Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Balanced Nutrition Education and Consultation of Elderly Health Problems in Banjar Tegal Jaya, Badung Bali Kusumaningsih, Purwaningtyas; Yogeswara, Ida Bagus; Nursini, Ni Wayan; Mantra, Ida Bagus
MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Mitra: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitra.v8i1.4396

Abstract

The health problems of the elderly have become an important concern for the government and society. Especially those who have care for elderly family members at home or nursing homes. Elderly Posyandu is one way to facilitate the elderly to stay active, interact and get health services. Doing exercise, health consultations, and counseling as activities that bring togetherness for the elderly. Health problems that often arise in the elderly such as decreased their appetite and digestive disorders are characterized by difficulty on defecating or has irregular frequence. Decreased the appetite will affect on the imbalance of nutritional intake, lack of sources of fiber, which causing digestive problems, malnutrition and other health problems. The purpose of this service is to remind the elderly about the importance of maintaining a balanced diet. Answer the problems faced by the elderly on a daily basis and provide input, especially for consuming healthy food every day according to the health conditions of the elderly. At the end of the implementation of this service activity, it will help improve the quality of life of the elderly in Banjar Tegal Jaya to be healthier and happier.
Pelatihan Pengolahan Kudapan Berbahan Dasar Protein Hewani di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Widhya Asih Badung Kusumawati, I Gusti Ayu Wita; Puspaningrum, Dylla Hanggaeni Dyah; Sulistyadewi, Ni Putu Eny; Yogeswara, Ida Bagus Agung; Nursini, Ni Wayan; Kusumaningsih, Purwaningtyas; Wiradnyani, Ni Ketut; Mantra, Ida Bagus Ketut
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 8 No. 2 (2024): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpd.v8i2.3330

Abstract

Masalah gizi yang umumnya terjadi di Indonesia diakibatkan karena minimnya tingkat pengetahuan mengenai menu gizi seimbang. Anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan rentan mengalami malnutrisi. Tujuan dilakukannya kegiatan PKM ini adalah untuk memberikan pelatihan mengenai olahan berbahan dasar protein hewani untuk memenuhi kebutuhan protein hewani anak yang berada di LKSA Widhya Asih Badung. Kegiatan PKM ini dilakukan dengan metode pelatihan pengolahan kudapan berbahan dasar protein hewani, yaitu berupa nugget lele, bakso ayam, dan dendeng babi. Kegiatan ini menghasilkan peningkatan pengetahuan mitra mengenai cara pengolahan kudapan berbahan dasar protein hewani. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mitra dapat mengkonsumsi kudapan berbahan protein hewani yang bervariasi dan bergizi.
Pengembangan Produk "Si Jae" di Banjar Tebuana, Desa Taro, Gianyar Sari, Ni Kadek Yunita; Nursini, Ni Wayan; Sri Endah K, Natalia; Deswiniyanti, Ni Wayan
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.664 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v11i2.38107

Abstract

Peningkatan permintaan Jahe di masa pandemi tidak berdampak signifikan pada petani di Banjar Tebuana, berdasarkan fakta di lapangan menunjukkan harga rimpang jahe segar di kelompok petani Banjar Tebuana masih lebih rendah dibandingkan harga di pasar tradisional dan modern. Selain itu bentuk rimpang segar memiliki resiko degradasi mutu akibat penyimpanan yang akan semakin menurunkan nilai jualnya. Peluang untuk melakukan kegiatan pascapanen dengan pengembangan produk olahan jahe menjadi suatu produk belum pernah dilakukan. Terkait dengan hal tersebut Mitra mengalami permasalahan antara lain:1)Mitra belum pernah melakukan pengembangan produk dari rimpang jahe segar menjadi suatu produk yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi, hal ini disebabkan karena keterbatasan pengetahuan dan teknologi alat yang dimiliki oleh mitra; 2)Mitra belum memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan proses pembuatan produk simplisia jahe secara higienis dan sanitasi; 3)Mitra menyatakan bahwa mereka memerlukan pendampingan untuk mendapatkan konsep brand dan desain kemasan dari produk yang dihasilkan. Solusi yang ditawarkan sesuai dengan permasalahan mitra, yaitu: 1)Sosialisasi pengembangan produk Si Jae dan pengadaan alat perajang, pengering dan penepung 2) Pelatihan dan pendampingan proses pembuatan produk simplisia jahe dengan menerapkan konsep higienis dan sanitasi; 3) Pendampingan label dan kemasan produk. Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah: Penyuluhan, Pelatihan dan Pendampingan terkait permasalahan yang dihadapi mitra. Hasil yang diperoleh dari PKM yaitu Dari hasil kegiatan program kemitraan masyarakat di Banjar Tebuana, Desa Taro dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1)Wawasan mitra tentang simplisia jahe menjadi 100% tahu tentang simplisia jahe pada post-test; Mitra memiliki aset alat perajang, pengering dan penepung dan memiliki keterampilan dalam mengoperasikan alat tersebut; 2)Mitra memiliki keterampilan dalam membuat simplisia jahe rajang dan bubuk dengan menerapkan prinsip higiene sanitasi; 3)Produk simplisia yang dihasilkan memiliki merek dagang Si Jae dan memiliki kemasan pouch dan botol untuk penjualan; 4)Mitra memiliki keterampilan dalam melakukan pelabelan dan pengemasan produk.
Pemanfaatan Biji Kakao menjadi Olahan Coklat Singapurwa, Ni Made Ayu Suardani; Ni Wayan Nursini; Luh Suariani; I Ketut Agung Sudewa; Anak Agung Ayu Kanaka Mutiara Laksmi; Ela Tara Wini Bira; Fransiska Sisilia Bheni; Maria Reinaldis Jebaut Subin
International Journal of Community Service Learning Vol. 9 No. 1 (2025): February
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijcsl.v9i1.84403

Abstract

Luas perkebunan kakao di Bali mengalami peningkatan, tetapi produktivitas kakao mengalami penurunan. Desa Asahduren di Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali, dikenal sebagai penghasil biji kakao, tetapi kebanyakan petani hanya menjual biji mentah dengan harga murah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan pengolahan biji kakao menjadi produk olahan cokelat bubuk dan cokelat batang, agar dapat meningkatkan nilai tambah dan kemakmuran petani kakao. Dalam kegiatan ini dilakukan pendekatan kepada petani kakao, pelaku usaha pengolahan biji kakao, dan pemerintah desa. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi lapangan, dan pelatihan tentang proses pengolahan biji kakao. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pembuatan cokelat batang dan bubuk dapat menguntungkan para petani. Untuk membuat produk lebih kompetitif di pasar, proses pengolahan yang diperkenalkan dapat meningkatkan kualitas produk. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa diversifikasi produk olahan kakao dapat menjadi strategi yang berguna untuk meningkatkan ekonomi masyarakat desa. Untuk menjaga bisnis pengolahan cokelat Desa Asahduren tetap beroperasi, kegiatan ini menunjukkan bahwa diperlukan dukungan teknologi, pelatihan, dan pendampingan dari pemerintah dan lembaga terkait.
Edukasi Gizi Berbasis Kudapan Protein Hewani untuk Meningkatkan Pemahaman dan Pencegahan Stunting pada Anak Sekolah SD Kusumawati, I Gusti Ayu Wita; Yogeswara, Ida Bagus Agung; Mantra, Ida Bagus Ketut; Nursini, Ni Wayan; Puspaningrum, Dylla Hanggaeni Dyah; Sulistyadewi, Ni Putu Eny; Kusumaningsih, Purwaningtyas; Sumadewi, Ni Luh Utari; Kurniati, Ni Made; Wasita, Rai Riska Resty
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Abdi Masyarakat Februari 2025
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v5i1.71

Abstract

masalah gizi pada anak usia sekolah, terutama stunting, masih menjadi tantangan di banyak daerah Indonesia, termasuk di Kabupaten Karangasem. Program pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi gizi kepada siswa SD Negeri 2 Bunutan melalui penyuluhan dan pemberian kudapan tinggi protein hewani. Metode yang digunakan meliputi ceramah, demonstrasi, dan pemberian contoh kudapan bergizi berupa bahan pangan lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa tentang pentingnya konsumsi gizi, khususnya protein hewani, serta perubahan kebiasaan makan yang lebih sehat. Diharapkan, kegiatan ini dapat berkontribusi dalam upaya menurunkan prevalensi stunting di daerah tersebut.   Nutritional problems in school-age children, especially stunting, are still a challenge in many regions in Indonesia, including Karangasem Regency. This community service program aims to provide nutritional education to students of SD Negeri 2 Bunutan through counseling and providing high-protein animal snacks. The methods used include lectures, demonstrations, and providing examples of nutritious snacks in the form of local food ingredients. The results of the activity showed an increase in student knowledge about the importance of nutritional consumption, especially animal protein, as well as changes in healthier eating habits. It is hoped that this activity can contribute to efforts to reduce the prevalence of stunting in the area.
EDUKASI KESEHATAN SALURAN CERNA SEBAGAI UPAYA DALAM MENCEGAH STUNTING PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 11 SANUR Nursini, Ni Wayan; Lestari, Putu Indah; Dewi, Ni Nyoman Ari Indra; Yogeswara, Ida Bagus Agung
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 4 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i4.1956

Abstract

Stunting is a condition of stunted physical growth in children due to malnutrition, a serious problem that can have a long-term impact on the health, education and development of school-age children. In addition, the incidence of stunting is also related to the health condition of the gastrointestinal tract, especially the balance of the normal flora population. When a child's digestive tract is healthy and nutrient absorption is maximized, it indirectly reduces the risk of nutritional problems, especially stunting. This PKM activity aims to provide education, training and assistance to teachers, students and parents regarding stunting prevention so that they can contribute to realizing the Golden Generation 2045.  Community Development is the method used in PKM, technically the activities are carried out by socialization, education, training, mentoring and monitoring. This PKM activity targets 5th and 6th grade students of SDN 11 Sanur who are early adolescents who need to get education and knowledge related to stunting. Based on the activities that have been carried out, an increase in understanding related to stunting is 76,63%. The increase in understanding related to gastrointestinal health has also increased by 84,09%. This community service program is very beneficial for the partner community and is able to increase the partner community's understanding of things to improve health status in an effort to prevent stunting.
Melangkah lebih jauh dengan mie kelor gud: Eksplorasi tepung, rasa dan bumbu instan yang menggugah selera Nursini, Ni Wayan; Yogeswara, Ida Bagus Agung; Kusumawati, I Gusti Ayu Wita
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v7i1.19378

Abstract

Kelor (Moringa oleifera) adalah tanaman bernilai tinggi yang dapat ditemui di daerah tropis dan subtropis yang dapat dinikmati dalam bentuk olahannya. Bapak I Wayan Sumerta Dana Arta yang biasa disapa Pak Wayan Mokoh dari Desa Buahan, Tabanan, merintis usaha memanfaatkan daun kelor menjadi mie dengan nama “mie kelor gud” sejak tahun 2019. Permasalahan yang dihadapi yaitu daun kelor cepat rontok dan tidak tahan lama, sedikitnya varian rasa yaitu goreng dan kuah serta bumbu mie yang terasa kurang bervolume. Metode yang digunakan yaitu community development dengan cara sosialisasi, pelatihan pendampingan dan evaluasi. Melalui kegiatan pengabdian ini kami menawarkan solusi: 1) pengolahan daun kelor menjadi tepung, 2) penambahan varian rasa yaitu varian rasa betutu dan ikan, 3) penambahan maltodekstrin pada bumbu. Hasil yang didapatkan dari kegiatan PKM ini 1)Peningkatan pengetahuan sebesar 76,36% terkait pembuatan dan manfaat penggunaan tepung kelor, 2) Meningkatnya jumlah varian rasa menjadi mie kelor goreng, mie kelor kuah, mie kelor betutu dan mie kelor ikan, 3) peningkatan pengetahuan terkait maltodekstrin dan pemanfaatannya sebesar 76,63% dan menghasilkan bumbu yang lebih bervolume. Disimpulkan bahwa terdapat perubahan yang signifikan terhadap bahan baku, varian rasa dan bumbu yang lebih baik.
Okara Yogurt Formulation as Functional Food to Prevent Stunting Putri, Syadila Nugraheny Muliya; Nursini, Ni Wayan; Wiradnyani, Ni Ketut
International Journal of Natural and Health Sciences Vol. 2 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : MultiTech Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59890/ijnhs.v2i2.1801

Abstract

Okara is the waste produced during soybean tofu production. To reduce okara waste, it is converted into functional food. Okara yogurt is formulated as a functional food to prevent stunting. The problem in this study is how the okara yogurt formulation can produce protein levels, fat levels, carbohydrate levels, water levels, ash levels, and acidity for the nutritional fulfilment of stunting, how the lactic acid bacterial population in okara yoghurt, and how organoleptic testing of okara yogurt products. This study uses RAL with 6 treatments and 3 repetitions. The data was analyzed statistically using analysis of variance (ANOVA) and continued with the tukey test. Organoleptic tests on selected formulas are Y5 color with value (3.47), Y3 texture with value (3.50), Y3 aroma with value (3.50), Y3 taste with value (3.67) and Y5 liking with value (3.67) per 100 grams. In making okara yogurt, it is recommended to use the selected formula, namely Y3
Peningkatan Pengetahuan Pola Asuh Orang Tua Untuk Mencegah Stunting Pada Orang Tua Siswa Sekolah Dasar Di Sanur Bali Ari Indra Dewi, Ni Nyoman; Nursini, Ni Wayan; Lestari, Putu Indah
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v5i2.3783

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai oleh tinggi badan anak berada di bawah standar usia. Kondisi stunting tidak hanya memengaruhi pertumbuhan fisik anak, namun juga berdampak pada perkembangan kognitif, kesehatan jangka panjang. Pola asuh orang tua memiliki peran yang krusial untuk mencegah terjadinya stunting pada anak. Pola asuh tidak hanya mencakup pemberian makanan yang bergizi, tetapi juga cara orang tua mendukung perkembangan anak secara menyeluruh melalui stimulasi kognitif, emosional, dan sosial. Oleh karena itu, pengetahuan orang tua mengenai pola asuh yang tepat dan gizi yang seimbang sangat penting untuk memastikan anak tumbuh optimal tanpa risiko stunting. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat pengaruh pemberian psikoedukasi pola asuh untuk mencegah stunting terhadap tingkat pengetahuan pola asuh orang tua. Penelitian ini, menggunakan metode true experimental pretest-posttest design, sehingga dapat mengetahui suatu keberhasilan dari intervensi. Sampel penelitian berjumlah 21 orang, yang diawali dengan pemberian pretest kemudian dilanjutkan pemberian psikoedukasi dengan ceramah dan diskusi dan pada tahap akhir pemberian posttest. Hasil penelitian menunjukkan, ada pengaruh pemberian psikoedukasi terhadap tingkat pengetahuan orang tua mengenai pola asuh yang tepat dalam pencegahan stunting. Didapatkan hasil Rata-rata posttest (75,714) lebih tinggi dibandingkan rata-rata pretest (59,048), dengan perbedaan rata-rata sebesar 16,67 poin. Ini menunjukkan bahwa pemberian psikoeduksi yang dilakukan berhasil meningkatkan performa peserta. Hasil Uji T signifikan menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti perbedaan antara pretest dan posttest signifikan secara statistik. Ini menegaskan bahwa peningkatan performa pengetahuan orang tua setelah mendapatkan psikoedukasi.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PENATALAKSANAAN DIET RENDAH GARAM TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI PUSKESMAS KUTA UTARA KECAMATAN KUTA UTARA KABUPATEN BADUNG Damayanti, Ni Made Rai; Nursini, Ni Wayan
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i1.2941

Abstract

Hipertensi merupakan suatu kelainan sistem sirkulasi darah yang dapat mengakibatkan peningkatan tekanan darah di atas nilai normal > 140/90 mmHg. Hipertensi seringkali tidak menimbulkan tanda dan gejala sehingga disebut dengan silent killer. Upaya yang dapat dilakukan untuk pencegahan komplikasi hipertensi tersebut adalah dengan adanya penatalaksanaan hipertensi yang baik dengan diet rendah garam. Kurangnya pengetahuan tentang diet rendah garam akan berdampak pada asupan natrium yang tinggi, sehingga dapat memicu peningkatan tekanan darah tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Penatalaksanaan Diet Rendah Garam Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi. Rancangan penelitian cross sectional dan sampel berjumlah 41 orang orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode deskriptif observasional, berdasarkan data sekunder, analisis data statistik uji rank spearman dengan SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukkan dari 41 sampel terdapat berjenis kelamin perempuan sebanyak 28 orang (68,3%), berdasarkan rentang usia, responden berusia 50-60 tahun sebanyak 18 orang (43,9%), berdasarkan pendidikan terakhir, responden berpendidikan Sekolah Dasar (SD) yaitu sebanyak 23 orang (56,1%), berdasarkan pekerjaan yaitu 51,2% responden tidak bekerja. Jenis kelamin, rentang usia dan pekerjaan tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan responden, sedangkan tingkat pendidikan berhubungan secara signifikan terhadap tingkat pengetahuan responden mengenai penatalaksanaan diet rendah garam dengan p value yaitu 0,02
Co-Authors ., Komalawati Agung Sudewa, I Ketut Agung Yogeswara, Ida Bagus Aimatun Nisfia Rizqy Aldy Wulang Kambombu Alfredo Umbu Londong Anak Agung Ayu Kanaka Mutiara Laksmi Ari Indra Dewi, Ni Nyoman Ate, Olyn Tien Ayu Wita Kusumawati, I Gusti Budi Mulya, I Komang Carolina Widyawati Christimulia Purnama Trimurti Cok. Istri Dewiyani Cakrawati Damayanti, Ni Made Rai Dewa Ayu Amira Budinitri Dewi, Ni Nyoman Ari Indra Djelantik, Sang Ayu Made Agung Prasetiawati Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum Ela Tara Wini Bira Eunike Grace Br. Sinambela Fransiska Sisilia Bheni Fukuda Kenji Ginting, Maria Fransiska I Gede Mustika I Gede Mustika I Gede Mustika I Gede Putu Sedana Putra I Gusti Agung Ayu Dewi Landari I Gusti Ayu Wita Kusumawati I Gusti Kusumawati I Ketut Agung Sudewa I Komang Krisna Praskadewa I Made Wisnu Adhi Putra I Nengah Sujaya I Putu Krisna Indrayana I Wayan Surya Aryasa Adiprawira Ida Bagus Agung Yogeswara Ida Bagus Ketut Mantra Ida Bagus Mantra Indra Tirta Saman Jeany Ingnadea Sabuin Jessica Putri Lulu Budiarsa Jiwantara, Gusti Ngurah Oka Ketut Ayu Widiantini KOMANG AYU NOCIANITRI Krisantus Markus Dede Kurniati , Ni Made Luh Putu Melly Purnama Dewi Luh Suariani Luh Suariani, Luh Mantra, Ida Bagus Ketut Marcianus Raya Goa Maria Adensiani Dola Bili Maria Reinaldis Jebaut Subin Mertayasa, I Gede Agus NI KADEK YUNITA SARI Ni Ketut Wiradnyani Ni Luh Made Ema Juliasari Ni Luh Okta Ayuni Ni Luh Putu Suariani Ni Luh Utari Sumadewi Ni Made Ayu Suardani Singapurwa Ni Made Ayu Suardani Singapurwa Ni Made Kurniati Ni Made Utami Dwipayanti Ni Nyoman Suartini Ni Putu Desy Aryantini Ni Putu Eny Sulistyadewi Ni Putu Suariani Ni Putu Widarini Ni Wayan Deswiniyanti Noviana Bili Petronela Yuyun Kurniawati Purwaningtyas Kusumaningsih Purwaningtyas Purwaningtyas Putri, Syadila Nugraheny Muliya PUTU INDAH LESTARI Putu Wida Gunawan Rafly Arisanto Rai Riska Resty Wasita Reinaldis Jebaut Subin, Maria Siti Zamiatun Zarah Sri Endah K, Natalia Sudewa, I Ketut Agung Sulatri, Ni Luh Sumadewi, Ni Luh Utari Suryani, Ni Luh Tadashu Urashima Tara Wini Bira, Ela Viani, Agata Winduyasa, I Wayan Wita Kusumawati, I Gusti Ayu Y. Ayu Fitria Adi Pravitasari Yan Ramona Yoanita Theresia Sina Yogeswara, Ida Bagus Yoshitake Orikasa Yuji Oda