Claim Missing Document
Check
Articles

DEIKSIS SOSIAL PADA NOVEL SURTI DAN TIGA SAWUNGGALING KARYA GOENAWAN MOHAMAD Sofyan Hadinata; Imas Juidah; Saroni Saroni; Eli Herlina
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.642

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap penggunaan deiksis sosial dalam novel Surti dan Tiga Sawunggaling karya Goenawan Mohamad. Deiksis sosial merupakan bagian dari kajian pragmatik yang mencerminkan hubungan sosial antara penutur dan lawan tutur melalui pilihan kata, seperti sapaan, kata ganti orang, serta ungkapan keakraban atau penghormatan. Dalam karya sastra, unsur ini penting karena mengungkap nilai budaya, relasi kuasa, dan struktur sosial antar tokoh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis wacana pragmatik. Data diperoleh melalui pembacaan mendalam terhadap novel dan identifikasi penggunaan deiksis sosial dalam dialog maupun narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Goenawan Mohamad memanfaatkan deiksis sosial tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana membentuk atmosfer cerita serta memperjelas dinamika relasi sosial. Penggunaan kata seperti “kau”, “engkau”, “aku”, atau sapaan formal tertentu menggambarkan kedekatan, jarak sosial, atau perubahan sikap antar tokoh. Bahkan pergeseran penggunaan sapaan mencerminkan perkembangan hubungan emosional dalam cerita. Temuan ini menegaskan bahwa deiksis sosial memiliki peran penting dalam menyampaikan makna naratif dan memperkaya pemahaman pembaca terhadap struktur sosial yang melatar belakangi cerita. Penelitian ini juga memberi kontribusi dalam pengembangan kajian pragmatik sastra Indonesia.
ONOMATOPE DALAM LAGU ANAK-ANAK TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA Anggi Apriliandini; Imas Juidah; Agus Nasihin; Nana Triana Winata
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.647

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan unsur onomatope dalam lagu anak-anak berbahasa Indonesia serta peranannya dalam mendukung perkembangan bahasa anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik simak-catat terhadap lirik dan audio lagu anak-anak populer, seperti "Cicak-cicak di Dinding", "Tik Tik Bunyi Hujan", dan lainnya. Analisis data dilakukan dengan mengklasifikasikan onomatope berdasarkan jenis suara: manusia, alam, binatang, benda, dan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa onomatope dalam lagu berfungsi tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media edukatif yang memperkaya kosakata, meningkatkan kesadaran fonologis, serta membantu anak memahami hubungan antara bunyi dan makna. Temuan ini menegaskan pentingnya lagu anak sebagai sarana strategis dalam proses pemerolehan bahasa sejak dini.
PEMANFAATAN MEDIA MEDIUM UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS CERITA PENDEK SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 INDRAMAYU Aisah Nurul Khotimah; Embang Logita; Imas Juidah; Rochman Rochman
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.671

Abstract

Keterampilan menulis cerita pendek merupakan bagian penting dari penguasaan literasi siswa. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran menulis sering kurang diminati karena metode yang digunakan cenderung monoton dan tidak relevan dengan kebiasaan digital siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan platform Sedang sebagai media digital dalam meningkatkan keterampilan menulis cerita pendek siswa kelas XI SMA Negeri 2 Indramayu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan partisipan sebanyak 32 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Medium mampu meningkatkan motivasi, minat, dan kemampuan siswa dalam menulis. Siswa menjadi lebih terstruktur dalam menyusun alur cerita, mengembangkan tokoh, latar, dan menyampaikan amanat secara efektif. Medium juga mendorong keberanian siswa untuk mempublikasikan karya mereka secara terbuka, serta melatih literasi digital. Dengan demikian, Medium terbukti menjadi alternatif media pembelajaran yang inovatif untuk mendukung pengembangan keterampilan menulis dan membangun budaya literasi di kalangan siswa.
ANALISIS DIKSI DALAM LAGU AMIN PALING SERIUS KARYA SAL PRIADI Nurkhasanah Nurkhasanah; Imas Juidah; Agus Nasihin; Nana Triana Winata
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.753

Abstract

Penelitian ini mengulas bagaimana pemilihan kata dalam lagu “Amin Paling Serius” karya Sal Priadi dan Nadin Amizah mampu menyampaikan perasaan yang dalam dan menyentuh. Fokus utamanya adalah pada jenis diksi, baik yang bermakna langsung (denotatif) maupun yang bermakna kiasan (konotatif), yang digunakan dalam lirik lagu. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik simak-catat, peneliti menelaah lirik-lirik yang mengandung unsur harapan, cinta, dan spiritualitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata-kata seperti “rumah”, “doa paling serius”, dan “tubuh tak bernyawa tetap memelukmu dalam doa” tidak hanya terdengar indah, tetapi juga sarat makna emosional. Diksi konotatif dalam lagu ini memberi ruang tafsir yang luas, memperkaya makna, serta memperkuat pesan yang ingin disampaikan. Di sisi lain, penggunaan diksi denotatif membantu memperjelas isi lagu dan membuatnya mudah dipahami. Kombinasi keduanya menjadikan lirik lagu terasa hidup, personal, dan menyentuh. Lagu ini membuktikan bahwa lirik bukan sekadar pelengkap musik, tetapi bisa menjadi bentuk ekspresi sastra yang kuat dan penuh daya ungkap.
Konflik Batin Tokoh Utama Novel Lakuna Karya Khrisna Pabichara Dalam Kajian Psikoanalis Sigmund Freud Putri Anggiani; Imas Juidah; Agus Nasihin
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 19 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v19i2.31593

Abstract

This study examines the inner conflict of the main character in the novel Lakuna by Khrisna Pabichara through a literary psychology approach with Sigmund Freud's psychoanalytic theory. The method used is descriptive qualitative with documentation study techniques in the form of intensive. reading, note-taking, and identification of relevant quotes that represent inner conflict. The results of the study show: 1) The main character experiences conflict between subconscious drives, demands of reality, and moral values. 2) The dynamics of the id, ego, and superego are contradictory, thus influencing the character's attitudes and decisions in facing life's problems. 3) The conflict is more dominant in the id aspect because of unfulfilled desires and hopes, causing ongoing psychological tension. The symbolization of this inner conflict emphasizes the character's inability to balance drives and demands of life. In conclusion, the novel Lakuna reveals the psychological complexity of the main character and demonstrates the effectiveness of Freud's psychoanalysis in describing the depth of character and the meaning of the story.
BATAS KEBEBASAN EKSISTENSIAL PEREMPUAN: ANALISIS LE DEUXIÈME SEXE DALAM CERPEN KISAH SIE SIE Naeluzzahronnovi; Imas Juidah; Agus Nasihin
SEBASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 9 No 2 (2026): SeBaSa
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sbs.v9i2.35036

Abstract

This study describes Simone de Beauvoir’s Le Deuxième Sexe concept in the character of Sie Sie in Tere Liye's short story “Kisah Sie Sie”. It focuses on the representation of women as the other, forms of immanence, transcendence, and women's existence within patriarchal culture. Employing a descriptive qualitative approach with existentialist feminist theory, narrative data were collected through documentation and note-taking from the novel Sepotong Hati yang Baru. Data analysis used heuristic and hermeneutic reading methods. The findings reveal that Sie Sie experiences subordination and objectification as the other within patriarchal structures and domestic confinement (immanence). However, she demonstrates transcendence through sacrifice, labor, and decision-making courage. This study shows that women’s freedom in literary works is portrayed as an existential struggle to preserve identity.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM FILM MOHON DOA RESTU: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Dewi, Nisrina; Imas Juidah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Posted
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.59165

Abstract

This research aims to describe the phenomena of code-switching and code-mixing as representations of traditional and modern identities in the film Mohon Doa Restu by Ody C. Harahap. The linguistic dynamics in this film reflect the clash of cross-generational values between parents and children. The method used is qualitative descriptive with a sociolinguistic approach. The research data consists of lingual units containing elements of code-switching and code-mixing, collected through the observation and note-taking method. The results reveal 24 data of speech events, comprising 15 instances of code-mixing and 9 instances of code-switching. Code-mixing is dominated by the insertion of English and Sundanese into an Indonesian base. The findings reveal that code-switching into Sundanese by the older generation characters serves to reinforce traditional authority, whereas the use of English by the younger generation represents an urban-global identity and professional independence. This study concludes that the use of language codes is not merely a speech variation but an identity negotiation strategy in facing value conflicts within a multilingual society.
ANALISIS SEMANTIK TERHADAP PESAN KEHAMPAAN DIRI DALAM LAGU “TEH HIJAU” KARYA TULUS Lianaa, Anindya; Imas Juidah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomer 03, September 2026 Publication
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.59220

Abstract

This study aims to describe the message of self-emptiness through semantic analysis in the lyrics of the song "Teh Hijau" by Tulus. This study analyzes the denotative and connotative meanings that represent psychological conditions and the emotional messages conveyed. This study uses a qualitative descriptive method with a literature study approach. Data sources were obtained from the lyrics of the song "Teh Hijau" popularized by Tulus. The results of this study indicate that the song lyrics represent phases of emotional exhaustion, numbness (burnout), and the process of self-acceptance. The denotative meaning in the song depicts the simple routine of drinking green tea as a space to pause, while the connotative meaning contains a deep message about accepting the feeling of emptiness, making peace with loneliness, and the search for inner peace (self-healing). Thus, semantic analysis proves that the choice of words (diction) used is able to strengthen the delivery of deep emotional messages about self-emptiness to the listeners.
Kajian Tematik dalam Novel "Srimenanti" karya Joko Pinurbo Fadillah Utami; Imas Juidah
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 2 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines the themes in Joko Pinurbo's novel "Srimenanti." A descriptive qualitative method was used. The research used Joko Pinurbo's novel Srimenanti as a data source. The analysis steps included carefully reading the novel, identifying data by highlighting specific sections of the text, identifying elements of character and characterization, plot and events, and thematic unity found in the literary work under study, and selecting relevant data based on the research issues. The analysis revealed six main themes in the novel: trauma and inner wounds, the search for identity and self-worth, art and poetry as a medium of expression, relationships and solidarity, and magical realism and the supernatural. Keywords:  identity; magic; novel; art; solidarity; thematic; trauma ABSTRAK Artikel ini mengkaji tema yang ada dalam novel “Srimenanti” karya Joko Pinurbo. Metode kualitatif deskriptif digunakan penelitian. Penelitian  menggunakan novel Srimenanti karya Joko Pinurbo sebagai sumber data. Langkah-langkah analisis mencakup membaca novel dengan seksama, menetapkan data dengan menandai bagian-bagian tertentu dari teks novel, mengenali elemen-elemen tokoh dan karakterisasi, alur serta peristiwa, serta kesatuan tema yang dapat ditemukan dalam karya sastra yang diteliti, dan menyeleksi data yang relevan berdasarkan isu-isu yang ada dalam penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada enam tema utama yang diangkat dalam novel ini di antaranya, yaitu tema trauma dan luka batin, tema pencarian jati diri dan identitas, tema seni dan puisi sebagai medium ekspresi, tema hubungan dan solidaritas, serta tema realisme magis dan dunia gaib. Kata kunci: identitas; magis; novel; seni; solidaritas; tematik; trauma