Claim Missing Document
Check
Articles

ONOMATOPE DALAM LAGU ANAK-ANAK TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA Apriliandini, Anggi; Juidah, Imas; Nasihin, Agus; Winata, Nana Triana
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.647

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan unsur onomatope dalam lagu anak-anak berbahasa Indonesia serta peranannya dalam mendukung perkembangan bahasa anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik simak-catat terhadap lirik dan audio lagu anak-anak populer, seperti "Cicak-cicak di Dinding", "Tik Tik Bunyi Hujan", dan lainnya. Analisis data dilakukan dengan mengklasifikasikan onomatope berdasarkan jenis suara: manusia, alam, binatang, benda, dan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa onomatope dalam lagu berfungsi tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media edukatif yang memperkaya kosakata, meningkatkan kesadaran fonologis, serta membantu anak memahami hubungan antara bunyi dan makna. Temuan ini menegaskan pentingnya lagu anak sebagai sarana strategis dalam proses pemerolehan bahasa sejak dini.
PEMANFAATAN MEDIA MEDIUM UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS CERITA PENDEK SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 INDRAMAYU Khotimah, Aisah Nurul; Embang Logita; Imas Juidah; Rochman, Rochman
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.671

Abstract

Keterampilan menulis cerita pendek merupakan bagian penting dari penguasaan literasi siswa. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran menulis sering kurang diminati karena metode yang digunakan cenderung monoton dan tidak relevan dengan kebiasaan digital siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan platform Sedang sebagai media digital dalam meningkatkan keterampilan menulis cerita pendek siswa kelas XI SMA Negeri 2 Indramayu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan partisipan sebanyak 32 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Medium mampu meningkatkan motivasi, minat, dan kemampuan siswa dalam menulis. Siswa menjadi lebih terstruktur dalam menyusun alur cerita, mengembangkan tokoh, latar, dan menyampaikan amanat secara efektif. Medium juga mendorong keberanian siswa untuk mempublikasikan karya mereka secara terbuka, serta melatih literasi digital. Dengan demikian, Medium terbukti menjadi alternatif media pembelajaran yang inovatif untuk mendukung pengembangan keterampilan menulis dan membangun budaya literasi di kalangan siswa.
ANALISIS DIKSI DALAM LAGU AMIN PALING SERIUS KARYA SAL PRIADI Nurkhasanah, Nurkhasanah; Juidah, Imas; Nasihin, Agus; Winata, Nana Triana
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.753

Abstract

Penelitian ini mengulas bagaimana pemilihan kata dalam lagu “Amin Paling Serius” karya Sal Priadi dan Nadin Amizah mampu menyampaikan perasaan yang dalam dan menyentuh. Fokus utamanya adalah pada jenis diksi, baik yang bermakna langsung (denotatif) maupun yang bermakna kiasan (konotatif), yang digunakan dalam lirik lagu. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik simak-catat, peneliti menelaah lirik-lirik yang mengandung unsur harapan, cinta, dan spiritualitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata-kata seperti “rumah”, “doa paling serius”, dan “tubuh tak bernyawa tetap memelukmu dalam doa” tidak hanya terdengar indah, tetapi juga sarat makna emosional. Diksi konotatif dalam lagu ini memberi ruang tafsir yang luas, memperkaya makna, serta memperkuat pesan yang ingin disampaikan. Di sisi lain, penggunaan diksi denotatif membantu memperjelas isi lagu dan membuatnya mudah dipahami. Kombinasi keduanya menjadikan lirik lagu terasa hidup, personal, dan menyentuh. Lagu ini membuktikan bahwa lirik bukan sekadar pelengkap musik, tetapi bisa menjadi bentuk ekspresi sastra yang kuat dan penuh daya ungkap.
Struktur dan Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar Karya Tere Liye Krisyadi Dwi Sukma; Imas Juidah; Eli Herlina; Saroni Saroni
Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 3 No. 2 (2025): May: Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/semantik.v3i2.1692

Abstract

The novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar by Tere Liye is one of the novels that has many readers in Indonesia. This study aims to describe the structure and educational values in the novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar by Tere Liye. This research uses qualitative method. The data in this study are in the form of sentences in the novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar by Tere Liye. The data source in this research is Teruslah Bodoh Jangan Pintar by Tere Liye. The result of this research shows that Teruslah Bodoh Jangan Pintar by Tere Liye has an intact structure as a novel. The structure includes theme, plot, characterisation, setting, language style, point of view, and mandate. Furthermore, the novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar by Tere Liye also contains educational values such as the value of loving the environment, honest value, empathy value, responsibility value, courage value, and critical thinking value. Thus, the novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar by Tere Liye can be used as an alternative teaching material in schools.
PEMANFAATAN APLIKASI SNACK VIDEO SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Venessia, Rifaa; Juidah, Imas; Nasihin, Agus; Kurniyah, Yayah
Jurnal Pendidikan Educandum Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Educandum
Publisher : Fakultas Pendidikan IAI Pangeran Dharma Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55656/jpe.v5i2.403

Abstract

This study aims to examine the use of the SnackVideo application as a pedagogical instrument for Indonesian language education among high school students. The research used a descriptive qualitative technique, including observation, interviews, and recording processes. The data indicate that SnackVideo might serve as an engaging, dynamic, and accessible instructional platform for students. By using its short video capabilities, instructors and students may create and share original instructional materials, such as material explanations, poetry, brief tales, and succinct dramas. SnackVideo enhances students' academic motivation by presenting knowledge in a visually captivating and entertaining format. However, the application must be used under supervision to prevent misuse and ensure its conformity with educational objectives.
Pemanfaatan Budaya Literasi di Sekolah Menengah Guna Meningkatkan Keterampilan Siswa Nurhidaya, Siti; Juidah, Imas; Nasihin, Agus; Kurniyah, Yayah
Jurnal Pendidikan Educandum Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Educandum
Publisher : Fakultas Pendidikan IAI Pangeran Dharma Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55656/jpe.v5i2.461

Abstract

This study aims to explore the implementation of literacy culture at SMPN 2 Indramayu using a descriptive qualitative approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The findings indicate that the literacy program is carried out through various activities, such as reading sessions that foster critical thinking skills and enhance students’ confidence in expressing their ideas in public. However, several challenges remain, including the absence of reading corners in all classrooms and limited access to diverse reading materials. Despite these obstacles, the presence of a reading corner in the library and the active participation of students in literacy activities demonstrate the potential and effectiveness of the program. Student engagement in activities that develop critical thinking and public speaking skills serves as a positive indicator. To optimize literacy outcomes, this study recommends strengthening collaboration between teachers and students, as well as improving literacy resources and facilities in the school. With these steps, it is expected that the literacy culture at SMPN 2 Indramayu will continue to grow and positively impact students’ overall literacy skills.
Pelaksanaan Pembelajaran Menggunakan Model Pembelajaran PJBL pada Materi Teks Eksplanasi di SMPN 2 Indramayu Rosita, Zulfi; Juidah, Imas; Nasihin, Agus; Kurniyah, Yayah
Jurnal Pendidikan Educandum Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Educandum
Publisher : Fakultas Pendidikan IAI Pangeran Dharma Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55656/jpe.v5i2.462

Abstract

This study aims to describe the effectiveness of implementing the Project-Based Learning (PjBL) method in improving the ability to write explanatory texts among Grade IX D students at SMP Negeri 2 Indramayu. The research focuses on the influence and impact of the PjBL learning method in the teaching and learning process. The Project-Based Learning (PjBL) method was implemented through several stages: planning, topic selection, project design, implementation, presentation of results, and evaluation. This study employed a descriptive qualitative approach, with data collection techniques including observation, documentation, and analysis of students' project outcomes. The results indicate that the implementation of PjBL successfully increased students' active participation, creativity, and critical thinking skills. The final products, in the form of explanatory texts and educational videos, showed improvements in the quality of students' writing and their understanding of the structure and linguistic features of explanatory texts. The students’ final scores mostly fell into the “good” category, with an average success rate of 75%. Therefore, the PjBL model is proven to be effective in developing 21st-century literacy skills, which include critical thinking, communication, collaboration, and creativity.
Pendekatan Culturally Responsive Teaching Menggunakan Media Canva pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA NurIsmani, Winda; Juidah, Imas; Nasihin, Agus; Kurniah, Yayah
Jurnal Pendidikan Educandum Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Educandum
Publisher : Fakultas Pendidikan IAI Pangeran Dharma Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55656/jpe.v5i2.463

Abstract

This study examines the integration of Culturally Responsive Teaching (CRT) with Canva in Indonesian language learning at the senior high school level. Using a qualitative case study at SMA Negeri 2 Indramayu, data were gathered through observations, interviews, and student work analysis. The results show that most students (83%) effectively used Canva to create culturally themed concept maps and texts, demonstrating increased engagement, creativity, and cultural understanding. The study concludes that combining CRT with digital media enhances meaningful learning by connecting students’ cultural identities with academic content. This approach offers a relevant model for inclusive and contextualized language instruction in Indonesian schools.
RESPONS PESERTA DIDIK TERHADAP PEMBELAJARAN TEKS PROSEDUR MENGGUNAKAN PENDEKATAN CRT BERBANTUAN APLIKASI CANVA DI KELAS VII Ajijah, Nur; Juidah, Imas; Nasihin, Agus; Kurniyah, Yayah
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v10i2.1271

Abstract

PenelitianGiniGbertujuanGuntuk mengetahui implementasiGpendekatangGCulturally ResponsiveGTeaching (CRT) yang dipadukan dengan media Canva dalam pembelajaran teks prosedur di SMPN 2 Indramayu. PendekatanGCRT dianggap sesuai dengan latar belakang budaya lokal pesertaGdidik, sedangkan Canva digunakan untuk memperkuat visualisasi materi yang dikemas secara menarik. Metode yangGdigunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan responden 31 peserta didik kelas VII I. Hasil menunjukkan peningkatan motivasi, ketertarikan, dan pemahaman peserta didik, ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata dari 57,74 menjadi 91,94. Pendekatan ini terbukti efektif, inovatif, dan layak diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas secara menyeluruh dan berkesinambungan.
Representasi bentuk mimikri sebagai gejala poskolonial dalam kumpulan puisi judul Nyanyian Akar Rumput karya Wiji Thukul Juidah, Imas; Pratiwi , Veronika Unun
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v8i3.1405

Abstract

This study aims to describe the representation of mimicry as a postcolonial symptom in the poetry collection Nyanyian Akar Rumput by Wiji Thukul. This research method is descriptive qualitative. The subject of this study is the poetry collection Nyanyian Akar Rumput by Wiji Thukul. The data collection process was carried out by reading and taking notes. Repeated readings were carried out to identify the main ideas or contents contained in the poems that describe mimicry and resistance in postcolonial studies. The results of this study can be summarized as follows. The form of mimicry is reflected in the characteristics of colonialism such as oppression, slavery, arbitrary behavior, making things difficult and deceitful which are applied to maintain the regime’s power. Meanwhile, forms of resistance include open resistance, covert resistance, and negotiation resistance, but the most commonly found is invisible (covert) resistance, namely a form of defense based on ideology, resistance that is able to protect oneself from the threat of a more intense process of exclusion, covert resistance often requires a long and continuous process.