Claim Missing Document
Check
Articles

PENYEHATAN, PENGHIJAUAN, DAN AKSI SOSIAL DI PEMUKIMAN PESISIR PANTAI DI KELURAHAN OESAPA KECAMATAN KELAPA LIMA KOTA KUPANG NUSA TENGGARA TIMUR Ketut Mahendra Kuswara; Hikmah Oddang; Tetty Setiawaty; Asrial Asrial; Paul G. Tamelan; Jakobis J. Messakh; Roly Edyan; Milson M. Selan; Adriana Deku
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya taraf kesehatan jasmani dan rohani yang memudahkan terjangkitnya berbagai penyakit serta dapat mengurangi daya kerja dan daya produktif seseorang merupakan akibat dari kondisi rumah yang tidak sehat. Rumah yang tidak sehat dapat menjadi reservoir berbagai penyakit bagi seluruh lingkungan, jadi kondisi tidak sehat bukan hanya pada satu rumah saja melainkan pada lingkungan pemukiman. Dasar permasalahan kesehatan timbul di lingkungan permukiaman tidak lain karena disebabkan rendahnya tingkat kemampuan ekonomi dan pengetahuan masyarakat. Kondisi ini bisa terjadi di daerah manapun, termasuk di Propinsi NTT tepatnya Kelurahan Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang, kegiatan yang tepat dilaksanakan pada masyarakatnya adalah dengan melakukan penyuluhan-penyuluhan dengan tujuan unutk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, motivasi, serta pola hidup bersih dan sehat. Metode kegiatan yang dilaksanakan dengan pendekatan langung ke masyarakat terbatas (hal ini karena covid-19), selain itu juga memberikan bantuan alat pencuci tangan, masker, dan handsanitaiser. Hail dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan motivasi, pengetahuan, dan pemahaman tentang pola hidup bersih dan sehat, hal ini terlihat dari semakin banyak masyarakat yang bertanya mengenai pola hidup bersih dan sehat, dan juga dari hasil pengematan setelah dipasangnya alat pencucui tangan di tempat-tempat strategis terlihat masyarakat semakin membiasakan diri untuk mencuci tangan setiap kali melewati lokasi penempatan alat pencuci tangan terebut.
Geophysical Characteristic and Water Resources Availability in Rote Ndao, East Nusa Tenggara as a Basic for Coastal Tourism Development Paul Gabriel Tamelan
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jitode.2015.003.02.05

Abstract

East Nusa Tenggara has been known as an arid region in Indonesia. Water scarcity is among the crucial problems in East Nusa Tenggara. Recently, however, some area in East Nusa Tenggara has been developed as tourism area which is important for local economic development. Lands and water conservation therefore becomes the crucial issues in East Nusa Tenggara. The aims of the study are to indentify and describes the recent geophysical characteristics of land in Rote Ndao as a basic factor for water conservation and sustainable tourism development in arid environments. Field work and secondary data collection were done in Rote Ndao Regency, East Nusa Tenggara. Result of the study confirm that climates and rainfall was limited, but in some month there are heavy rain. Absent of land conservation strategy lead to the rapid runoff. The topography was undulating and if it is properly managed such structure can be used to support water conservation. Vegetation covers and quality was limited and it is becomes the barrier for water infiltration to soils. Therefore, the re-vegetation programs should be promoted widey in the island. It is especially important to enhance the susutainable coastal tourism destination in Rote Ndao. Keywords: arid environment, soil conservation, tourism, water management
ANALISIS KEBUTUHAN DAN KETERSEDIAAN AIR BERSIH DI DESA OINLASI, KECAMATAN AMANATUN SELATAN, KABUPATEN TIMOR TENGGAH SELATAN: ANALYSIS OF CLEAN WATER NEED AND AVAILABILITY IN OINLASI VILLAGE, AMANATUN SOUTH DISTRICT, TIMOR CENTRAL SOUTH REGENCY Jumardin Lakapu; Paul G. Tamelan; Jakobis J. Messakh
BATAKARANG Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan penyediaan dan pelayanan air bersih dari waktu ke waktu semakin meningkat yang terkadang tidak diimbangi oleh kemampuan pelayanan. Banyak masyarakat dan generasi Oinlasi yang memahami bahwa air bersih di desa oinlasi sampai sekarang penyedianya belum cukup, dan juga kebutuhan pertanian, peternakan Masyarakat Desa Oinlasi gagal dalam memanen pada aspek pertanian, peternakan dan lain-lainya. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mengetahui eksisting pelayanan air bersih di Desa Oinlasi adalah melakukan Observasi, Dokumentasi, Wawancara dan Study Literatur. Jumlah pemakaian air bersih domistik sebesar 1,361 Liter/Detik dan jumlah pemakaian air bersih Non-Domistik sebesar 0,238 Liter/Detik. Total Kebutuhan Air Domistik Dan Non-Domistik ditambah faktor kehilangan air pada Tahun 2021 adalah 1,973 Liter/Detik dan 2031 adalah 2,390 Liter/Detik. Potensi sumber air Oeuki sebesar 0,630 L/detik dan sumber air Oenia sebesar 0,910 Liter/detik. Pola jaringan perpipaan yang digunakan PDAM untuk melayani masyarakat desa Oinlasi merupakan sistim cabang. Perlu adanya penelitian lanjutan terhadap pencarian mata air baru untuk meningkatkan debit mata air yang ada sehingga dapat memenuhi kebutuhan air untuk masyarakat Desa Oinlasi pada 10 tahun yang akan datang.
PEMBUATAN SUMUR RESAPAN AIR HUJAN UNTUK KONSERVASI AIR TANAH KELURAHAN NAMOSAIN KOTA KUPANG Paul G. Tamelan; Maximilian M. J. Kapa; Doppy Roy Nendissa
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber daya air tanah adalah salah satu elemen terpenting dalam ekosistem kita. Air tanah menyediakan air minum, mendukung pertanian, mengisi sungai, dan menopang flora dan fauna. Di daerah lahan kering seperti Kelurahan Namosain Kota Kupang umumnya ditandai dengan curah hujan yang singkat, tetapi intensitasnya tinggi sehingga menimbulkan banjir dan genangan yang tinggi. Berlandaskan pada masalah tersebut maka perlu dicarikan solusi untuk menanggulangi terjadinya genangan air sekaligus sebagai upaya konservasi air yaitu melalui pembuatan sumur resapan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengimplementasikan pembuatan sumur resapan di daerah yang sering terjadi genangan di lingkungan masyarakat Kelurahan Namosain, Kota Kupang. Implementasi program didahului dengan pengumpulan data, perancangan desain, Grup Diskusi terarah, pembuatan sumur resapan, monitoring dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini adalah pembuatan prototipe satu buah sumur resapan dilingkungan salah satu halaman rumah warga. Monitoring dan evaluasi terhadap sumur resapan menunjukan warga peserta kegiatan dan pemerintah kelurahan Namosain Kota Kupang mendukung keberlanjutan program serta memahaminya sebagai upaya untuk mengatasi masalah limpahan air sekaligus sebagai upaya konservasi air.
PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA PANTAI OA KABUPATEN FLORES TIMUR SEBAGAI OBYEK PARIWISATA BERKELANJUTAN: DEVELOPMENT OF THE OA COASTAL TOURISM AREA, EAST FLORES DISTRICT AS A SUSTAINABLE TOURISM OBJECT Yohanes H. Boruk; Paul G. Tamelan; Jakobis J. Messakh
BATAKARANG Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan obyek wisata Pantai Oa berada di Desa Pantai Oa, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur dengan luas wilayah sekitar 1,76 KM². Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganlisis kondisi eksisting kawasan serta sarana dan prasarana yang ada di kawasan tersebut, 2) menganalisis pengembangan kawasan obyek wisata Pantai Oa menggunakan konsep ekologi arsitektur. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah teknik observasi dan dokumentasi. Jenis data yang dibutukan dalam penelitian ini berupa 1) luas lahan, data sarana dan prasarana eksisting yang ada di obyek wisata Pantai Oa, 2) data-data lainnya yang diperoleh dari luar lokasi penelitian melalui kajian buku-buku literature. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi eksisting kawasan obyek wisata Pantai Oa dan kondisi fasilitas serta sarana dan prasarana yang ada di obyek wisata Pantai Oa belum memadai, seperti kurangnya jumlah lopo untuk para pengunjung, kurangnya ruang ganti dan WC/KM, kondisi tempat parkir yang masih terlalu sempit, sehingga perlu adanya pengembangan yang dilakukan agar menciptakan rasa nyaman bagi pengunjung yang datang berkunjung.
DESAIN STRUKTUR ATAP RUMAH TINGGAL UNTUK MEMINIMALISIR KERUSAKAN SETARA BADAI SIKLON TROPIS SEROJA DI KOTA KUPANG: RESIDENTIAL ROOF STRUCTURAL DESIGN TO MINIMIZE DAMAGE EQUIVALENT TO TROPICAL CYCLONE SEROJA IN KUPANG CITY Lucky A. Welan; Paul G. Tamelan; Jakobis J. Messakh
BATAKARANG Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siklon tropis merupakan badai dengan kekuatan yang besar, radius rata-rata siklon tropis mencapai 150 hingga 200 KM2. Siklon tropis terbentuk di atas lautan yang umumnya mempunyai suhu permukaan air yang hangat, lebih dari 26,5°C. Siklon tropis seroja adalah sebuah siklon tropis yang mulai terbentuk di selatan Nusa Tenggara Timur, Indonesia pada 3 April 2021 yang menyebabkan angin kencang, banjir bandang, longsor, serta kerusakan pada struktur bangunan. Mengenai analisis informasi tentang badai siklon mengungkapkan kecepatan angin maksimum siklon tropis seroja sekitar 40 knot (75 km/jam). Kelurahan Fatululi, kecamatan Oebobo, kota Kupang merupakan salah satu kelurahan di Kota kupang yang mengalami dampak dari siklon tropis seroja. Dampak terbebesar yaitu kerusakan pada atap bangunan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penggunaan struktur atap yang baik dengan melakukan kombinasi jenis penutup atap, sudut kemiringan atap dan jenis rangka atap bangunan rumah tinggal untuk meminimalisir kerusakan dengan dampak setara siklon tropis seroja. Selanjutnya untuk mengetahui perbedaan kerusakan struktur atap bersadarkan kombinasi jenis penutup atap, sudut kemiringan atap dan jenis rangka atap bangunan rumah tinggal akibat siklon tropis seroja. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi dan Simulasi Komputer dengan bantuan aplikasi SAP 2000 untuk memberikan gambaran desain struktur. Perhitungan pembebanan dalam desain struktur menggunakan aplikasi SAP 2000 meliputi perhitungan beban atap, beban plafon, beban air hujan, beban pekerja, beban angin tekan, beban angin hisap dan beban kombinasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan jenis atap yang mampu meminimalisir kerusakan dengan dampak setara siklon tropis seroja adalah atap dengan tipe/bentuk pelana, jenis rangka atap kayu kelas II, jenis penutup atap seng, dan sudut kemiringan atap 20⁰. Mengingat tipe/bentuk atap di Kota Kupang bukan hanya pelana, maka diperlukan peneliti lanjutan dengan menggunakan tipe/bentuk atap limasan dan lain-lain untuk dapat mengetahui ketahanan dari atap tersebut serta untuk meminimalisir kerusakan pada struktur atap dengan dampak setara siklon tropis seroja.
AKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING SELAMA PANDEMI COVID-19: STUDENT LEARNING ACTIVITIES USING THE BLENDED LEARNING MODEL DURING COVID_19 PANDEMIC Indriani Rambu; Tety Setiawaty; Paul G. Tamelan
BATAKARANG Vol. 5 No. 1a (2024)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah; 1) untuk mengetahui permasalahan aktivitas belajar mahasiswa menggunakan model pembelajaran blended learning selama pandemi Covid-19; 2. untuk mengetahui permasalahan aktivitas apa saja yang dilakukan mahasiswa jika mengalami kesulitan belajar menggunakan model pembelajaran blended learning selama pandemi Covid-19; dan 3) untuk mengetahui permasalahan pengaruh aktivitas belajar mahasiswa terhadap pembelajaran belajar blended learning pada masa pandemi Covid-19. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan Analisis Regresi Linear Sederhana. Penelitian ini dilaksanakan pada Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan (PTB), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Nusa Cendana dengan jumlah sampel mahasiswa dari angkatan 2018 - 2021 jumlah sampel 91 mahasiswa, Pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner yang dikembangkan dari variabel Aktivitas Belajar (X) dan Pembelajaran Blended Learning (Y); 1) Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan aktivitas belajar mahasiswa menjadi menurun disebabkan kurang semangat dalam belajar, malas mengerjakan tugas, kurangnya aktivitas bertanya dan menjawab pertanyaan, kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana, dan kondisi lingkungan yang kurang bagus sehingga mahasiswa dengan dosen mau tidak mau harus berjuang agar proses perkuliahan tetap berjalan, mahasiswa dituntut untuk tetap mempunyai semangat dalam menjalani aktivitas belajar; 2) Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk meningkatkan aktivitas belajar dalam pembelajaran blended learning, segala pengetahuan itu harus di peroleh dengan pengamatan sendiri, penyelidikan sendiri, dengan bekerja sendiri, dengan fasilitas yang diciptakan sendiri, baik rohani maupun teknis. 3) Hasil penelitian ini menunjukkan hasil pengujian analisis regresi linear sederhana dengan rumus Y = 29,657 + 0,275 X sehingga dapat diketahui bahwa Jika Nilai konstanta sebesar 29,657 artinya bahwa variabel aktivitas belajar terhadap pembelajaran blended learning meningkat sebesar 29,657, dan Jika Nilai koefisien Aktivitas Belajar (X) sebesar 0,275. Hal ini berarti bahwa jika variabel aktivitas belajar mahasiswa meningkat sebesar 1 kali. Maka pembelajaran blended learning meningkat sebesar 0,275. dengan uji t Pengaruh Aktivitas Belajar Mahasiswa Terhadap Pembelajaran Blended Learning adalah sebesar 0,000> 0,05 dan t hitung 4,787 > t tabel 1,667 dapat disimpulkan bahwa variabel X berpengaruh terhadap variabel Y.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESULITAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN DI MASA PANDEMI COVID-19: FACTORS THAT INFLUENCE THE LEARNING DIFFICULTIES OF BUILDING ENGINEERING EDUCATION STUDENTS DURING THE COVID-19 PANDEMIC Meity U. Nomate; Tety Setiawaty; Paul G. Tamelan
BATAKARANG Vol. 5 No. 1a (2024)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengetahui faktor-faktor internal apa saja yang mempengaruhi kesulitan belajar mahasiswa PTB, 2) faktor-faktor eksternal apa saja yang mempengaruhi kesulitan belajar mahasiswa PTB, 3) bagaimana perengkingan faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi kesulitan belajar mahasiswa PTB di masa pandemi Covid-19. Metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis faktor. Teknik pengumpulan data menggunakan angket/kuesioner. Populasi yang dipilih adalah mahasiswa PTB angkatan 2016-2021, sampel yang digunakan dalam analisis faktor berjumlah 135 mahasiswa. Pengujian analisis faktor menunjukkan: 1) nilai KMO sebesar 0,761 dan Bartlett Test sebesar 137,462 sudah memenuhi persyaratan signifikasi, hasil uji MSA dari 9 faktor menunjukkan 9 faktor tersebut dapat dianalisis, 2) hasil uji Comunalities terdapat 1 Faktor yaitu Faktor ketersediaan sarana dan prasarana (F7) nilai extractionnya tidak dapat menjelaskan faktor dan ke-8 faktor nilai extractionnya dapat menjelaskan factor, 3) hasil Uji Total Variance Explained faktor bersama dengan nilai initial eigenvalue total yang ≥ 1, maka maka nilai total yang akan diambil adalah yang memiliki nilai lebih dari 1, yakni component 1 dan 2, 4) hasil uji Scree Plot menunjukkan 2 titik yang memiliki nilai eigenvalues > 1, artinya terdapat 2 faktor yang terbentuk, 5) hasil uji Component Matrix menunjukkan nilai korelasi masing-masing indikator terhadap faktor yang terbentuk yaitu faktor 1 korelasi dan faktor 2 korelasi, 6) hasil uji Rotated Component Matrix menunjukkan faktor yang memiliki korelasi yang kuat dengan component 1 dan component 2, 7) hasil uji Component Transformation Matrix bahwa terdapat 2 faktor yang terbentuk yaitu faktor Motivasi (F1) dan faktor Kebiasaan Belajar (F2), 8) hasil perengkingan data menunjukkan faktor Motivasi (F1) dan faktor kebiasaan belajar (F2) berpengaruh terhadap 7 faktor lainnya yaitu faktor tidak memahami materi (F3), kurang berkonsentrasi (F4), tidak aktif bertanya dan diskusi (F5), cara mengajar dosen (F6), ketersediaan sarana dan prasarana (F7) dan aktifitas di luar perkuliahan (F8) dan kondisi ekonomi keluarga (F9).
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN TEKNIK KONSTRUKSI GEDUNG KELAS X SMK NEGERI 2 WAINGAPU: APPLICATION OF AUDIO-VISUAL BASED LEARNING MEDIA TO IMPROVE LEARNING OUTCOMES IN THE SUBJECT OF BUILDING CONSTRUCTION ENGINEERING CLASS X SMK NEGERI 2 WAINGAPU Dikna R. Bera; Paul G. Tamelan; Roly Edyan
BATAKARANG Vol. 5 No. 1a (2024)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumusan masalah penelitian ini adalah “Bagaimana Penerapan Media Audio Visual dalam Pembelajaran Teknik Konstruksi Bangunan di kelas X SMK Negeri 2 Waingapu? Apa faktor penyebab terhambantnya penerapanan media pembelajaran berbasis audio visual pada mata pelajaran teknik Konstruksi gedung kelas X SMK Negeri 2 Waingapu?” Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Penerapan Media Audio Visual dalam Pembelajaran Teknik Konstruksi Bangunan di kelas X SMK Negeri 2 Waingapu serta Untuk mengetahui faktor penyebab terhambantnya penerapanan media pembelajaran berbasis audio visual pada mata pelajaran teknik Konstruksi gedung kelas X SMK Negeri 2 Waingapu. Adapun manfaat yang dapat diambil dari hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pemilihan media pembelajaran untuk membantu pemahaman dan kualitas siswa pada mata pelajaran Teknik Konstruksi Bangunan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini peneliti menggambarkan penerapan media pembelajaran audio visual dalam Pembelajaran Teknik Konstruksi Bangunan di kelas X. Lokasi yang diteliti adalah SMK Negeri 2 Waingapu. Dengan subjek penelitian meliputi guru matapelajaran teknik Konstruksi bangunan kelas X, Kepala SMK, siswa kelas X TKB 1. Dari hasil penelitian tentang Penerapan Media Audio Visual dalam Pembelajaran Teknik Konstruksi Bangunan di kelas X SMK Negeri 2 Waingapu diperoleh hasil bahwa guru mata pelajaran teknik Konstruksi bangunan kelas X di SMK Negeri 2 Waingapu telah menerapkan media audio visual dalam pembelajaran teknik Konstruksi bangunan dengan efektif, meliputi: bagaimana penerapan media audio visual. Adapun factor terhambatnya penerapanan media pembelajaran berbasis audio visual yaitu terbatasnya vidio siaran materi, adanya alat yang rusak seperti infokus serta peserta didik tidak memiliki leptop. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan media audio visual cocok diterapkan dalam pembelajaran teknik Kontruks Bangunan di Kelas X SMK Negeri 2 Waingapu, dibuktikan dengan hasil belajar siswa yang lebih meningkat.
PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN HOTEL HARPER KUPANG: APPLICATION OF OCCUPATIONAL SAFETY AND HEALTH IN THE IMPLEMENTATION OF THE HARPER KUPANG HOTEL CONSTRUCTION PROJECT Mariansi Koeslulat; Hikmah; Paul G. Tamelan
BATAKARANG Vol. 5 No. 1a (2024)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan peraturan tentang K3 dan faktor-faktor yang menghambat penerapan K3 pada proyek pembangunan Hotel Harper Kupang. Metode penelitian deskriptif, dengan populasi sebanyak 85 orang. Teknik sampling dengan disproporsional startified random sampling, dan penentuan jumlah sampel dengan formulasi slovin, adapun jumlah sampel sebagai responden penelitian sebanyak 52 orang, yaitu Konsultan pelaksana 6 orang, Pimpinan proyek 1 orang, Asisten pimpinan proyek 1 orang, Tenaga kerja 39 orang, Operator 1 orang, Supir 2 orang, dan Keamanan 2 orang. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Analisis data dengan Teknik analisis deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa responden sangat setuju bahwa peraturan perundangan tentang K3 telah dilaksanakan dengan baik, sebagaimana hasil penelitian menghasilkan rata-rata emprik 77,58 dan scor teoretik sebesar 21 atau 40,38%, sedangkan sisanya sisanya ada 19 atau 36,54%, setuju, 7 atau 13,46% tidak setuju, dan 5 atau 9,62% sangat tidak setuju. Sedangkan faktor-faktor penghambat penerapan K3 menunjukkan rata-rata emprik sebesar 54,08, dan scor teoretik sebesar 25 atau 48,08%, menunjukkan responden sangat setuju bahwa faktor-faktor penghambat penerapan K3 di Hotel Harper adalah (faktor manusia, kedisiplinan, kelelahan dan faktor kejenuhan), sisanya ada 15 atau 28,85%, setuju, 7 atau 13,46%, tidak setuju, dan 5 atau 9,62% sangat tidak setuju.