Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Masyarakat pada Lahan Marjinal Dengan Konsep Kawasan (Studi Kasus Kelurahan Batu Bersurat, Kabupaten Kampar dan Kampung Bantalan, Kabupaten Indragiri Hilir, Propinsi Riau) Padil Padil; Monita Olivia
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 1, No 1 (2016): October
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract A cooperation between higher education institution, industry and local government is important to overcome problems in rural poor areas through empowerment and financial support for various programmes to increase competencies and welfare of poor farmers. In this paper, an example of the cooperation is a development of Kawasan Ekonomi Masyarakat (KEM) Kelurahan Batu Bersurat and Kampung Bantalan Propinsi Riau in 2014-2016 through Corporate Social Responsibility and Small Medium Enterpreneur and Partnership Program (CSR & SMEPP) PT Pertamina with Forum Layanan Iptek untuk Masyarakat (FLipMAS) Batobo Wilayah Riau-Kepulauan Riau and local governments. The empowerment program that has been carried out was a development of marginal lands at both KEM for agriculture, freshwater fishery and animal husbandry, such as chili cultivation, patin fish cultivation and Balinese cow husbandry. A mentoring strategy by FLipMAS BATOBO at both KEM generally comprises principles of empowering society, group, networking, and sustainability. The results of effective mentoring showed an increase of the farmer’s income to more than 80% from the initial condition, and a change of farmers character that is willing to help poor people and orphans in their areas. This could indicate an achievement of the cooperation between the institution, industry and government in empowering society in rural poor areas. Keywords:  agriculture, cooperation, cultivation, empowerment, marginal, rural poor areasAbstrak Sinergi antara institusi Pendidikan Tinggi, industri dan pemerintah daerah dalam mengatasi permasalahan di bidang perekonomian masyarakat tertinggal dapat diwujudkan melalui pendampingan dan dukungan dana pada program-program pemberdayaan di berbagai sektor guna meningkatkan kesejahteraan dan kemampuan masyarakat. Salah satu contoh sinergi tersebut adalah pembentukan Kawasan Ekonomi Masyarakat (KEM) Kelurahan Batu Bersurat dan Kampung Bantalan Propinsi Riau pada tahun 2014-2016 melalui program Corporate Social Responsibility and Small Medium Enterpreneur and Partnership Program (CSR & SMEPP) PT Pertamina bekerjasama dengan Forum Layanan Iptek untuk Masyarakat (FLipMAS) Batobo Wilayah Riau-Kepulauan Riau dan pemerintah setempat. Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan berupa pengembangan lahan marjinal di kedua KEM tersebut untuk sektor pertanian, perikanan dan peternakan seperti budidaya cabe, budidaya ikan patin dan budidaya sapi Bali. Strategi pendampingan yang dilakukan oleh FLipMAS BATOBO di kedua KEM pada dasarnya meliputi prinsip keswadayaan masyarakat, prinsip berkelompok, prinsip kerja jaringan dan prinsip berkelanjutan. Efektivitas pendampingan dari aspek ekonomi menunjukkan adanya peningkatan pendapatan masyarakat lebih dari 80% dari kondisi awal dan perubahan karakter masyarakat yang berpartisipasi membantu warga miskin dan anak yatim di sekitarnya. Hal ini dapat mengindikasikan keberhasilan sinergi institusi, industri dan pemerintah daerah dalam pemberdayaan masyarakat miskin di daerah tertinggal.Kata kunci:  budidaya, kawasan miskin, marjinal, pemberdayaan, pertanian, sinergi
Pengarusutamaan Gender dalam Kebijakan Jenjang Kepangkatan di Universitas Syiah Kuala Rita Andini; Rini Safitri; Ade T; Muhammad Ikhsan Sulaiman; Monita Olivia; Erika L; Pardede Pardede; Muhammad Afifuddin; Suhendrayatna Suhendrayatna; Darusman Darusman
Jurnal Pemerintahan dan Kebijakan (JPK) Vol 3, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jpk.v2i3.12665

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi sivitas akademika Universitas Syah Kuala untuk mencapai jenjang Kepala Dosen (LK) dan Guru Besar/Guru Besar. Hasil penelitian ini berkontribusi dalam menentukan kebijakan tingkat kepangkatan berdasarkan Pengarusutamaan Gender (PUG). Program PUG yang telah dilaksanakan secara eksplisit dalam 'Gender Equality Plans in (Marine) Research Projects' atau disingkat Baltic Gender yang didanai dari program Horizon 2020 Uni-Europe dapat dijadikan acuan sebagai program 'stimulasi' bagi dosen perempuan dan peneliti untuk dapat mengembangkan kapasitas dan daya saingnya. Fasilitas kelembagaan yang mempertimbangkan beban ganda bagi dosen perempuan dapat ditindaklanjuti dengan memberikan fasilitas 'penitipan anak' hingga jam kerja normal, bagi dosen dan staf yang memiliki anak usia pra sekolah sehingga dosen perempuan juga dapat terlibat aktif dalam kegiatan produktif. dan kegiatan penelitian yang dinamis. . Selain itu, program insentif dana penelitian yang mempertimbangkan 'insentif' untuk pembayaran fasilitas penitipan anak selain insentif tambahan untuk dana penelitian dan publikasi juga dapat dipertimbangkan untuk dosen perempuan dengan beban ganda; khususnya yang berstatus single parent dengan jabatan Ketua Lektor. Namun, 'creme de la-creme' adalah semua kebijakan yang tertulis secara eksplisit ramah gender bagi dosen perempuan yang memiliki kekuatan hukum tetap dan ditandatangani oleh pimpinan tertinggi yang mengikat mereka pada jenjang turunannya tanpa mengurangi kondusifitas akademik (penelitian dan pendidikan) suasana. Karena sebuah kematian tanpa aturan yang mengikat secara formal dari sebuah institusi sangat penting untuk keberlangsungan di masa yang akan datang (sustainability). Hal ini dapat dikategorikan sebagai bentuk transformasi kelembagaan sekaligus sebagai bentuk nyata kepedulian para pemimpin tingkat tinggi, tentunya akan berdampak positif dalam jangka panjang terkait dengan target Unsyiah untuk mencapai World Class University Based Imtaq.
Karakteristik Mortar Dengan Campuran Abu Kerang Lokan Dalam Rendaman NaCl Nelvia Adi Syafpoetri; Zulfikar Djauhari; Monita Olivia
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.68 KB) | DOI: 10.25077/jrs.14.1.63-72.2018

Abstract

Kulit kerang merupakan bahan yang dapat digunakan sebagai bahan pengganti agregat kasar, pengganti pasir, filler, dan sebagai bahan pengganti semen. Kandungan CaO dari kulit kerang berpotensi untuk meningkatkan kekuatan beton dan memperbaiki sifat-sifat beton. Pada penelitian ini abu dari kulit kerang lokan digunakan sebagai bahan tambah atau filler pada mortar dalam rendaman NaCl. Kulit kerang lokan dibakar, dihaluskan dan disaring menggunakan saringan no.200 untuk mendapatkan ukuran partikel yang halus sehingga dapat memberikan reaksi pozzolanik yang lebih baik dan lebih mudah untuk mengisi pori pada pasta semen. Variasi penggunaan abu kulit kerang lokan sebagai bahan tambah atau filler adalah 0%, 5%, dan 10%. Proses perawatan benda uji adalah 28 hari perendaman air biasa dan dilanjutkan dengan perendaman dalam larutan NaCl. Tahap pengujian yaitu pengujian kuat tekan, pengujian porositas, dan perubahan berat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan abu kulit kerang lokan dapat meningkatkan kekuatan beton dan kinerja beton. Mortar dengan penambahan abu kulit kerang lokan sebanyak 5% dan 10% memiliki kekuatan tekan yang  tinggi, porositas rendah dan perubahan berat kecil dibandingkan mortar 0%. Diperoleh nilai optimum dari mortar dengan penambahan abu kulit kerang lokan sebanyak 5% dalam rendaman NaCl.
Karakteristik Beton Portland Composite Cement (PCC) Dan Silica Fume Untuk Aplikasi Struktur di Daerah Laut Dwi Susanto; Zulfikar Djauhari; Monita Olivia
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.491 KB) | DOI: 10.25077/jrs.15.1.1-11.2019

Abstract

Trend penggunaan semen untuk konstruksi dalam beberapa tahun belakangan ini telah beralih dari tipe Ordinary Portland Cement (OPC) menjadi Portland Composite Cement (PCC). Hal ini berdasarkan kebijakan industri semen untuk mengkonversi sebagian kandungan semen OPC menggunakan material pozzolanik. Oleh karena itu semen tipe PCC lebih mudah diperoleh di pasaran dan telah banyak digunakan sektor konstruksi dalam aplikasi di berbagai lingkungan meski belum banyak diteliti keunggulannya. Pada penelitian ini dikaji karakteristik beton semen PCC untuk aplikasi dermaga di daerah pasang-surut lingkungan air laut. Parameter penelitian adalah penambahan aditif silika dan umur beton yang direndam di air laut. Beton PCC dengan mutu beton fc’ = 30 MPa digunakan sebagai campuran kontrol, sedangkan beton PCC dengan tambahan silica fume (PCC+SF) sebesar Setelah benda uji dicetak, kemudian benda uji direndam di bak perendaman selama 3 hari dan diletakkan di daerah pasang-surut pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara hingga waktu pengujian. Pengujian yang dilakukan adalah kuat tekan, kuat tarik dan porositas setelah benda uji direndam dalam air laut pada umur 28, 91 dan 180 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa umumnya kuat tekan dan kuat tarik meningkat serta porositas menurun untuk beton PCC dan PCC+SF meski direndam di daerah pasang-surut hingga umur 180 hari. Akan tetapi beton PCC+SF memiliki karakteristik lebih baik dibandingkan beton PCC dan direkomendasikan untuk beton terpapar air laut di daerah pasang-surut.
Kuat Tekan dan Porositas Mortar Sebuk Karet Pada Suhu Tinggi Kingkin Dwi Pratiwi; Diah Widya; Zulfikar Djauhari; Monita Olivia
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.452 KB) | DOI: 10.25077/jrs.15.1.57-65.2019

Abstract

Serat karet dari ban bekas dapat digunakan sebagai bahan pengganti agregat kasar, agregat halus dan bahan tambah pada mortar dan beton karena memiliki sifat fleksibel sehingga dapat meningkatkan kelenturan dan daktilitas beton serta belum banyak dimanfaatkan sebagai bahan bernilai tinggi. Pada penelitian ini serbuk karet dengan ukuran lebih kecil dari serat karet dari olahan ban bekas pada industri vulkanisir ban digunakan sebagai bahan tambah untuk meningkatkan ketahanan mortar pada suhu tinggi. Serbuk ban bekas yang digunakan berupa partikel kecil dengan variasi sebesar 0%, 2,5%, dan 5% dari berat semen. Benda uji berupa mortar ukuran 50x50x50mm yang dirawat selama 28 dari dalam air, kemudian dibakar dalam oven tungku (furnace) dengan suhu bervariasi yakni 250⁰C, 500⁰C dan 750⁰C selama 1 jam. Mortar yang dirawat pada suhu ruang dijadikan sebagai kontrol atau pembanding. Setelah itu dilakukan pengujian kuat tekan dan porositas semua benda uji pada umur 28 hari.  Hasil pengujian menunjukkan bahwa mortar dengan penggunaan serbuk karet dapat meningkatkan kuat tekan mortar yang terpapar suhu tinggi. Kuat tekan tertinggi sebesar 15,92 MPa dihasilkan oleh mortar serbuk karet dengan persentase 5% setelah dibakar pada suhu 500⁰C. Peningkatan kuat tekan sebesar 31.66% tersebut dibanding mortar tanpa serbuk karet menunjukkan bahwa semakin besar persentase serbuk karet, maka akan semakin tinggi ketahanan mortar pada suhu tinggi. Porositas mortar terus mengalami penurunan dengan peningkatan persentase serbuk karet, dengan porositas terkecil adalah mortar serbuk karet 5% yang dibakar pada suhu 500⁰C. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa secara umum serbuk karet dapat meningkatkan kuat tekan dan mengurangi porositas mortar pada suhu 500⁰C.
Durabilitas Beton menggunakan Remah Karet dan FABA (Fly Ash Bottom Ash) untuk Perkerasan Kaku di Lingkungan Gambut Ria Larici; Gunawan Wibisono; Monita Olivia
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.16.2.143-153.2020

Abstract

Perkerasan kaku di lingkungan gambut memerlukan durabilitas tinggi agar beton dapat bertahan pada lingkungan sekitar tanpa mengalami kerusakan selama jangka waktu yang ditetapkan. Tujuan penelitian mengkaji durabilitas beton campuran remah karet (crumb rubber) dan fly ash bottom ash  (FABA) dengan mutu beton rencana f’cr 35 MPa direndam dalam air gambut. Pada penelitian ini, beton Portland Composite Cement (PCC) dengan faktor air semen (fas) sebesar 0,3 digunakan sebagai beton kontrol. Sedangkan beton PCC-CR-FA menggunakan beton PCC sebagai perekat utama, remah karet sebesar 5% dari berat agregat halus, dan FABA sebanyak 10% dari berat semen. Pengujian kuat tekan, kuat tarik, porositas, dan perubahan berat dilakukan dengan perendaman di air gambut selama 120 hari. Benda uji dirawat selama 28 hari di air biasa sebelum dilakukan perendaman dengan air gambut. Hasil pengujian menunjukkan kuat tekan beton PCC dan PCC-CR-FA meningkat dengan bertambahnya umur beton setelah direndam di air gambut. Peningkatan kuat tekan beton setelah umur 120 hari untuk beton PCC dan PCC-CR-FA sebesar 8,56% dan 13,81% dari umur awal beton di air gambut. Kuat tarik beton PCC dan PCC-CR-FA mengalami penurunan sebesar 12,94% dan 4,41% dari umur awal beton di air gambut. Porositas mengalami penurunan pada umur 120 hari untuk beton PCC dan PCC-CR-FA sebesar 0,24% dan 0,32% dari umur awal beton di air gambut. Berat beton PCC dan PCC-CR-FA mengalami peningkatan sebesar 0,27% dan 0,34% pada umur 120 hari dibandingkan beton umur awal perendaman. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, beton PCC-CR-FA dengan campuran remah karet dan FABA dapat meningkatkan durabilitas beton untuk perkerasan kaku di lingkungan gambut.
Pengaruh Variasi Temperatur Terhadap Kinetika Reaksi Solidifikasi Fly Ash Paving Blok Geopolimer Aman Aman; Amir Awaluddin; Adrianto Ahmad; Monita Olivia
Dinamika Lingkungan Indonesia Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.241 KB) | DOI: 10.31258/dli.5.2.p.126-130

Abstract

This paper reported about  the investigated of  fly ash solidification with geopolymer process that studied temperature variation on the rate of solidification using Vicat Nidle apparatus and leaching tests on the content of heavy metals Cu, Pb, Cr and Cd in paving blocks after solidification. The transformation process of geopolymer crystalline formation was analyzed by Avrami’s kinetics theory (Avrami’s kinetica theory). From the results of the study obtained the optimum temperature of 80 oC, the highest rate of crystal growth solidification (K) value of 0.0475 and the Avrami exponent value (n) of 2.310 in this geopolymerization process shows a two-dimensional structure. From the results of leaching levels of heavy metals Cu, Pb, Cr and Cd in fly ash paving blocks are very small degraded in water and still below the environmental threshold.
Ketahanan Mortar Ringan Campuran Gula Aren dan Ragi pada Suhu Tinggi: Narrative Review Shelly Christina; Daniel Kristanto; Fahri Hafisuddin; Monita Olivia
Rekayasa Sipil Vol. 16 No. 3 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.3
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2022.016.03.1

Abstract

Lightweight mortar is specific type mortar that made with adding up a foaming agent. Lightweight mortar has a lot of pores or cavity that filled by air which causing reduction of the mortar’s weight. With its high porosity, the lightweight mortar has better heat insulation than common mortar. There are many pieces of research and applications of lightweight mortar in the last few years, and this review is focusing on lightweight mortar that made with a natural additive which has good high-temperature resistance. There are many additives can be used such as yeast and palm sugar. Yeast is the microorganism that can be used as a foaming agent because it can produce carbon dioxide (CO2) that create a lot of pores on the mortar through the glycolysis process. Palm sugar is disaccharide groups sugar which is sucrose that consists of glucose and fructose. Glucose can reduce gypsum consumption in mortar and ettringite formation. Besides, sugar contains lignin which can increase the bonding strength of mortar’s components. This study proofs that innovation of lightweight mortar with organic additive has a long-term potency with its durability on high temperature.
Evaluating Properties of Blended and High Volume Fly Ash Bottom Ash (FABA) Concrete in Peat Water Monita Olivia Olivia; Alfian Kamaldi; Ismeddiyanto; Gunawan Wibisono; Edy Saputra
Journal of the Civil Engineering Forum Vol. 9 No. 1 (January 2023)
Publisher : Department of Civil and Environmental Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jcef.3397

Abstract

FABA is a by-product of coal combustion in power plants comprising fly ash (FA) and bottom ash (BA) in ratios of 80/20. Fly ash has great potential as a mineral ingredient in concrete, while bottom ash compromises its strength and durability. However, both materials are used to improve the strength and durability of structures in sulfate, chloride, and acidic environments. This research evaluated the properties of blended and high-volume FABA concrete, such as the strength, porosity, weight loss, and sorptivity in organic acidic peat water. OPC (Ordinary Portland Cement) was compared to the blended concrete containing 25% FABA and its high-volume containing 50% and 75% FABA with target strengths of 15, 21, and 29 MPa. The compressive strength of blended and high volume FABA increased during the immersion period, while the porosity and sorptivity rates decreased. Furthermore, the strength of the OPC concrete declined at 28 days, with a gradual marginal weight loss of 5% observed in all mixes. This research suggested that blended and high-volume FABA has potential as a construction material in an acidic peatland environment.
Karakteristik Beton Crumb Rubber dan Abu Sekam Menggunakan Air Gambut Sebagai Pencampur dan Perawatan Beton Nur Alfikri; Monita Olivia; Gunawan Wibisono
JURNAL TEKNIK Vol. 16 No. 2 (2022): Edisi Oktober 2022
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v16i2.9905

Abstract

Ketersediaan air bersih yang terbatas di lingkungan gambut menjadi permasalahan yang sangat serius. Hal ini menyebabkan penggunaan air gambut menjadi alternatif pemenuhan air untuk pembuatan beton di provinsi Riau tidak dapat dihindari. Tujuan penelitian ini adalah Mengkaji pengaruh air gambut sebagai air campuran dan perawatan beton dengan mutu rencana f’c 35 MPa. Pada penelitian ini, beton Portland Composite Cement (PCC) digunakan sebagai beton kontrol. Sedangkan beton PCC CR RHA menggunakan crumb rubber sebesar 5% dari volume agregat halus, dan abu sekam padi sebanyak 10% dari volume semen. Pengujian kuat tekan, kuat tarik, dan kuat lentur dilakukan dengan perendaman selama 56 hari di air normal maupun di air gambut. Hasil pengujian menunjukkan kuat tekan, kuat tarik, dan kuat lentur beton PCC dan beton PCC CR RHA meningkat dengan bertambahnya umur beton, baik itu dilakukan dengan pencampuran air normal maupun pada saat perendaman dengan air gambut. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, beton PCC CR RHA memiliki kuat tekan, kuat tarik, dan kuat lentur yang lebih tinggi dibandingkan dengan beton PCC pada kondisi air gambut sebagai air pencampuran dan perawatan sehingga dapat disimpulkan bahwa crumb rubber dan abu sekam padi dapat meningkatkan ketahanan beton di lingkungan gambut.
Co-Authors ', Padil A.A. Ketut Agung Cahyawan W AA Sudharmawan, AA Abdurrahman, Habib Abrar Rifqi Pratama Abrar Rifqi Pratama Achmad, Fariz Ade Anggriawan Ade T Adrianto Ahmad Adrianto Ahmad Afifuddin, Muhammad Agus Ika Putra Ahmad Hamidi Ainiyyah Fadhilah Aisyah Nurfakhirah Sandyna Aldi Nauri Islami, Aldi Nauri Alfadh, Mhd Raja Alfadh, Mhd Raja Alfian Malik Alfikri, Nur Ali Imron Rusadi Ali Imron Rusadi Aman Aman Aman Aman Amir Awaluddin Amsal Anwary Amun Amri Ananda, Yazid Fahmi Andi Darmawan Andrian Prasetyo Annisa Arifandita Mifshella Appriliya Destiyani Ardian Yolanda Arief Rijaldo Fajri Arif Rahman Arnef Frenki Asmanovita, Ririn Ayu Nofikasari Azizi, Wildan Azzahra Aqilla Bella Yuherlina Bobby Ansyari Budi Indrawan Chrisfela Wulandari Daniel Kristanto Darusman Darusman Debby Mayangsari Dedi Futra Dessy Wulan Sari Dhea Fitra Yofani Diah Widya Dinni Yunike Jasril Doli Patumona Dwi Susanto Dwi Susanto Ednor, Meirisa Edy Saputra Edy Syaputra Elen Tarisa Erika L Ermiyati Erwin Erwin ERWINA JULIANTARI, ERWINA Fachry Abda El Rahman Fadhlurrahman, Fadhlurrahman Fadillah, M Lucky Fahri Hafisuddin Fajri Ariefyanto fakhri Fakhri, Fakhri Febriarti, Bernadeta Leni Ferisma Ratu Giri Ferry Fatnanta Fitri Amelia Fredinan Yulianda Gunawan Wibisono Gunawan Wibisono Gussyafri Gustina Gultom Habib Abdurrahman Hagus Tizia Harpian Surya Harriad Akbar Syarif Hendra Dermawan Hutapea, Uliarta Ihsanul Muslim Ika Qoriah Nursuci Ikrammullah, Muhammad Ilham Sordiman Imam Suprayogi Ines Junita Sinuhaji Iskandar R Sitompul Iskandar Romey Sitompul Ismeddyanto Ismeddyanto Ismeddyanto, Ismeddiyanto Ismediyanto Ismediyanto Ismi Siska Rahmayani Ismi Siska Rahmayani Jamili, M Joehari Januar Fitri Jaya Alexander Pandiangan Kamaldi, Alfian Kingkin Dwi Pratiwi L, Erika Lita Darmayanti Lora Mona Tambunan Lubis, Shakila Fuadah M Hari Bhakti Maharani Miranda Mardiah, Ramona Marisya Wahyuna Marpaung, Horas Saut Maringan Maulidi, M Aldi Mia Qoryati Miguel Felix Wijaya Miguel Felix Wijaya Milka Novita Manalu Mirza Afrian Mohd. Rizki Novianto Muhammad Afifuddin Muhammad Alfaridzi Adfan Muhammad Farhan Setyawan Muhammad Ikhsan Muhammad Ikhsan Sulaiman Muhammad Rizky Nanda Dwi Putri, Nanda Dwi Nelvia Adi Syafpoetri Niko Rizaldi Niko Rizaldi Niko Rizaldi Novan, Andre Noviandri, Rizky Nur Alfikri Nurdin Nurdin Nurdin Nurwijayanti Oktariyansa, Randy Pardede Pardede Pardede, Pardede Pradana, Tomy Pranata, Yogie Pratama, Rudy Satriya Pratiwi, Kingkin Dwi Qoryati, Mia Rahmani, Syauqi Susana Ramadhan Yanuari Ramadhan Yanuari Randhi Saily Redol Sianturi Reni Suryanita Reny Akmalia Revina Oktaviani Rezha Yaren Rezha Yaren Ria Larici Ria Larici, Ria Ridho Rinanda Rijaldo, Arief Rini Safitri Ririn Yuari Farandia RITA ANDINI Rita Andini Rita Yulismawati Rizky Noviandri Rizqy Ridho Prakasa Safridatul Audah Satibi, Syawal Septari, Dinda Setyawan, Muhammad Farhan Shakila Fuadah Lubis Shelly Christina Soewignjo Agus Nugroho Sopian sopian Sormin, Lina S Sri Djuniati Suhendrayatna Suhendrayatna Surgaroni uga Sutikno, Sigit Syafpoetri, Nelvia Adi Syaputra, Edy T, Ade Tetty Marta Linda Utama, Panca Setia Wandala Adi Putra Wati, Andini Saras Wicaksono Mahestra Noegroho Widya, Diah Widya, Diah Wijaya, Miguel Felix Winda Astuti Halinda Putri Wulan Ramanda Putri Yanuari, Ramadhan Yenita Morena Yofani, Dhea Fitra Yogie Pranata Yudhi Salman Dwi Satya Zakiyul Fuadi Zulfario Anugrah Pratama Zulfikar Djauhari Zulfikar Djauhari Zulfikar Djauhari Zulfikar Djauhari Zulfikar Djauhari