Articles
KEGIATAN PENERAPAN NILAI-NILAI PANCASILA SILA KE-1 DI LINGKUNGAN MASYARAKAT SEKITAR
Nur Ihda Qistiya;
Nurjanah Nurjanah;
Putri Novianty;
Rafly Azmi;
Riyan Zamani;
Sabila Munawwaroh;
Sherly Esa Okataviani;
Sindi Aulia Yunavisa;
Yuni Afriliani;
Dian Herdiana
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 5: Oktober 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47492/jip.v3i5.2068
Aktualisasi nilai-nilai Pancasila khususnya sila KetuhanannYang Maha Esa (YME) di era sekarang ini pada kenyataannya memang belum optimal sebagaimana yang diharapkan oleh para pendiri bangsa pada saat merumuskannya. Hal ini salah satunya dikarenakan dampak negatif dari arus globalisasi yang tidak terbendung. Berdasarkan permasalahan yang terjadi di Indonesia yang telah dipaparkan tersebut, kami tertarik untuk melakukan kegiatan tentang Aktualisasi Sila Ketuhanan Yang Maha Esa di lingkungan sekitar. Kegiatan mulai dari mengajarkan praktek Sholat sampai dengan penanaman nilai-nilai keagamaan kepada anak-anak dan remaja. Manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan ini diantaranya mahasiswa mampu mengambil peran penting dilingkungan masyarakat, dapat berinteraksi dan bersosialisasi langsung dengan masyarakat khususnya anak-anak di lingkungan sekitar, selain itu manfaat bagi masyarakat diantaranya masyarakat mendapatkan transformasi ilmu dan pengalaman baru serta dapat mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari khususnya sila pertama.
KEGIATAN SOSIALISASI DAN MUSYAWARAH DI BERBAGAI DESA SEBAGAI BENTUK AKTUALISASI NILAI PANCASILA SILA KE 4
AD. Huri;
Calysta Higia Shafa;
Dera Pebriani Sopyan;
Dicky Andriansyah;
Difa Amelia Zahra;
Dian Herdiana;
Bobang Noorisnan Pelita
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 5: Oktober 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47492/jip.v3i5.2069
Kegiatan ini merupakan berbagai macam sosialisasi dan musyawarah sebagai bentuk aktualisasi nilai-nilai sila ke-4 Pancasila yaitu: 1) Mendeskripsikan sosialisasi kepada remaja tentang bahaya narkotika, 2) Mendeskripsikan musyawarah pemilihan ketua remaja masjid, 3) Mendeskripsikan musyawarah karang taruna, 4) Mendeskripsikan partisipasi musyawarah di desa. Tujuan aktualisasi sila ke-4, dari musyawarah dan sosialisasi yang kita lakukan yaitu dengan musyawarah ini kita dapat mempererat jalinan silaturahmi antar remaja, senantiasa memakmurkan masjid dengan mengadakan kegiatan yang berpegang teguh kepada prinsip-prinsip aqidah, ukhuwah dan dakwah Islamiyah serta menjadikan generasi muda yang mempunyai kualitas dan kuantitas ditengah tengah masyarakat juga. Menjadikan remaja yang mempunyai rasa percaya diri dan memiliki karakter yang baik dan kuat untuk menciptakan karya-karya dalam jati dirinya serta pada sosialisasi ini mengajarkan rasa bertanggung jawab kepada sesama remaja dan juga untuk memberi tahu serta mencegah para remaja agar tidak terjerumus pada narkoba, karena masih banyak hal positif yang harus dilakukan untuk masa depannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sosialisasi nilai-nilai sila ke-4 Pancasila pada 4 desa dalam setiap kegiatan sosialisasi dan musyawarah selalu diliputi rasa kekeluargaan yang tinggi. Dalam musyawarah untuk mengambil suatu keputusan dengan tidak memaksakan kehendak orang lain dan seluruh pemuda melaksanakan hasil keputusan yang telah disetujui bersama, sedangkan dalam sosialisasi semua pemuda memahami dan mengetahui pada setiap materi yang telah dijelaskan.
KEGIATAN SOSIALISASI PROGRAM PEMUDA ANTI NARKOBA BERSAMA ORGANISASI KEPEMUDAAN
Ahmad Faidh An’nur Ramli;
Alivia Salsabilla;
Amang Wildan;
Arpani Yureza Pratama;
Auliya Auliya;
Bertha Anasthasa Subroto Putri;
Dian Herdiana;
Bobang Noorisnan Pelita
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 5: Oktober 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47492/jip.v3i5.2070
Penyalahgunaan narkoba yang sedang marak terjadi dikalangan pemuda menjadi topik permasalahan di negeri ini. Kondisi lingkungan sekitar dan pergaulan bebas menjadi salah satu faktor para remaja melakukan penyalahgunaan narkoba tersebut, serta kurangnya kesadaran dan tidak tertanamnya nilai Pancasila dalam diri para remaja sebagai generasi penerus bangsa untuk menjaga, mempertahankan, dan memajukan negara Indonesia dengan cara bersatu dalam organisasi kepemudaan sebagai upaya mewujudkan persatuan Indonesia. Kami melakukan kegiatan dengan tujuan untuk menyosialisasikan pentingnya menghindari narkoba bagi generasi muda, kegiatan dilakukan secara terkoordinasi meskipun dalam waktu dan tempat yang berbeda-beda. Kami berharap dengan adanya penelitian ini dapat bermanfaat untuk para pembaca, serta dapat memberikan pengetahuan baru tentang narkoba khususnya bagi para remaja atau pemuda untuk menjadi generasi penerus bangsa Indonesia yang dapat menjaga, mempertahankan, memajukan, dan mempersatukan bangsa yang bebas dari narkoba melalui organisasi kepemudaan.
PENGENALAN NILAI-NILAI PANCASILA KEPADA GENERASI MUDA
Khairul Fatihah;
M. Andri Hidayat;
Mira Rosidah;
Muhamad Abdilah;
Muhamad Tegar Zulfikar;
Neng Dalva Fanisa Rahman;
Novi Purnamasari;
Nuke Rachmadini;
Nur Ahmad Fadhil Ali Hasan;
Dian Herdiana
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 5: Oktober 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47492/jip.v3i5.2071
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan semangat persatuan pada generasi penerus bangsa dengan cara mengajarkan materi mengenai Nasionalisme, Gotong Royong, dan Toleransi. Kegiatan aktualisasi ini dilakukan di daerah kediaman masing-masing mahasiswa dengan kurun waktu kurang lebih satu bulan selama bulan November 2021. Program ini dikhususkan untuk anak-anak yang sedang bersekolah di jenjang Sekolah Dasar mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Dalam pelaksanaannya, selain anak-anak menyimak dengan baik apa yang disampaikan, anak-anak juga diberikan tayangan berupa video animasi berkaitan dengan apa yang sedang diajarkan. Untuk mengevaluasi sejauh mana pemahaman anak-anak terhadap apa yang dijelaskan, diadakan pula sesi tanya jawab agar kegiatan pembelajaran terkesan lebih aktif. Manfaat yang anak-anak peroleh dari kegiatan ini diantaranya: anak-anak mengetahui akan pentingnya menanamkan sikap nasionalisme, gotong royong, dan toleransi sehingga mendorong mereka untuk mengaktualisasikannya di kehidupan sehari-hari.
PROGRAM PENGENALAN KEPRIBADIAN NABI MUHAMMAD SAW KEPADA ANAK-ANAK MELALUI MEDIA LAGU DAN FILM
Fadia Zahrani Nurazizah;
Fadillah Nursalim;
Faiz Ramadhan;
Fauzia Rahmawati;
Intan Permatasari;
Ihsan Fathurahman Hizbulloh;
Dian Herdiana
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 5: Oktober 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47492/jip.v3i5.2072
Artikel ini menjelaskan tentang program pengenalan kepribadian Nabi Muhammad SAW dengan media lagu dan film kepada anak-anak, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengajarkan anak-anak tentang sifat-sifat, keluarga, mukjizat, dan sejarah kenabian Nabi Muhammad. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat khususnya anak-anak, tujuannya untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada anak-anak tentang kepribadian Nabi Muhammad SAW. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan langsung melaksanakan program ke lapangan yang terbagi dalam tiga tahap yaitu tahap perencanaan kegiatan, tahap pelaksanaan kegiatan dan tahap evaluasi kegiatan. Pelaksanaan program dibagi menjadi empat kegiatan utama, yaitu: Pertama, penyampaian karakter Nabi Muhammad SAW melalui metode ceramah. Kedua, menyampaikan karakter Nabi Muhammad melalui metode menyanyikan lagu-lagu yang berkaitan dengan kepribadian Nabi Muhammad. Ketiga, penyampaian karakter Nabi Muhammad SAW melalui metode tanya jawab tentang kepribadian Nabi Muhammad dan keempat penyampaian karakter Nabi Muhammad SAW melalui metode pemutaran video tentang sejarah Nabi Muhammad SAW. Keempat program tersebut dinilai berhasil dalam memberikan pengetahuan kepada anak tentang kepribadian Nabi Muhammad SAW sehingga anak mampu menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai sosok ideal yang memiliki kepribadian yang baik.
The Public Value of e-Government at The Village Level
Dian Herdiana;
Yayan Muhammad Royani;
Idah Wahidah
Publica: Jurnal Pemikiran Administrasi Negara Vol 14, No 1 (2022): Pemikiran Administrasi Negara 3
Publisher : Department of Public Administration
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/jpan.v14i1.18011
The villages as a local government directly serve the public should always provide good public services. On this basis, this article analyzes how the implementation of e-Government by village governments can contribute positively to village`s governance and public service seen from a public values perspective. The research method used in this research is the descriptive research method with a qualitative approach. Sources of data come from secondary sources from books, journal articles and other relevant documents. The results of the analysis revealed that there are at least 3 (three) public values from the adoption of e-Government at the village level, namely: First, the commitment of the village government to provide technology-based public services would create good public services. Second, the implementation of e-Government ensures the public's right to participate in government administration in which the adoption of technology and information provides rights for open and collaborative governance. Third, the implementation of e-Government encourages the acceleration of a digital society which would contribute positively to village development and create public welfare.
Kemiskinan, Kesenjangan Sosial dan Pembangunan Desa
Dian Herdiana
Jurnal Inovasi Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2022): Jurnal Inovasi Masyarakat
Publisher : LP2M Universitas Widyatama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33197/jim.vol2.iss3.2022.985
Kemiskinan dan kesenjangan sosial menjadi masalah dalam pembangunan desa, berbagai kebijakan telah dibuat dalam upaya penanggulangan kemiskinan, namun persoalan ini masih menjadi tantangan pembangunan yang perlu terus diupayakan solusinya. Didasarkan kepada uraian tersebut maka artikel ini mengkaji mengenai kemiskinan dan kesenjangan sosial yang dilihat dari faktor-faktor penyebab dan instrumen kebijakan penanggulangannya. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil analisis menunjukan bahwa faktor kemiskinan dan kesenjangan sosial masyarakat desa terdiri dari dua faktor yaitu faktor internal masyarakat desa seperti rendahnya tingkat pendidikan dan faktor eksternal seperti eksklusivitas struktur sosial dan akses terhadap sumber perekonomian. Instrumen kebijakan pembangunan desa yang perlu dibuat sebagai upaya penanggulangannya yaitu instrumen kebijakan yang komprehensif mulai dari upaya pemberdayaan masyarakat, penciptaan ekonomi produktif, serta penanaman nilai inklusivitas dalam pembangunan desa
SUMEDANG PUSEUR BUDAYA SUNDA: PELAKSANAAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH BERBASIS BUDAYA LOKAL
Dian Herdiana
Jurnal Agregasi Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Komputer Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34010/agregasi.v11i1.5779
Komitmen pemerintah Kabupaten Sumedang dalam mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah berbasis budaya lokal diwujudkan dalam kebijakan Sumedang Puseur Budaya Sunda (SPBS). Namun dalam pelaksanaannya, kebijakan tersebut belum mampu menghasilkan output pola penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah yang berbasis kepada nilai budaya Sunda. Atas dasar tersebut, artikel ini ditujukan untuk mengkaji faktor-faktor yang menjadi penghambat implementasi kebijakan SPBS. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor penghambat implementasi kebijakan SPBS terdiri dari 2 (dua) faktor utama, yaitu: Pertama, secara substansi nilai budaya Sunda baru bisa diwujudkan secara filosofis berupa nilai-nilai kesundaan, sedangkan nilai budaya Sunda secara manajerial-operasional belum mampu dikontruksikan secara praktis baik dalam penyelenggaraan pemerintahan maupun pembangunan. Kedua, kebijakan SPBS yang menuntut keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam prakteknya lebih banyak dilakukan oleh pemerintah daerah Kabupaten Sumedang. Atas dasar tersebut maka implementasi kebijakan SPBS kedepannya harus ditunjang dengan instrumen kebijakan yang secara rinci memuat subsansi nilai-nilai operasional budaya Sunda, serta adanya peran aktif dari seluruh pemangku kepentingan untuk secara bersama-sama menyukseskan kebijakan SPBS
How Does Global Culture Affect the Performance of Indonesian Bureaucracy?
Dian Herdiana
ELITE JOURNAL Vol 5 No 2 (2023): ELITE JOURNAL: Journal of English Linguistics, Literature, and Education
Publisher : ELITE Association Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Culture can practically affect the bureaucracy, it can even become the identity of a bureaucracy called bureaucratic culture. The culture that forms the bureaucracy does not only come from local Indonesian culture but also global culture. This article is intended to analyze how global culture in practice affects the bureaucracy, especially the bureaucracy in carrying out its performance. The method used in this article is a descriptive method with a qualitative approach. The analysis revealed that global culture practically affects the performance of a better bureaucracy (Eu-consequences), which means that the Indonesian bureaucracy is currently oriented to achieve procedural, disciplined, professional, and responsive to public services. The global culture affects the bureaucracy either naturally through adoption by individuals in the organization, or structured through regulations regarding organizational cultural values that need to be practiced by individuals in the organization. Keywords: Bureaucracy, Global Culture, Performance.
Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan dalam Perspektif Kebijakan Publik
Dian Herdiana
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/equalita.v5i1.13556
Kekerasan seksual yang terjadi di beberapa lembaga pendidikan menjadi suatu paradoks antara pengembangan ilmu dengan moral dan perilaku sebagian anggotanya. Kondisi ini mengkonstruksikan akan perlunya suatu tindakan yang diambil agar peristiwa serupa tidak terulang di lembaga pendidikan lainnya, peran pemerintah melalui instrumen kebijakan menjadi salah satu upaya untuk mencegah kekerasan seksual yang dimungkinkan dapat terjadi di lembaga pendidikan lainnya. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini yaitu metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, data sekunder dijadikan sebagai bahan utama dalam menganalisis substansi penelitian kekerasan seksual di lembaga pendidikan. Hasil analisis menunjukan bahwa pemerintah menjadi institusi utama yang berperan untuk dapat menyelesaikan permasalahan kekerasan seksual di lembaga pendidikan, hal ini dikarenakan penyelenggaraan pendidikan merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah sehingga setiap lembaga penyelenggara pendidikan harus terikat kepada kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Atas dasar tersebut, maka rekomendasi kebijakan diorientasikan kepada 3 (tiga) hal utama yaitu promosi kebijakan penyelenggaraan pendidikan yang anti kekerasan seksual, peningkatan koordinasi antar pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan pendidikan anti kekerasan seksual, serta upaya mendorong nilai dan budaya anti kekerasan seksual di lingkungan pendidikan