Claim Missing Document
Check
Articles

Workshop Asesmen dalam Pembelajaran Berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka Juidah, Imas; Saroni, Saroni
Sajak: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Sastra, Bahasa, dan Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/s.v4i1.21246

Abstract

Differentiated learning is an approach that allows teachers to adapt learning to students' needs, interests and level of readiness. This workshop aims to increase teachers' understanding regarding assessment in differentiated learning in the Independent Curriculum. The method used in this workshop is interactive training involving group discussions, material presentations, and assessment simulations. Data was collected through participant observation, participant satisfaction questionnaires, and in-depth interviews with several teachers. Data analysis was carried out descriptively by examining the effectiveness of the workshop based on participant involvement and their understanding of the material. The results of the workshop showed that 90% of participants were actively involved in the activities and 94% stated that the workshop was very relevant to their needs. These findings indicate that differentiated assessment workshops can increase teacher competence in implementing assessments that are flexible and appropriate to the needs of students in the classroom.
EFEKTIVITAS METODE HYPNOTIC SPEED WRITING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS RESENSI CERPEN Winata, Nana Triana; Juidah, Imas; Saniyatunisa, Ine Musfiroh
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v10i1.1230

Abstract

Menulis resensi cerpen merupakan salah satu keterampilan menulis yang menuntut kemampuan berpikir kritis, analitis, dan sistematis. Namun, banyak peserta didik mengalami kesulitan dalam menulis resensi karena kurangnya pemahaman struktur, minimnya ide, serta rendahnya motivasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode hypnotic speed writing dalam meningkatkan keterampilan menulis resensi cerpen. Metode penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group design, dengan subjek penelitian terdiri dari dua kelompok: kelas eksperimen yang mendapatkan perlakuan metode hypnotic speed writing dan kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes pretest dan posttest, serta dianalisis menggunakan uji statistik t-test for Equality of Means. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan dalam hasil belajar kelas eksperimen, dengan rata-rata nilai pretest 72 meningkat menjadi 88 pada posttest. Sementara itu, pada kelas kontrol, rata-rata nilai hanya meningkat dari 70 menjadi 80. Hasil uji t-test menunjukkan nilai t = -14.868 dengan Sig. (2-tailed) = 0.000, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan demikian, metode hypnotic speed writing terbukti lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis resensi cerpen dibandingkan metode konvensional. Penelitian ini merekomendasikan penerapan metode hypnotic speed writing dalam pembelajaran menulis untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas peserta didik.
Fenomena Gender Violence Tokoh Utama Perempuan Dalam Novel Kelir Slindet Karya Kedung Darma Romansha Sebagai Bahan Ajar Mata Kuliah Apresiasi Prosa Fiksi Imas Juidah; Eli Herlina
Deiksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 1 (2021): DEIKSIS: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/dj.v8i1.4338

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan (1) bentuk gender violence yang dialami tokoh utama perempuan dalam novel Kelir Slindet karya Kedung Darma Romansha yang meliputi physical violence, psychological violence, dan sexual violence tokoh utama novel Kelir Slindet karya Kedung Darma Romansha; (2) kelayakan novel Kelir Slindet karya Kedung Darma Romansha sebagai bahan ajar Mata Kuliah Apresiasi Prosa Fiksi. Data dalam penelitian ini berwujud kata, frase, kalimat, dan ungkapan yang terdapat dalam novel Kelir Slindet karya Kedung Darma Romansha. Hasil penelitian ini yaitu sebagai berikut. (1) Bentuk gender violence yang dialami tokoh utama perempuan dalam novel Kelir Slindet Kedung Darma Romansha meliputi: (a) physical violence berupa ‘penjambakkan’, penarikan, dan pendorongan; (b) psychological violence berupa penyelewengan, perselingkuhan, dan pengucapan kata kasar yang menyakitkan hati; dan (c) sexual violence berupa tindakan pemerkosaan dan menyentuh buah dada. (2) Novel Kelir Slindet karya Kedung Darma Romansha layak dijadikan sebagai bahan ajar mata kuliah Apresiasi Prosa Fiksi karena memenuhi kriteria bahan ajar meliputi bahasa, psikologi, dan budaya.Kata Kunci: Gender Violence, feminisme, bahan ajar apresiasi prosa fiksi
Konteks Dell Hymes dalam Berita Daring Detik.Com Mengenai Covid 19 dan Pemanfaatannya Sebagai Bahan Ajar Mata Kuliah Wacana Bahasa Indonesia Eli Herlina; Imas Juidah
Deiksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 1 (2022): DEIKSIS: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/deiksis.v9i1.5304

Abstract

Abstrak. Suatu berita tentu saja menggunakan media bahasa sebagai sarana penyampaian informasi kepada pembacanya. Bahasa selalu diungkapkan dalam konteks, tak terkecuali bahasa dalam berita. Rustono (1999) menyebutkan konteks adalah sesuatu yang menjadi sarana penjelas suatu maksud. Dulu untuk mendapatkan sebuah informasi terutama berita, kita perlu membeli sebuah media cetak seperti koran. Tetapi, seiring perkembangan teknologi kita bisa dengan mudah mengaksesnya melalui website atau situs internet. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan konteks yang terdapat dalam berita daring mengenai covid 19 yang ada di portal  Detik.com dan 2) mengetahui rancangan bahan ajar mata kuliah Wacana Bahasa Indonesia.Kata kunci: konteks, berita daring, covid-19, bahan ajar, wacana
Campur Kode dan Alih Kode dalam Film Mungkin Esok, Lusa, atau Nanti Karya Iwan Kurniawan Cahyati, Ica; Juidah, Imas; Logita, Embang
Jurnal Terapi Wicara dan Bahasa Vol. 3 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59686/jtwb.v3i2.174

Abstract

Background: There was code mixing and code changes in the movie. The main point of this piece might be tomorrow, the day after tomorrow, or later. Objectives: The main goal of this work is so find and study the different kinds of code mixing and code flipping that occur when characters talk. The goal of this study is to find the different kinds of code mixing and code swapping and the factors that affect how they are used. Methods: The qualitative method used in this study lets the researchers look at the data in great detail and figure how out social and cultural factors affect how people use words. The way used to collect data for this study is to listen and take notes. Results: Researchers watch the movie and pay close attention to the dialogue. They write down cases of code switching and code mixing. The results of the study show that code mixing can occur both inside and outside of a company. This is because of how different languages work together. Additionally, there are types of internal and external code swapping that demonstrate how characters adapt to various communication contexts. These results offer a more comprehensive understanding of the intrigue of language use in films and how it mirrors prevailing social reality. Conclusion: This study shows how several factors can influence code switching and code mixing in movies. Some of these are the presence of a third speaker, limited vocabulary, the background of the speakers, the conversation partners, and the topics being discussed. In this movie, we can see the use of various languages, such as Indonesian, Javanese, Turkish, and English, all of which play a role in creating code switching and code mixing. Keywords : Code mixing, code switching, movie, character, language
CAMPUR KODE & ALIH KODE DALAM VIDEO YOUTUBE UENO FAMILY JAPAN “MAKAN MALAM DI RESTAURANT INDIA” Khasanah, Khasanah; Juidah, Imas; Kohar, Dadun; Winata, Nana Triana
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.620

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena campur kode dan alih kode dalam video YouTube Ueno Family Japan yang berjudul "Makan Malam di Restaurant India." Fokus penelitian adalah interaksi antar anggota keluarga Ueno selama makan malam di Restaurant India. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak catat. Hasil penelitian menunjukkan adanya campur kode dalam bentuk penyisipan kata, frasa, dan klausa dari bahasa berbeda dalam satu tuturan, serta alih kode yang terjadi saat penutur beralih dari satu bahasa ke bahasa lain. Faktor yang mempengaruhi terjadinya fenomena ini meliputi latar belakang multikultural keluarga, situasi tutur, topik pembicaraan, dan keberadaan penutur ketiga. Penelitian ini menemukan bahwa campur kode dan alih kode tidak hanya sebagai strategi komunikasi, tetapi juga mempererat hubungan keluarga serta membangun keakraban dan identitas kolektif dalam konteks lintas budaya.
MAKNA LEKSIKAL PADA LIRIK LAGU “CINTA LUAR BIASA” KARYA FAISAL RESI DAN DIPOPULERKAN OLEH ANDMESH KAMALENG Nurmaelinda, Nurmaelinda; Juidah, Imas; Logita, Embang
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.621

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna leksikal yang terkandung dalam lirik sebuah lagu. Makna leksikal disebut sebagai arti dasar dari suatu kata yang memiliki makna utuh dan berdiri sendiri. Dalam penggunaan bahasa, makna leksikal memegang peran penting karena menghubungkan kata, bahasa, dan kalimat, baik dalam konteks internal maupun eksternal bahasa. Makna ini bersifat tetap dan tidak dapat diubah, karena telah tercantum secara baku dalam kamus. Dalam Penelitian ini, lirik lagu dijadikan sebagai dasar analisis untuk menggali makna leksikal yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yang diawali dengan tahap pembacaan dan pemahaman terhadap lirik lagu yang dianalisis. Tujuannya untuk menarik kesimpulan menganai makna leksikal dalam lirik lagu “Cinta Luar Biasa” karya Faisal Resi.
GAYA BAHASA DALAM LIRIK LAGU MEMBATU CAPTAIN JACK : STILISTIKA Pamungkas, Sigit Andrian Tri; Juidah, Imas; Herlina, Eli; Saroni, Saroni
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.630

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan penggunaan gaya bahasa dalam lagu “Membatu” karya Captain Jack yang dirilis pada tahun 2012. Lagu ini dipilih karena mengangkat tema kekuatan, ketegaran, dan ketidaktergoyahan dalam menghadapi penderitaan, serta memiliki gaya kebahasaan yang unik dan belum banyak diteliti. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu “Membatu” mengandung beragam majas seperti personifikasi, metafora, hiperbola, paralelisme, dan repetisi. Penggunaan gaya bahasa tersebut memperkuat makna emosional lagu, menciptakan kesan keteguhan, kekosongan batin, serta penolakan terhadap penderitaan. Frasa seperti “Aku akan tetap berdiri” dan “Kembali ku berdiri” menunjukkan keteguhan mental, sementara ungkapan “Aku tlah terlalu kelam untuk merasakan apapun” mencerminkan kondisi psikologis yang membeku akibat pengalaman pahit. Dengan demikian, gaya bahasa dalam lagu ini bukan hanya memperindah lirik, tetapi juga memperkuat pesan tentang kekuatan batin dalam menghadapi tekanan dan luka emosional. Temuan ini diharapkan memberikan kontribusi dalam kajian stilistika serta menjadi referensi untuk analisis lirik lagu dengan pendekatan serupa.
GAYA BAHASA PADA LIRIK LAGU “BERTAUT” KARYA NADIN AMIZAH DALAM ALBUM SELAMAT ULANG TAHUN: KAJIAN STILISTIKA Hanifah, Alin; Juidah, Imas; Logita, Embang
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.632

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk memaparkan dan menganalisis penggunaan majas dalam lirik lagu “Bertaut” karya Nadin Amizah sebagai bentuk kajian stilistika. Lagu ini dipilih karena mengandung kekuatan ekspresif yang tinggi serta nilai estetika yang mencerminkan relasi emosional antara penutur dan sosok yang dikasihi, terutama ibu, Metode yang diterapkan yaitu pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi. menggunakan teknik baca-catat. Analisis dilakukan dengan menelaah secara mendalam struktur kebahasaan dalam lirik, khususnya penggunaan gaya bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam lirik lagu tersebut ditemukan berbagai jenis majas, antara lain: majas metafora (7 data), simile (5 data), personifikasi (5 data), hiperbola (5 data), antitesis (1 data), repetisi (3 data), paralelisme (2 data), dan pleonasme (1 data). Terdapat 6 data diksi diantaranya, diksi emotif, diksi metaforis, diksi simbolis, diksi puitis, diksi lugas & naratif, diksi kasar/ekspresif. Penggunaan gaya bahasa ini tidak hanya memperkuat makna lirik tetapi juga menambah daya tarik artistik lagu. Kajian ini menyimpulkan bahwa penguasaan stilistika berperan penting dalam menciptakan karya sastra yang bernilai estetis tinggi dan mampu menyampaikan emosi secara mendalam.
DEIKSIS SOSIAL PADA NOVEL SURTI & TIGA SAWUNGGALING KARYA GOENAWAN MOHAMAD Hadinata, Sofyan; Juidah, Imas; Saroni, Saroni; Herlina, Eli
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.642

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap penggunaan deiksis sosial dalam novel Surti dan Tiga Sawunggaling karya Goenawan Mohamad. Deiksis sosial merupakan bagian dari kajian pragmatik yang mencerminkan hubungan sosial antara penutur dan lawan tutur melalui pilihan kata, seperti sapaan, kata ganti orang, serta ungkapan keakraban atau penghormatan. Dalam karya sastra, unsur ini penting karena mengungkap nilai budaya, relasi kuasa, dan struktur sosial antar tokoh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis wacana pragmatik. Data diperoleh melalui pembacaan mendalam terhadap novel dan identifikasi penggunaan deiksis sosial dalam dialog maupun narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Goenawan Mohamad memanfaatkan deiksis sosial tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana membentuk atmosfer cerita serta memperjelas dinamika relasi sosial. Penggunaan kata seperti “kau”, “engkau”, “aku”, atau sapaan formal tertentu menggambarkan kedekatan, jarak sosial, atau perubahan sikap antar tokoh. Bahkan pergeseran penggunaan sapaan mencerminkan perkembangan hubungan emosional dalam cerita. Temuan ini menegaskan bahwa deiksis sosial memiliki peran penting dalam menyampaikan makna naratif dan memperkaya pemahaman pembaca terhadap struktur sosial yang melatar belakangi cerita. Penelitian ini juga memberi kontribusi dalam pengembangan kajian pragmatik sastra Indonesia.