Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Mitrasehat

ANALISIS PENGELOLAAN OBAT PADA TAHAP PENGADAAN DI INSTALASI FARMASI RSUD LA TEMMAMALA KABUPATEN SOPPENG Jumriati Rauf; Sukri Palutturi; Reza Aril Ahri
Jurnal Mitrasehat Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v8i2.204

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk menganalisis pengelolaan obat pada tahap pengadaandi RSUD La Temmamala Soppeng tahun 2018.Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus.Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi langsung, telaahdokumen serta Focus Group Discussion (FGD). Informasi yang dikumpulkan dari 4 orangyaitu 1 Informan Kunci,1 Informan Utama serta 2 Informan Pendukung yang terlibat dalam halpengadaan obat di instalasi Farmasi.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pengadaan obat di RSUD La TemmamalaKabupaten Soppeng sudah melaksanakan pengadaan obat sesuai dengan PeraturanPresiden Nomor 16 Tahun 2018, namun hasil analisis tahap pengadaan obat di InstalasiFarmasi masih sering melakukan pengadaan obat secara Offline disebabkan ketersediaanobat pada E_catalog sering kosong, serta pengadaan obat berdasarkan laporan daripersediaan obat masih menggunakan system manual sehingga pengadaan obat bukanberdasarkan jumlah obat yang keluar (diresepkan) tapi hanya melihat kondisi gudang saja halini menyebabkan peningkatan pengadaan obat karena pengeluaran obat tidak sikron denganlaporan persediaan di farmasi karena tidak adanya control terhadap jumlah obat yang keluar.Peneltian ini merekomendasikan agar pihak manajemen segera mengupayakansystem yang digunakan bagian instalasi farmasi secara online agar pengadaan obat bisaditekan berdasarkan data stock opname baik yang ada di depo dengan yang ada digudangfarmasi, selain itu sebaiknya manajemen melakukan evaluasi terhadap pihak ketiga yangbekerjasama dengan Instalasi farmasi yang bisa menyediakan obat yang lebih lengkap.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN UMUM INSTALASI RAWAT INAP RSUD LA TEMMAMALA SOPPENG TAHUN 2018 Kasnaini; Sukri Palutturi; Reza Aril Ahri
Jurnal Mitrasehat Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v8i2.205

Abstract

Rumah Sakit mempunyai berbagai macam jenis pelayanan kesehatan yang dapatdiunggulkan untuk mempertahankan loyalitas pasien. Salah satunya yaitu pelayanan rawatinap. Dalam pola interaksi sosial, persepsi pasien sangat berperan dalam menggambarkantingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan rumah sakit. Berdasarkan persepsi ini akantimbul kesan pasien terhadap rumah sakit, yang selanjutnya dapat disebut sebagai kualitaspelayanan rumah sakit. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatanmeliputi kompetensi teknik, akses terhadap pelayanan, efektifitas pelayanan, hubungan antarmanusia, efisiensi pada pelayanan, kelangsungan pelayanan, keamanan pelayanan, dankenyamanan pelayanan.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayananterhadap kepuasan pasien umum rawat Instalasi inap di RSUD La Temmamala Soppengtahun 2018Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain studi cross sectional.Pengumpulan data menggunakan kuisioner, dimana populasinya sebanyak 1503 orang dansampel penelitian ini adalah sebanyak 56 orang dengan cara pengumpulan sampelmenggunakan rumus Slovin. Uji statistik pada analisis bivariat menggunakan uji chi-squaredan analisis multivariat menggunakan uji statistik regresi logistik.Hasil penelitian memperlihatkan tidak ada hubungan antara akses layanan dengankepuasan pasien, yaitu p= 0.470 < = 0,05, selanjutnya tidak ada hubungan antaraefektivitas dengan kepuasan pasien, yaitu p= 0.929 > = 0,05, kemudian ada hubunganantara hubungan antar manusia dengan kepuasan pasien, yaitu p= 0.011 < = 0,05, dantidak ada hubungan antara kelangsungan pelayanan dengan kepuasan pasien, yaitu p= 0.929< = 0,05 serta ada hubungan antara kenyamanan dengan kepuasan pasien yaitu p= 0.021< = 0,05. Selanjutnya variabel hubungan antar manusia paling berpengaruh terhadapkepuasan pasien dengan nilai signifikan 0.006 yang berarti hipotesis diterima karena nilai sig< p value 0.05.Penelitian ini menyarankan agar pihak rumah sakit dapat menambah SDM,khususnya dokter spesialis jantung dan anak. Dan menindaklanjuti masalah mengenai kamarmandi yang kurang bersih dan ketersediaan air bersih.
PENGARUH PEMBERDAYAAN TERHADAP AMBIGUITAS PERAN DAN KELELAHAN KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SULTAN DG RAJA BULUKUMBA Rahmad; Sukri Palutturi; Suharni A. Fachrin
Jurnal Mitrasehat Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v8i2.208

Abstract

Penelitian ini bertujuan ; (1).Untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan terhadapambiguitas peran, (2).Untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan terhadap kelelahan kerja,(3) Untuk mengetahui pengaruh ambiguitas peran terhadap kelelahan kerja, (4) Untukmengetahui variabel mana yang paling berpengaruh terhadap pemberdayaan pegawai.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectionalstudy. Sampel penelitian adalah pegawai di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Dg RajaBulukumba berjumlah 29 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakankuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan SPSS.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) ada pengaruh pemberdayaan terhadapambiguitas peran perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Dg Raja Bulukumba, (2) adapengaruh pemberdayaan terhadap kelelahan kerja perawat di Rumah Sakit Umum DaerahSultan Dg Raja Bulukumba, (3) ada pengaruh ambiguitas peran terhadap kelelahan kerjaperawat Di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Dg Raja Bulukumba, (4) variabelpemberdayaan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kelelahan kerja perawatdi Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Dg Raja Bulukumba.Bagi Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Dg Raja Bulukumba diharapkan untuk lebihbanyak memberikan kegiatan pelatihan dan pengembangan untuk meningkatkanpengetahuan dan keterampilan sehingga dapat menyesusaikan dengan pekerjaan yang ditugaskan dan menyediakan sarana dan prasarana yang lebih baik lagi.
FAKTOR PENGHAMBAT IMPLEMENTASI REMUNERASI RSUD LA TEMMAMALA KABUPATEN SOPPENG Sri Wahyuni; Sukri Palutturi; Reza Aril Ahri
Jurnal Mitrasehat Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v8i2.209

Abstract

Rumah sakit pemerintah merupakan unit kerja dari instansi pemerintah yangmemberikan pelayanan publik di bidang kesehatan kepada masyarakat yang didukungdengan sarana, prasarana, dana, maupun tenaga sesuai kebutuhan. Pengelolaan keuanganBadan Layanan Umum Daerah dapat diberikan fleksibilitas untuk menerapkan praktik-praktikbisnis yang sehat termasuk remunerasi. Implementasi remunerasi di RSUD La TemmamalaSoppeng dapat menjadi sebuah perubahan awal dalam pemberian insentif, namun padakenyataanya hal tersebut belum diterapkan. Faktor-faktor yang menghambat implementasiremunerasi meliputi kebijakan komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi.Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis faktor penghambatimplementasi remunerasi di RSUD La Temmamala SoppengPenelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, Adapunteknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber datautama dalam penelitian ini adalah melakukan wawancara atau pengamatan pada unsurmanajemen sebanyak 4 orang sebagai informan kunci dan unsur yang mewakili pelayananyaitu komite-komite sebagai informan pendukungHasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan dari implemetasi sistem remunerasihanya terkait kurangnya komitmen dari pemberi layanan dan juga koordinasi dari pimpinanyang masih perlu ditingkatkan.Kesimpulan penelitian, menunjukkan bahwa pada aspek komunikasi, pimpinanmaupun pegawai di RSUD La Temmamala Soppeng telah memahami tujuan, manfaat dandampak dari remunerasi. Namun dari sisi SDM belum ada tenaga yang disiapkan untukmenangani sistem remunerasi. Aspek disposisi dapat terlihat pada komitmen seluruh pegawaidi RSUD La Temmamala Soppeng terhadap remunerasi yang masih sangat kurang. Padaaspek sistem birokrasi menunjukkan bahwa implementasi kebijakan Permendagri 79 Tahun2018 khususnya penerapan sistem remunerasi masih lemah karena tidak ada konsekuensiterhadap pelaksanaannya.