Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hubungan antara Self-Esteem dan Self-Compassion dengan Optimisme Mahasiswa Syaira Princy Auranurani; Edwindha Prafitra Nugraheni
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 12, No 1 (2026): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v12i1.24276

Abstract

Optimism is an important psychological resource for university students in dealing with academic demands, developmental transitions, and future preparation. Optimism is influenced by various internal factors, including self-esteem and self-compassion. This study aimed to examine the relationship between self-esteem and self-compassion with optimism among university students. This study employed a quantitative approach with a correlational design involving 418 active students at Universitas Negeri Semarang selected through random sampling. Data were collected using the Rosenberg Self-Esteem Scale, Self-Compassion Scale–Short Form, and Revised Life Orientation Test, and were analyzed using multiple linear regression. The findings showed that self-esteem and self-compassion simultaneously had a significant relationship with optimism (R² = 0.715; p < 0.01). Partially, self-esteem had a positive and significant relationship with optimism (β = 0.532; p < 0.01), and self-compassion also showed a positive and significant relationship with optimism (β = 0.362; p < 0.01). These findings indicate that positive self-evaluation and the ability to accept oneself adaptively play important roles in shaping students’ positive expectations toward the future. _____________________________________________________________Optimisme merupakan salah satu sumber daya psikologis yang penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tuntutan akademik, transisi perkembangan, dan persiapan masa depan. Optimisme dipengaruhi oleh berbagai faktor internal, di antaranya self-esteem dan self-compassion. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan self-esteem dan self-compassion dengan optimisme pada mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional terhadap 418 mahasiswa aktif Universitas Negeri Semarang yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan Rosenberg Self-Esteem Scale, Self-Compassion Scale–Short Form, dan Revised Life Orientation Test, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-esteem dan self-compassion secara simultan memiliki hubungan yang signifikan dengan optimisme (R² = 0,715; p < 0,01). Secara parsial, self-esteem memiliki hubungan positif dan signifikan dengan optimisme (β = 0,532; p < 0,01), demikian pula self-compassion yang juga menunjukkan hubungan positif dan signifikan dengan optimisme (β = 0,362; p < 0,01). Temuan ini menunjukkan bahwa evaluasi diri yang positif dan kemampuan menerima diri secara adaptif berperan penting dalam membentuk harapan positif mahasiswa terhadap masa depan.
IMPLEMENTASI TOOLKIT KONSELING KOMUNITAS BERBASIS AKTIVITAS PARTISIPATIF UNTUK MEMPERKUAT REGULASI EMOSI DAN ORIENTASI MASA DEPAN ANAK DAMPINGAN YAYASAN SETARA Ashari Mahfud; Muslikah Muslikah; Edwindha Prafitra Nugraheni; Sigit Hariyadi; Fathin Farah Fadhilah; Salma Aulia Khosibah; Yuli Sulistiyanto
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.252

Abstract

Kesehatan mental anak yang hidup dalam kondisi kerentanan sosial menjadi salah satu isu penting dalam pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) 3 tentang Good Health and Well-being. Anak dampingan Yayasan Setara Kota Semarang masih menghadapi tantangan dalam mengelola emosi dan membangun orientasi masa depan, sementara komunitas pendamping belum memiliki perangkat intervensi psikososial yang terstruktur dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengimplementasikan Toolkit Konseling Komunitas Berbasis Aktivitas Partisipatif untuk memperkuat kesehatan mental anak dampingan melalui peningkatan regulasi emosi dan orientasi masa depan sekaligus meningkatkan kapasitas relawan dalam memberikan pendampingan psikososial. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi asesmen kebutuhan, pelatihan fasilitator (Training of Facilitator), implementasi sesi konseling komunitas berbasis aktivitas partisipatif, serta pendampingan dan evaluasi. Toolkit yang dikembangkan terdiri atas kartu emosi, papan strategi coping, modul aktivitas reflektif, vision board kit, lembar perencanaan masa depan, panduan fasilitator, dan instrumen evaluasi. Implementasi program menunjukkan peningkatan kemampuan anak dalam mengenali dan mengelola emosi, menyusun tujuan serta rencana masa depan yang lebih realistis, dan meningkatkan kompetensi relawan dalam memfasilitasi layanan konseling komunitas secara sistematis. Selain menghasilkan perangkat intervensi yang dapat direplikasi, program ini memperkuat kapasitas komunitas dalam menyediakan layanan pendampingan psikososial yang berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi Toolkit Konseling Komunitas Berbasis Aktivitas Partisipatif merupakan strategi pemberdayaan komunitas yang potensial dalam mendukung pencapaian SDG 3 melalui penguatan kesehatan mental anak dampingan Yayasan Setara.
Pengaruh Dukungan Sosial terhadap Pembentukan Karakter Warga Negara: Studi Kasus di SD Mutiara Hati Semarang dan SD Labschool UNNES Edwindha Prafitra Nugraheni; Giri Harto Wiratomo
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i10.4599

Abstract

Pembentukan karakter warga negara di Sekolah Dasar (SD) dipengaruhi oleh dukungan sosial, namun penelitian terdahulu lebih banyak mengaitkannya dengan kesehatan mental dan prestasi akademik, sedangkan pengaruhnya terhadap karakter warga negara sebagai masih terbatas. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh dukungan sosial terhadap pembentukan karakter warga negara di SD Kota Semarang. Metode penelitian ini yaitu kuantitatif desain ex post facto terhadap 531 murid di dua SD melalui purposive sampling menggunakan instrumen Character Strengths Inventory dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support. Hasil menunjukkan bahwa karakter warga negara dan dukungan sosial berada pada kategori tinggi. Dukungan sosial berhubungan positif kuat dengan karakter warga negara (r = 0,662; p < 0,001) dan menjelaskan 43,9% variasi karakter warga negara. Kebaruan penelitian ini pada pengukuran karakter warga negara sebagai konstruk multidimensional yang terdiri atas kindness, teamwork, bravery, creativity, modesty, dan spirituality. Kesimpulan penelitian ini yaitu dukungan sosial merupakan prediktor signifikan pembentukan karakter warga negara. Implikasinya, sekolah perlu memperkuat kolaborasi dengan keluarga dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan belajar yang sinergis.
Hubungan antara Self-Esteem dan Self-Compassion dengan Optimisme Mahasiswa Syaira Princy Auranurani; Edwindha Prafitra Nugraheni
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 12 No 1 (2026): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v12i1.24276

Abstract

Optimism is an important psychological resource for university students in dealing with academic demands, developmental transitions, and future preparation. Optimism is influenced by various internal factors, including self-esteem and self-compassion. This study aimed to examine the relationship between self-esteem and self-compassion with optimism among university students. This study employed a quantitative approach with a correlational design involving 418 active students at Universitas Negeri Semarang selected through random sampling. Data were collected using the Rosenberg Self-Esteem Scale, Self-Compassion Scale–Short Form, and Revised Life Orientation Test, and were analyzed using multiple linear regression. The findings showed that self-esteem and self-compassion simultaneously had a significant relationship with optimism (R² = 0.715; p < 0.01). Partially, self-esteem had a positive and significant relationship with optimism (β = 0.532; p < 0.01), and self-compassion also showed a positive and significant relationship with optimism (β = 0.362; p < 0.01). These findings indicate that positive self-evaluation and the ability to accept oneself adaptively play important roles in shaping students’ positive expectations toward the future. _____________________________________________________________Optimisme merupakan salah satu sumber daya psikologis yang penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tuntutan akademik, transisi perkembangan, dan persiapan masa depan. Optimisme dipengaruhi oleh berbagai faktor internal, di antaranya self-esteem dan self-compassion. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan self-esteem dan self-compassion dengan optimisme pada mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional terhadap 418 mahasiswa aktif Universitas Negeri Semarang yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan Rosenberg Self-Esteem Scale, Self-Compassion Scale–Short Form, dan Revised Life Orientation Test, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-esteem dan self-compassion secara simultan memiliki hubungan yang signifikan dengan optimisme (R² = 0,715; p < 0,01). Secara parsial, self-esteem memiliki hubungan positif dan signifikan dengan optimisme (β = 0,532; p < 0,01), demikian pula self-compassion yang juga menunjukkan hubungan positif dan signifikan dengan optimisme (β = 0,362; p < 0,01). Temuan ini menunjukkan bahwa evaluasi diri yang positif dan kemampuan menerima diri secara adaptif berperan penting dalam membentuk harapan positif mahasiswa terhadap masa depan.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN OPTIMISME PADA SISWA SMP DITINJAU DARI JENIS KELAMIN Tia Alfiana; Edwindha Prafitra Nugraheni
Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling Vol 16, No 1 (2026): Al Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/al-irsyad.v16i1.30003

Abstract

Optimisme merupakan cara berpikir positif dalam memandang peristiwa kehidupan, terutama ketika menghadapi kegagalan atau kesulitan. Penelitian dilakukan untuk menganalisis keterikatan antara dukungan teman sebaya dengan optimisme pada siswa SMP Negeri 14 Semarang, ditinjau dari  jenis kelamin. Penelitian ini menggunkan pendekatan kuantitatif korelasional. Sampel diperoleh menggunkan teknik proportional stratified random sampling. Responden dalam penelitian ini  sebanyak 275 siswa SMP Negeri 14 Semarang, ditinjau dari jenis kelamin, sebanyak 140 dari siswa laki-laki, dan sebanyak 135 dari siswa perempuan. Data dianalisis menngunakan uji deskriptif,  uji asumsi klasik, dan analisis regresi moderasi Moderated Regression Analysis (MRA). Berdasarkan analisis deskriptif menunjukkan bahwa dukungan teman sebaya dan optimisme Siswa SMP berada dalam kategori sedang. Kemudian terdapat dukungan teman sebaya berhubungan positif secara signifikan dengan optimisme, artinya semakin baik dukungan teman sebaya, cenderung memiliki optimisme yang tinggi pula. Berdasarkan hasil uji Moderasi jenis kelamin tidak memoderasi hubungan dukungan teman sebaya dan optimisme siswa SMP, maka pengaruh dukungan teman sebaya terhadap optimisme pada siswa laki-laki maupun perempuan sama baiknya. 
Pengaruh Dukungan Teman Sebaya terhadap Adaptabilitas Karier Siswa melalui Self-Efficacy Nadia Amillatur Risqi; Edwindha Prafitra Nugraheni
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol. 16 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v16i2.15791

Abstract

Career adaptability is a crucial psychosocial resource that enables students to cope with career developmental tasks, educational transitions, and unpredictable challenges. Peer support is considered an important social factor that can enhance students’ self-efficacy, which in turn contributes to career adaptability. This study aims to examine the effect pf peer support on career adaptability through self-efficacy among senior high school students in Semarang. This study employed a quantitative approach with a correlational design involving 227 students selected using proportional random sampling. Data were collected using the Peer Support Scale, General Self-Efficacy Scale, and Career Adapt-Abilities Scale-Short Form. Mediation analysis was conducted using a regression-based approach. The results showed that peer support had a significant positive effect on career adaptability  (β = 0.214; p < 0.001). Self-efficacy also significantly predicted career adaptability (β = 0.050; p < 0.05) and partially mediated the relationship between peer support and career adaptability (indirect effect = 0.010; p < 0.001). These findings provide empirical support for the role of self-efficacy as a psychological mechanism linking social support and career adaptability. Practically, the results highlight the importance of peer-based interventions and self-efficacy enhancement within school guidance and counseling programs to support students’ career development.