Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN KEPALA DESA DALAM PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI DI DESA TANJUNG GUSTA Putri Syahrani Adawiyah; Bengkel Ginting; Mia Aulina Lubis
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 6 (2026): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i6.2026.1403-1410

Abstract

Peran kepala desa dalam pemberdayaan kelompok tani dilakukan untuk memberi daya kepada masyarakat terkhusus masyarakat tani agar mamiliki kemampuan untuk mengelola pertanian dengan baik serta dapat menggali potensipotensi pertanian yang ada. Dalam proses pembangunan desa peran kepala desa juga sangat besar karena kepala desalah yang memiliki kekuasaan untuk mengayomi masyaratnya agar memiliki daya. Pemberdayaan (empowerment) berasal dari Bahasa Inggris. Menurut Korten (1992) pemberdayaan adalah peningkatan kemandirian rakyat berdasarkan kapasitas dan kekuatan internal rakyat atas SDM baik material maupun non-material melalui redistribusi modal. menurut teori peran Suhardono antara lain peran kepala desa sebagai organisator, fasilitator, inovator. Melalui teori-teori yang telah dibahas sebelummya dapat disimpulkan bahwa peran kepala desa dalam pemberdayaan kelompok tani ialah: mengorganisasikan semua aktor yang terlibat dalam pemerintahan baik itu pegawai pemeritah desa dan juga masyarakat, memfasillitasi kegiatan-kegiatan yang dapat digunakan oleh masyarakat terutama dalam hal pertanian sehingga mempercepat proses peningkatan perekonomian masyarakat serta memunculkan ide dan pemikiran akan hal-hal baru yang belum pernah ada di desa yang mendukung pemerintahan dan peningkatan perekonomian masyarakat dibidang pertanian.
EVALUASI PROGRAM GISA (GERAKAN INDONESIA SADAR ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN) SEBAGAI PELAYANAN SOSIAL DI DESA SAMPALI Hassa Nia Harahap; Bengkel Ginting; Randa Putra Kasea Sinaga
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 5 (2026): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i5.2026.%p

Abstract

Program Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) merupakan program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya administrasi kependudukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program GISA di Rumah Literasi Ranggi sebagai bentuk pelayanan sosial terhadap masyarakat Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan model evaluasi CIPP yang meliputi context, input, process, dan product. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program GISA memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran masyarakat dalam pengurusan dokumen administrasi kependudukan seperti KTP, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, dan KIA. Program ini juga membantu masyarakat memperoleh pelayanan administrasi secara gratis serta mempermudah akses terhadap pelayanan publik. Namun, pelaksanaan program masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sosialisasi, sumber daya manusia, dan hambatan administrasi dalam proses pengurusan dokumen. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kerja sama antara Rumah Literasi Ranggi dan pemerintah daerah agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan
The Role of Working Children in Helping the Income of Poor Fishermen Families in Nelayan Indah Village, Medan Belawan District Intan Natalya; Humaizi Humaizi; Bengkel Ginting
JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance and Political UMA) Vol. 14 No. 1 (2026): JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jppuma.v14i1.17706

Abstract

The phenomenon of working children remains prevalent among poor fishing communities, including those in Neighborhood III of Nelayan Indah Village, Medan Labuhan District. Economic limitations and unstable income from fishing activities encourage children to participate in income-generating activities to support household needs. This study aims to analyze how working children divide their time between school and work, examine their economic contribution to family income, and explore community perceptions regarding child labor in poor fishing households. The research employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving working children, parents, community members, business owners, and local government officials. The findings indicate that children generally perform work activities outside school hours, enabling them to continue their formal education while contributing economically to their families. Although the income earned by children is relatively small, it functions as supplementary income that helps reduce household economic burdens. Community members generally perceive children’s involvement in work as acceptable and reasonable due to persistent poverty, unstable fishing incomes, and a cultural tradition of helping parents. The study concludes that child labor among poor fishing families is closely associated with household survival strategies and structural poverty, while education remains an important aspiration for children and their families despite economic constraints.
Tanggapan Masyarakat Penerima Manfaat Terhadap Penggunaan Manfaat Program Kartu Prakerja Pada Masa Pandemi Covid-19 di Kelurahan Pasar Doloksanggul: Bahasa Indonesia Samuel Christian; Bengkel Ginting; Fajar Utama Ritonga
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 1 No. 1 (2022): Community Intervention (Community Development & Community Organization)
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v1i1.8970

Abstract

Program Kartu Prakerja merupakan program pengembangan kompetensi kerja dan kewirausahaan yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja/buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja, dan/atau pekerja/buruh yang membutuhkan peningkatan kompetensi, termasuk pelaku usaha mikro dan kecil. Program Kartu Prakerja ini pada awalnya tidak di desain untuk masa pandemi covid-19, namun seiring berjalannya waktu program ini mendapatkan beberapa modifikasi sehingga program ini dijadikan sebagai upaya percepatan pemerintah dalam menghadapi gejolak sosial dan ekonomi akibat dampak pandemi covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan mengenai tanggapan masyarakat penerima manfaat terhadap penggunaan manfaat Program Kartu Prakerja pada masa pandemi Covid-19 di Kelurahan Pasar Doloksanggul. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. peneliti memilih penelitian kualitatif desktriptif adalah karena dengan metode ini peneliti dapat mengetahui dan memahami fonomena (need to know) yang berfungsi untuk menggambarkan fakta, membuktikan, menggambarkan dan menemukan pengetahuan terkait suatu objek yang diteliti. Program Kartu Prakerja ini hadir sebagai solusi atas masa krisis ditengah-tengah masyarakat akibat gejolak sosial dan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi covid-19. Kata Kunci: Program Kartu Prakerja, Masyarakat Penerima Manfaat, Pandemi Covid-19   Abstrak   Kartu Prakerja Program is a work competency and entrepreneurship development program aimed at job seekers, workers/labourers who have been laid off, and/or workers/laborers who need to increase their competence, including micro and small business actors. This Kartu Prakerja Program was not originally designed for the COVID-19 pandemic, but over time this program has received several modifications so that this program is used as an effort to accelerate the government in dealing with social and economic turmoil due to the impact of the COVID-19 pandemic. This study aims to determine and describe the response of the beneficiary community to the use of the benefits of Kartu Prakerja Program during the COVID-19 pandemic in Pasar Doloksanggul Village. This study uses a qualitative research method using a descriptive approach. Researchers choose descriptive qualitative research because with this method researchers can know and understand the phenomenon (need to know) which serves to describe facts, prove, describe and find knowledge related to an object under study. This Kartu Prakerja Program is here as a solution to the crisis in the community due to the social and economic turmoil caused by the COVID-19 pandemic. In the study, researchers went directly to the field to be able to see firsthand how the public's response to the use of the benefits of Kartu Prakerja Program during the Covid-19 pandemic in Pasar Doloksanggul Village was. The Beneficiary Community of Kartu Prakerja Program in Pasar Doloksanggul Village considers that the benefits offered by Kartu Prakerja Program ranging from incentive funds, training, and competency certificates are the best alternatives today to save people's lives from the economic and financial crisis as a result of the social and economic turmoil in the past. the time of the Covid-19 pandemic. Keywords: Kartu Prakerja Program, Beneficiary Community, Covid-19 Pandemic  
Efektivitas Program Gerakan Literasi Sekolah Dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa di SMP Negeri 7 Medan Geby Claudia Purba; Bengkel Bengkel; Husni Thamrin; Lina Sudarwati; Hairani Siregar
PERSPEKTIF Vol. 15 No. 3 (2026): PERSPEKTIF Juli
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/perspektif.v15i3.17921

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the School Literacy Movement (GLS) program and the differences in reading interest of eighth-grade students at SMP Negeri 7 Medan. The research used a mixed methods approach with a one-group pretest–posttest design. Quantitative data were obtained through a reading interest questionnaire given to 33 eighth-grade students before and after the implementation of the program, while qualitative data were obtained through observations, interviews, and documentation. Quantitative data were analyzed using the Paired Sample t-test, while qualitative data were analyzed through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results show that the implementation of GLS is carried out through 15-minute reading activities before learning, the use of reading corners, and other literacy activities involving teachers, students, and parents. The statistical test results showed an increase in the average student reading interest from 72.533 to 85.139 with a significance value of < 0.001. Thus, there is a significant difference in the reading interest of eighth-grade students before and after the implementation of the School Literacy Movement program.
Penerapan Metode Belajar Fun Learning untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa SDN 060934 Medan Johor Yola Vingky Sitohang; Bengkel Ginting
Pengabdian Pendidikan Indonesia Vol. 1 No. 02 (2023): Artikel Periode Desember 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ppi.v1i02.3016

Abstract

Prestasi siswa sangat dipengaruhi oleh motivasi dalam diri siswa, dimana motivasi yang tinggi dapat mendorong siswa untuk belajar dengan giat, mengatasi rintangan, dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sekolah yang menjadi tempat dilaksanakannya PKL yaitu SDN 060934 Medan Johor. Metode pembelajaran yang seringkali terkesan kaku dan monoton menyebabkan siswa SDN 060934 Medan Johor merasa jenuh saat belajar, dimana mempengaruhi kualitas belajar siswa. Untuk mengatasi hal tersebut, praktikan menerapkan metode pembelajaran fun learning pada siswa SDN 060934 Medan Johor. Pembelajaran dengan metode fun learning mampu menciptakan pembelajaran yang hangat dan menyenangkan melalui elemen-elemen yang menarik selama proses pembelajaran, dimana dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa. Metode yang digunakan praktikan untuk melaksanakan program adalah metode Intervensi Groupwork oleh Zastrow, dimana dibagi ke dalam enam tahapan yaitu Intake/Engagement, Assesment, Perencanaan, Rencana Aksi dan Implementasi, Evaluasi, dan Terminasi. Implementasi pembelajaran menggunakan metode fun learning di SDN 060934 Medan Johor yaitu dengan cara (a) menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, (b) menggunakan media menarik dan interaktif, (c) menggunakan media menarik dan interaktif, (d) proyek aktif, (e ) menggunakan permainan edukatif, (f) memberi reward, (g) melibatkan wali kelas/guru.
Evaluation of the SIBISA Application System in Population Administration Services at the Medan City Disdukcapil Heryanto Richard Sihombing; Badaruddin Badaruddin; Bengkel Ginting
PERSPEKTIF Vol. 14 No. 3 (2025): PERSPEKTIF Juli
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/perspektif.v14i3.14816

Abstract

This study aims to evaluate the performance of the Population Data-Based Information System (SIBISA) in population administration services at the Population and Civil Registration Office (Disdukcapil) of Medan City, using the DeLone and McLean models. The research was conducted using a qualitative descriptive approach, incorporating interviews, observation, and documentation techniques. The results of the evaluation show that, although the SIBISA application provides easy access and transparency of services, several obstacles remain, including limited infrastructure, low digital literacy among the community, and suboptimal data integration between agencies. Additionally, variations in service quality and inadequate officer training also impact user satisfaction levels. This research emphasizes the importance of technical capacity building, digital inclusion strategies, and cross-sector system consolidation to realize inclusive, effective, and sustainable digital-based public services.
Modalitas Politik dalam Kemenangan Saipullah Nasution dan Atika Azmi Utammi Nasution Pilkada Mandailing Natal 2024 Amelia Maysa Reyna; Bengkel Bengkel; Indra Kesuma Nasution
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 8, No 3 (2026): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), Februari
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v8i3.3003

Abstract

This study aims to analyze the modalities behind the victory of Saipullah Nasution and Atika Azmi Utammi Nasution in the 2024 Mandailing Natal Regional Election. The study is based on the assumption that success in local political contests is not determined by a single form of capital, but rather by the interaction and conversion of multiple forms of capital within the political arena. Using a qualitative approach with descriptive-analytical methods, data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and analyzed using Pierre Bourdieu’s theory of capital. The findings reveal that economic capital functions as a supporting prerequisite enabling political activities but does not serve as the sole determinant of victory. Social capital based on trust and community networks emerges as the most decisive factor in a highly competitive election with a narrow vote margin. Cultural capital in the form of bureaucratic and political experience shapes perceptions of leadership competence, while symbolic capital—particularly through public debate performance—acts as the ultimate source of political legitimacy. This study concludes that the 2024 Mandailing Natal election victory resulted from the contextual management
Kondisi Sosial Ekonomi Keluarga Petani Pasca Banjir Bandang Di Desa Siparmahan, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir Enjelina Simbolon; Bengkel Bengkel
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 6 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i6.7399

Abstract

Indonesia sebagai Negara agraris memiliki penduduk yang mayoritas bekerja sebagai petani namun, kondisi petani masih sangat rentan karena latar belakang pendidikan yang rendah, laju pertumbuhan penduduk yang tinggi serta konversi lahan pertanian menjadi lahan non-pertanian mengurangi luas lahan. Dalam kondisi normal saja keadaan petani sudah cukup memprihatinkan, lalu bagaimana keadaan petani pasca bencana, mengingat Indonesia menjadi salah satu Negara yang paling rentan terkena bencana. Karena itu peneliti ingin mengungkap kondisi sosial ekonomi keluarga petani di salah satu desa yakni Desa Siparmahan  pasca bencana. Tujuannya adalah untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi keluarga petani dan juga mengetahui strategi bertahan hidup yang dilakukan keluarga petani pasca bencana banjir bandang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskrtiptif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, dokumentasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan Keadaan petani yang semula miskin ditambah lagi karena tekanan dari bencana banjir bandang membuat keluarga petani semakin miskin. Hal ini ditandai dengan pendapatan yang berkurang drastis, kualitas sandang dan pangan yang menurun, habisnya tabungan untuk modal bertahan hidup, adanya gangguan kesehatan seperti rasa trauma mendalam dan terganggunya interaksi masyarakat desa. Sedangkan strategi yang dilakukan oleh keluarga petani pasca bencana banjir bandang adalah dengan berhemat dan mengurangi konsumsi nasi, memanfaatkan jaringan seperti bantuan keluarga dan pemerintah, serta strategi swadaya yakni bekerja keras memperbaiki lahan pertanian yang rusak dan juga membuka lahan baru.
Pengaruh Media Digital terhadap Kemenangan Prabowo-Gibran di Kota Medan Ronny Sitorus; Tonny P. Situmorang; Bengkel Ginting
JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance and Political UMA) Vol. 13 No. 2 (2025): JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengkaji intensitas serta karakteristik konten yang dibagikan melalui akun media sosial pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka, khususnya di platform Instagram, X (Twitter), dan TikTok, sebagai strategi pemasaran politik pada Pemilihan Presiden 2024 di Kota Medan. Selain itu, tulisan ini juga bertujuan menelaah sejauh mana pemanfaatan media digital tersebut memengaruhi preferensi pemilih Generasi Z dalam menentukan dukungan terhadap pasangan calon tersebut. Masalah difokuskan pada Pemanfaatan media digital telah menjadi elemen strategis yang krusial dalam kampanye politik modern Guna mendekati masalah ini dipergunakan acuan teori dari John Postill menekankan bagaimana teknologi digital dan media sosial telah mengubah praktik politik serta hubungan kekuasaan dalam masyarakat kontemporer. Data-data dikumpulkan melalui metode wawancara dan dianalisis secara Metode Campuran. Kajian ini menyimpulkan bahwa Media digital memiliki pengaruh yang kuat terhadap kemenangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming untuk Generasi Z di Kota Medan pada Pemilihan Presiden 2024 untuk, dengan kontribusi sebesar 76,3% terhadap hasil tersebut.