p-Index From 2021 - 2026
5.824
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Jurnal Master Pariwisata (JUMPA) Jurnal IPTEK-KOM (Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi) Matra Pembaruan: Jurnal Inovasi Kebijakan Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Jurnal Agregasi Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan ELITE Journal: Journal of English Linguistics, Literature, and Education Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Journal of Governance Innovation MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial Publica: Jurnal Pemikiran Administrasi Negara Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi PRAJA: Jurnal Ilmiah Pemerintahan Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Edunesia : jurnal Ilmiah Pendidikan Jurnal Inovasi Penelitian JDP (Jurnal Dinamika Pemerintahan) Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Jurnal Politica Dinamika Masalah Politik Dalam Negeri dan Hubungan Internasional Decision: Jurnal Administrasi Publik Komatika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Inovasi Pembangunan Jurnal Inovasi Masyarakat International Journal of Public Administration Studies YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya Madani: Multidisciplinary Scientific Journal AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Salus Publica Pancasila International Journal of Applied Social Science Jurnal Perbankan Syariah: Persya Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Hukum dan Pembangunan Ulil Albab Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara
Claim Missing Document
Check
Articles

Sosialisasi Nilai-nilai Pancasila Melalui Permainan Kerjasama Tim kepada Anak-anak Lala Agustriani; Leilani Verdha; M Fajar; Marisa Inshi; M Farihin; M Salman; M Rama; Nabila Shofia; Nazmi Silvia; Nazwan Fathurrahman; Dian Herdiana
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i1.4765

Abstract

Pancasila merupakan dasar negara yang tidak hanya perlu dipahami oleh semua warga masyarakat, tetapi juga mampu dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari, didasarkan kepada pemahaman tersebut maka artikel ini mengkaji mengenai kegiatan sosialisasi nilai-nilai Pancasila melalui permainan kerjasama tim kepada anak-anak, tujuan dari kegiatan ini yaitu guna membangun pemahaman anak-anak agar mampu memahami nilai-nilai Pancasila yang didasarkan kepada kegiatan permainan kerjasama tim. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini yaitu society participatory yang diartikan sebagai metode dengan cara melibatkan masyarakat sasaran sebagai objek pelaksanaan kegiatan yang telah disusun. Hasil pelaksanaan dari kegiatan ini yaitu telah terselenggaranya 7 (tujuh) permainan yang terdiri dari permainan estafet sarung, tarik tambang, pemburuan barang, rerebonan, ikatan manusia, bangunan dari sedotan dan boy-boyan. Ketujuh permainan ini telah mampu membangun kebersamaan, kerjasama dan persatuan diantara anak-anak yang merupakan cerminan dari nilai-nilai Pancasila, anak-anak memahami bahwa Pancasila merupakan nilai hidup yang mampu dipraktekan dalam berbagai aktivitas kegiatan dan relevan dengan kondisi saat ini.  Pancasila is the basis of the state that needs to be understood by all citizens and be practised in everyday life; based on this understanding, this article describes the socialization of Pancasila values through teamwork games for children. This activity is to build children's understanding to understand the values of Pancasila, which are based on teamwork activities. The method used in implementing this activity is society participatory, which is defined as a method that involves the target community as the object of implementing the activities that have been prepared. The results of the implementation of this activity are the implementation of 7 (seven) games consisting of Estafet Sarung (sarong relay games), Tarik Tambang (tug of war), Pemburuan Barang (hunting for goods), Rerebonan (capturing and captive), Ikatan Manusia (human knot), Bangunan dari Sedotan (magic straws) and Boy-boyan (players and guards). These seven games have been able to build togetherness, cooperation and unity among children, which reflects the values of Pancasila; the children understand that Pancasila is a life value that can be practised in various activities and is relevant to current conditions.   
Kejenuhan Mahasiswa dalam Mengikuti Perkuliahan Daring dan Strategi Penanggulangannya Dian Herdiana; Rana Rudiana; Supriatna Supriatna
Edunesia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : research, training and philanthropy institution Natural Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.069 KB) | DOI: 10.51276/edu.v2i1.128

Abstract

Abstract: This article is aimed at discussing college student's burnout in taking online lectures during the Covid-19 pandemic, the study focuses on two factors, namely: factors that cause college students being burnout and learning strategies that can be implemented to solve the college students burnout. The research method used a descriptive method with a qualitative approach, data sources consisted of primary data in the form of interviews with STIA Cimahi students and lecturers, and secondary data sources. The results of the study revealed that student burnout is caused by internal factors that come from himself, such as the unfamiliarity of online learning systems and external factors, such as the monotony of lecturers in delivering material. Therefore, in solving these problems, the researchers found several strategies that needed to be prepared by lecturers, namely changing online learning methods that would be more flexible, changing learning materials by accommodating contextual issues, and expanding learning media by utilizing social networks. Abstrak: Artikel ini ditujukan untuk mengkaji kejenuhan mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan daring di masa pandemi Covid-19, kajian difokuskan kepada dua faktor, yaitu: faktor yang menyebabkan mahasiswa jenuh dan strategi pembelajaran guna menanggulangi kejenuhan mahasiswa. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, sumber data terdiri dari hasil wawancara dengan mahasiswa dan dosen STIA Cimahi dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukan kejenuhan mahasiswa disebabkan oleh faktor internal yang berasal dari dirinya sendiri seperti tidak terbiasanya belajar dengan sistem daring dan faktor eksternal, seperti monotonnya dosen dalam menyampaikan materi. Oleh karena itu, dalam mengatasi berbagai permasalahan yang ada, maka peneliti menemukan beberapa strategi yang perlu dipersiapkan oleh dosen, yakni mengubah metode pembelajaran daring yang lebih fleksibel, mengubah materi pembelajaran dengan mengakomodasi isu-isu kontekstual, serta memperluas media pembelajaran dengan memanfaatkan jejaring sosial.
APLIKASI PEDULI LINDUNGI: PERLINDUNGAN MASYARAKAT DALAM MENGAKSES FASILITAS PUBLIK DI MASA PEMBERLAKUAN KEBIJAKAN PPKM Dian Herdiana
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 2 No 6: Nopember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v2i6.959

Abstract

Aplikasi PeduliLindungi merupakan bentuk kebijakan pemerintah dalam konteks penanggulangan Covid-19, dalam tataran pelaksanaannya berbagai masalah muncul dan perlu untuk ditanggulangi. Didasarkan kepada hal tersebut, artikel ini ditujukan guna menggambarkan pelaksanaan dari kebijakan PeduliLindungi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian kepustakaan. Hasil analisis menunjukan bahwa pelaksanaan kebijakan AplikasiLindungi ditujukan kepada tiga hal utama yaitu perlindungan masyarakat dalam mengakses fasilitas publik, penelusuran (tracing) masyarakat yang terindikasi terpapar Covid-19, serta informasi pemetaan zonasi paparan Covid-19. Masalah yang muncul antara lain menyangkut keamamanan data masyarakat dalam aplikasi PeduliLindungi dan hak masyarakat yang tidak memiliki gawai elektronik dalam mengakses fasilitas publik. Rekomendasi dalam upaya perbaikan kebijakan PeduliLindungi yaitu jaminan keamanan data yang harus diberikan pemerintah dan rancangan kebijakan alternatif bagi masyarakat yang tidak memiliki gawai elektronik dalam mengakses fasilitas publik tanpa adanya perilaku diskriminatif melalui aplikasi PeduliLindungi.
KEGIATAN AKTUALISASI NILAI PANCASILA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI KELAS II MADRASAH IBTIDAIYAH PERSIS NO 13 BOJONGWARU KABUPATEN BANDUNG Elsa Adila Rahma; Faizal Tegar Pratama; Fajar Rohmat Nurdiansyah; Gilang Rucita; Gita Salsabila; Ilham Muhammad Fadhillah; Jhelpi Alviyani; Dian Herdiana; Bobang Noorisnan Pelita
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 1: Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v3i1.1647

Abstract

Pancasila yang telah disepakati sebagai dasar dan pandangan hidup bernegara tentu harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, nilai yang terkandung dalam Pancasila yang dimaksud harus dibuat ringkas dan menjadi rutinitas seluruh lapisan masyarakat agar nilai yang dimaksud dapat membumi serta bukan hanya menjadi utopia belaka. Tidak terkecuali bagi anak, anak sedari dini harus ditanamkan nilai Pancasila khususnya sila pertama yaitu “Ketuhanan Yang Maha Esa” sesuai dengan agama yang dianutnya. Ini merupakan sesuatu yang krusial karena pada saat usia dini anak dapat dengan mudah dibentuk serta diarahkan, sehingga aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dapat terlaksana. Pada kesempatan kali ini kami kelompok 1 dari mata kuliah Pendidikan Pancasila, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung telah melaksanakan tugas aktualisasi nilai-nilai Pancasila di Madrasah Ibtidaiyah Persatuan Islam No. 13 Bojongwaru, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung pada tanggal 12 November 2021 dengan materi yang dibawakan berupa pengenaalan dasar-dasar tentang Islam dan doa-doa harian. Dalam melaksanakan program, kami menggunakan metode belajar sambil bermain, juga dengan memberikan hadiah atas setiap keberhasilan anak. Tujuannya adalah agar anak dapat memahami nilai Pancasila secara ringan dan dapat melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.
AKTUALISASI NILAI-NILAI SILA KE 5 PANCASILA MELALUI KEGIATAN GOTONG ROYONG DI LINGKUNGAN MASYARAKAT Muhammad Rafli Harsa; Muhammad Reza Falevi; Muhammad Athoillah Aqna; Muhammad Raihan; Muhammad Ramdhan; Nanda Fuziany Bunga; Nasywa Hanifah; Nida Qotrunnada; Nining Kartini; Dian Herdiana
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 1: Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v3i1.1648

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Pendidikan Pancasila mengenai aktualisasi nilai pancasila pada sila ke lima yaitu “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Adapun bentuk aktualisasinya yaitu dengan melakukan gotong-royong bersama masyarakat setempat untuk membersihkan lingkungan sekitar. Metode penelitian yang digunakan dengan langsung terjun ke lapangan untuk untuk melakukan gotong-royong bersama masyarakat setempat. Hasil kegiatan yaitu sebagai berikut: memilah dan memilih sampah serta mencabut rumput, membersihkan area lingkungan setempat, membersihkan musholla dan jalanan sekitar, membantu pengecoran rumah tetangga, membantu sesama, dan membantu ibu-ibu setempat memasak. Manfaat penelitian salah satunya sebagai pengabdian mahasiswa kepada masyarakat setempat dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini menghasilkan berupa foto dan video kegiatan gotong-royong mengenai aktualisasi nilai-nilai Pancasila pada sila ke lima yaitu “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
KEGIATAN PEMBERIAN BANTUAN SOSIAL SEBAGAI MEDIA PEMERSATU DI MASA PANDEMI COVID-19 Puspita Puspita; Rizki Maulana; Salsa Meyladina Kamila; Siti Nur Jamilah; Tasya Salsabila; Wandani Isnaeni; Viena Fatimatuzzahra; Yahya Hendra Komara; Yulianda Priyanti Adzanisa; Dian Herdiana
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 1: Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v3i1.1649

Abstract

Ideologi Pancasila merupakan landasan bernegara paling ideal dan harus dipegang teguh oleh segenap anak bangsa termasuk kita sebagai mahasiswa. Mewujudkan masyarakat Pancasilais bisa diraih dengan menerjemahkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara termasuk dalam lingkungan diri kita sendiri. Indonesia sedang mengalami masalah pandemi Covid-19, Indonesia telah menunjukkan kepada dunia bahwa ideologi Pancasila mampu menjadi senjata Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Melalui sigapnya masyarakat bergotong royong berada di garis terdepan perjuangan melawan Covid-19. Perubahan besar dalam perilaku masyarakat di masa pandemi Covid-19, salah satunya adalah lahirnya masyarakat baru yang memiliki rasa penuh empati,welas asih, dan sarat solidaritas sosial, didasarkan kepada hal ini maka kegiatan sosialisasi nilai-nilai Pancasila ini dilakukan sebagai upaya untuk membangun rasa empati dan simpati kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 melalui kegiatan pemberian bantuan sosial.
PENGAWASAN KOLABORATIF DALAM PELAKSANAAN KEBIJAKAN BANTUAN SOSIAL TERDAMPAK COVID-19 Dian Herdiana
T JDP (JURNAL DINAMIKA PEMERINTAHAN) Vol 3 No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.499 KB) | DOI: 10.36341/jdp.v3i2.1323

Abstract

Kebijakan bantuan sosial bagi masyarakat terdampak COVID-19 secara empiris mengalami masalah yaitu adanya kesalahan data Rumah Tangga Sasaran (RTS), implikasinya banyak warga masyarakat yang seharusnya berhak namun tidak menerima bantuan sosial, sebaliknya warga yang mampu justru mendapatkan bantuan sosial. Didasarkan kepada permasalahan tersebut maka dibutuhkan pengawasan kolaboratif yang dilakukan oleh berbagai pihak guna memastikan kebijakan tersebut berjalan sebagaimana tujuan awal. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif, pengumpulan data menggunakan data sekunder dari berbagai sumber yang relevan seperti buku, jurnal, peraturan perundang-undangan, laman web dan lainnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa belum adanya upaya pengawasan yang dilakukan secara kolaboratif terhadap pelaksanaan kebijakan bantuan sosial dalam rangka perlindungan masyarakat terdampak COVID-19, proses pengawasan dilaksanakan dengan menggunakan model pengawasan internal secara tertutup yang mana pihak lain termasuk masyarakat tidak memiliki akses untuk melakukan pengawasan tersebut. Berdasarkan kepada hal tersebut diperlukan upaya rekonstruksi model pengawasan pelaksanaan kebijakan bantuan sosial yang memungkinkan adanya kolaborasi antar pemangku kepentingan bidang pengawasan guna menghasilkan sistem pengawasan yang integratif dan sinergis.
Menemukenali Syarat Keberhasilan Pemindahan Ibu Kota Negara [Identifying Conditions for Successful Relocation of the Nation’s Capital] Dian Herdiana
Jurnal Politica Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Politica Mei 2020
Publisher : Sekretariat Jenderal DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22212/jp.v11i1.1382

Abstract

Indonesia’s plan of relocating the nation's capital is intended as an effort to realize an ideal centre of the national government that reflects the character of Indonesia and to accommodate long-term visionary development. In the process, moving the capital is not only limited to moving the function of government to a new place. It involves many complex matters that require consistent, systematic, measurable, and sustainable measures. Based on these problems, this article is intended to illustrate the conditions that must be met for successful relocation of the nation's capital. The research method used is descriptive research in nature with a qualitative approach. The data used is sourced from secondary data in the form of books, journals and other relevant references. The results revealed that there are 6 (six) conditions that need to be fulfilled to successfully move the capital city, which consist of 1). Visionary leadership and consistent commitment, 2). Comprehensive legal framework, 3). Participatory and accommodative planning, 4). Professional human resources, 5). Cultural characteristics and openness of the local community, 6). Government organizational culture and social values. The aforementioned six elements are constructively intertwined with one another, therefore the government must ensure the fulfillment of these conditions in order for relocation of the capital city to be carried out successfully.AbstrakRencana pemindahan ibu kota ditujukan sebagai upaya mewujudkan pusat pemerintahan yang mampu mencerminkan karakter Indonesia dan mampu mengakomodasi pembangunan visioner untuk jangka waktu yang panjang. Dalam prosesnya, pemindahan ibu kota tidak hanya sebatas memindahkan fungsi pemerintahan ke tempat yang baru, melainkan menyangkut banyak hal yang kompleks sehingga diperlukan upaya yang konsisten, sistematis, terukur dan berkelanjutan. Atas dasar permasalahan tersebut maka artikel ini ditujukan untuk menggambarkan syarat seperti apa yang harus terpenuhi agar pemindahan ibu kota berhasil. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan bersumber dari data sekunder baik dalam bentuk buku, jurnal maupun referensi lainnya yang relevan. Hasil penelitian menunjukan setidaknya terdapat 6 (enam) syarat yang harus terpenuhi agar pemindahan ibu kota berhasil, yaitu: 1). Kepemimpinan visioner dan konsistensi komitmen, 2). Aturan hukum yang komprehensif, 3). Proses perencanaan yang partisipatif dan akomodatif, 4). Sumber daya manusia yang profesional, 5). Karakterik budaya dan keterbukaan masyarakat lokal, 6). Budaya organisasi pemerintahan dan nilai-nilai sosial. Keenam unsur tersebut di atas memiliki keterjalinan konstruktif satu dengan yang lainnya, sehingga dalam praktik pemindahan ibu kota yang akan dilaksanakan, pemerintah harus memastikan bahwa unsur tersebut mampu terpenuhi sebagai syarat bagi keberhasilan pemindahan ibu kota.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Gerakan Literasi Perdesaan di Desa Cimanggu Kabupaten Bandung Barat Dian Herdiana; Rendi Heriyana; Reza Suhaerawan
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 4 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.071 KB) | DOI: 10.30653/002.201944.208

Abstract

ABSTRACT: COMMUNITY EMPOWERMENT THROUGH RURAL LITERACY MOVEMENT IN CIMANGGU VILLAGE, BANDUNG BARAT DISTRICT. The community in Cimanggu Village, Bandung Barat Regency has a low literacy culture. This is due to various factors starting from the factor of the village government that does not support the literacy movement aimed at policy instruments, the cultural factors of the community who regard literacy as not a necessity and the factors that come from academics who do not disseminate information about the importance of literacy. Based on the above problems, the students of Cimahi School of Public Administration (STIA Cimahi) in the community engagement service launched a program in the form of rural literacy movement. To realize this, various activities were carried out starting from visits to village governments to encourage literacy policies at the village level. Conducting counselling to the community about the importance of literacy. Conducting literacy activities in children`s play environment that encourage children to make literacy activities a necessity and culture, as well as renovating a library in the village to make it easier for the community to access literacy infrastructure in the village.
PERAN KULTURAL KOKOLOT KAMPUNG DALAM PROSES PEMBANGUNAN DESA DI KABUPATEN SUMEDANG Dian Herdiana
Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Administrasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/jia.v16i1.228

Abstract

Struktur pemerintahan desa tradisional di Kabupaten Sumedang menempatkan kokolot bagian dari pemerintah desa yang bertugas sebagai penghubung antara pemerintah desa dengan masyarakat. Namun adanya aturan penyeragaman struktur pemerintahan desa secara nasional menempatkan kokolot menjadi pihak eksternal dari pemerintah desa. Meskipun demikian, dalam praktiknya kokolot masih memiliki peran secara informal dalam proses pembangunan desa. Atas dasar tersebut maka artikel ini ditujukan untuk menggambarkan seperti apa peran kokolot dalam proses pembangunan desa saat ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi literatur. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, penafsiran data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat masih memberikan kepercayaan kepadakokolot untuk berperan sebagai artikulator kepentingan dan tuntutan masyarakat dalam pembangunan desa, sedangkan pemerintah desa memberikan peran kepada kokolot sebagai figur penggerak partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Kokolot juga berperan sebagai penengah konflik saat terjadi perbedaan atau pertentangan baik antara aparatur pemerintah desa dengan masyarakat maupun antar sesama masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan desa.
Co-Authors A, Alfikritullah AD. Huri Ade Epa Adhwa Fadhiyah Afiyah, Najla Agus Santosa Ahmad Faidh An’nur Ramli Aisyah Asiyah Aldan Nugraha Alfiady, Teuku Alfiah, Silvi Alivia Salsabilla Alwi Alwi Amalia Muslim, Rihma Amang Wildan Andin Apriyani Andry Listiana Kurniawati, Andry Listiana ANGGRAENI, RENI Anisa Rahmawati Anjani, Chairunissa Puti Aqshal Septiano Baroga Arifin, Waze Ridha Yushi Ariq Putra Fauzan Arpani Yureza Pratama Asep Mawarudin Asysyabani, Qoorie Handayani Auliya Auliya Aurellia Khairunnisa Burairah Ayunda Salsa Revaliana Azahrah Tsaniya Maualani Bahari Khairul Yusup Bertha Anasthasa Subroto Putri Bobang Noorisnan Pelita Bunga Mutiara N.I.J Calysta Higia Shafa CarissaAlodia Leilani Dekha Sevtian Dera Pebriani Sopyan Dian octavia Dicky Andriansyah Difa Amelia Zahra Elsa Adila Rahma Fadia Zahrani Nurazizah Fadillah Nursalim Faiz Ramadhan Faizal Tegar Pratama Fajar Rohmat Nurdiansyah Fajri Agustian Nurfachri Fath, Muflih Saeful Fauzia Rahmawati Ghaziyah Rukhiyah Shofa Gilang Rucita Giovania, Alivia Gita Salsabila Hagi Atful Ginani Halizatunnisa, Siti Shafa Hany, Hany Nurkhalisoh Najwany Harahap, Sherli Inggriani Hardiansyah, Dika Helmi, Luthfi Hermawati, Anira Syifaa Putri Hidayatullah, Gin Gin Farid Hilmanul Hamdi Muhammad Idah Wahidah Idah Wahidah Ihsan Fathurahman Hizbulloh Ilham Muhammad Fadhillah Intan Permatasari Ira Fauzhia Irawan, Muhammad Naufal Fauzan Isnawati Isnawati Iswandini, Adinda Putri Jaenudin Jhelpi Alviyani Julian Maryam Kaliky, Viqram Januar Gawi Khairul Fatihah Koto, M. Alif Hakam Lala Agustriani Leilani Verdha Lestari Mardiana M Fajar M Farihin M Rama M Salman M, Melda M. Andri Hidayat M. Firman Firdaus M. Rasya Anugrah Putra Rafa M. Rizky Ferdiansyah M. Zaid Lazuardi Maharani, Dinda Fiachsania Makbullah Nura Marisa Inshi Mira Rosidah Mohamad Irgi AlFauji Muhamad Abdilah Muhamad Nastainu Billah Muhamad Salik Ruqy Muhamad Tegar Zulfikar Muhammad Afif Zuliandi Muhammad Akbar Septiansyah Gojali Muhammad Athoillah Aqna Muhammad Dzaky Zainuri Muhammad Fadlan Ramadhan Muhammad Fajar Kabaeakan Muhammad Fakhkriel Zayida Muhammad Ilyas Dermawan Muhammad Irsyad Hafizh Muhammad Julian Ar-Raffy Muhammad Nafhan Ramadhan Muhammad Rafi Akmal Muhammad Rafli Harsa Muhammad Raihan Muhammad Ramdhan Muhammad Reza Falevi Muhammd Iqbal Mulana Mujtahid, Iqbal Miftakhul Murniati . N. Nazaruddin Nabil, Bagas Nabila Rahmi Nabila Rizki Kamila Nabila Shofia Nadya Permatasari H Nadya Rozathul Janah Najma Annisa Syaefryan Nanda Fuziany Bunga Nasywa Hanifah Nayla S Lestari Nazmi Silvia Nazwan Fathurrahman Neng Dalva Fanisa Rahman Nida Qotrunnada Nining Kartini Novi Purnamasari Novi, Novianti Ramdhani Putri Novia Fadilah Akbar Nuke Rachmadini Nur Ahmad Fadhil Ali Hasan Nur Hafizatul Khairi Nur Ihda Qistiya Nurahman, Rifki Nurhasanah Nurjanah Nurjanah Nurlaela Hapipah Nurul Asriari Nurul Wahdah, Nurul Nurwahyudi, Raulindo Putra Pipih Nurlaela Puput Dahlia Puryanti, Puryanti Puspita Puspita Putra, Aldi Febriansa Putra, Zakhira Ramdana Putri Aulia Azahra Putri Novianty Qonita Syamila Q Rafly Azmi Ramadhani, Fajwah Rahma Rani Darmayanti Reizika Mahadewi Novia Rendi Heriyana Reza Suhaerawan Riau, Dwi Putranto Rifa Alfiatu Rohmatin Rifa Aulia Rifan Aziel Zulfikar Rifky Mochamad Fauzan Rima Melati Suci Rindra Puspita Risma Aprilia Risqi Wijaya Riva Nuryanti Riyan Romadhon Riyan Zamani Rizki Maulana Rizwar, M Fahri Rudiana, Rana rudiyanto Rulvi, Vhamvilla Sabila Munawwaroh Safitri, Rika Salam, Muhammad Ridwan Salsa Dila Juwita Salsa Meyladina Kamila Salsabila Nur Muhtar Salwa Noor Siva Najla satria wiguna Shafarina, Shafarina Shasa Sherly Esa Okataviani Sidiq, Azkya Maulana Sindi Aulia Yunavisa Sinta Nurlaela Siti mutmainnah Siti Nur Jamilah Siti Wahyuni Sophie Nur Izatuhaq Azahra Sri Ernawati Suci Nuraeni Suci Nurhamidah Supriatna Nurul Supriatna Supriatna Syeni Adinda Bren Syifa Heryani Syifa Nurrohmatillah Syima Asshofa Syuga Firda I.M Tarisza Fitrhotunnada Tasya Salsabila Tegar Maylandra Thoriq Muhammad Hamzah Tia Siti Aisyiyah Tiara Seftian Usemahu, Abdul Rasyid Viena Fatimatuzzahra Vira Nurmala Wandani Isnaeni Wildan Zakaria Yahya Hendra Komara Yahya, Muhammad Lutfi Yayan Muhammad Royani Yoga Endang Irawan Yulianda Priyanti Adzanisa Yuni Afriliani Zahra Asifa Zahra Silmi Dzakiyyah Zahra Siti Fatimah Zain, Moch Nur Alimi Zanzabila Azizah Muthmainah Zulfa, Aini Yatuz