Claim Missing Document
Check
Articles

VARIASI BAHASA PEDAGANG SEBAGAI SALAH SATU BENTUK KERAGAMAN BAHASA: (Kajian Deskriptif Analitis terhadap Penggunaan Bahasa Pedagang Pasar Baru Kabupaten Indramayu Jawa Barat) Logita, Embang; Juidah, Imas
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v7i1.218

Abstract

With the existence of Indonesia as the national language and accompanied by various regional languages, the Indonesia people have a very rich variaty of languages. So we need to take care of this form so that it is not eroded by the times. The trader of pasar baru Indramayu are part of the Indramayu community who speak Javanese-Sundanese language in communicating because geographically it is on the border of Sunda and Java, so that majority of the population is mixed between Sundanese and Javanese. Likewise, on of the language variations that exist in the Pasar Baru Indramayu merchants communtity which has diversity, where based on research it out that the Pasar Baru Indramayu merchants community that we know in general in their language use javanese but it turns out that communicating there are other regional languages, namely Sundanese and Indonesian according to the context they are spoken to. Based on the result of the study, that in the speech of traders, especially those of Pasar baru traders, there are language variations. Language variations that occur in the speech of these traders generally ocuur because of the language user factor itself and the factor of its use. In terms of language users, language variations occur due to geographical factor that cause regional variations (dialects). In additions, in terms of users, language variations also occur because of the influence of the interlocuter. In terms of language use, language variation in terms of the topic of the problem, generally trades always say quantiti (amount).
SEMIOTIKA RIFFATERRE DALAM PUISI “MAK” KARYA KEDUNG DARMA ROMANSHA Lestari, Ayu; Juidah, Imas; Bahri, Samsul
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v8i1.321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan semiotika Riffaterre yang meliputi: 1) ketidaklangsungan ekspresi, 2) pembacaan heuristik dan hermeneutik, 3) matriks, model, varian, dan 4) hipogram dalam kumpulan puisi rahi(i)m karya Kedung Darma Romansha. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data yang digunakan berupa sajak bait, dan baris dalam puisi. Sumber data penelitian ini adalah puisi yang berjudul “Mak” dalam kumpulan puisi Rahi(i)m karya Kedung Darma Romansha, dengan metode penelitian deskriptif analitik. Pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Hasil penelitian analisis sajak “Mak”dalam kumpulan puisi rahi(i)m yaitu: ketidaklangsungan ekspresi, pembacaan heuristik dan hermeneutik, matriks, model, varian, dan hipogram. Sajak “Mak” ekspresi tidak langsung meliputi penggantian arti yang terdapat kata kiasan seperti metafora, metonimia, personifikasi, alegori dan sinekdoke. Penyimpangan arti yang disebabkan oleh ambiguitas, dan kontradiksi. Penciptaan arti berupa rima, enjambemen, dan tipografi. Pembacaan heuristik dan hermeneutik pada sajak “Mak” menghasilkan interpretasi arti berdasarkan konvensi Bahasa yang sedikit, belum sampai pada makna puisi seutuhnya. Sedangkan pada pembacaan tingkat kedua banyak menghasilkan konvensi sastra, dengan menitik beratkan pada ketidaklangsungan ekspresi yang banyak menggunakan penggantian arti. Matriks sajak “Mak” yakni nasib seorang anak. Model sajak “Mak” nasib masing-masing anak yang dibawa semenjak lahir dari rahim ibu (orang tuanya). Ada dua varian dalam sajak “Mak” ada pada bait kedua dan keempat. Hipogram pada sajak “Mak” memiliki hubungan intertekstual dengan sajak “Ayah dan Ibu Tercinta”, memiliki makna sama tentang nasib seorang anak yang terlahir dari rahim ibunya. Maka makna, bahwa setiap anak yang lahir dari rahim ibunya (Mak) pasti akan memiliki nasib masing-masing dan takdir yang berbeda, garis takdir yang membawanya hidup sampai dengan mati.
PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA DALAM NOVEL SEGALA YANG DIISAP LANGIT KARYA PINTO ANUGRAH : KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA Melinda, Ike Jihan; Juidah, Imas; Bahri, Samsul; Logita, Embang
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v9i1.440

Abstract

Novel Segala yang Diisap Langit karya Pinto Anugrah memuat tema yang di dalamnya terdapat fenomena sosial budaya masyarakat Minangkabau. Fenomena tersebut berisikan persoalan pertentangan yang terjadi akibat adanya perubahan sosial budaya seperti; adat istiadat, ekonomi, agama, dan sistem matrilineal. Perubahan-perubahan yang dilakukan masyarakat Minangkabau dalam novel  Segala yang Diisap Langit karya Pinto Anugrah sangat melaju pesat dan dapat dilihat mulai dari kehidupan sehari-hari mereka mulai dari pola pikir, tingkah laku dan kebiasaan hidup. Menurut pandangan peneliti kisah sosial budaya yang disampaikan dalam novel ini sangat menarik karena memunculkan beberapa sudut pandang yang berbeda ketika membacanya. Oleh karena itu masalah dalam penelitian ini apa sajakah bentuk-bentuk perubahan sosial budaya dalam novel Segala yang Diisap Langit karya Pinto Anugrah berdasarkan kajian sosiologi sastra? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data dari penelitian ini berupa kata, frasa, kalimat, dan kutipan dalam novel. Sumber data dalam penelitian ini berupa novel Segala yang Diisap Langit karya Pinto Anugrah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi pustaka, analisis, baca dan catat. Teknik pengolahan data dilakukan dengan cara membaca novel. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan untuk mengetahui dan mendeskrisipkan bentuk-bentuk perubahan sosial budaya yang terjadi pada masyarakat Minangkabau dalam novel Segala yang Diisap Langit karya Pinto Anugrah yang disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor (1) internal: ekonomi (2) eksternal: adat istiadat, pemberontakan atau revolusi yang dilakukan oleh tokoh Magek Takangkang yang melawan saudara perempuannya sendiri yaitu Bungo Rabiah sebagai penerus keturunan bangsawan Minangkabau pada generasi ketujuh.
SEMIOTIKA PEIRCE DALAM KUMPULAN CERPEN MENGHARDIK GERIMIS KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO Kaniroh, Kaniroh; Juidah, Imas; Logita, Embang
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v9i2.990

Abstract

Penelitian ini berjudul Semiotika Peirce dalam Kumpulan Cerpen Menghardik Gerimis Karya Sapardi Djoko Damono. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan ikon, indeks, dan simbol yang terdapat dalam kumpulan cerpen Menghardik Gerimis karya Sapardi Djoko Damono. Bagaimana relasi antara tanda-tanda dalam cerpen tersebut, yang berupa ikon, indeks dan simbol, karena itulah yang ingin penulis jelaskan dan deskripsikan pada penelitian ini. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan analisis semiotika Charles Sanders Peirce dengan metode deskriptif kualitatif dan data yang diperoleh menggunakan teknik pengumpulan data yaitu teknik baca dan catat agar mengetahui isi cerpen yang akan dianalisis, sehingga dapat disimpulkan hasil pada penelitian ini mengenai semiotika Peirce yang terdapat dalam Kumpulan cerpen Menghardik Gerimis karya Sapardi Djoko Damono.
KESALAHAN BERBAHASA DALAM PENULISAN BERITA PADA AKUN INSTAGRAM INDRAMAYU UPDATE PERIODE MARET HINGGA APRIL 2025 Adilah, Supreti; Imas Juidah; Eli Herlina; Saroni
Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 16 No. 1 (2026): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/literasi.v16i1.25781

Abstract

This study aims to analyze language errors in writing news on the Indramayu Update Instagram account for the period March to April 2025. Social media, especially Instagram, is one of the platforms used to disseminate information quickly and widely. However, sometimes language errors in writing can affect the understanding and credibility of the news. The method used in this study is qualitative descriptive analysis by identifying the types of language errors contained in the news text posted on the Instagram account. The language errors analyzed include spelling errors, punctuation, sentence structure, and incorrect use of words. Data were obtained by collecting news posts uploaded within a predetermined time period, then identifying and analyzing the language errors that appeared. The results of this study are expected to provide an overview of the quality of news writing on social media and the importance of good language understanding and skills in conveying information
Arketipe Tokoh Lengkara Dalam Novel 00.00 Karya Ameylia Falensia : Teori Carl Jung Ayu Lestari; Imas Juidah; Dadun Kohar; Nana Triana Winata
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i3.3490

Abstract

Novel 00.00 karya Ameylia Falensia merepresentasikan dinamika psikologis remaja melalui tokoh utama yang mengalami konflik batin akibat tekanan lingkungan dan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur kepribadian tokoh utama dalam novel tersebut melalui pendekatan psikologi sastra khususnya merujuk pada teori arketipe Carl Gustav Jung. Fokus kajian diarahkan pada tiga aspek utama dalam teori Jung yakni persona, shadow, dan anima/animus yang dianggap mencerminkan lapisan terdalam dari perjalanan psikologis tokoh. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik studi pustaka dan baca catat sebagai strategi dalam pengumpulan data serta analisis teks secara mendalam.
CAMPUR KODE DAN ALIH KODE DALAM VIDEO YOUTUBE UENO FAMILY JAPAN “MAKAN MALAM DI RESTAURANT INDIA” Khasanah Khasanah; Imas Juidah; Dadun Kohar; Nana Triana Winata
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.620

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena campur kode dan alih kode dalam video YouTube Ueno Family Japan yang berjudul "Makan Malam di Restaurant India." Fokus penelitian adalah interaksi antar anggota keluarga Ueno selama makan malam di Restaurant India. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak catat. Hasil penelitian menunjukkan adanya campur kode dalam bentuk penyisipan kata, frasa, dan klausa dari bahasa berbeda dalam satu tuturan, serta alih kode yang terjadi saat penutur beralih dari satu bahasa ke bahasa lain. Faktor yang mempengaruhi terjadinya fenomena ini meliputi latar belakang multikultural keluarga, situasi tutur, topik pembicaraan, dan keberadaan penutur ketiga. Penelitian ini menemukan bahwa campur kode dan alih kode tidak hanya sebagai strategi komunikasi, tetapi juga mempererat hubungan keluarga serta membangun keakraban dan identitas kolektif dalam konteks lintas budaya.
MAKNA LEKSIKAL PADA LIRIK LAGU “CINTA LUAR BIASA” KARYA FAISAL RESI DAN DIPOPULERKAN OLEH ANDMESH KAMALENG Nurmaelinda Nurmaelinda; Imas Juidah; Embang Logita
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.621

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna leksikal yang terkandung dalam lirik sebuah lagu. Makna leksikal disebut sebagai arti dasar dari suatu kata yang memiliki makna utuh dan berdiri sendiri. Dalam penggunaan bahasa, makna leksikal memegang peran penting karena menghubungkan kata, bahasa, dan kalimat, baik dalam konteks internal maupun eksternal bahasa. Makna ini bersifat tetap dan tidak dapat diubah, karena telah tercantum secara baku dalam kamus. Dalam Penelitian ini, lirik lagu dijadikan sebagai dasar analisis untuk menggali makna leksikal yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yang diawali dengan tahap pembacaan dan pemahaman terhadap lirik lagu yang dianalisis. Tujuannya untuk menarik kesimpulan menganai makna leksikal dalam lirik lagu “Cinta Luar Biasa” karya Faisal Resi.
GAYA BAHASA DALAM LIRIK LAGU MEMBATU CAPTAIN JACK : STILISTIKA Sigit Andrian Tri Pamungkas; Imas Juidah; Eli Herlina; Saroni Saroni
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.630

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan penggunaan gaya bahasa dalam lagu “Membatu” karya Captain Jack yang dirilis pada tahun 2012. Lagu ini dipilih karena mengangkat tema kekuatan, ketegaran, dan ketidaktergoyahan dalam menghadapi penderitaan, serta memiliki gaya kebahasaan yang unik dan belum banyak diteliti. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu “Membatu” mengandung beragam majas seperti personifikasi, metafora, hiperbola, paralelisme, dan repetisi. Penggunaan gaya bahasa tersebut memperkuat makna emosional lagu, menciptakan kesan keteguhan, kekosongan batin, serta penolakan terhadap penderitaan. Frasa seperti “Aku akan tetap berdiri” dan “Kembali ku berdiri” menunjukkan keteguhan mental, sementara ungkapan “Aku tlah terlalu kelam untuk merasakan apapun” mencerminkan kondisi psikologis yang membeku akibat pengalaman pahit. Dengan demikian, gaya bahasa dalam lagu ini bukan hanya memperindah lirik, tetapi juga memperkuat pesan tentang kekuatan batin dalam menghadapi tekanan dan luka emosional. Temuan ini diharapkan memberikan kontribusi dalam kajian stilistika serta menjadi referensi untuk analisis lirik lagu dengan pendekatan serupa.
GAYA BAHASA PADA LIRIK LAGU “BERTAUT” KARYA NADIN AMIZAH DALAM ALBUM SELAMAT ULANG TAHUN: KAJIAN STILISTIKA Alin Hanifah; Imas Juidah; Embang Logita
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.632

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk memaparkan dan menganalisis penggunaan majas dalam lirik lagu “Bertaut” karya Nadin Amizah sebagai bentuk kajian stilistika. Lagu ini dipilih karena mengandung kekuatan ekspresif yang tinggi serta nilai estetika yang mencerminkan relasi emosional antara penutur dan sosok yang dikasihi, terutama ibu, Metode yang diterapkan yaitu pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi. menggunakan teknik baca-catat. Analisis dilakukan dengan menelaah secara mendalam struktur kebahasaan dalam lirik, khususnya penggunaan gaya bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam lirik lagu tersebut ditemukan berbagai jenis majas, antara lain: majas metafora (7 data), simile (5 data), personifikasi (5 data), hiperbola (5 data), antitesis (1 data), repetisi (3 data), paralelisme (2 data), dan pleonasme (1 data). Terdapat 6 data diksi diantaranya, diksi emotif, diksi metaforis, diksi simbolis, diksi puitis, diksi lugas & naratif, diksi kasar/ekspresif. Penggunaan gaya bahasa ini tidak hanya memperkuat makna lirik tetapi juga menambah daya tarik artistik lagu. Kajian ini menyimpulkan bahwa penguasaan stilistika berperan penting dalam menciptakan karya sastra yang bernilai estetis tinggi dan mampu menyampaikan emosi secara mendalam.