD) menggunakan software Design Expert 13. Berdasarkan hasil penelitian, variabel pengolahan limbah paling optimal berada pada saat konsentrasi suspensi Ulva sp. 5%, lama penyinaran 24 jam, dan massa tablet CO2 sebesar 0,27 gram. Respon yang diperoleh pada variabel tersebut yakni kadar COD 48,2 mg/L, kadar minyak dan lemak 0,432 mg/L, serta nilai pH 7,929.
Optimasi Ekstraksi Flavonoid dari Ulva lactuca dengan Kombinasi Cell Disruption dan Ultrasound-Assisted Hot Water Helda Wika Amini; Muhammad Rizky Kurniawan; Nida Ayu Salsabila; Boy Arief Fachri; Zuhriah Mumtazah; Meta Fitri Rizkiana; Istiqomah Rahmawati; Bekti Palupi; Yukti Nurani; Rekfa Wika Amini
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 21, No 2 (2025): September
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.21.2.98141.284-295

Abstract

Ulva lactuca merupakan biota laut yang berpotensi sebagai sumber bahan aktif kosmetik karena kandungan bioaktifnya seperti flavonoid, alkaloid, saponin, terpenoid, dan tanin. Penelitian ini bertujuan mengekstraksi flavonoid serta menganalisis nilai Sun Protection Factor (SPF) U. lactuca menggunakan kombinasi metode cell disruption dan ultrasound-assisted hot water (UAHW). Tiga metode perlakuan cell disruption (tanpa perlakuan, osmotic shock, dan hidrotermal dengan autoklaf) dikombinasikan dengan variabel UAHW yaitu suhu ultrasonik (40, 60, 80 °C) dan waktu ultrasonik (5, 10, 15 menit). Ekstraksi dilakukan menggunakan pelarut etanol 96% pada serbuk U. lactuca berukuran 60 mesh. Optimasi dilakukan menggunakan Response Surface Methodology (RSM) dengan Box–Behnken Design (BBD). Hasil menunjukkan bahwa total flavonoid dan nilai SPF tertinggi (33,23 mg QE/g dan SPF 20,80) diperoleh tanpa perlakuan cell disruption, pada suhu 80 °C dan waktu ekstraksi 10 menit. Penelitian ini menegaskan bahwa metode UAHW efektif meningkatkan ekstraksi flavonoid dan SPF meskipun tanpa cell disruption. Selain itu, pendekatan RSM terbukti efisien dalam optimasi proses. Studi ini memberikan kontribusi pada pengembangan bahan aktif alami U. lactuca untuk aplikasi kosmetik, khususnya sebagai agen pelindung sinar UV.Optimization of Flavonoid Extraction from Ulva lactuca Using a Combination of Cell Disruption and Ultrasound-Assisted Hot Water. Ulva lactuca is a marine organism with significant potential as a source of active ingredients for cosmetic applications, owing to bioactive compounds such as flavonoids, alkaloids, saponins, terpenoids, and tannins. This study aimed to extract flavonoids and evaluate the Sun Protection Factor (SPF) of U. lactuca using a combination of cell disruption methods and ultrasound-assisted hot water (UAHW) extraction. Three cell disruption treatments (no treatment, osmotic shock, and hydrothermal using an autoclave) were combined with UAHW variables, including ultrasonic temperature (40, 60, 80 °C) and ultrasonic time (5, 10, 15 minutes). The extraction was conducted using 96% ethanol as a solvent on U. lactuca powder sieved to 60 mesh. Optimization was performed using Response Surface Methodology (RSM) with a Box–Behnken Design (BBD). The highest total flavonoid content (33.23 mg QE/g extract) and SPF value (20.80) were obtained without cell disruption, at 80°C for 10 minutes. The study confirms that UAHW effectively enhances flavonoid extraction and SPF, even without cell disruption. Furthermore, the RSM approach proved efficient for process optimization. This study contributes to developing natural active ingredients from U. lactuca for cosmetic applications, particularly as UV-protective agents.
Strategi Pengemasan dan Pemasaran Lilin Aromaterapi dan Sabun Cuci Piring dari Minyak Jelantah Anggraeni, Sella Violina; Naily Fatimatuz Zaroh; Amalia Ramadhan; Mochamad Ghaza Al Ghifari; Richa Febyola Surya Putri; Boy Arief Fachri; Bekti Palupi; Meta Fitri Rizkiana; Istiqomah Rahmawati
Dedikasi:Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Dedikasi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31479/dedikasi.v6i1.423

Abstract

Desa Plalangan yang terletak di Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, merupakan salah satu desa binaan Universitas Jember dengan potensi besar dalam pengembangan produk ramah lingkungan. Masyarakat desa ini sebelumnya telah dilatih untuk mengolah minyak jelantah menjadi sabun cuci piring dan lilin aromaterapi, namun aspek pengemasan dan pemasaran produk masih perlu ditingkatkan agar memiliki nilai jual lebih tinggi. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan strategi packaging dan marketing produk berbasis minyak jelantah agar masyarakat mampu mengembangkan usaha secara mandiri. Metode pelaksanaan meliputi pendalaman mutu produk, perancangan desain kemasan, pelatihan strategi pemasaran offline dan online, serta evaluasi tingkat pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan wawasan dan kreativitas warga dalam mendesain kemasan yang menarik dan fungsional, serta pemahaman mengenai cara promosi produk baik melalui penjualan langsung (face to face selling) maupun live selling di platform digital seperti TikTok. Program ini diharapkan dapat memperkuat daya saing produk lokal, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendukung terwujudnya ekonomi sirkular berbasis lingkungan di Desa Plalangan.
Co-Authors Abdul Malik Karim Amrullah Abdur Rohman Achri Isnan Khamil Adelina, Saltsabita Nourin Adinda Yufriza Adrian, Febri Adriansyah, Muhamad Afwal, Diza Raudhatul Aina Christalia Rinastiti Amal Bahariawan Amalia Ramadhan Andreyan Poerwo Negoro Anggraeni, Sella Violina Anggraini, Ranita Anggi Annisa, Yasmin Ari Susanti Ari Susanti Ari Susanti Ariel Seanhan Haezer Atiqa Rahmawati Atiqa Rahmawati Aziz, Mohamad Naufal Nizaar Azizi, Daffa Hafiziaulhaq Badril Azhar Bekti Palupi Bimo Bayu Aji Boy Arief Fachri Boy Fachri Devara, Arighy Zahirah Faiqy Dianita Ivana Permata Dini Rahmawaty Ditta Kharisma Yolanda Putri Elisah, Nor Fachri, Boy Fakhri Arkaan Humaidi Fandora, Ardan Jauza Faqih, Hana Farwah, Zilma Aliyah Felix Arie Setiawan Firmansyah, Alex Firsta Retnaningtyas Udroto Gregah Pangayoman Hartanto P Habib Ihza Mahendra Habibatul Inayah Harti Arini Helda Wika Amini Helda Wika Amini Herdianto, Dimas Nur Humaidi, Fakhri Arkaan Husna Wardati Indrayani, Lilin Intan Hardiatama Intan Permatasari Istiqomah Rahmawati Istiqomah Rahmawati Iswahyono Iswahyono Joseph Dwi Kurniawan Manno Kenji Sakai Kenji Sanomoto Lailatul Krisna Abdullah Lestari, Afrila Tutut Dwijati Maharani, Regita Gustiayu Pramisti Maktum Muharja Megasari, Tri Elok Setya Mizanurafi’ Ghifarhadi Prasiefa Mochamad Ghaza Al Ghifari Mohammad Nor Muhammad Ilham Muhammad Reza Muhammad Reza Muhammad Rizky Kurniawan Muharja, Maktum Naily Fatimatuz Zaroh Nanda Ayudiyah Andriani Nida Ayu Salsabila Nikita Meidi Nugraha, Reva Edra Nugroho, Yeremia Prasetya Nurani, Yukti Nurjannah, Lailia Nurtsulutsiyah Nurtsulutsiyah Nurtsulutsiyah Nurtsulutsiyah Nurtsulutsiyah, Nurtsulutsiyah Nurul Hidayati Pradipta, Shima Nuril Putri Agustin, Mawardhi Nabilla Rachman, Darryl Akeyla Rafif, M. Attar Rahman, Agus Rahmawati, Atiqa Ramadana, Ifan Raygita May Hastuti Regita Gustiayu Pramisti Maharani Rekfa Wika Amini Reswara Musyafa Retno Utami Agung Wiyono Richa Febyola Surya Putri Rizalluddin, Muhammad Rizki Fitria Darmayanti Rizki Fitria Darmayanti Rizki Fitria Darmayanti Rohmah, Fira Ulvatur Sakai, Kenji Sanomoto, Kenji Santosa, Iliya Kartika Saputri, Ocha Sa’roni, Achmad Septianti, Kiki Shabrina, Nadhilah Shofiah , Laila Nur Sholeha, Irdatus Siska Nuri Fadilah Siti Djamila Sonya Hakim Raharjo Susilowati Susilowati Tarigan, Eigiya Nina Tashiro, Yukihiro Ulfiani, Khoirun Nisya' Viqhi Aswie Wardani, Salza Belila Kusuma Wardhani, Maharani Tri Wibowo, Jihan Nafila Wiwik Pratiwi Yakub Hendrikson Manurung Yohanes Yohanes Yukihiro Tashiro Yukti Nurani Zuhriah Mumtazah