Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pengaruh Pengunaan Input Produksi (Pupuk) pada Musim Tanam Terhadap Produktivitas Usahatani Jagung di Desa Mojoayu Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri (Studi Kasus Kelompok Tani Makmur II) Wiyoto, Dedi; Sutiknjo, Tutut Dwi; Andajani, Wiwiek; Chamro', Wardatul; Arissaryadin, Arissaryadin
JINTAN : Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 5 No. 1 (2025): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v5i1.6326

Abstract

Food sector agriculture is one of the important sub-sectors in national food security; one of its commodities is corn. This commodity has been cultivated in various regions, especially in East Java, which has high productivity, including in the Kediri Regency, where members of the Makmur II Farmers Group in Mojoayu Village, Plemahan District, widely cultivated. Various factors, including planting time patterns, influence corn productivity in the region. This is because planting time patterns based on climate change cause temperature, rainfall, etc., changes related to optimal corn productivity. The research method used quantitative description. The research was conducted in Mojoayu Village using total sampling from the entire population of Makmur II Farmers Group members of 200 farmers. The data were analyzed using descriptive tests, and the T and F tests tested the hypothesis. Based on the results of the study, it was found that the productivity of corn plants in the second planting season was 6,818.82 kg/ha. The third planting season was 6,851.51 kg/ha, which means that planting season patterns do not affect theproductivity of corn plants in Mojoayu Village, Plemahan District, Kediri Regency. Pertanian sektor pangan menjadi salah satu subsektor penting dalam ketahanan pangan nasional, salah komoditasnya adalah Jagung. Komoditas ini telah diusahakan diberbagai wilayah khususnya di Jawa Timur yang memiliki produktivitas yang besar, termasuk di Kabupaten Kediri yang banyak dibudidayakan oleh anggota Kelompok Tani Makmur II di Desa Mojoayu Kecamatan Plemahan. Produktivitas jagung di wilayah tersebut diduga dipengaruhi oleh beragam faktor, diantaranya adalah pola waktu tanam. Hal ini dikarenakan pola waktu tanam yang didasarkan pada perubahan iklim menyebabkan perubahan suhu, curah hujan, dll yang berhubungan dengan optimalnya produktivitas jagung. Metode penelitian menggunakan dekskriptif kuantitatif. Penelitian akan dilaksanakan di Desa Mojoayu dengan menggunakan sampling total dari seluruh populasi anggota Kelompok Tani Makmur II sebanyak 200 petani. Data dianalisis menggunakan uji deskriptif dan hipotesis diuji menggunakan Uji T dan Uji F. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa produktivitas tanaman jagung pada musim tanam kedua adalah sebesar 6.818,82 kg/ha dan musim tanam ketiga adalah sebesar 6.851,51 kg/ha, yang artinya perubahan pola musim tanam tidak mempengaruhi produktivitas tanaman jagung di Desa Mojoayu Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri.
STRENGTHENING MODEL FOR DAIRY CATTLE BREEDERS WITH PROFIT-SHARING SYSTEM IN TRENGGALEK REGENCY Artini, Widi; Sidhi, Eko Yuliarsha; Lisanty, Nina; Sutiknjo, Tutut Dwi; Bahar, Asikin
Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Lampung University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jiia.v13i1.8806

Abstract

The Government of Trenggalek Regency is strongly committed to advancing the dairy cattle industry and boosting milk production in the region, with particular emphasis on Dompyong Village, Bendungan District.  This research aims to assess the capital requirements for dairy cattle farming and develop a model to strengthen the position of breeders using a profit-sharing system.  A survey method, incorporating both quantitative and qualitative descriptive approaches, was employed to gather comprehensive data.  The study revealed that independent dairy cattle farming requires a total capital of IDR 23,150,000.  However, under the profit-sharing system, breeders need only IDR 9,900,000 due to shared costs for purchasing dairy cows.  The profit-sharing arrangement generally involves a 50:50 split between breeders and investors, including income from the sale of calves and milk, resulting in a total profit-sharing value of IDR 23,000,000 per year.  Additionally, breeders receive 10 to 20 percent of the revenue from the sale of dairy cows, depending on the agreement.  The proposed model for strengthening breeders focuses on developing their character and credibility to build investor trust, advocating for written profit-sharing agreements to prevent disputes, and enhancing institutional support to improve business efficiency and provide technical guidance. Keywords : dairy cows; livestock, profit-sharing system.
NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI SALE PISANG KECAMATAN POGALAN KABUPATEN TRENGGALEK Pamujiati, Agustia Dwi; Sutiknjo, Tutut Dwi; Azkiyah, Lailatul; Lisanty, Nina; Slamet, Ahmad Haris Hasanudin; Sa'adah, Enik Nur
Agricore Vol 10, No 1 (2025): Volume 10 No 1, Juni 2025
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i1.60711

Abstract

AbstrakAgroindustri sale pisang banyak ditemukan di Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek dengan mayoritas mempekerjakan saudara sebagai tenaga kerja sehingga kurang memperhitungkan biaya tenaga kerja yang dikeluarkan. Hal ini akan mempengaruhi nilai tambah produk yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tambah agroindustri sale pisang di Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek. Metode yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan menggunakan metode Hayami. Sampel diambil secara sensus dengan jumlah responden sebanyak 25 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 41-45 tahun dan berpendidikan terakhir SMA. Dalam satu kali proses produksi sale pisang membutuhkan 100 kg pisang kepok dan menghasilkan 65 kg sale pisang dengan harga jual Rp 41.000 per kg. Nilai tambah agroindustri sale pisang di Kecamatan Pogalan sebesar Rp 16.350 per kg dengan rasio nilai tambah 61,35%. Keuntungan yang diperoleh industri sale pisang sebesar Rp 14.850 dengan tingkat keuntungan 90,83%. Distribusi margin terbesar adalah untuk keuntungan yaitu 72,62%, tenaga kerja 7,33%, dan input lain sebesar 20,05%. Penelitian ini menunjukkan bahwa agroindustri sale pisang di Kecamatan Pogalan memiliki nilai tambah yang tinggi dan potensial untuk dikembangkan.Kata kunci: Agroindustri, nilai tambah, sale pisang.AbstractThis research aims to determine the added value of banana chip agroindustry in Pogalan District, Trenggalek Regency. The method used is quantitative analysis using the Hayami method. The results of the study show that the majority of respondents are aged 41-45 years and have the last education level of high school. One process of producing banana chips requires 100 kg of kepok bananas and produces 65 kg of banana chips with a selling price of Rp 41,000 per kg. The added value of banana chip agroindustry in Pogalan District is Rp 16,350 per kg with an added value ratio of 61.35%. The profit obtained by the banana chip industry is Rp 14,850 with a profit rate of 90.83%. The largest margin distribution is for profit, namely 72.62%, labor 7.33%, and other inputs 20.05%. This research shows that banana chip agroindustry in Pogalan District has high added value and is potential to be developed.Keywords: Agroindustry, value added, dried banana dish.
Pengaruh Pengunaan Input Produksi (Pupuk) pada Musim Tanam Terhadap Produktivitas Usahatani Jagung di Desa Mojoayu Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri (Studi Kasus Kelompok Tani Makmur II) Wiyoto, Dedi; Sutiknjo, Tutut Dwi; Andajani, Wiwiek; Chamro', Wardatul; Arissaryadin, Arissaryadin
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 5 No. 1 (2025): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v5i1.6510

Abstract

Food sector agriculture is one of the important sub-sectors in national food security; one of its commodities is corn. This commodity has been cultivated in various regions, especially in East Java, which has high productivity, including in the Kediri Regency, where members of the Makmur II Farmers Group in Mojoayu Village, Plemahan District, widely cultivated. Various factors, including planting time patterns, influence corn productivity in the region. This is because planting time patterns based on climate change cause temperature, rainfall, etc., changes related to optimal corn productivity. The research method used quantitative description. The research was conducted in Mojoayu Village using total sampling from the entire population of Makmur II Farmers Group members of 200 farmers. The data were analyzed using descriptive tests, and the T and F tests tested the hypothesis. Based on the results of the study, it was found that the productivity of corn plants in the second planting season was 6,818.82 kg/ha. The third planting season was 6,851.51 kg/ha, which means that planting season patterns do not affect the productivity of corn plants in Mojoayu Village, Plemahan District, Kediri Regency. Pertanian sektor pangan menjadi salah satu subsektor penting dalam ketahanan pangan nasional, salah komoditasnya adalah Jagung. Komoditas ini telah diusahakan diberbagai wilayah khususnya di Jawa Timur yang memiliki produktivitas yang besar, termasuk di Kabupaten Kediri yang banyak dibudidayakan oleh anggota Kelompok Tani Makmur II di Desa Mojoayu Kecamatan Plemahan. Produktivitas jagung di wilayah tersebut diduga dipengaruhi oleh beragam faktor, diantaranya adalah pola waktu tanam. Hal ini dikarenakan pola waktu tanam yang didasarkan pada perubahan iklim menyebabkan perubahan suhu, curah hujan, dll yang berhubungan dengan optimalnya produktivitas jagung. Metode penelitian menggunakan dekskriptif kuantitatif. Penelitian akan dilaksanakan di Desa Mojoayu dengan menggunakan sampling total dari seluruh populasi anggota Kelompok Tani Makmur II sebanyak 200 petani. Data dianalisis menggunakan uji deskriptif dan hipotesis diuji menggunakan Uji T dan Uji F. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa produktivitas tanaman jagung pada musim tanam kedua adalah sebesar 6.818,82 kg/ha dan musim tanam ketiga adalah sebesar 6.851,51 kg/ha, yang artinya perubahan pola musim tanam tidak mempengaruhi produktivitas tanaman jagung di Desa Mojoayu Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri.
Mengubah Sampah menjadi Peluang: Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Menjadi Barang Bernilai di Desa Woromarto, Kediri Firmansyah, Edo Prastiko Fredi; Prayoga, Reksa Nanda; Probojati, Rasyadan Taufiq; Nareswari, Aptika Hana Prastiwi; Supandji, Supandji; Saptorini, Saptorini; Sutiknjo, Tutut Dwi; Aji, Satriya Bayu; Rahardjo, Djoko
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): MAY
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v5i1.6470

Abstract

Plastic waste represents a significant global environmental challenge due to its resistance to natural degradation and its widespread pollution impact. In Indonesia, the management of household plastic waste remains inadequate, largely due to limited public awareness and engagement. To address this issue, a community-based initiative was developed to build local capacity for managing plastic waste by creatively repurposing used water gallons into functional trash bins. This approach involved direct, hands-on training and ongoing mentoring of residents in Bangi, Woromarto Village, Purwoasri District, Kediri Regency. The effectiveness of the program was evaluated through participatory observation and systematic documentation of the products created by community members. The findings revealed a significant increase in community participation in recycling activities and the strategic placement of the repurposed trash bins throughout the village, thereby improving local waste management practices. Beyond providing a practical solution for reducing plastic waste accumulation, this initiative fostered positive behavioral changes by encouraging residents to adopt more responsible and sustainable practices centered on environmental stewardship and maximizing the value of discarded materials. Permasalahan sampah plastik merupakan isu global yang memberikan dampak serius terhadap pencemaran lingkungan karena sifat plastik yang sangat sulit terurai secara alami. Di Indonesia, pengelolaan sampah rumah tangga terutama plastik, masih belum optimal akibat rendahnya tingkat kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mengelola limbah tersebut. Untuk mengatasi permasalahan ini, kegiatan yang dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah plastik melalui pemanfaatan galon bekas sebagai bahan utama pembuatan tempat sampah. Pendekatan yang digunakan adalah metode partisipatif melalui pelatihan dan pendampingan langsung kepada warga Dusun Bangi, Desa Woromarto, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan dengan observasi partisipatif dan dokumentasi hasil karya warga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterlibatan masyarakat dalam proses daur ulang serta tersebarnya tempat sampah hasil olahan di berbagai titik desa. Kegiatan ini tidak hanya memberikan solusi praktis dalam pengurangan sampah plastik, tetapi memicu perubahan perilaku masyarakat menuju pengelolaan lingkungan yang lebih bertanggung jawab, berkelanjutan, dan bernilai guna.
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI PEMBIBITAN TANAMAN SAYURAN DI JAMAÁH TANI NURSERY Lisanty, Nina; Andajani, Wiwiek; Dwi Soetiknjo, Tutut
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15 No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/viabel.v15i1.1481

Abstract

Suatu usahatani pembibitan tanaman sayuran berlokasi di Desa Tegalan Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri yang bernama Jamaah Tani Nursery termasuk ke dalam usahatani perintis yang sukses dan menjadi pelopor usaha sejenis di lokasi tersebut. Usahatani ini bahkan memperluas usahataninya hingga ke Kabupaten Blitar dan Tulungagung. Tanaman sayuran yang diproduksi pada usahatani pembibitan ini terdiri dari bibit cabai, bibit sawi, dan bibit terong. Penelitian dilakukan pada usahatani ini bertujuan untuk mengetahui usaha pembibitan tanaman sayuran manakah yang memberikan keuntungan paling tinggi. Tujuan kedua penelitian adalah untuk menghitung break event point (BEP) masing-masing bibit sayuran tersebut. Penelitian ini menggunakan metode obervasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap performa usahatani dan petani (pelakunya), selaku pemilik usaha pembibitan tanaman sayuran. Berdasarkan hasil penelitan, diketahui bahwa secara keseluruhan pendapatan yang paling tinggi diperoleh petani di tanaman sayuran bibit cabai. Sementara itu, BEP produksi di Kabupaten Kediri untuk bibit sawi adalah 1,442 polibag, bibit cabai 1.106 polibag, dan bibit terong 1,447 dengan BEP harga bibit sawi Rp96,15, bibit cabai Rp96,70, dan bibit terong Rp144,73. Sedangkan untuk BEP produksi di Kabupaten Blitar untuk bibit sawi adalah 1,710 polibag, bibit cabai 1,150 polibag, dan terong sebanyak 1,297 polibag dengan BEP harga bibit sawi Rp128,23, bibit cabai Rp172,48, dan bibit terong Rp129,73. BEP produksi bibit sawi di Kabupaten Tulungagung adalah 1,643 polibag, bibit cabai 1,117 polibag, dan bibit terong 1,247 polibag dengan BEP harga untuk bibit sawi, cabai, dan terong masing-masing Rp123,23, Rp167,48, dan Rp124,73.
EFEKTIVITAS FASILITASI PENYEDIAAN PUPUK BERSUBSIDI KABUPATEN MANGGARAI TIMUR UNTUK USAHATANI PADI SAWAH Hardi, Dionisius Jusember; Sutiknjo, Tutut Dwi; Sidhi, Eko Yuliarsha
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 3 No. 1 (2023): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v3i1.3973

Abstract

Provision of food as a basic need for Indonesian citizens is a strategic role of the agricultural sector. The government continues to encourage increased farming activities by facilitating the provision of subsidized fertilizers for farmers. This activityis intended as an incentive for farmers to increase productivity. In practice, facilitating the provision of subsidized fertilizers is not always effective. The research was focused on rice production centers in East Manggarai Regency, precisely in LambahLeda Utara District, namely Satar Padut Village. Primary data was obtained from interviews with 24 farmers, 2 agricultural shop owners who were distributors, and employees of the local Food Crops Agriculture Office. This research employeddescriptive qualitative in presenting the results. The effectiveness of facilitating the provision of subsidized fertilizers in Satar Padut Villagewas measured by four indicators, which consistedof price accuracy, quantity, time of availability, and type of fertilizer. The research results showedthat the four indicatorswere not yet effective.The price of fertilizer sold to farmers above the highest retail price, besides,therewas still a shortage of fertilizer, and the type of fertilizer distributedwas not in accordance with government recommendations and the allocation of subsidized fertilizerwas not timely.Penyediaan pangan sebagai kebutuhan pokok warga Indonesia merupakan peran strategis sektor pertanian. Pemerintah terus mendorong peningkatan kegiatan usaha tani melalui fasilitasi penyediaan pupuk bersubsidi bagi para petani. Kegiatan ini ditujukan sebagai insentif bagi petani dalam peningkatan produktivitas. Dalam prakteknya, fasilitasi penyediaan pupuk bersubsidi tidaklah selalu efektif. Penelitian difokuskan di sentra produksi padi Kabupaten Manggarai Timur, tepatnya di Kecamatan Lambah Leda Utara, yaitu Desa Satar Padut. Data primer diperoleh dari hasil wawancara kepada 24 petani, 2 pemilik toko pertanian yang merupakan distributor, dan pegawai Dinas Pertanian Tanaman Pangan setempat. Penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dalam memaparkan hasil. Efektivitas fasilitasi penyediaan pupuk bersubsidi di Desa Satar Padut yang diukur dari empat indikator, yang terdiri atas ketepatan harga, kuantitas, waktu ketersediaan, dan jenis pupuk. Hasil penelitian menunjukan bahwa keempat indikator tersebut belum efektif. Hal ini dapat dilihat dari harga pupuk yang dijual kepada para petani di atas harga eceran tertinggi, selain itu masih terjadi kelangkaan pupuk, dan jenis pupuk yang didistribusikan tidak sesuai dengan anjuran pemerintah serta pengalokasian pupuk bersubsidi tidak tepat waktu.
Kontribusi Pendapatan Buruh Tani Wanita terhadap Kebutuhan Pangan Pokok Keluarga dalam Satu Musim Tanam Padi di Desa Nglaban Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk. Ghofiliani, Gina Septi; Artini, Widi; Sutiknjo, Tutut Dwi
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 3 No. 1 (2023): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v3i1.3974

Abstract

The phenomenon of women's participation as farm laborers has been going on for a long time. One of the locations where this phenomenon occurs is in Nglaban Village, Loceret District, Nganjuk Regency. There are many factors for women's participation as farm laborers, one of which is related to economic factors. This economic factor is related to increasing income and meeting the basic food needs of the families of female farm workers. The research aimed to identify the contribution of female farm workers. The research method was quantitative descriptive. Descriptive analysis was used to describe the state of the research environment. Quantitative analysis was used to calculate the income and contribution of women farm workers. Researchers took a sample of 32 respondents. The study results were that the income contribution of female farm workers who work >5 hours was 120%, and the income contribution of female farm workers who work <5 hours was 85%. Thus the contribution of female farm workers to the family's basic food needs in one rice planting season was high because they can help to meet the family's food needs. Fenomena keikutsertaan para wanita sebagai buruh tani menjadi suatu yang sudah berlangsung sejak dahulu. Salah satu lokasi terjadinya fenomena ini berada di Desa Nglaban Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk. Banyak faktor keikutsertaan para wanita menjadi buruh tani, salah satunya adalah berkaitan dengan faktor ekonomi. Faktor ekonomi ini berkaitan dengan penambahan pendapatan dan pemenuhan kebutuhan pangan pokok keluarga buruh tani wanita Peneliti ingin mengetahui besarnya kontribusi buruh tani wanita terhadap hal tersebut. Metode pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Analisis deskriptif yang digunakan untuk mendeskripsikan keadaan lingkungan penelitian. Analisis kuantitatif yang digunakan untuk menghitung besar pendapatan serta kontribusi buruh tani wanita. Peneliti mengambil sampel sebanyak 32 responden dari. Hasil dari penelitian adalah kontribusi pendapatan buruh tani wanita yang bekerja >5 jam sebesar 120% dan kontribusi pendapatan buruh tani wanita yang bekerja <5jam sebesar 85%. Dengan demikian kontribusi buruh tani wanita terhadap kebutuhan pangan pokok keluarga dalam satu musim tanam padi tergolong tinggi karena mampu membantu dan mencukupi kebutuhan pangan keluarga.
Peranan Perawatan terhadap Pendapatan Usahatani Karet Kecamatan Gunung Purei Kabupaten Barito Utara Dona, Jeri Ester; Sutiknjo, Tutut Dwi; Artini, Widi
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 3 No. 1 (2023): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v3i1.3976

Abstract

The rubber plant (Hevea brasiliensis) is grown in large plantations. Rubber is a strategic plantation commodity because it has high economic value and is a non-oil and gas export material. In general, rubber farmers use local seeds so that the quality of rubber is low, and there is a lack of care for rubber plants, especially fertilizing, cleaning, pruning, and irregular tapping. Improper post-harvest handling also results in decreased rubber production and quality. This study aimed to determine the effect of plant maintenance on rubber farming income in Gunung Purei District. The research method was descriptive quantitative. The sampling method used simple random sampling through questionnaires to seventy respondents. The results showed that the types of rubber maintenance carried out were pruning, fertilizing, cleaning, and tapping. The income of rubber farmers with treatment (IDR 12,860,000) was higher than that without treatment (IDR 10,148,000). The results of the statistical test showed that the variance was homogeneous. Meanwhile, there was a significant difference between income in the maintenance treatment and without treatment. Therefore, it is necessary to treat rubber plantations to increase productivity. Karet menjadi komoditas perkebunan strategis karena memiliki nilai ekonomi tinggi serta menjadi salah satu bahan ekspor non migas yang penting. Para petani karet dominan menggunakan bibit lokal serta kurangnya perawatan tanaman karet sehingga mempengaruhi produktivitasnya yang nantinya akan berdampak terhadap pendapatan. tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis perawatan yang dilakukan petani karet di kecamatan Gunung Purei serta untuk mengetahui pengaruh jenis perawatan terhadap pendapatan petani karet. Metode pengambilan sampel ini menggunakan simple random sampling melalui kuesioner ke petani karet dengan jumlah petani sebanyak 70 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis perawatan karet yang dilakukan adalah pemangkasan, pemupukan, pembersihan dan penyadapan. Pendapatan petani karet dengan perlakuan perawatan (Rp12.860.000) lebih besar dibanding dengan tanpa perawatan (Rp10.148.000). Hasil pengujian statistic dengan uji F menunjukkan bahwa varian homogen. Sedangkan Hasil Uji T menunjukkan adanya perbedaan secara siginifikan antara pendapatan pada perlakuan perawatan dengan tanpa perawatan. Maka itu perlu dilakukan perawatan terhadap tanamna karet agar meningkatkan produktivitas
Evaluasi Pendapatan dan Strategi Pemasaran dalam Usaha Pertanian Cabai Merah (Capsicum annum L.) Desa Puncu Kabupaten Kediri Putro, Wahyu Rianto; Sidhi, Eko Yuliarsha; Sutiknjo, Tutut Dwi; Pamujiati, Agustia Dwi; Djoko Rahardjo
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 4 No. 1 (2024): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v4i1.5288

Abstract

The development of the agricultural sector has the main objective of increasing food production and nutrition and improving the standard of living and welfare of the community. One of the potential contributors to the income of the farmers studied is the red chili plant. This research was conducted in Puncu Village, Kediri Regency, as a red chili production center. The research used a census method with 15 red chili farmer respondents. Data collection was carried out through interviews and questionnaires with farmers and traders. Data analysis was carried out qualitatively and quantitatively. The research results show that red chili farming in Puncu Village, Kediri, produces an average of 8,823 kg/ha with a total production cost of IDR34,594,639 per hectare. Farmers' income reaches IDR218,218,667, so the profit per hectare reaches IDR183,624,028 with an R/C ratio of 6.43, indicating significant profits. Red chili marketing was carried out through two channels where the first channel (farmers to retailers to consumers) was classified as efficient, with an efficiency level of 1.07%. Meanwhile, the second channel (farmer to collector to retailer to consumer) could be more efficient, with an efficiency level of 3.13%. Analysis of costs, profits, and marketing efficiency provides a deeper understanding of the economic dynamics in the red chili sector in Puncu Village, Kediri.   Pembangunan sektor pertanian memiliki tujuan utama untuk meningkatkan produksi pangan dan gizi, serta meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Salah satu potensi penyumbang pendapatan petani yang diteliti adalah tanaman cabai merah. Penelitian ini dilakukan di Desa Puncu, Kabupaten Kediri, sebagai sentra produksi cabai merah. Penelitian menggunakan metode sensus dengan 15 responden petani cabai merah. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan kuesioner kepada petani dan pedagang. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani cabai merah di Desa Puncu, Kediri, rata-rata menghasilkan 8.823 kg/ha dengan total biaya produksi Rp34.594.639 per hektar. Penerimaan petani mencapai Rp218.218.667, sehingga keuntungan per hektar mencapai Rp183.624.028 dengan R/C ratio 6,43, menandakan keuntungan yang signifikan. Pemasaran cabai merah dilakukan melalui dua saluran, dimana saluran pertama (petani ke pedagang pengecer ke konsumen) tergolong efisien dengan tingkat efisiensi 1,07%. Sementara itu, saluran kedua (petani ke pedagang pengumpul ke pedagang pengecer ke konsumen) tidak efisien dengan tingkat efisiensi 3,13%. Analisis biaya, keuntungan, dan efisiensi pemasaran memberikan pemahaman lebih mendalam tentang dinamika ekonomi di sektor cabai merah di Desa Puncu, Kediri.