Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PENGARUH SUMBER KARBON TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASAM GAMMA AMINOBUTIRAT (GABA) LACTOBACILLUS PLANTARUM PH715 Ni Wayan Nursini; Ida Bagus Agung Yogeswara
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 3 (2020): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1379.696 KB)

Abstract

ABSTRAKAsam Gamma-Aminobutyric (GABA) adalah asam amino non-protein yang diproduksi melaluidekarboksilasi glutamate oleh enzim glutamate dekarboksilase (GAD). Produksi GABA oleh bakteriasam laktat dapat ditingkatkan melalui pengaturan komposisi nutrisi pada media tumbuh salahsatunya adalah penggunaan sumber karbon. Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatanproduksi GABA Lactobacillus plantarum PH715 pada berbagai sumber karbon. Media pertumbuhanyang digunakan ada;ah MRS dengan 2% MSG dan 1% sumber karbon. Sumber karbon yangdigunakan yaitu fruktosa, glukosa, laktosa dan sukrosa. Peningkatan konsentrasi GABAmenggunakan metode TLC densitometry, populasi bakteri dengan metode pengenceran dansebar, pH dengan pH meter. Dari hasil penelitian didapatkan penambahan 1% fruktosamenghasilkan GABA 341,67±4,55 μg/ml, pada pH 3,9533±0,006 dan populasi8,9433±0,17cfu/ml, penambahan 1% glukosa menghasilkan GABA 338,60±8,64 μg/ml, denganpH 3,9567±0,006 dan populasi 9,1400±0,11cfu/ml, penambahan 1% laktosa menghasilkan GABAtertinggi 383,86±2,39 μg/ml pada pH 4,0233±0,011 dan populasi 9,3900±0,10 cfu/ml danpenambahan 1% sukrosa menghasilkan GABA 312,70±5,70 μg/ml, pada pH 3,9433±0,006 danpopulasi 8,9410±0,07cfu/ml. Simpulannya adalah penambahan 1% sumber karbon mampumeningkatan produksi GABA secara signifikan (p<0,05).Kata Kunci : gaba, lactobacillus plantarum, sumber karbon
KOMPOSISI MAKRONUTRIENT COOKIES TORBANGUN DENGAN KOMBINASI KURMA, PUMKIN DAN UBI UNGU SEBAGAI MAKANAN TAMBAHAN IBU MENYUSUI Ni Wayan Nursini; Y. Ayu Fitria Adi Pravitasari; Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 4 (2021): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.073 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian kombinasi tepung torbangun, kurma, pumpkin, dan ubi ungu terhadap sifat kimia dan organoleptik cookies ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari tepung torbangun, kurma, pumpkin, dan ubi ungu sebagai makanan tambahan ibu menyusui. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan dan 1 kali ulangan. Kombinasi yang dilakukan memberikan pengaruh pada pada semua pengujian. Kandungan karbohidrat pada cookies torbangun tertinggi terdapat pada formulasi P1 yaitu 81,275% dikarenakan penambahan tepung terigu lebih dominan daripada tepung torbangun. Kandungan lemak tertinggi terdapat pada formulasi P2 yaitu 2,444%. Semakin banyak penambahan tepung pumpkinakan meningkatkan kadar lemak cookies. Kandungan protein tertinggi cookies yaitu pada formulasi P6 yaitu 13,400% disebabkan karena perbedaan jumlah tepung yang digunakan sehingga mengakibatkan perbedaan jumlah protein.Kata kunci: cookies, kurma, pumkin, ubi ungu, makronutrient
Peningkatan Pengetahuan dan Kesadaran Kepada Remaja dan Pemuda Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Desa Catur Jessica Putri Lulu Budiarsa; Ketut Ayu Widiantini; Eunike Grace BR. Sinambela; I Putu Krisna Indrayana; Luh Putu Melly Purnama Dewi; Jeany Ingnadea Sabuin; Ni Wayan Nursini
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 5 (2022): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.869 KB)

Abstract

ABSTRAKPerilaku Hidup Bersih dan Sehat atau bisa disingkat PHBS adalah sebuah upaya untukmemperkuat budaya seseorang, kelompok, dan masyarakat untuk peduli dan mengutamakankesehatansehinggadapatterwujudkehidupanyangberkualitas.SelainituPHBSjugamerupakansemuaperilakukesehatanyangdilaksanakanberdasarkankesadaransendirisehingga keluarga dan seluruh anggotanya mampu menolong diri sendiri di bidang kesehatandanikutsertamemilikiperanaktifdalamaktivitasmasyarakat.Untukmeningkatkankesadaran tersebut dibutuhkan pengetahuan yang benar dalam masyarakat itu sendiri. Makadari itu perlu diadakan pengabdian masyarakat berupa peningkatan pengetahuan masyarakattentangPHBS.LokasipengabdianmasyarakatyaituDesaCatur,KecamatanKintamani,Kabupaten Bangli, Bali. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuandan kesadaran generasi penerus bangsa danagentofchanceyaitu remaja dan pemudatentangPHBSdanmampumemberidampakpadamasyarakatsekitarnya.Metodeyangdigunakan adalah penyuluhan dengan media materi singkat dan video animasi. Hasil yangdidapatkan adalah terdapat peningkatan pengetahuan remaja dan pemuda tentang PHBS.Katakunci:PHBS, Pengetahuan, Kesadaran, Remaja, Pemuda, Pengabdian Masyarakat,Penyuluhan
PKM PEMANFAATAN MALTODEKSTRIN DALAM PEMBUATAN BUMBU MIE KELOR GUD DI DESA BUAHAN, TABANAN Ni Wayan Nursini; Ida Bagus Agung Yogeswara; I Gusti Ayu Wita Kusumawati
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 5 (2022): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.145 KB)

Abstract

ABSTRAKKelor (Moringa oleifera) adalah tanaman bernilai tinggi yang dapat ditemui di daerah tropis dan subtropis. Manfaat kelor telah banyak dirasakan oleh masyarakat yang dikonsumsi dalam bentuk olahannya seperti ice, permen jelly, mie kelor. Salah satu masyarakat Desa Buahan, Tabanan yang bernama Bapak I Wayan Sumerta Dana Arta yang biasa disapa Pak Wayan Mokoh merintis usaha memanfaatkan daun kelor menjadi mie dengan nama “mie kelor gud” sejak tahun 2019. Permasalahan yang dihadapi yaitu rendahnya pengetahuan terkait pemanfaatan bahan pengisi untuk membuat bumbu mie yang lebih bervolume. Oleh karena itu tim pengabdi menawarkan solusi penambahan maltodekstrin pada bumbu sehingga bumbu menjadi lebih bervolume. Berdasarkan hasil pendampingan dan pelatihan pengunaan bahan pengisi yaitu maltodekstrin dalam pembuatan bumbu didapatkan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 76,63% dan menghasilkan bumbu yang lebih bervolume. Sampai saat ini pesanan mie kelor sangat diminati sehingga pesanan terus meningkat selain di Bali juga dari luar daerah seperti Subang, Surabaya, Bekasi, Bogor dan Jakarta.Kata kunci: maltodekstrin, bumbu, mie kelor
AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK KULIT BUAH NAGA SUPER MERAH (Hylocereus costaricensis) TERHADAP Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus Siti Zamiatun Zarah; Ni Wayan Nursini; Ni Ketut Wiradnyani
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 6, No 1 (2022): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.987 KB)

Abstract

ABSTRAK Penyakit infeksi menjadi penyebab utama kematian di dunia. Pengobatan infeksi menggunakan antibiotik sintetis cenderung menyebabkan resistensi, sedangkan penggunaan antibiotik alami masih jarang menyebabkan resistensi. Senyawa antibakteri atau antimikroba yang sering ditemukan dalam tanaman meliputi senyawa fenol, terpena, alkaloid, dan polipeptida. Beberapa senyawa turunan yang memiliki aktivitas antimikroba seperti katekol, pirogalol, asam fenolat, kuinon, ksanton, flavonoid, tanin dan kumarin. Salah satu tanaman yang memiliki senyawa flavonoid itu adalah buah naga. Sebagian besar masyarakat lebih terpaku pada pemanfaatan daging buahnya saja dan kulit buah yang tidak digunakan dibuang begitu saja sebagai limbah karena pemanfaatan yang sangat terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti antimikroba ekstrak kulit buah naga super merah (Hylocereus costaricensis) terhadap bakteri uji Escherichia coli dan Staphylococcus aereus. Kulit buah naga super merah dikeringkan menggunakan oven dengan suhu 50oC selama 3 hari. Dijadikan ekstrak dengan metode maserasi dengan perbandingan bubuk halus dan pelarut (1:5). Pengujian antibakteri menggunakan uji difusi agar. Ekstrak kulit buah naga merah mampu melakukan penghambatan namun masih lemah terhadap E. coli yaitu 1,8 mm dan Staph. aureus yaitu 3 mm. Kata kunci: ekstrak kulit buah naga, E. coli, S. aureus, antimikroba ABSTRACT Infectious diseases are a major cause of death in the world. Treatment of infections using synthetic antibiotics tends to cause resistance, while the use of natural antibiotics still rarely causes resistance. Antibacterial or antimicrobial compounds often found in plants include phenols, terpenes, alkaloids, and polypeptides. From phenol compounds, there are also some derivative compounds that have an antimicrobial activity such as catechol, pyrogallol, phenolic acid, quinone, xanthone, flavonoids, tannins, and coumarins. One of the plants that have flavonoid compounds is dragon fruit. Most people are more focused on the use of their flesh only and unused fruit peels are thrown away as waste because of very limited utilization. The purpose of this study was to determine the antioxidant and antimicrobial activity of super red dragon fruit peel extract (Hylocereus costaricensis) on Escherichia coli and Staphylococcus aureus. Super red dragon fruit skin is dried using an oven at 50oC for 3 days. Made into extract by maceration method with fine powder and solvent ratio (1: 5). Testing of antibacterial testing using agar diffusion test. Its antibacterial activity is also weak. Super red dragon fruit skin which is used as extract has very weak antibacterial activity 1,8 mm for E. coli and 3 mm for Staph. aureus. Keywords: dragon fruit peel extract, E. coli, S. aureus, antimicrobial
PROFIL SENYAWA FLAVONOID EKSTRAK BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) DENGAN BERBAGAI METODE PENGERINGAN I Gusti Agung Ayu Dewi Landari; I Gusti Ayu Wita Kusumawati; Ni Wayan Nursini; Ida Bagus Agung Yogeswara
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 27, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.27.1.7-16.2023

Abstract

Buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) diketahui memiliki kandungan senyawa flavonoid yang bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan karena memiliki aktivitas seperti antibakteri, antivirus, antioksidan, antijamur, anti inflamasi, antimutagenik dan antihipertensi. Tingginya kadar air pada buah mengkudu dapat mengakibatkan adanya perubahan secara biologi dan kimia, sehingga diperlukan alternatif proses pengeringan untuk mengurangi kadar air dan menjaga kandungan senyawa flavonoid. Buah mengkudu dapat menghasilkan banyak manfaat dari senyawa flavonid dengan cara mengekstrak tanaman tersebut. Salah satu tahapan ekstraksi buah mengkudu yaitu melakukan pengeringan untuk mendapatkan senyawa flavonoid yang optimal.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil senyawa flavonoid ekstrak buah mengkudu dari berbagai metode pengeringan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap tiga perlakuan dan tiga ulangan sehingga di dapatkan 9 unit percobaan, dengan pengeringan buah mengkudu yaitu pengeringan matahari langsung, pengeringan diangin-anginkan dan pengeringan oven kemudian simplisia buah mengkudu dianalisis kadar airnya menggunakan metode gravimetri. Bubuk kering buah mengkudu dimaserasi menggunakan etanol 96%. Kemudian dianalisis secara kualitatif menggunakan metode LCMS/MS QTOF.Hasil dari penelitian yaitu rata-rata kadar air bubuk buah mengkudu metode pengeringan matahari langsung, diangin-anginkan dan dioven berturut-turut adalah 12,64%, 14,11% dan 9,38%. Adapun golongan senyawa flavonoid yang terdapat pada ekstrak buah mengkudu dengan berbagai metode pengeringan yaitu flavonol, isoflavon, flavone dan flavanone.  Kandungan komponen profil senyawa flavonoid yang terdapat pada ekstrak buah mengkudu dengan metode pengeringan matahari langsung, metode pengeringan diangin-anginkan dan metode pengeringan oven berturut-turut yaitu sebanyak 9 senyawa flavonoid, 10 senyawa flavonoid dan 2 senyawa flavonoid.
Penerapan Hygiene Sanitasi dan Keselamatan Kerja Pada UMKM Setan Bali Ni Wayan Nursini; Ida Bagus Agung Yogeswara; Putu Wida Gunawan; I Gusti Ayu Wita Kusumawati
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 7 NOMOR 2 SEPTEMBER 2023 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jppm.v7i2.11036

Abstract

UMKM Sele Tangi (Setan) Bali merupakan industri rumah tangga yang mengolah klepon berbahan dasar ubi ungu. Pengolahan yang tidak higienis dan sanitasi tempat produksi berpengaruh pada kualitas produk yang dihasilkan. Tujuan dilaksanakan PkM pada UMKM Setan Bali adalah untuk menerapkan personal hygiene dan peralatan, sanitasi tempat produksi serta keselamatan kerja para pekerja. Metode PkM dilakukan dengan cara ceramah, diskusi dan praktek mengenai cara mencuci tangan yang baik dan benar, penggunaan penutup kepala, sarung tangan dan masker saat melakukan produksi, hygiene peralatan, sanitasi tempat produksi dan keselamatan kerja serta cara melakukan penanggulangan terhadap kecelakaan kerja. Hasil pre-test menunjukkan bahwa pengetahuan mitra terhadap personal hygiene, hygiene peralatan, sanitasi tempat produksi dan keselamatan kerja yaitu masing-masing sebesar 73,81%; 71,43%; 71,43%; dan 85,71%. Sedangkan hasil post-test menunjukkan bahwa setelah pelatihan, pengetahuan mitra terhadap personal hygiene, hygiene peralatan, sanitasi tempat produksi dan keselamatan kerja meningkat masing-masing menjadi 95,24%; 85,71%; 100%; dan 100%. Dengan menerapkan hygiene, sanitasi dan keselamatan kerja pada proses produksi dapat meningkatkan mutu produk yang dihasilkan.
EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT TERHADAP SISWA SD NEGERI CATUR KABUPATEN BANGLI Rafly Arisanto; Ni Luh Okta Ayuni; Dewa Ayu Amira Budinitri; I Komang Krisna Praskadewa; Aimatun Nisfia Rizqy; Petronela Yuyun Kurniawati; Noviana Bili; Maria Adensiani Dola Bili; Ni Wayan Nursini; Putu Indah Lestari
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol. 6 (2023): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan perilaku yang dilakukanseseorang agar selalu memperhatikan kebersihan, kesehatan, dan berperilaku sehat.Tujuan PHBS adalah untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kemauanmasyarakat agar hidup sehat dan meningkatkan peran aktif masyarakat termasukswasta dan dunia usaha, dalam upaya mewujudkan derajat hidup yang optimal. SDNegeri Catur merupakan sekolah dasar yang berada di Kabupaten Kintamani ProvinsiBali. Yang berfokus pada siswa-siswi di kelas 4-6, diketahui bahwa pengetahuantentang PHBS di siswa-siswi tersebut masih kurang, sehingga kami Mahasiswa KKNTUniversitas Dhyana Pura Bali melakukan penyuluhan edukasi tentang PHBS. Kegiatanini berjalan lancar dan siswa-siswi di SD Catur didapatkan hasil bahwa siswa-siswiaktif mengikuti kegiatan yang dilaksanakan dari awal hingga akhir, serta aktifmenyimak materi yang diberika dan kegiatan ini memberikan pengetahuantambahan kepada siswa-siswi menjadi tahu tentang pentingnya pola PHBS.
IMPLEMENTASI PROGRAM VERTIKULTUR UNTUK MENDUKUNG PEMBELAJARAN EKOLOGI DI SD NEGERI CATUR KABUPATEN BANGLI Aimatun Nisfia Rizqy; Ni Luh Okta Ayuni; Rafly Arisanto; Dewa Ayu Amira Budinitri; I Komang Krisna Praskadewa; Noviana Bili; Ni Wayan Nursini; Putu Indah Lestari
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol. 6 (2023): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vertikultur adalah suatu metode menanam tanaman pada ruang vertikal seperti padadinding atau menara dengan sistem irigasi tetes. Teknik ini dapat diterapkan untukmendukung pembelajaran ekologi terhadap siswa sekolah dasar, salah satunya SD NegeriCatur, yang berlokasi di Desa Catur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Kurangnyapemahaman tentang kesadaran pengelolaan sampah plastik di Desa Catur menjadi salah satupermasalahan umum yang dihadapi masyarakat. Sebagai usaha preventif, Tim KKNT Undhiramenyusun program vertikultur dalam bentuk inovasi dari pemanfaatan sampah plastikterutama botol plastik yang digunakan untuk wadah media tanam vertikultur. Tim KKNTmemberikan secara langsung kepada siswa SD Negeri Catur tentang pentingnya menjagaekosistem lingkungan melalui materi ekologi, serta mempraktikkan pembuatan vertikulturdengan botol-botol plastik bekas yang dikreasikan. Kegiatan yang dilaksanakan ini diharapkandapat membuka kesadaran masyarakat terutama para siswa SD Negeri Catur untukmenerapkan program vertikultur sejak dini, dan memberikan manfaat terhadap lingkungan.Hasil dari program vertikultur dapat digunakan untuk mempromosikan ekologi berkelanjutandi dalam ruang terbatas, serta mengurangi efek suhu panas dari perubahan iklim.
PENGARUH DIGITAL MARKETING TERHADAP PERKEMBANGAN KELOMPOK WANITA TANI DI DESA CATUR Carolina Widyawati; I Wayan Surya Aryasa Adiprawira; Indra Tirta Saman; Yoanita Theresia Sina; Alfredo Umbu Londong; I Gede Putu Sedana Putra; Marcianus Raya Goa; Aldy Wulang Kambombu; Krisantus Markus Dede; Putu Indah Lestari; Ni Wayan Nursini
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol. 6 (2023): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Catur merupakan desa yang terletak di Kintamani, Kabupataen Bangli yangterdiri dari 3 banjar adat yaitu Banjar Munsengan, Banjar Lampu, dan Banjar Catur. DesaCatur merupakan desa agrowisata yang berlatar pada pontensi alam di kawasannya.Banyaknya potensi alam di kawasan Desa Catur, maka dibentuk Kelompok Wanita Tani (KWT)untuk mengolah hasil pertanian di desa tersebut. Salah satu hasil pertanian yang dikelola olehKWT di Desa Catur adalah waluh (labu). Waluh diolah menjadi beberapa produk diantaranyakeripik waluh, tepung waluh, dan nastar waluh. Dalam mendukung KWT Desa Catur, programKKN Tematik mengenalkan digital marketing berupa cara mereka memasarkan produk,membuat video dan foto untuk promosi di social media.
Co-Authors ., Komalawati Agung Sudewa, I Ketut Agung Yogeswara, Ida Bagus Aimatun Nisfia Rizqy Aldy Wulang Kambombu Alfredo Umbu Londong Anak Agung Ayu Kanaka Mutiara Laksmi Ari Indra Dewi, Ni Nyoman Ate, Olyn Tien Ayu Wita Kusumawati, I Gusti Budi Mulya, I Komang Carolina Widyawati Christimulia Purnama Trimurti Cok. Istri Dewiyani Cakrawati Damayanti, Ni Made Rai Dewa Ayu Amira Budinitri Dewi, Ni Nyoman Ari Indra Djelantik, Sang Ayu Made Agung Prasetiawati Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum Ela Tara Wini Bira Eunike Grace Br. Sinambela Fransiska Sisilia Bheni Fukuda Kenji Ginting, Maria Fransiska I Gede Mustika I Gede Mustika I Gede Mustika I Gede Putu Sedana Putra I Gusti Agung Ayu Dewi Landari I Gusti Ayu Wita Kusumawati I Gusti Kusumawati I Ketut Agung Sudewa I Komang Krisna Praskadewa I Made Wisnu Adhi Putra I Nengah Sujaya I Putu Krisna Indrayana I Wayan Surya Aryasa Adiprawira Ida Bagus Agung Yogeswara Ida Bagus Ketut Mantra Ida Bagus Mantra Indra Tirta Saman Jeany Ingnadea Sabuin Jessica Putri Lulu Budiarsa Jiwantara, Gusti Ngurah Oka Ketut Ayu Widiantini KOMANG AYU NOCIANITRI Krisantus Markus Dede Kurniati , Ni Made Luh Putu Melly Purnama Dewi Luh Suariani Luh Suariani, Luh Mantra, Ida Bagus Ketut Marcianus Raya Goa Maria Adensiani Dola Bili Maria Reinaldis Jebaut Subin Mertayasa, I Gede Agus NI KADEK YUNITA SARI Ni Ketut Wiradnyani Ni Luh Made Ema Juliasari Ni Luh Okta Ayuni Ni Luh Putu Suariani Ni Luh Utari Sumadewi Ni Made Ayu Suardani Singapurwa Ni Made Ayu Suardani Singapurwa Ni Made Kurniati Ni Made Utami Dwipayanti Ni Nyoman Suartini Ni Putu Desy Aryantini Ni Putu Eny Sulistyadewi Ni Putu Suariani Ni Putu Widarini Ni Wayan Deswiniyanti Noviana Bili Petronela Yuyun Kurniawati Purwaningtyas Kusumaningsih Purwaningtyas Purwaningtyas Putri, Syadila Nugraheny Muliya PUTU INDAH LESTARI Putu Wida Gunawan Rafly Arisanto Rai Riska Resty Wasita Reinaldis Jebaut Subin, Maria Siti Zamiatun Zarah Sri Endah K, Natalia Sudewa, I Ketut Agung Sulatri, Ni Luh Sumadewi, Ni Luh Utari Suryani, Ni Luh Tadashu Urashima Tara Wini Bira, Ela Viani, Agata Winduyasa, I Wayan Wita Kusumawati, I Gusti Ayu Y. Ayu Fitria Adi Pravitasari Yan Ramona Yoanita Theresia Sina Yogeswara, Ida Bagus Yoshitake Orikasa Yuji Oda