Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBANTUAN KOMPUTER (CAI) UNTUK MENGATASI MASALAH ASYNCHRONOUS DEVELOPMENT PADA ANAK USIA DINI DI TK Yuli Asari; Nor Aida; Ni Komang Ayu Ardinasari; Miftah Nur Hidayah; Celia Cinantya; Fadilatul Fitria
Jurnal Inovasi, Kreatifitas Anak Usia Dini (JIKAD) Vol 6, No 2 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jikad.v6i2.19446

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah Asynchronous development pada anak usia dini di TK, yaitu ketidakseimbangan antara kemampuan kognitif/verbal yang tinggi dengan keterbatasan sosial-emosional atau motorik anak, yang sering terjadi pada anak berbakat (gifted children). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatasi masalah Asynchronous development pada anak usia dini di TK melalui penggunaan pembelajaran berbantuan komputer (Computer assisted introduction/CAI). Metode yang di gunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek yang di analisis adalah anak usia 5-6 tahun di TK yang menunjukkan perilaku ansinkronus, berdasarkan observasi langsung dan cerita guru dikelas. Hasil penelitian mengidentifikasi dua sisi: anak A mengalami selective mutism dan isolasi sosial meskipun memiliki kemampuan bahasa Inggris di atas rata-rata, anak B memiliki kematangan verbal setara dengan orang dewasa namun tetap bisa berinteraksi dengan teman sebaya. Strategi CAI yang diusulkan meliputi penggunaan karakter virtual sebagai stimulus sosial anak, memberi pembelajaran dengan kesulitan sesuai dengan kecerdasan anak, serta pemanfaatan layar penuh untuk mengatasi hambatan motorik. Pembahasan ini menekankan fungsi CAI sebagai alat bantu adaptif, bukan pengganti guru, dengan pendampingan guru yang aktif. Kesimpulannya, CAI dapat menjadi solusi potensial untuk menjebatani antara kesenjangan perkembangan anak yang memiliki kecerdasan tinggi di TK.
Meningkatkan Aktivitas, Berpikir Kritis Dan Hasil Belajar Muatan Ipa Menggunakan Kombinasi Model PBL, STAD, DAN TGT Pada Kelas V Di Sekolah Dasar Muhammad Ahdi; Celia Cinantya
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 3 No. 2 (2025): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v3i2.2987

Abstract

Penelitian ini mengidentifikasi permasalahan mengenai rendahnya aktivitas, berpikir kritis, dan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, upaya yang dilakukan adalah dengan penerapan model PBL, STAD dan TGT dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis aktivitas siswa, menganalisis keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan di kelas V SDN Sungai Gampa Asahi Rantau Badauh dengan jumlah 20 siswa, terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan pada semester 2 tahun ajaran 2023/2024. Temuan penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru mengalami peningkatan, terbukti dengan skor 30 yang memiliki nilai kriteria sangat baik. Aktivitas siswa dengan kriteria sangat aktif mencapai 100%. Kemampuan berpikir kritis meningkat hingga 96%. Serta, dengan kriteria tercapai, hasil belajar siswa meningkat hingga 100%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran PBL, STAD dan TGT dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar. Hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu alternatif memilih dan menggunakan model pembelajaran khususnya muatan IPA.
Technical Guidance On Management Strategies For Holistic-Integrative Early Childhood Education : Bimbingan Teknis Strategi Manajemen Program Layanan Paud Holistik Integratif Maimunah Maimunah; Aslamiah Aslamiah; Ratna Purwanti; Celia Cinantya; Chresty Anggreani
CONSEN: Indonesian Journal of Community Services and Engagement Vol. 5 No. 2 (2025): Consen: Indonesian Journal of Community Services and Engagement
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/consen.v5i2.2313

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) adalah pendekatan penyelenggaraan layanan pendidikan untuk anak usia dini (0–6 tahun) yang dilakukan secara menyeluruh mencakup pendidikan, kesehatan, gizi, perlindungan, dan pengasuhan. Tujuan utama dari bimbingan teknis ini adalah agar pengelola dan pendidik PAUD mampu menyusun dan menerapkan program PAUD HI yang terarah, terukur, dan berkelanjutan. Kegiatan dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarat ini dilaksanakan di TK At-Tibyan pada tanggal 19 Juli 2025. Kegiatan PKM ini diikuti sebanyak 11 orang guru. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan menggunakan ceramah, diskusi, dan praktik langsung menyusun program PAUD HI. Hasil kegiatan menunjukan adanya peningkatan kemampuan peserta melalui rata skor pretest sebesar 62 dan skor posttest sebesar 100. Dengan demikian, bimbingan teknis strategi Manajemen Program Layanan PAUD Holistik Integratif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru-guru di TK At-Tibyan dalam menerapkan pendidikan anak usia dini yang holistik integratif.
Kepuasan Pelanggan : Indikator Mutu Pendidikan Noor Khalidah; Rifa’atul Mahmudah; Citra Ayu Dewi Yulistiadi; Aslamiah; Celia Cinantya
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i2.2429

Abstract

Studi ini menyoroti pentingnya kepuasan pelanggan sebagai indikator utama kualitas pendidikan dalam konteks Total Quality Management (TQM). Dengan memahami kebutuhan dan harapan pelanggan, lembaga pendidikan dapat mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan dan mengembangkan strategi untuk meningkatkan kualitas layanan yang diberikan. Dengan berfokus pada kepuasan pelanggan, lembaga pendidikan dapat memastikan bahwa kualitas pendidikan yang diberikan selalu terjaga dan ditingkatkan dari waktu ke waktu. Metode dalam artikel ini menggunakan penelitian kepustakaan, yaitu metode pengumpulan data dengan memahami dan mempelajari teori-teori dari berbagai literatur yang berkaitan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan dalam pendidikan penting untuk diperhatikan, sebenarnya mutu pendidikan harus mencakup aspek yang lebih luas. Dengan meminta masukan dari pemangku kepentingan dan menerapkan perubahan berdasarkan saran mereka, lembaga pendidikan dapat memastikan bahwa mereka telah memenuhi kebutuhan dan harapan pemangku kepentingan. Begitu pula RATER dalam kepuasan pelanggan menyoroti bahwa pelayanan prima memegang peranan besar dibandingkan kualitas produk dan harga. Dalam konteks pendidikan, analisis ini dapat dikaitkan dengan bagaimana layanan pendidikan mempengaruhi kepuasan dan loyalitas pelanggan (siswa, orang tua, dan masyarakat).
MENGEMBANGKAN AKTIVITAS, PERCAYA DIRI, ASPEK AGAMA DAN MORAL DALAM HAL MENGENAL PRILAKU BAIK DAN SOPAN MENGUNAKAN MODEL LEMPER Musmiroh Musmiroh; Celia Cinantya
Jurnal Inovasi, Kreatifitas Anak Usia Dini (JIKAD) Vol 6, No 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jikad.v6i1.18115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas serta menganalisis percaya diri dan aspek nilai agama dan moral dalam memahami perilaku baik dan sopan anak kelompok A PAUD Permata Bunda melalui model pembelajaran LEMPER (Problem based learning dan Bermain Peran). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan selama dua siklus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model LEMPER secara signifikan meningkatkan keaktifan anak, rasa percaya diri, serta kemampuan mengenali dan membiasakan perilaku baik dan sopan. Temuan ini memperkuat urgensi inovasi pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan menyenangkan di lingkungan PAUD.
Mengembangkan Aktivitas, Kemandirian Dan Aspek Motorik Halus Menggunakan Kombinasi Model Pjbl, Talking Stick, Kegiatan Kolase Dengan Media Kertas Bergambr Pada Kelompok B Memei Trisesa; Celia Cinantya
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1 (2025): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v3i1.1829

Abstract

Penelitian ini mengkaji permasalahan aktivitas, kemandirian, dan keterampilan motorik halus pada anak usia dini, yang disebabkan oleh pendekatan pembelajaran yang kurang efektif untuk mengatasi permasalahan tersebut, diimplementasikan kombinasi model Project Based Learning (PjBL) dan Talking Stick dengan media kertas bergambar. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas guru, menganalisis partisipasi dan kemandirian peserta didik, serta mengukur perkembangan motorik halus anak kelompok B di TK Kristen Betlehem Banjarmasin. Metodologi yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas, dilaksanakan dalam tiga pertemuan yang masing-masing terdiri dari empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian melibatkan 15 anak dari kelompok B. Data dikumpulkan melalui observasi dan analisi menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam aktivitas guru, partisipasi dan kemandirian anak, serta perkembangan motorik halus. Temuan ini mengindikasikan bahwa kombinasi model PjBL dan Talking Stick dengan media kertas bergambar efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan dapat direkomendasikan sebagai alternatif strategi instruksional untuk pengembangan motorik halus pada anak usia dini.
Penerapan Model PROSES dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Komunikasi Murid Sekolah Dasar Nisa Ananda; Celia Cinantya
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.874

Abstract

 
Sustainable quality culture in schools: a leadership perspective Tataq Harjuna Piranggada; Muhammad Triyoso; Nur Kholis Usman; Miad Miad; Khairul Efendi; Aslamiah Aslamiah; Celia Cinantya
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.90927

Abstract

A sustainable quality culture is an institutional prerequisite for responding to demands for educational accountability in Indonesia. However, its implementation faces challenges related to leadership, professional collaboration, and variations in socio-educational contexts. This study aims to analyze the role of principal leadership in strengthening the SPMI cycle, examine the mediating function of PLCs, and identify the influence of contextual factors on the sustainability of a quality culture in secondary schools. An integrative literature review method was employed, with searches conducted in Google Scholar, Garuda, and DOAJ, guided by thematic relevance, peer-reviewed publications from 2014-2025, and operational clarity of variables. The synthesis results indicate three main levers: consistent, learning-oriented instructional-transformational leadership, PLCs institutionalized as collaborative inquiry, and integrated SPMIs with data utilization based on continuous improvement cycles. The analysis found that PLCs act as mediators, translating leadership vision into changes in classroom practices, whereas socio-geographical contexts moderate the effectiveness of implementation. The sustainability of a quality culture requires systemic integration between instructional leadership, professional collaborative mechanisms, and adaptation to local characteristics. Therefore, a differential strategy in quality mentoring and a multi-level longitudinal research design are needed to strengthen theoretical validity.   Abstrak Budaya mutu berkelanjutan menjadi prasyarat institusional dalam merespons tuntutan akuntabilitas pendidikan di Indonesia, namun implementasinya menghadapi tantangan kepemimpinan, kolaborasi profesional, dan variasi konteks sosial-edukatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kepemimpinan kepala sekolah dalam menguatkan siklus SPMI, menelaah fungsi mediasi PLC, serta mengidentifikasi pengaruh faktor kontekstual terhadap keberlanjutan budaya mutu di sekolah menengah. Metode literature review integratif digunakan dengan penelusuran melalui Google Scholar, Garuda, dan DOAJ menggunakan kriteria relevansi tematik, publikasi peer-reviewed tahun 2014-2025, serta kejelasan operasional variabel. Hasil sintesis menunjukkan tiga pengungkit utama: kepemimpinan instruksional-transformasional yang konsisten berorientasi pembelajaran, PLC yang terlembaga sebagai inkuiri kolaboratif, serta SPMI terintegrasi dengan pemanfaatan data berbasis siklus perbaikan berkelanjutan. Analisis menemukan bahwa PLC berperan sebagai mediator yang menerjemahkan visi kepemimpinan menjadi perubahan praktik kelas, sedangkan konteks sosial-geografis memoderasi efektivitas implementasi. Keberlanjutan budaya mutu memerlukan integrasi sistemik antara kepemimpinan pembelajaran, mekanisme kolaboratif profesional, dan adaptasi terhadap karakteristik lokal, sehingga diperlukan strategi diferensial dalam pendampingan mutu serta desain riset longitudinal multi-level untuk memperkuat validitas teoretis. Kata Kunci: budaya mutu; kepemimpinan kepala sekolah; perbaikan berkelanjutan; PLC
The role of school accreditation in improving educational quality Tri Ananda Setiyani; Nur Adzkia Kamilah; Resyadilla Azkia; Putri Medina Heru Arnafama; Siti Raisyah; Aslamiah Aslamiah; Celia Cinantya
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.91073

Abstract

School accreditation has often been understood as merely an assessment and administrative fulfillment mechanism, resulting in its suboptimal contribution to improving educational quality. This situation requires implementing a quality management approach to strengthen the role of accreditation as an instrument for continuous improvement. This study aims to analyze the relationship between school accreditation and educational quality by applying Total Quality Management (TQM) principles in three A-accredited public junior high schools in Banjarmasin City. The study used a qualitative approach with a case study design. Data were collected through semi-structured interviews, observations, and a review of accreditation documents. The results indicate that accreditation serves not only as an external evaluation but also encourages facility improvements, strengthens the learning process, and improves student achievement when integrated with the principles of continuous improvement and stakeholder involvement, as in TQM. However, the implementation of this integration still faces obstacles, including limited funding, resistance from some teachers, and disparities in facilities and infrastructure. Strengthening the link between accreditation and TQM could serve as a model for sustainable educational quality assurance.   Abstrak Akreditasi sekolah selama ini kerap dipahami sebatas mekanisme penilaian dan pemenuhan administrasi, sehingga kontribusinya terhadap peningkatan mutu pendidikan belum optimal. Kondisi ini menuntut penerapan pendekatan manajemen mutu yang mampu menguatkan peran akreditasi sebagai instrumen perbaikan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara akreditasi sekolah dan mutu pendidikan melalui penerapan prinsip Total Quality Management (TQM) pada tiga SMP Negeri terakreditasi A di Kota Banjarmasin. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, serta telaah dokumen akreditasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akreditasi berperan tidak hanya sebagai evaluasi eksternal, tetapi juga mendorong perbaikan fasilitas, penguatan proses pembelajaran, dan peningkatan prestasi murid ketika diintegrasikan dengan prinsip perbaikan berkelanjutan dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan sebagaimana dalam TQM. Namun, implementasi integrasi tersebut masih menghadapi kendala berupa keterbatasan pendanaan, resistensi sebagian guru, serta ketimpangan sarana dan prasarana. Penguatan keterkaitan antara akreditasi dan TQM berpotensi menjadi model penjaminan mutu pendidikan yang berkelanjutan. Kata Kunci: akreditasi sekolah; mutu pendidikan; Total Quality Management; TQM
Quality culture, quality work culture, and educational quality: A systematic literature review Sahdat Sahdat; Muhammad Rizhan; Edi Sulistiawan; Aslamiah Aslamiah; Celia Cinantya
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.92487

Abstract

The pursuit of educational quality is a primary goal for educational institutions. However, sustainable improvement often fails without a strong underlying culture. Understanding the distinction and relationship between 'quality culture' (the shared values) and 'quality work culture' (the enacted behaviors) is crucial, yet the literature often defines these terms ambiguously. This study aims to conceptually map the relationships among quality culture, quality work culture, and their collective impact on educational quality, drawing on existing literature. This research uses a Systematic Literature Review (SLR) methodology. Data were collected by searching major academic databases (e.g., Scopus and Google Scholar) using specific keywords. A total of 2020-2025 articles were selected through a rigorous screening process and synthesized. The findings reveal that 'quality culture' serves as the foundational element, encompassing shared beliefs, values, and commitment to quality. 'Quality work culture' is the practical application of these values, manifesting as consistent processes, behaviors, and continuous improvement practices. The literature confirms a strong, reciprocal relationship: a quality culture enables the development of a quality work culture, and both are significant predictors of sustainable educational quality, thereby affecting teacher performance and student outcomes.    Abstrak Upaya pencapaian mutu pendidikan adalah tujuan utama lembaga pendidikan. Namun, perbaikan berkelanjutan seringkali gagal tanpa landasan budaya yang kuat. Memahami perbedaan dan hubungan antara 'budaya mutu' (nilai-nilai bersama) dan 'budaya kerja mutu' (perilaku yang diterapkan) sangatlah penting, namun seringkali masih ambigu dalam literatur. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan secara konseptual hubungan antara budaya mutu, budaya kerja mutu, dan dampaknya secara kolektif terhadap mutu pendidikan berdasarkan literatur yang ada. Penelitian ini menggunakan metodologi Systematic Literature Review (SLR). Data dikumpulkan dengan menelusuri database akademik utama (seperti Scopus dan Google Scholar) menggunakan kata kunci spesifik. Sejumlah artikel yang terbit antara 2020-2025 dipilih melalui proses penyaringan yang ketat dan disintesis. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa 'budaya mutu' berfungsi sebagai elemen fundamental, mencakup keyakinan, nilai-nilai, dan komitmen bersama terhadap mutu. 'Budaya kerja mutu' adalah penerapan praktis dari nilai-nilai tersebut, yang terwujud dalam proses, perilaku, dan praktik perbaikan berkelanjutan yang konsisten. Literatur mengkonfirmasi adanya hubungan timbal balik yang kuat: budaya mutu memungkinkan pengembangan budaya kerja mutu, dan keduanya merupakan prediktor signifikan terhadap mutu pendidikan yang berkelanjutan, yang berdampak pada kinerja guru dan hasil belajar murid. Kata Kunci: budaya kerja berkualitas; budaya mutu; mutu pendidikan