Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENGETAHUAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN KONSTRUKSI PADA PT. USAHA KARYA BUANA KOTA KUPANG: EFFECT OF OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY KNOWLEDGE ON THE PERFORMANCE OF CONSTRUCTION EMPLOYEES AT PT. KUPANG CITY BUANA WORK BUSINESS Cicilia Lisnahan; Asrial; Paul G. Tamelan
BATAKARANG Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di PT. Usaha Karya Buana Kota Kupang, apakah pengetahuan K3 berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif atau sering disebut penelitian survey. Populasi penelitian adalah karyawan PT. Usaha Karya Buana Kota Kupang berjumlah 43 orang. Adapun sampel penelitian ini karyawan PT. Usaha Karya Buana Kota Kupang adalah 30 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan Koesioner dan dokumentasi. Data yang terkumpul diolah dan dianalisis lebih lanjut dengan menggunakan teknik analisis uji-F, yang bertujuan untuk menentukan kesimpulan akhir suatu survey apakah terdapat pengaruh yang signifikan atau tidak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif pengetahuan K3 secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan untuk bekerja pada PT. Usaha Karya Buana dengan bukti nilai Fhitung (27,712) > Ftabel (4,210) dengan signifikansi sebesar 0.000 jadi H0 ditolak dan Ha diterima, berarti keselamatan kerja dan kesehatan kerja secara signifikan berpengaruh terhadap peningkatan kinerja karyawan PT. Usaha Karya Buana Kota Kupang. Terdapat pengaruh yang positif pengetahuan K3 terhadap kinerja karyawan pada PT. Usaha Karya Buana dengan bukti nilai thitung > ttabel (77,097 & 43,196 > 1,701). Besarnya pengaruh pengetahuan K3 terhadap kesadaran berperilaku K3 sebesar 0,951 (95,1%). Pengetahuan K3 dapat mempengaruhi kinerja karyawan untuk bekerja pada PT. Usaha Karya Buana Kota Kupang.
ANALISIS KESIAPAN DAN POLA BELAJAR MAHASISWA MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN DARING DI MASA PANDEMI COVID-19: ANALYSIS OF STUDENT READINESS AND LEARNING PATTERNS IMPLEMENTING ONLINE LEARNING IN THE COVID-19 PANDEMIC Tetty Setiawaty; Paul G. Tamelan
BATAKARANG Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis kesiapan dan pola belajar mahasiswa melaksanakan pembelajaran daring di masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus menggunakan analisis data model interaktif (Miles dan Huberman, 2007), yaitu mengumpulkan data, mereduksi data, memaparkan data, dan mengambil kesimpulan. Hasil penelitian mampu menjawab rumusan masalah penelitian, yaitu: 1) persiapan mahasiswa dalam melaksanakan pembelajaran daring, dilakukan dalam bentuk persiapan mental, persiapan fisik, persiapan saran dan prasarana pembelajaran, manajemen waktu, aktif dalam forum diskusi dan memiliki komitmen dalam belajar; 2) bentuk pola belajar mahasiswa adalah: belajar mandiri dan kelompok, disiplin mengatur waktu belajar, fokus dan selalu mengulang mater, memotivasi diri sendiri, memanfaatkan waktu antara kuliah, belajar, bersantai dan membantu pekerjaan orang tua.
PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR MINUM PENDUDUK, TERNAK DAN PERTANIAN DI DAERAH PEDESAAN LAHAN KERING BERIKLIM KERING PULAU ROTE Paul G. Tamelan; Harijono Harijono
Jurnal Teknologi Vol 13 No 1 (2019): MEI 2019
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.653 KB)

Abstract

Penelitian mengenai upaya pemenuhan kebutuhan air bagi penduduk, ternak dan pertanian di daerah pedesaan lahan kering beriklim kering bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor iklim dan curah hujan dalam memberikan kontribusi ketersediaan air pada kondisi cacthment area lahan kering serta mendapatkan solusi/upaya mengatasi kekurangan air pada musim kemarau.Metode penelitian yang digunakan adalah survey lokasi untuk mendapatkan data penduduk, ternak dan lahan pertanian dengan analisis model neraca air wilayah sehingga diketahui besaran kebutuhan dan ketersediaan air serta waktu yang tepat dalam pengelolaannya.Hasil penelitian menyimpulkan jumlah input berasal dari curah hujan di daerah lahan kering Pulau Rote cukup tersedia dibandingkan dengan jumlah total kebutuhan air domestik dan pertanian, namun kondisi klimatologi yang kurang stabil, curah hujan yang berhenti 1-2 minggu berturut-turut, waktu curah hujan hanya 3-4 bulan dengan kemarau pajang 8-9 bulan menyebabkan ketersedian air menjadi masalah tidak tersedia saat dibutuhkan dan terjadi kekurangan air pasca musim kemarau. Solusi/upaya mengatasi kekurangan air pada musin kemarau adalah dengan membangun infastrukutr embung utnuk penampungan air permukaan tanah dan sumur resapan guna menginfiltrasikan air kedalam tanah dan mengisi reservoir bawah tanah.Rekomendasi penelitian bagi pemerintah segera menetapkan lahan-lahan konservasi yang wajib disediakan, mengadakan infastruktur bangunan air yang memadai untuk menampung/mengumpulkan air limpasan permukaan saat hujan, serta membentuk wadah pada tingkat desa untuk mengatur pengelolaan air bagi upaya pemenuhan kebutuhan penduduk, ternak dan pertanian di wilayah dimaksud.
KONSEP EKOWISATA SEBAGAI ALTERNATIF PENGEMBANGAN INFRASRUKTUR PARIWISATA DI KABUPATEN ROTE NDAO NTT Paul G. Tamelan; Harijono Harijono
Jurnal Teknologi Vol 13 No 2 (2019): Nopember
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.594 KB)

Abstract

Pengembangan Pariwisata menjadi aspek penting dalam upaya peningkatan pendapatan suatu daerah terutama untuk sejahteraan penduduknya, sehingga ekonomi masyarakat menjadi lebih baik. Hal ini terjadi di Kabupaten Rote Ndao NTT, dimana terjadi kekeringan karena terbatasnya curah hujan dengan musim kemarau yang panjang, menyebabkan terjadi kekurangan pangan, ekonomi rendah, pendidikan rendah karena kurangnya biaya/pendapatan. Berdasarkan permasalahan dan keterbatasan dimaksud maka dibutuhkan upaya pengembangan pariwisata dengan konsep ekowisata, dimana terdapat potensi pengembanga kearifan lokal berupa tarian adat, destinasi peninggalan adat, rumah adat, kegotongroyongan, pola tanam, system tanam, surfing, rumput laut, dan sebagainya yang membutuhkan kebersamaan. Tujuan penelitian ini 1) untuk mengetahui pentingnya ekowisata di Kabupaten Rote Ndao guna mempertahankan kearifan lokal masyarakat, 2) Mendesain konsep/model pengembagan infrastruktur ekowisata yang cocok bagi peningkatan ekonomi masyarakat setempat. Jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan metode penelitian kajian kepustakaan dan dokumentasi serta hasil wawancara dengan tokoh masyarakat dan pemerintah setempat. Data penelitian dianalisis dengan teknik rangkuman hasil penelitian dalam bentuk deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pengembangan pariwisata dengan infrastruktur ekowisata daerah pesisir sangat penting dan dibutuhkan di Kabupaten Rote Ndao sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat dalam menunjang kebutuhan pangan dan pendidikan, 2) Konsep ekowisata yang cocok adalah mempertahankan kearifan lokal gotongroyong, budidaya rumput laut, surfing, untuk menyiapkan pangan lokal, serta kegiatan lainnya untuk meningkatkan minat kunjungan wisatawan. Rekomendasi penelitian 1) Perlunya perhatian pemerintah berupa infrastuktur dan pengembangan sumberdaya manusia menuju kesejahteraan. 2) Melibatkan masyarakat setempat mulai dari perencanaan pengembangan ekowisata sampai pengelolaan pariwisata itu sendiri sehingga berkelanjutan.
KESELAMATAN LINGKUNGAN TAHAN RESONANSI DENGAN BETON RINGAN BAHAN STYROFOAM (Suatu Kajian Teori Tahan Gempa) Harijono Harijono; Paul G. Tamelan; Asrial Chatib
Jurnal Teknologi Vol 14 No 1 (2020): MEI
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.077 KB)

Abstract

Kajian karya ilmiah ini mengungkap sebagai kajian teori mengungkap bahwa Styrofoam adalah suatu bahan yang terbuat dari polistirin yang dikembangkan atau expanded polysteryne yang mempunyai berat satuan sangat ringan yaitu sekitar 13 kg/m3 sampai 16 kg/m3. Karena ringannya bahan Styrofoam ini, maka beton yang dihasilkan juga akan sangat ringan bila dibandingkan dengan menggunakan batu bata atau batako pada umumnya sehingga akan berpengaruh terhadap keselamatan kerja dan kesehatan kerja .Selain bahannya yang ringan, beton dengan menggunakan Styrofoam sebagai bahan pengganti agregat ini mempunyai keuntungan yang lain yaitu biaya pembuatan yang murah karena memanfaatkan bahan limbah.Tahan terhadap cuaca mempunyai berat yang ringan tapi kuat tahan terhadap kebakaran,Tahan terhadap bahan-bahan kimia.Karena berat struktur berkurang, maka beban gempa yang bekerja juga akan lebih kecil sehingga struktur akan lebih aman dan sangat cocok untuk perumahan di daerah gempa lebih-lebih diwilayah NTT sebagai solusi keselamatan lingkungan yang cukup mendasar ini
UPAYA PANEN AIR HUJAN UNTUK MENGATASI KEKURANGAN AIR BERBASIS TEKNOLOGI KONSERVASI SUMBERDAYA AIR DI KABUPATEN ROTE NDAO Paul G. Tamelan; Maximilian M. J. Kapa; Harijono Harijono
Jurnal Teknologi Vol 14 No 2 (2020): Nopember
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.512 KB)

Abstract

Penelitian tentang kondisi karakteristik fisik dengan keseimbangan air di daerah tangkapan air hujan di Kabupaten Rote Ndao, dilakukan untuk pemunuhan air domestic dan pertanian. Daerah tersebut memiliki potensi ketersediaan air yang cukup saat hujan namun kekurangan musim kemarau. Masalah ini dihadapi oleh masyarakat di Kabupaten Rote Ndao NTT, sehingga hal ini sangat penting dan mendesak untuk diteliti, sehubungan dengan upaya konservasi air, difokuskan pada teknik lingkungan dengan tujuan mengetahui karakteristik lokasi dan memperbanyak ketersediaan air bawah permukaan dengan infiltrasi yaitu teknologi sumur resapan dan vegetasi, serta menyiapkan air permukaan untuk tanaman dengan teknologi tampungan/reservoir, di daerah tangkapan air. Metode penelitian survey lokasi untuk mengetahui karakteristiknya, pengujian laboratorium untuk daya resap air, serta menentapkan titik lokasi untuk penempatan infrastrukstur sumur resapan, lewat overlay peta Geografi Informasi Sistem (GIS) dalam konservasi sumber air hujan. Hasil penelitian menunjukkan a) kondisi karakteristik lokasi daerah tangkapan air hujan terdiri dari curah hujan yang cukup saat hujan besar, terjadi limpasan permukaan yang dapat ditampung, terutama curah hujan pada bulan Desember, Januari dan Pebruari setiap tahun. Topografi yang mengarahkan arah limpasan pada daerah tangkapan, sumur-sumur resapan dapat meresapkan air dengan cepat untuk mengisi air tanah. b) upaya konservasi air hujan dapat dilakukan dengan pembuatan sumur-sumur resapan sesuai arah limpasan permukaan, embung resapan serta embung tampungan untuk memenuhi kebutuhan tanaman dan ternak saat musim kemarau. Konservasi hutan produktif/vegetasi dilakukan untuk menyiapkan pakan ternak dan fotosintesis untuk kesejukan bagi masyarakat. Ketersediaan air baik air permukaan dan air bawah permukaan, digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhan akan air. Realitas di bumi selalu defisit air baik air bersih maupun air pertanian. Air permukaan selalu tersedia singkat saat hujan, karena curah hujan yang durasi pendek, namun saat tertentu curah hujan tinggi, merupakan andalan pasokan air untuk kebutuhan pertanian.
DIMENSI PEMBERDAYAAN WILAYAH TERPADU BERBASIS ILMU LINGKUNGAN (Suatu Kajian Pustaka Pemberdayaan Wilayah di NTT) Harijono Harijono; Asrial Asrial; Paul G. Tamelan
Jurnal Teknologi Vol 14 No 2 (2020): Nopember
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.181 KB)

Abstract

Ditengah-tengah situasi multidimensi di Indonesia dan perkembangannya paradigma pembangunan dengan tiga spirit yang nuansanya yaitu: good governance, otonomi daerah dan people empowerment telah mendorong terjadinya proses reposisi peran dan reorientasi arah kebijakan pemerintah menuju pada pola-pola keterpaduan pembangunan berbasis wilayah. Sebagai sebuah proses, disatu sisi menghadapi banyak tantangan dan disisi lain menciptakan berbagai peluang bagi stakeholders pembangunan oleh karena itu pentingnya pengembangan wilayah dari sudut dimensi pemberdayaan masyarakat di wilayah NTT yang terdiri dari pulau-pulau.
PENGELOLAAN SAMPAH DI KAWASAN TAMAN EKOWISATA MANGROVE KOTA KUPANG Yanuarius Pengo; Paul G. Tamelan; Asrial Asrial
Jurnal Teknologi Vol 15 No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.649 KB)

Abstract

Taman Ekowisata Mangrove Kota Kupang merupakan Tempat wisata yang sangat Indah karena lingkungannya sangat Asri, dan berdekatan dengan pantai. Keunikan ini merupakan salah satu faktor untuk menarik perhatian wisatawan yang hendak berkunjung, namun akhir – akhir ini Taman Ekowisata Mangrove Kota Kupang menimbulkan dampak negative terhadap lingkungan sekitar Taman Ekowisata Mangrove yang kemudian berpengaruh terhadap minat pengunjung atau wisatawan sehingga pengunjung merasa risih atau kurang nyaman dengan keadaan sampah di sekitar Taman Ekowisata mangrove Kota Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui presepsi pengunjung terhadap pengelolaan sampah di Taman Ekowisata Mangrove Kota Kupang. (2) mengetahui Sistem pengelolaan sampah yang ada di Taman Ekowisata Mangrove Kota Kupang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Hasil penelitian perhitungan rating scale di Taman Ekowisata Mangrove Kota Kupang adalah 42,67% dalam kategori kurang baik dengan nilai presentase indikator masing-masing yaitu: Lingkungan 35,00% dengan kategori Kurang Baik, Fasilitas kebersihan 32, 50% dengan kategori Kurang Baik, Sarana Prasarana 81,67% dengan kategori Sangat Baik, Pelayanan 77,5% dengan kategori Baik.
PERANAN KEAIRAN LAHAN KERING PADA KAWASAN KONSERVASI RESAPAN GUNA MENGATASI DAN MEMENUHI LUASAN AREAL POTENSIAL PERTANIAN Paul G. Tamelan; Maximilian M. J. Kapa; Harijono Harijono
Jurnal Teknologi Vol 15 No 2 (2021): Nopember 2021
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.396 KB)

Abstract

Dalam keilmuan keairan sumberdaya air merupakan sumberdaya alam yang penting untuk memenuhi kebutuhan dasar makhluk hidup. Kebutuhan akan sumberdaya air dipengaruhi oleh aktivitas penduduk dalam berbagai aspek pembangunan. Kabupaten Rote Ndao merupakan salah satu Kabupaten di Propinsi NTT yang memiliki area irigasi yang luas dan cukup potensial tetapi kekurangan debit air untuk mengairi areal irigasi tersebut. Kabupaten Rote Ndao ini memiliki kondisi topografi yang berbukit-bukit dan banyak daerah cekungan yang dapat menampung air oleh karena itu, Kondisi iklim dan curah hujan di NTT yang tidak merata baik intensitas maupun penyebarannya, musim hujan hanya 3-4 bulan saja, durasi hujan singkat dan kemarau yang panjang 8-9 bulan dengan kondisi karakteristik fisik yang dikategorikan lahan kering beriklim kering. Sistem pengelolaan air hujan yang belum ditata dan terbatasnya sarana dan prasarana serta kurangnya luasan lahan vegetasi dalam menahan dan menginfiltrasikan air ke dalam tanah juga menjadi penyebab kekurangan air, padahal secara total input air hujan cukup. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendapatkan rencana konservasi lahan yang diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari usaha konservasi sumberdaya air di wilayah Rote Ndao NTT. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik survei dilokasi penelitian melalui identifikasi kondisi lahan dilakukan dengan tinjauan kemampuan lahan dalam meresapkan (ilfitrasi) air hujan. Tingkat kekritisan lahan diklasifikasi berdasarkan kriteria yang dibangun berdasarkan perbandingan antara potensi infiltrasi dengan infiltrasi actual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi iklim dan curah hujan di daerah pedesaan di lahan kering dengan besaran rata-rata curah hujan empat bulan berturut-turut dan pengelolaan untuk penyediaan air bagi pemenuhan air adalah menampung air hujan yang berlebihan berupa limpasan permukaan hujan dengan teknologi berupa bak penampung embung untuk menampung air di atas permukaan tanah dan sumur-sumur resapan untuk mengisi reservoir bawah tanah sehingga dapat digunakan pada saat dibutuhkan terutama tidak ada hujan. Meskipun neraca air mengalami defisit baik pada kondisi normal, kering maupun basah. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah penelitian dapat dilakukan penanaman hasil hutan sepanjang tahun secara optimal.
PROBLEMATIKA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN DALAM MENGHADAPI PROSES PEMBELAJARAN DARING DIMASA PANDEMI COVID-19: PROBLEMS OF STUDENTS IN THE BUILDING ENGINEERING STUDY PROGRAM IN DEALING WITH THE ONLINE LEARNING PROCESS DURING THE COVID-19 PANDEMIC Mariana Kristin; Tetty Setiawaty; Paul G. Tamelan
BATAKARANG Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini mendapatkan data tentang permasalahan: 1) pembelajaran daring yang dihadapi mahasiswa berdasarkan letak geografis; 2) kreativitas dan keaktifan mahasiswa dalam melaksanakan proses pembelajaran daring; dan 3) kesiapan mahasiswa dalam melaksanakan proses pembelajaran daring. penelitian ini menggunakan analisis regresi ganda menggunakan langkah-langkah, uji normalitas, uji linieritas, uji multikolineritas, uji heterokeasitas, dan syarat-syarat regresi berganda. Penelitian dilakukan di Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan menggunakan jumblah sampel 158 orang. Hasil penelitian ini menunjukan persamaan regersi Y = 13,516 + 0,100X1 + 0,117X2 + 0,756X3, yang berarti jika Nilai konstanta sebesar 13,516 menunjukkan bahwa variable letak gografis, keaktifan dan kreativitas mahasiswa, kesiapan mahasiswa jika nilainya 0 maka pembelajaran daring meningkat sebesar 13,516 jika letak geografis (X1) sebesar 0,100 dengan nilai positif berati meningkat sebesar 1 kali maka pembelajaran daring meningkat sebesar 0,063, keaktifan dan kreatifitas (X2) sebesar 0117 sebesar 1 kali maka pembelajaran daring meningkat sebesar 0,019 kesiapan (X3) sebesar 0,756 dengan nilai positif. Hal ini berarti bahwa jika variabel kesiapan meningkat sebesar 1 kali maka pembelajaran daring meningkat sebesar 0,756.