Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Community Empowerment

PENDAMPINGAN MAJELIS TA’LIM MUSLIMAH GRAHA CENDANA TERKAIT FIQIH THAHAROH Nur Fitri Hidayanti; Zaenafi Ariani; Baiq Ida Astini; M Musfiatul Wardi
Journal of Community Empowerment Vol 1, No 2 (2022): Desember
Publisher : Journal of Community Empowerment

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dalam setiap kitab fiqh, menunjukkan betapa pentingnya kebersihan atau kesucian dalam Islam. Seseorang tidak memenuhi syarat untuk beribadah saat ia memiliki hadats. Ia pun tidak dapat beribadah saat pakaian atau tempat dilaksanakannya peribadahan terkena najis. Seringkali dikeluhkan oleh banyak orang tentang kebersihan, tidak terkecuali ditengah masyarakat yang beridentitas Islam. Islam diakui sangat memperhatikan kebersihan. Tetapi hal yang sangat sederhana ini dalam banyak kasus belum bisa dijalankan secara baik. Banyak tempat ibadah, lembaga pendidikan, tempat-tempat pelayanan umum yang nampaknya masih belum memperhatikan dan mengutamakan perawatan kebersihan ini. Maka pengabdian ini bertujuan mengarahkan dan mendampingi ibu-ibu Majelis Ta’lim Graha Cendana bagaimana cara bersuci yang benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW, sehingga tidak terjadi keraguan dalam hati setiap muslim terkait apa sudah benar atau belum dengan cara atau langkah bersuci yang diterapkan selama ini. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini  adalah ceramah          yaitu memberikan suatu informasi melalui pendengaran peserta majelis ta’lim, peserta dapat memahami apa yang disampaikan oleh Ustadzah Nenah Nurhasanah dengan cara mendengarkan apa yang telah Ia ucapkan. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah ibu-ibu Majelis Ta’lim Graha Cendana dapat meningkatkan pengetahuan mengenai cara bersuci yang baik dan benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW, serta mengevaluasi hasil teori dan praktek yang telah dilaksanakan pasca praktek untuk memastikan ilmu yang disampaikan telah difahami dengan baik dan siap untuk diamalkan dalam kegiatan sehari-hari. Islam adalah agama yang sangat mengutamakan kesucian dan kebersihan, baik lahir maupun batin. Semua ibadah yang berasaskan Islam bahkan tidak sah dilakukan seseorang dalam keadaan kotor jiwa dan raganya. Kata kunci: Pendampingan, Majelis Ta’lim, Fiqih Thaharoh.                                                             ABSTRACTIn every fiqh book, it shows how important cleanliness or purity is in Islam. A person is not eligible for worship when he has hadats. He also cannot pray when his clothes or the place where the worship is held is unclean. Many people often complain about cleanliness, including those in a society with an Islamic identity. Islam is recognized to pay great attention to cleanliness. But this very simple thing in many cases can not be executed properly. Many places of worship, educational institutions, public service places seem to still not pay attention to and prioritize this cleaning. So this dedication aims to direct and assist the women of the Graha Cendana Ta'lim Assembly on how to purify properly in accordance with the guidance of Rasulullah SAW, so that there is no doubt in the heart of every Muslim regarding whether or not the method or steps of purification that have been applied so far are correct or not. The method used in this service is lectures, namely providing information through hearing the participants in the ta'lim assembly, participants can understand what Ustadzah Nenah Nurhasanah is saying by listening to what she has said. The results achieved from this activity were that the women of the Graha Cendana Ta'lim Assembly could increase their knowledge about proper and correct methods of purification in accordance with the guidance of the Prophet Muhammad, as well as evaluate the results of theory and practice that had been carried out post-practice to ensure that the knowledge conveyed was understood. properly and ready to be practiced in daily activities. Islam is a religion that prioritizes purity and cleanliness, both physically and spiritually. All worship that is based on Islam is not even valid for someone to do in a dirty state of mind and body. Keywords: Assistance, Ta'lim Counter, Thaharoh Guidance
SAHABAT BUMI: SD RAMAH LINGKUNGAN DENGAN PROGRAM PEMILAHAN SAMPAH, BANK SAMPAH & DAUR ULANG Aqodiah, Aqodiah; Astini, Baiq Ida; Hasanah, Niswatun; Agustina, Ahadiah; Sandra Dewi, Novi Yanti
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.35614

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Program Sahabat Bumi dilaksanakan di SD ‘Aisyiyah 1 Mataram sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan pada siswa sekolah dasar. Kegiatan ini dirancang untuk membentuk budaya ramah lingkungan melalui tiga fokus utama, yaitu program pemilahan sampah, bank sampah, dan kegiatan daur ulang kreatif. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, sosialisasi, pelatihan praktik, pendampingan, serta evaluasi berbasis partisipasi aktif guru dan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan terhadap perilaku siswa dalam pengelolaan sampah; sebelum pelaksanaan program hanya 23% siswa yang mampu memilah sampah dengan benar, meningkat menjadi 82% setelah program berjalan. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan tanggung jawab sosial, kemandirian, dan kreativitas siswa dalam memanfaatkan barang bekas menjadi produk bernilai guna. Secara keseluruhan, Sahabat Bumi menjadi model edukasi lingkungan yang efektif untuk diterapkan di sekolah dasar dalam rangka membentuk karakter peduli lingkungan dan mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).Kata kunci: Sahabat Bumi; Sekolah Ramah Lingkungan; Pemilahan Sampah; Bank Sampah; Daur Ulang. ABSTRACTThe Sahabat Bumi (Friends of the Earth) program was implemented at SD ‘Aisyiyah 1 Mataram as a community service initiative aimed at fostering environmental awareness among elementary school students. This program was designed to create an environmentally friendly school culture through three main activities: waste sorting, a school waste bank, and creative recycling projects. The implementation methods included preliminary observation, socialization, hands-on training, mentoring, and participatory evaluation involving both teachers and students. The results indicated a significant improvement in students’ waste management behavior from only 23% who correctly sorted waste before the program to 82% after implementation. Furthermore, the activities developed students’ sense of responsibility, independence, and creativity in reusing materials into functional products. Overall, Sahabat Bumi serves as an effective environmental education model for elementary schools to promote environmental awareness, responsible behavior, and support for the Sustainable Development Goals (SDGs).Keywords: Sahabat Bumi; Green School; Waste Sorting; Waste Bank; Recycling.
MOTIVASI PENDIDIKAN AL-QUR’AN SEBAGAI INVESTASI AKHIRAT: PENGUATAN NILAI SPIRITUAL MELALUI WISUDA TAHFIDZ DI PONDOK PESANTREN RIYADUL MUBAROK Zaenudin, Zaenudin; Urifah, Dewi; Astini, Baiq Ida
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.38767

Abstract

ABSTRAKLatar belakang utama  pengabdian masyarakat ini adalah tantangan yang akan di hadapi para wisudawan pasca tahfidz, untuk menjaga konsistensi muroja’ah agar hafalan tetap terjaga serta mempertahankan motivasi spiritual, karena tahfidz merupakan amanah jangka panjang yang harus tetap istiqomah karena bukan akhir proses pembelajaran. Adapun orang tua juga mempunyai peran yang sangat penting keterlibatannya yang belum optimal maka itu diperlukan intervensi edukatif yang bersifat reklektif dan inspiratif. Tujuan pengabdian ini untuk emberikan penguatan motivasi spiritual dan edukasi keada wisudawan wisudawati tahfidz Al-Qur’an Di Pondok Pesantren Riyadul Mubarok. Selain itu pengabdian ini juga bertujuan membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya Pendidikan Al-Qur’an sebagai investasi akhirat. Adapun Metode yang di gunakan  adalah dengan  pendekatan ceramah motivasi keagamaan yang bersifat inspiratif dan reflektif, dilaksanakan secara luring pada tanggal 24 Januari 2026 dengan melibatkan wisudawan tahfidz (1–13 juz), orang tua, serta civitas pesantren sebagai mitra kegiatan. Dalam pengabdian ini juga  dilakukan evaluasi melalui observasi partisipasi, respons emosional, dan refleksi peserta selama kegiatan berlangsung.Pengabdian ini menghasilkan adanya peningkatan pemahaman, kesadaran spiritual, dan motivasi peserta dalam menjaga hafalan Al-Qur’an secara berkelanjutan. Adapun dalam kegiatan ini juga memperkuat peran orang tua dan pesantren dalam mendukung pembinaan generasi Qur’ani. Dengan demikian, pengabdian ini berkontribusi dalam penguatan model pembinaan tahfidz berbasis motivasi spiritual yang berkelanjutan.Kata kunci: Pengabdian Masyarakat; Tahfidz Al-Qur’an; Motivasi Spiritual; Pendidikan Pesantren; Generasi Qur’ani. ABSTRACTThe main background of this community service is the challenges that will be faced by graduates after tahfidz, to maintain the consistency of muroja'ah so that memorization is maintained and spiritual motivation, because tahfidz is a long-term mandate that must remain istiqomah because it is not the end of the learning process. As for parents, they also have a very important role in their involvement which is not optimal, so educational interventions that are collective and inspirational are needed. The purpose of this service is to strengthen spiritual motivation and education for graduates of tahfidz al-Qur'an at the Riyadul Mubarok Islamic Boarding School. In addition, this service also aims to build collective awareness about the importance of Qur'an Education as an investment in the hereafter. The method used is an inspirational and reflective approach to religious motivational lectures, which will be held offline on January 24, 2026 by involving tahfidz graduates (1-13 juz), parents, and the pesantren community as activity partners. In this service, evaluation was also carried out through observation of participation, emotional response, and reflection of participants during the activity. This service resulted in an increase in understanding, spiritual awareness, and motivation of participants in maintaining the memorization of the Qur'an in a sustainable manner. This activity also strengthens the role of parents and Islamic boarding schools in supporting the development of the Qur'ani generation. Thus, this devotion contributes to strengthening the sustainable model of tahfidz coaching based on spiritual motivation.Keywords: Community Service; Tahfidz Al-Qur'an; Spiritual Motivation; Islamic Boarding School Education; Generation Of The Qur'ani.