Ria Azizah Tri Nuraini
Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 57 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Indek Ekologi Diatom (Bacillariophyceae) Di Perairan Delta Wulan Demak Jawa Tengah Widianingsih Widianingsih; Annisa Khusnul Khotimah; Ria Azizah Tri Nuraini
Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i4.44049

Abstract

Bacillariophyceae atau diatom adalah kelas dari divisi Chromophyta. Bacillariophyceae merupakan spesies yang paling mendominasi di perairan laut. Bacillariophyceae berperan penting dalam ekosistem perairan, yaitu sebagai sumber makanan dalam rantai makanan bagi organisme perairan. Bacillariophyceae memiliki daya adaptasi tinggi terhadap perairan dengan kondisi yang extrim atau tercemar. Spesies ini menggambarkan kondisi kualitas air di suatu perairan. Jumlah Bacillariophceae yang berlebihan juga akan menyebabkan Blomming Algae, sehingga dapat menyebabkan kandungan oksigen terlarut menjadi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks ekologi kelas Bacillariophyceae di Perairan Delta Wulan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksploratif dengan pendekatan deskriptif. Penentuan lokasi sampling menggunakan metode purposive sampling. Hasil dari penelitian ini ditemukan 48 spesies berbeda dari spesies kelas Bacillariophyceae. Kelimpahan Bacillariophyceae di Perairan Delta Wulan berkisaran 146.658- 322.499 sel/m³. Indeks Keanekaragaman Bacillariophyceae termasuk kategori sedang hingga tinggi (2,43-3,12), Indeks Keseragaman Bacillariophyceae termasuk kategori tinggi (0,66-0,83) dan Indeks Dominansi Bacillariophyceae termasuk rendah (0,06-0,15). Berdasarkan nilai indek ekologi, maka ekosistem perairan Delta Wulan cukup stabil bagi kehidupan fitoplankton khususnya kelas Bacillariophyceae Bacillariophyceae or diatoms is a class of the Chromophyta division. Bacillariophyceae is the most dominant species in the marine ecosystem. Bacillariophyceae play an important role in marine ecosystems, namely as a food source in the food chain for marine organisms. Bacillariophyceae have high adaptability to waters with extreme or polluted conditions. This species describes the water quality conditions in a body of water. Excessive amounts of Bacillariophceae will also cause Blomming Algae, which can cause the dissolved oxygen content to become low or depleted. This research aims to determine ecological indexes of the Bacillariophyceae class. The research method used is exploratory with a descriptive approach. Determining the sampling location uses the purposive sampling method. Bacillariophyceae class data was analyzed to measure abundance, diversity index, uniformity, and dominance. The results of this research found 48 different species from the Bacillariophyceae class. The abundance of Bacillariophyceae in the Wulan Delta waters ranges from 146,658- 322,499 cells/m³. The Bacillariophyceae Diversity Index is in the medium to high category (2.43-3.12), the Bacillariophyceae Uniformity Index is in the high category (0.66-0.83), and the Bacillariophyceae Dominance Index is in the non-dominant type (0.06-0.15). According to the ecology index value, the ecosystem in the Delta Wulan is stable for living Phytoplankton especially class Bacillariophyceae.
Distribusi Horizontal Jenis Fitoplankton di Pesisir Morodemak Nur Chofifah; Ria Azizah Tri Nuraini; Chrisna Adhi Suryono
Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i2.45231

Abstract

Morodemak merupakan salah satu desa pesisir di Kabupaten Demak yang termasuk desa padat pemukiman dengan sebagian besar wilayahnya berupa hamparan rawa pesisir, petambakan dan mangrove. Seiring berjalannya waktu, Pantai Morodemak kini telah mengalami pencemaran. Masukan bahan pencemar ini akan mempengaruhi dinamika kualitas perairan pesisir yang berdampak pada kehidupan organisme didalamnya, termasuk fitoplankton. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui distribusi fitoplankton secara horizontal dan mengetahui struktur komunitas fitoplankton di Pesisir Morodemak. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, sedangkan pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 3 periode waktu pada bulan April 2023 – Juni 2023 di 3 stasiun yang menjorok ke arah laut. Hasil data yang diperoleh dari Pesisir Morodemak ditemukan  sebanyak 40 genus fitoplankton yang terdiri dari 4 kelas yaitu Bacillariophyceae, Dinophyceae, Chlorophyceae dan Cyanophyceae. Nilai kelimpahan fitoplankton berkisar antara 15.708 – 41.281 sel/L yang tergolong tinggi dan termasuk dalam perairan eutrofik. Indeks keanekaragaman di Pesisir Morodemak termasuk dalam penggolongan kategori sedang dengan nilai kisaran antara 2,23 – 2,89. Indeks keseragamannya merata dengan nilai antara 0,70–0,85. Indeks dominansinya sangat rendah dengan nilai kisaran 0,08 – 0,21. Distribusi fitoplankton di Pesisir Morodemak termasuk jenis pola distribusi yang seragam karena memiliki indeks morisita sebesar 0,23 – 0,63. Berdasarkan nilai yang diperoleh, menunjukkan bahwa  struktur komunitas fitoplankton di Pesisir Morodemak adalah stabil.Morodemak is a coastal village in Demak Regency, characterized by dense residential areas and predominantly consisting of coastal marshlands, fishponds, and mangroves. Over time, Morodemak Beach has experienced pollution. The input of pollutants affects the dynamics of coastal water quality, impacting the life of organisms within it, including phytoplankton. This study aims to determine the horizontal distribution of phytoplankton and the phytoplankton community structure in the coastal area of Morodemak. The method used is the descriptive quantitative method, and the sampling in this study utilized purposive sampling. Samples were collected over three time periods from April 2023 to June 2023 at three stations extending towards the sea. The data obtained from the coastal area of Morodemak revealed 40 genera of phytoplankton consisting of four classes: Bacillariophyceae, Dinophyceae, Chlorophyceae, and Cyanophyceae. Phytoplankton abundance ranged from 15.708-41.281 cells/L, classified as high and indicating eutrophic waters. The diversity index in the coastal area of Morodemak is categorized as moderate, with values ranging from 2,23-2,89. The uniformity index is even, with values between 0,70-0,85. The dominance index is very low, with values ranging from 0,08-0,21. The distribution of phytoplankton in the coastal area of Morodemak follows a uniform distribution pattern with a Morisita index of 0,23-0,63. Based on these values, it indicates that the phytoplankton community structure in the coastal area of Morodemak is stable.
Analisis Kesesuaian Wisata dan Daya Dukung sebagai Kawasan Ekowisata di Pantai Krakal, Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul Audy Salsabila Firdausiah; Ria Azizah Tri Nuraini; Suryono Suryono
Journal of Marine Research Vol 14, No 3 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i3.46042

Abstract

Pantai Krakal terletak di Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Yogyakarta. Pantai ini terkenal akan keindahan alam, pasirnya yang putih dan pantainya yang memanjang. Untuk mengoptimalkan potensi kawasan wisata perlu dilakukan analisis mengenai indeks kesesuaian wisata dan daya dukung kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks kesesuaian wisata dan daya dukung kawasan untuk kategori berenang dan rekreasi pantai di Pantai Krakal. Metode penelitian yang digunakan ialah metode survey. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 23 Desember 2023 dan 1-2 Juni 2024. Analisis kelayakan fisik dilakukan dengan menghitung Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) dan Daya Dukung Kawasan (DDK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pantai Krakal memiliki Indeks Kesesuaian Wisata sebesar 87% (Sangat Sesuai) untuk kategori rekreasi dan 75% (sesuai) untuk kategori berenang. Daya Dukung Kawasan untuk kategori rekreasi pantai 2.217 orang/hari dengan luas area 14.780m2 dan 380 orang/hari untuk kategori berenang dengan luas area 950m2. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Pantai Krakal memiliki potensi untuk destinasi wisata pantai.
Kondisi Meteorologi Laut Terhadap Suhu Permukaan Laut Di Perairan Kota Surabaya Tahun 2019 – 2021 Ramadani Putri Windi Hastuti; Widianingsih Widianingsih; Ria Azizah Tri Nuraini
Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i4.43227

Abstract

Wilayah Perairan Laut Jawa sangat dipengaruhi oleh siklus muson, angin dan arus dari arah timur (muson barat) serta angin dan arus dari arah barat (muson timur. Perubahan suhu permukaan laut dipengaruhi oleh kondisi cuaca, iklim, fenomena upwelling dan downwelling, serta kondisi meteorologinya. Penelitian ini dilakukan dengan melalui tahap pengambilan data di BMKG Maritim Tanjung Perak Kota Surabaya. Metode pengambilan data suhu permukaan laut dilakukan dengan menggunakan citra NOAA, sedangkan untuk data meteorologinya menggunakan data hasil observasi BMKG Maritim Kota Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan perubahan suhu permukaan laut di Perairan Utara Jawa Timur tahun tahun 2019 – 2021 berkisar antara 27,5oC – 30oC. Hasil rata rata intensitas curah hujan Kota Surabaya pada tahun tahun 2019 berkisar antara 0 – 13,6 mm, pada tahun 2020 kisaran 0 – 16,4 mm, Tahun 2021 mencapai 17,3 mm. Nilai rata rata untuk lama penyinaran matahari tahun 2019 berlangsung selama 4,9 – 8,9 jam, pada tahun 2020 penyinaran matahari berlangsung selama 3,3 – 8,3 jam, pada tahun 2021 mengalami penurunan rata rata penyinaran matahari yaitu selama 3,1 – 7,9 jam. Dalam penelitian ini nilai korelasi antar suhu permukaan laut dengan curah hujan harian tahun tahun 2019 sebesar 0,04 dan nilai korelasi data curah hujan bulanan sebesar 0,40. Tahun 2020 korelasi untuk data harian dan bulanan sebesar 0,19 dan 0,51. Tahun 2021 nilai korelasi data harian dan bulanan sebesar - 0,18 dan – 0,39. Nilai korelasi antara lama penyinaran matahari dengan suhu permukaan laut untuk data harian dan data bulanan tahun tahun 2019 yaitu – 0,18 dan – 0,47. Tahun 2020 yaitu – 0,21 dan – 0,51. Tahun 2021 nilai korelasinya sebesar 0,09 dan 0,27. Nilai korelasi antara suhu udara dengan suhu permukaan laut untuk data harian dan data bulanan tahun tahun 2019 sebesar 0,57 dan 0,75. Tahun 2020 nilai korelasi menunjukkan hasil sebesar 0,22 dan 0,63. Tahun 2021 nilai korelasinya yaitu 0,46 dan 0,70.The Java Sea water area is strongly influenced by the monsoon cycle, winds and currents from the east (west monsoon) and winds and currents from the west (east monsoon. Changes in sea surface temperature are influenced by weather conditions, climate, upwelling and downwelling phenomena, as well as conditions meteorology. This research was carried out through the data collection stage at the Tanjung Perak Maritime BMKG, Surabaya City. The sea surface temperature data collection method was carried out using NOAA imagery, while the meteorological data used observation data from the Surabaya City Maritime BMKG. The results of the research showed changes in sea surface temperature in the Northern Waters of East Java in 2019 – 2021 it ranges between 27.5oC – 30oC. The average rainfall intensity for Surabaya City in 2019 ranges from 0 – 13.6 mm, in 2020 it ranges from 0 – 16.4 mm, In 2021 it reached 17.3 mm. The average value for the duration of solar radiation in 2019 was 4.9 – 8.9 hours, in 2020 the solar radiation lasted for 3.3 – 8.3 hours, in 2021 the average decreased The average sun exposure is 3.1 – 7.9 hours. In this study, the correlation value between sea surface temperature and daily rainfall in 2019 was 0.04 and the correlation value for monthly rainfall data was 0.40. In 2020, the correlation for daily and monthly data was 0.19 and 0.51. In 2021, the daily and monthly data correlation values are - 0.18 and – 0.39. The correlation value between the duration of sunlight and sea surface temperature for daily data and monthly data for 2019 is – 0.18 and – 0.47. In 2020, it is – 0.21 and – 0.51. In 2021 the correlation values are 0.09 and 0.27. The correlation value between air temperature and sea surface temperature for daily data and monthly data for 2019 is 0.57 and 0.75. In 2020, the correlation values showed results of 0.22 and 0.63. In 2021 the correlation values are 0.46 and 0.70. 
Analisis Tingkat Pencemaran Bahan Organik di Perairan Muara Sungai Luk Ulo Kabupaten Kebumen Reysma Shinta Prastiwi; Ria Azizah Tri Nuraini; Suryono Suryono
Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i2.46037

Abstract

Perairan Muara Sungai Luk Ulo, Kebumen merupakan aliran sungai yang berdekatan dengan pemukiman, budidaya tambak udang, dan lahan pertanian sehingga berpotensi meningkatkan kandungan bahan organik di perairan. Hal tersebut diduga dapat menyebabkan penurunan kualitas air muara Sungai Luk Ulo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pencemaran bahan organik berdasarkan parameter temperatur, pH, DO, TSS, BOD, COD, ammoniak, nitrat, dan fosfat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2024 di perairan Sungai Luk Ulo, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei dengan teknik pengambilan sampel mempergunakan metode purposive sampling. Kualitas air yang diuji secara in situ meliputi temperatur, salinitas, pH, dan DO, sedangkan pengukuran ex situ meliputi TSS, BOD, COD, ammoniak, nitrat, dan fosfat yang dianalisis di Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi, Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa parameter, yaitu TSS, COD, dan fosfat telah melampaui baku mutu perairan. Hasil analisis Indeks Pencemaran (IP) diperoleh angka sebesar 10,64 (minggu I) dan 1,75 (minggu II). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa perairan muara Sungai Luk Ulo telah mengalami pencemaran bahan organik pada taraf ringan - berat.Luk Ulo waters of estuary river, Kebumen is a stream of rivers that is close to settlements, cultivation of shrimp, and agricultural land so as to potentially increase the content of organic material in the waters. It is believed to cause a decrease in the water quality of the Luk Ulo River. The research aims to determine the level of pollution of organic materials based on temperature, pH, DO, TSS, BOD, COD, ammonia, nitrates, and phosphate parameters. The research was carried out in March 2024 in the waters of the Luk Ulo River, Kebumen Regency, Central of Java. The method used in this research was a survei method and purposive sampling technique. The quality of water tested in situ included temperature, salinity, pH, and DO, while ex situ measurements included TSS, BOD, COD, ammonia, nitrates, and phosphate analysed at the Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi, Yogyakarta.  The results show that some parameters, such as TSS, COD, and phosphate, have exceeded water quality standards. Pollution Index (IP) analysis resulted in 10.64 (week I) and 1.75 (week II). Based on the results of the research, it can be concluded that the waters of the Luk Ulo River have experienced pollution of organic material at the level of lightly polluted to heavily polluted.
Morfometri dan Hubungan Panjang Berat Kerang Batik (Paphia textile) dari TPI Kerang Bungo Kabupaten Demak Jawa Tengah Hafizh Prihindrasto; Wilis Ari Setyati; Ria Azizah Tri Nuraini
Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i4.43930

Abstract

Kerang Batik (Paphia textile) merupakan komoditas yang berpotensi dalam pertumbuhan ekonomi dan penyedia nutrisi yang baik bagi masyarakat. TPI Kerang Bungo yang berada di Kabupaten Demak, merupakan salah satu penyedia kerang batik. Penelitian tentang morfometri dan hubungan panjang berat kerang batik masih sangat jarang ditemukan. Penelitian bertujuan untuk mengukur dan mengetahui kelas panjang, berat dan lebar serta mengetahui hubungan panjang berat kerang batik dari TPI Kerang Bungo. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Sebanyak 257 individu sampel kerrang batik diambil secara random. Pengukuran panjang dan lebar cangkang menggunakan kaliper dengan ketelitian 0,01 mm dan penimbangan berat total dengan menggunakan timbangan digital dengan ketelitian 0,01 gr. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang maksimal kerrang batik adalah 53,9 mm dan minimal 35,8 mm dengan rata-rata 49,85 mm. Berat maksimal yang didapatkan 14,61 gr. dan berat minimal 3,84 gram dengan rata-rata 9,21 gr. Lebar maksimal yang didapatkan 32,9 mm dan minimal 18,1 mm dengan rata-rata 28,2 mm. Hasil perhitungan kelas panjang, kelas berat dan kelas lebar pada Kerang Batik (Paphia textile) menghasilkan 9 kelas. Interval pada kelas panjang sebesar 2,02 mm, interval pada kelas berat sebesar 1,20 gr. dan interval pada kelas lebar sebesar 1,65 mm. Hubungan panjang berat Kerang Batik (Paphia textile) memiliki persamaan  dengan nilai b sebesar 2,2725 sehingga pertumbuhan kerang batik bersifat alometri negatif.  Carpet Clam (Paphia textile) is one of the potential commodities for economic growth and nutrition resources for community. Bungo Fish and Clam Auction Market in Demak Regency is one of supplier of carpet clam. Research about carpet clam morphometric is still rare to find. This research aims to measures and know about length, weight and wide also length-weight relation of carpet clam from Bungo Fish and Clam Auction Market. Descriptive quantitative method is used in this research and 257 individu of clam were sampled randomly. Length and wide measured by a calipher with 0,01 mm accuracy and weight measured by a scale with 0,01 gram accuracy. The result of research showed that the maximum length of the clam is 53,9 mm and minimum length is 35,8 mm with average of 49,85 mm. Maximum weight as resulted is 14,61 gram and minimum weight is 3,84 grams with average of 9,21 gram. Maximum wide as resulted is 32,9 mm and minimum is 18,1 mm with average of 28,2 mm. Class of length, weight and wide of Carpet Clam (Paphia textile) divided by 9 class. Length class interval is 2,02 mm, weight class interval is 1,20 gram and wide class interval is 1,65 mm. The length-weight relation of Carpet Clam (Paphia textile) has an equation by  with b value is 2,275 with result that carpet clam growth is negative allometric.
Analisis Vegetasi dan Struktur Kommunitas Mangrove Di Taman Nasional Karimunjawa Fathia Drajati; Nirwani Soenardjo; Ria Azizah Tri Nuraini
Journal of Marine Research Vol 13, No 2 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i2.40705

Abstract

Mangrove tumbuh di daerah bersalinitas dan masih terpengaruh pasang surut atau biasa disebut daerah litoral. Ekosistem mangrove di Taman Nasional Karimunjawa tumbuh di sepanjang pesisir pantai dan muara sungai. Keberadaan ekosistem mangrove  penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Kondisi Ekosistem mangrove di Taman Nasional Karimunjawa tergolong baik dan rapat.  Penelitian dilakukan untuk mengetahui kondisi vegetasi mangrove di Taman Nasional Karimunjawa. Metode eksplorasi ialah menjelajah seluruh kawasan stasiun penelitian sehingga diharapkan mewakili kondisi keseluruhan populasi dari objek yang diteliti. Stasiun penelitian terbagi menjadi empat yang ditentukan menggunakan metode purposive sampling. Data vegetasi dilakukan menggunakan teknik plot sampling di setiap stasiun dengan plot ukuran 10x10 m. Setiap individu kategori pohon dan anakan di dalam plot diukur keliling batang dan tingginya sementara kategori semai dihitung jumlah masing-masing jenisnya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2022. Hasil penelitian ditemukan 9 jenis mangrove 8 diantaranya ditemukan dalam plot yaitu Lumnitzera racemosa, Bruguiera gymnorizha, Ceriops tagal, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Sonneratia alba, Excoecaria agallocha dan Xylocarpus granatum. Mangrove yang mendominasi lokasi penelitian ialah Rhizophora sp. Nilai Indeks Keanekaragaman tergolong kategori sedang dengan nilai keanekaragaman 0,932-1,464 dan Indeks Keseragaman tergolong kategori sedang dan tinggi dengan nilai yaitu 0,61 dan 0,88. Secara umum kondisi vegetasi magrove dalam kondisi baik.
Co-Authors Abda Abda Adi Ashari Adlikahfi Adlikahfi Adlina Aulia Firzanah Ahmad Ziddan Dhiya Ulhaq Ali Djunaedi Ali Djunaedi AMANDA, REGINA Ananta, Clarence Daffa Anindya Putri Fadmawati Annisa Khusnul Khotimah Antonius Budi Susanto Arrico Fathur Yudha Bramasta Arum Rosita Dewi Ashari, Adi Audy Salsabila Firdausiah Aufa Rifqi Widiardja Bambang Yulianto Bambang Yulianto Betta Rianda Bramasta, Arrico Fathur Yudha Cantika Elistyowati Andanar Chrisna Adhi Suryono Cintya Pramesthi Dewi Clarence Daffa Ananta Delianis Pringgenies Dewi, Melati Sukma Diah Permata Wijayanti Diah Permata Wijayanti Dian Kharisma Dimas Panji Budi Prasetyo Drajati, Fathia Eko Wardana Parsaulian Tampubolon Endang Supriyantini Endang Supriyantini Erik Wijaya Kusuma Fathia Drajati Fatimah, Hanaf Firdaus, Shabriel Auliya Fita Mirawati Fitriyani, Naily Gurning, Lestari Febriant Pitaloka Hadi Endrawati Hadi Endrawati Hafizh Prihindrasto Hasibuan, Zhulian Hikmah Hayati, Amaliya Tsiqotul Henrian Rizki Pradana Hilda Yuli Hermayanti Hilda Yuli Hermayanti, Hilda Yuli Ibnu Pratikto Ita Riniatsih Ita Widowati Ivan Riza Maulana Ken Suwartimah Khoerunnisa, Rizka Nabila Khozin Khozin Kirana, Nadia Astrid Kusuma, Erik Wijaya Lestari Febriant Pitaloka Gurning M. Amanun Tharieq Maryuli Dyah Cahyani Maryuli Dyah Cahyani Muhammad Helmi Muhammad Juli Hendra Putra Muhammad Ridwan Muhammad Ridwan Mutia Hanie Naily Fitriyani Nico Prasetyo Nugrahanto Nico Prasetyo Nugrahanto Nirwani Soenardjo Nirwani Soenardjo Nur Chofifah Pradana, Henrian Rizki Pratiwi, Wukir Berliana Putra, Muhammad Juli Hendra R. Sapto Hendri Boedi Soesatyo Rahma Nur Kharisma Ramadani Putri Windi Hastuti Rana Hadi Shafani Regina Amanda Retno Hartati Retno Kusumastuti Reysma Shinta Prastiwi Rianda, Betta Robertus Triaji Mahendrajaya Rohmaniyah, Lailatur Rudhi Pribadi Sarah Nabilla Sibero, Mada Triandala Siti Aminah Siti Aminah Sri Redjeki Sri Redjeki Sri Sedjati Subagiyo Subagiyo Subagiyo Subagiyo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Suryono Suryono Tampubolon, Eko Wardana Parsaulian Ulfah Nurjanah, Ulfah Vicencius Hendra Adhari Victoria Ratna Widiyanti Widianingsih Widianingsih Widianingsih Widianingsih Widiardja, Aufa Rifqi Widiyanti, Victoria Ratna Wilis Ari Setyati Wukir Berliana Pratiwi