Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN QRIS TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN PADA UMKM KULINER DI ERA DIGITAL Putra, Rico Ardiansyah; Suprapti, Isdiana; Destiarni, Resti Prastika
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 22 No 2 (2025): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v22i2.4786

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran digital terhadap keputusan pembelian konsumen pada UMKM kuliner. Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya adopsi sistem pembayaran digital yang menawarkan kemudahan, kecepatan, dan keamanan dalam bertransaksi. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner kepada 50 responden konsumen UMKM Dapur BR. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel frekuensi penggunaan, kemudahan penggunaan, dan pengalaman konsumen berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. QRIS tidak hanya mempercepat proses transaksi, tetapi juga meningkatkan kenyamanan konsumen melalui fleksibilitasnya. Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi teknologi pembayaran digital seperti QRIS dapat menjadi strategi efektif bagi UMKM dalam meningkatkan daya saing dan menarik lebih banyak pelanggan. Oleh karena itu, disarankan agar UMKM terus mendorong edukasi konsumen mengenai manfaat QRIS dan mengoptimalkan strategi promosi digital.
Valuasi Ekonomi Destinasi Ekowisata Muara Mbaduk Taman Nasional Meru Betiri Banyuwangi Jawa Timur Ibad, Nashoihul; Destiarni, Resti Prastika; Ihsannudin
Agrimics Journal Vol. 3 No. 1: Januari 2026
Publisher : PT. Sativa Publishing Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64118/aj.v3i1.73

Abstract

Ekowisata Muara Mbaduk di Kabupaten Banyuwangi merupakan bagian dari Taman Nasional Meru Betiri yang menampilkan keindahan panorama alam dan keunikan budaya. Meskipun demikian, jumlah kunjungan di Ekowisata ini mengalami fluktuasi, dan masyarakat setempat belum menunjukkan kepedulian yang cukup terhadap pengelolaannya. Penelitian ini mengintegrasikan valuasi ekonomi berbasis pendekatan Metode biaya perjalanan/travel cost method (TCM) dengan analisis faktor kunjungan wisata pasca pandemi covid-19 terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi intensitas kunjungan serta menilai kontribusi nilai ekonomi wisata terhadap perekonomian desa. Sampel penelitian terdiri dari 30 responden, dan data dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda serta metode biaya perjalanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya perjalanan, pendapatan, dan atraksi wisata tidak mempengaruhi intensitas kunjungan ke Ekowisata Muara Mbaduk. Potensi nilai ekonomi yang bisa dihasilkan dari pengelolaan Muara Mbaduk mencapai Rp15.486.416.873 per tahun. Untuk meningkatkan kunjungan, diperlukan upaya perbaikan fasilitas wisata serta sosialisasi terhadap masyarakat mengenai kontribusi ekonomi dari Muara Mbaduk perlu dilakukan. Langkah-langkah ini penting agar masyarakat setempat termotivasi untuk berpartisipasi dalam pengelolaan ekowisata.
Penilaian risiko produksi pada pabrik tahu UD. Sumber Makmur Kamal Nussyifa', Ilma; Destiarni, Resti Prastika
Agriscience Vol 6, No 2: Juli 2025
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v6i2.27017

Abstract

UD Sumber Makmur merupakan suatu industri yang memproduksi tahu di Kecamatan Kamal. Proses produksi pabrik tahu ini juga mengalami risiko yang dapat menghambat keberlangsungan usahanya. Oleh karena itu diperlukan penilaian risiko yang dapat membantu pabrik untuk mengambil keputusan yang tepat pada risiko yang terjadi. Tujuan penelitian yaitu untuk mengidentifikasi sumber-sumber risiko produksi, menganalisis dan menilai risiko produksi dari UD. Sumber Makmur. Penelitian ini menggunakan metode diagram fishbone untuk mengetahui sumber-sumber risiko produksi dan FMEA (Failure Mode and Effect Analysis)menganalisis dan menilai risiko produksi. Hasil penelitian menggunakan metode diagram fishbone menunjukkan bahwa terdapat 5 kategori penyebab yaitu manusia, peralatan, material, metode, lingkungan. Sedangkan hasil dari metode Failure Mode and Effect Analysisterdapat 16 sumber risiko kerusakan tahu dengan lima risiko tertinggi sesuai nilai RPN dari yang tertinggi yaitu kesalahan saat mengemas, kualitas bahan baku tidak bagus, karyawan bagian produksi yang terburu-buru, kerusakan mesin penggiling, dan saringan bolong. Sedangkan nilai RPN paling kecil adalah kayu bakar yang basah terkena hujan. Berbagai sumber risiko tersebut maka perlu dibuat strategi untuk pemecahan masalah dalam mengurangi terjadinya kerusakan tahu. Risiko tertinggi di pabrik ini adalah kesalahan saat mengemas menjadi risiko tertinggi dengan kategori risiko yang tinggidapat dikurangi dengan berhati-hati saat pengemasan, disusun dengan rapi pada wadahnya, dan melakukan pengawasan secara langsung.
Strategi pengembangan UMKM Bakso Wijaya Arema melalui Business Model Canvas di Kabupaten Pamekasan Andriansyah, Muhammad Nizar; Nugroho, Taufik Rizal Dwi Adi; Destiarni, Resti Prastika
Agriscience Vol 6, No 3: November 2025
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v6i3.31206

Abstract

The Bakso Wijaya Arema Micro, Small, and Medium Enterprise (MSME), established in 2007, faces fundamental operational and developmental challenges. Key issues include an unrepresentative sales location, lack of structured financial records, absence of branches, and suboptimal promotion. Internally, the MSME exhibits weaknesses in market segmentation understanding, a lack of clear value proposition, and manual financial management. This research aims to formulate a comprehensive development strategy for Bakso Wijaya Arema MSME in Pamekasan Regency by evaluating its existing business model and enhancing marketing, promotion, and overall performance. Employing a descriptive qualitative approach, data was collected through observation, interviews, and documentation. Analysis utilized the Business Model Canvas (BMC) to describe the business model and identify influencing factors, along with SWOT analysis (IFAS and EFAS matrices) to pinpoint strengths, weaknesses, opportunities, and threats. Findings position the MSME in Quadrant III (W-O) of the SWOT matrix (IFAS = -1.06; EFAS = 9.17), indicating significant internal weaknesses alongside substantial external opportunities. Consequently, a Weaknesses-Opportunities (W-O) strategy is recommended, focusing on leveraging these opportunities to overcome internal deficiencies. Proposed strategies include developing digital distribution channels, partnering with online ride-hailing services, enhancing product value through innovation, implementing promotions and discounts, establishing dedicated digital marketing and customer relations divisions, and transitioning to more accurate and efficient digital financial management. These strategies seek to expand market reach, boost competitiveness, and address internal weaknesses by capitalizing on external opportunities.
Strategic priorities for the development of the halal industry in the region: a case study of Bangkalan Regency Suprapti, Isdiana; Kusmawati, Ririn; Arifiyanti, Nurul; Destiarni, Resti Prastika
Agriekonomika Vol 14, No 2: October 2025
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v14i2.33669

Abstract

Bangkalan Regency has the potential to develop the halal industry, supported by a predominantly Muslim population and the growth of MSMEs in the processing sector. However, there has not yet been a mapping of priority areas and flagship commodities that can serve as the basis for formulating a local-based halal industry development strategy. This study aims to determine the strategic priorities for regional halal industry development in Bangkalan Regency. The Analytical Hierarchy Process (AHP) approach was used, involving 17 stakeholders from local government agencies and halal certification support institutions to evaluate five main criteria: human resources, policy support, infrastructure, partnerships, and raw material potential. The analysis results show that human resources are the most dominant factor in determining development priorities, followed by policy support and infrastructure. At the regional level, the districts of Bangkalan, Socah, and Arosbaya are identified as the main priorities based on production capacity and local resource support. These findings emphasize that region-based halal industry development strategies need to prioritize human resource readiness and access to certification as key factors in regional planning.