Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN PENYAKIT HIPERTENSI PADA ANGGOTA PROLANIS  DI DESA LOLOMBULAN MAKASILI  TAHUN 2025 Tumanduk, Livia Friska; Pangemanan, Melky; Telew, Agusteivie
Olympus : Jurnal Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi Vol. 6 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/

Abstract

Di Kabupaten Minahasa Selatan, peningkatan jumlah penderita hipertensi terus terjadi seiring dengan berkurangnya aktivitas fisik masyarakat. Penelitian ini difokuskan pada hubungan antara aktivitas fisik dan hipertensi pada anggota Prolanis di Desa Lolombulan Makasili tahun 2025. Menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan analitik korelasional dan pendekatan cross sectional, penelitian melibatkan 60 responden penderita hipertensi. Pengumpulan data dilakukan dengan GPAQ dari WHO untuk aktivitas fisik, sementara data tekanan darah diambil dari catatan rutin kader Prolanis. Uji statistik Chi-Square menunjukkan p-value 0,032 (<0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara tingkat aktivitas fisik dan tekanan darah. Artinya, aktivitas fisik berperan penting dalam mengendalikan hipertensi, namun tetap harus diimbangi dengan faktor lain seperti diet sehat dan kepatuhan pengobatan. Rekomendasi penelitian ini adalah agar anggota Prolanis lebih aktif dalam kegiatan fisik terjadwal seperti senam Prolanis untuk memperbaiki kualitas hidup.
The Relationship Between Family and Socio-Cultural Support and the Provision of Complementary Foods to Infants Under 6 Months of Age in Tataaran II Subdistrict Cheryl Virginia Kaparang; Melky Pangemanan; Deviana Pratiwi Munthe; Tika Bela Sari; Jilly Toar; Theo W.E Mautang
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) January 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i1.9429

Abstract

Early introduction of complementary foods (MP-ASI) remains a public health problem. Family and socio-cultural factors play an important role in influencing mothers' decisions to provide complementary foods prematurely. This study aims to analyze the relationship between family and socio-cultural support and the practice of providing complementary foods to infants under 6 months of age in Tataaran II Village. The study used a quantitative method with a cross-sectional design. The sample consisted of 89 mothers with infants aged 0–9 months. The sampling technique was total sampling with data collection through questionnaires distributed directly or via Google Form, then data analysis was carried out using the Chi-Square test. The results showed a significant relationship between family support and the provision of complementary foods (p-value <0.001; p <0.05). In addition, there was also a significant relationship between socio-cultural factors and the provision of complementary foods (p-value <0.001; p <0.05). These findings suggest that family support and sociocultural factors play a significant role in encouraging the practice of introducing complementary foods too early, necessitating more intensive educational efforts regarding the importance of exclusive breastfeeding until the infant is 6 months old.
Pengaruh Latihan Beban Sistem Multi-Poundage Terhadap Bench Press Pada Mahasiswa Putera Jurusan Pendidikan Kepelatihan Fakultas Ilmu Keolahragaan Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Manado tahun 2025 Makadada, Fredrik Alferts; Pangemanan, Melky
Olympus : Jurnal Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi Vol. 6 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/

Abstract

Pengujian hipotesis melalui uji t menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 15,94 lebih besar daripada nilai t tabel 2,10 pada taraf signifikansi dua pihak, sehingga hipotesis alternatif diterima. Hasil ini membuktikan bahwa latihan beban dengan sistem multi-poundage memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan bench press. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan randomized control groups pre-test and post-test design, melibatkan 20 mahasiswa putera Jurusan Pendidikan Kepelatihan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado tahun 2025 yang dipilih secara acak dari populasi berjumlah 26 mahasiswa, dengan tes bench press sebagai instrumen penelitian.
Hubungan Kualitas Tidur dengan Kecepatan Reaksi pada Mahasiswa IKOR Universitas Negeri Manado Kadir, Mulyadi; Mokoagouw, Anuarudin; Bawiling, Nancy S.; Bokau, Jopie; Pangemanan, Melky; Podung, Beatrix J.
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7665

Abstract

Kualitas tidur memiliki hubungan yang signifikan dan sangat kuat dengan kecepatan reaksi pada mahasiswa program Studi Ilmu Keolahragaan FIKKM Unima yakni sebesar 0,87 dengan kontribusi kualitas tidur terhadap kecepatan reaksi pada mahasiswa IKOR Unima sebesar 75,69%. Kualitas tidur yang buruk dapat memperlambat waktu reaksi sementara kualitas tidur yang baik dapat meningkatkan kecepatan reaksi. Mahasiswa yang mengalami gangguan tidur cenderung memiliki waktu reaksi yang lebih lambat dibandingkan dengan mereka yang memiliki kualitas tidur yang lebih baik. Kualitas tidur yang baik merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kecepatan reaksi yang optimal pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kecepatan reaksi mahasiswa IKOR Universitas Negeri Manado. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan teknik korelasional, dengan sampel berjumlah 36 responden. Kesimpulan hasil penelitian yaitu (1) Kualitas tidur dengan kecepatan reaksi pada Mahasiswa IKOR Universitas Negeri Manado memiliki hubungan yang sangat kuat, yakni sebesar 0,87. Kontribusi kualitas tidur terhadap kecepatan reaksi pada Mahasiswa IKOR Universitas Negeri Manado sebesar 75,69% dan sisanya 24,31% ditentukan oleh variabel lain di luar masalah (variabel) penelitian yang diteliti; (2) Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan kecepatan reaksi pada Mahasiswa IKOR Universitas Negeri Manado, hal ini dibuktikan oleh nilai t hitung   10,289  lebih besar dari t tabel  2.013.
Analisis Perbandingan Kelentukan Tubuh Atlet Taekwondo di Club Taekwondo Fighter Kota Bitung Gracia Karin Tanwijaya; Fentje W. Langitan; Melky Pangemanan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kelentukan tubuh atlet Taekwondo di Club Taekwondo Fighter Kota Bitung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparatif. Sampel yang penelitian berjumlah 45 atlet yang terdiri dari atlet pemula (20 orang) dan atlet lanjutan (25 orang) dengan teknik purposive sampling. Kelentukan tubuh diukur menggunakan tes Sit and Reach dalam satuan sentimeter (cm). Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas varians Levene’s Test, serta uji Independent Samples t-test dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kelentukan atlet pemula adalah 9,50 cm dengan standar deviasi 6,295, sedangkan rata-rata kelentukan atlet lanjutan adalah 9,88 cm dengan standar deviasi 5,732. Uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal (pemula p = 0,050; lanjutan p = 0,360) dan uji homogenitas menunjukkan varians homogen (p = 0,486). Hasil uji Independent Samples t-test memperoleh nilai signifikansi Sig. (2-tailed) = 0,833 (p > 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelentukan atlet Taekwondo pemula dan atlet Taekwondo lanjutan di Club Taekwondo Fighter Kota Bitung yang sudah dibagi menjadi atlet Pemula dan Atlet Lanjutan. Disarankan kepada pelatih untuk menyusun program latihan kelentukan secara terstruktur guna meningkatkan performa atlet, prestasi atlet, serta untuk meminimalkan risiko cedera.
Profil Daya Tahan Jantung Paru pada Anggota Club Tondano Runners Rivaldo Chandra Lapian; Fentje Welliam Langitan; Nancy Sylvia Bawiling; Melky Pangemanan; Maxi Moleong; Fredrik Alfrets Makadada
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8686

Abstract

Daya tahan jantung paru (cardiorespiratory endurance) merupakan komponen vital kebugaran jasmani yang menggambarkan efisiensi sistem kardiovaskular dan pernapasan dalam menyediakan oksigen bagi otot selama aktivitas fisik berkepanjangan. Individu yang rutin berlari cenderung memiliki VO₂max lebih tinggi, yang berkorelasi dengan penurunan risiko penyakit kronis. Meskipun Klub Tondano Runners aktif menjalankan fun run, belum ada data objektif mengenai profil daya tahan jantung paru anggotanya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil daya tahan jantung paru anggota Klub Tondano Runners di Kabupaten Minahasa. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling terhadap 34 anggota aktif. Pengukuran dilakukan menggunakan Multi-Stage Fitness Test (Bleep Test), yakni tes lari progresif maksimal bolak-balik 20 meter mengikuti irama bunyi yang semakin cepat. Level dan shuttle terakhir yang berhasil diselesaikan dikonversi menjadi estimasi nilai VO₂max, lalu diklasifikasikan berdasarkan norma baku menjadi lima kategori. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 22 anggota (64,7%) mencapai kategori baik sekali, 7 anggota (20,6%) kategori baik, dan 5 anggota (14,7%) kategori cukup; tidak ada yang termasuk kategori kurang maupun kurang sekali. Proporsi dominan pada kategori baik sekali mengindikasikan tingkat kebugaran kardiorespirasi yang tinggi di kalangan anggota. Disimpulkan bahwa latihan lari rutin yang dijalani komunitas Tondano Runners telah memberikan dampak positif terhadap daya tahan jantung paru. Namun, anggota dengan kategori cukup perlu mendapat perhatian melalui program latihan yang lebih terindividualisasi agar pemerataan kebugaran optimal tercapai. Penelitian ini merekomendasikan evaluasi berkala dan penyesuaian program untuk mempertahankan serta meningkatkan kebugaran seluruh anggota.
Stroke frequency and decisiveness in elite competitive badminton (2020–2026): a systematic review of match analysis studies Melky Pangemanan; Fredrik Alfrets Makadada; Fadli Ihsan
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 11 No. 1 (2026): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30036860000

Abstract

In accordance with the PRISMA 2020 guidelines, a systematic search was conducted in the Scopus database, and in the first phase, 639 documents were identified that were published from 2020 to 2026. When 15 duplicates were removed, 624 records left were screened by title and abstract. Records that did not fall under English-language peer-reviewed articles or reviews deal explicitly with badminton stroke or match analysis were discarded, so in the end, 158 full-text articles were obtained for the eligibility check. The final thematic screening found 55 papers that were synthesized to prepare this review. The four main findings of the analysis are: (1) the smash stroke was recognized as the shot most used for attacking and also the shot most responsible for playing the winning points in elite singles and doubles; regardless of the level, (2) net shots, along with net-kills, were also the second most frequently used weapon, mainly in short-rally scenarios enabled by the rally-point scoring system; (3) gender and format-based differences are so marked that in male singles, more rear-court to front-court transitions occur than in female players; (4) there is a growing use of artificial intelligence and machine learning techniques to accurately quantify stroke patterns instead of mere notational analysis. In terms of numbers, the smash and net shot combined made up just about 73% of the winning shots in elite singles as per the gathered research, whereas net-kills represented more than 40% of the points won in elite women's doubles. These results lead directly to areas of coaching pedagogy, talent identification, and the design of training programs. The aim of future research should be to longitudinally monitor changes in stroke distribution as scoring systems change and to utilize wearable sensor technology for real-time stroke classification in natural match conditions.
Perbandingan Kualitas Tidur dengan Mengukur Keseimbangan dan Kelincahan pada Siswa SMP Negeri 1 Kema di Waleo Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara Naftanael Mourits Walangitan; Fentje W. Langitan; Melky Pangemanan; Marnex W. Berhimpong; Nancy S. Bawiling
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10377

Abstract

Kualitas tidur merupakan salah satu faktor penting yang berperan dalam menjaga fungsi fisik, kognitif, dan kesehatan remaja. Kurangnya kualitas tidur pada remaja dapat memengaruhi kemampuan motorik, termasuk keseimbangan dan kelincahan yang dibutuhkan dalam aktivitas sehari-hari maupun pembelajaran pendidikan jasmani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat keseimbangan dan kelincahan antara siswa yang memiliki kualitas tidur baik dan kualitas tidur kurang baik di SMP Negeri 1 Kema, Waleo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Sampel penelitian berjumlah 30 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangkan keseimbangan diukur menggunakan Tes Stork Stand dan kelincahan diukur menggunakan Illinois Agility Test. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kualitas tidur siswa adalah 6,2 yang termasuk kategori kurang baik. Sebanyak 21 siswa (70%) memiliki kualitas tidur kurang baik dan 9 siswa (30%) memiliki kualitas tidur baik. Hasil pengukuran keseimbangan menunjukkan rata-rata waktu bertahan sebesar 26,81 detik, dengan 26,67% siswa berada pada kategori sangat baik. Sementara itu, hasil pengukuran kelincahan menunjukkan rata-rata waktu penyelesaian sebesar 21,18 detik, dengan 43,33% siswa berada pada kategori baik. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kualitas tidur berhubungan dengan performa fisik siswa, di mana siswa yang memiliki kualitas tidur lebih baik cenderung menunjukkan kemampuan keseimbangan dan kelincahan yang lebih optimal dibandingkan siswa dengan kualitas tidur kurang baik. Oleh karena itu, peningkatan kualitas tidur perlu menjadi perhatian dalam upaya mendukung kebugaran dan performa fisik remaja di lingkungan sekolah.
Persepsi Pasien terhadap Kualitas Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Matani Tomohon Novianty Simbolon; Melky Pangemanan; Prycilia Pingkan Mamuaja; Theo Welly Everd Mautang
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.994

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kepuasan pasien di fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi pasien rawat jalan terhadap kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Matani Tomohon berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, yaitu Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas lima pasien rawat jalan dan satu tenaga kesehatan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pasien memiliki persepsi yang baik terhadap kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Matani Tomohon. Kebersihan lingkungan, prosedur pelayanan, ketanggapan petugas, kemampuan petugas, serta komunikasi dinilai baik. Namun, masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan kursi ruang tunggu, area parkir yang sempit, waktu tunggu pelayanan yang cukup lama, dan masih adanya petugas yang dinilai kurang ramah. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Matani Tomohon telah berjalan dengan baik, namun masih memerlukan perbaikan pada beberapa aspek untuk meningkatkan mutu pelayanan.
Hubungan Tingkat Kecanduan Media Sosial Dengan Kualitas Tidur Dan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Pada Pemuda Di Jemaat GMIM Filadelfia Tinoor Walanda Raintama; Christian B Pajung; Melky Pangemanan; Beatrix J Podung; Agustinus Butar-Butar; Mieke Mumekh
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1308

Abstract

Media sosial telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan pemuda, termasuk di Kota Tomohon yang memiliki tingkat penggunaan internet untuk media sosial mencapai 85,55%. Penggunaan media sosial yang berlebihan diduga berkaitan dengan gangguan kualitas tidur dan pola pemanfaatan pelayanan kesehatan pada kelompok usia muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecanduan media sosial dengan kualitas tidur dan pemanfaatan pelayanan kesehatan pada pemuda di Jemaat GMIM Filadelfia Tinoor. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 129 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling dari populasi 190 pemuda berusia 18–30 tahun. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner intensitas penggunaan media sosial, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk kualitas tidur, dan kuesioner pemanfaatan pelayanan kesehatan, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori kecanduan media sosial tinggi (60,5%), kualitas tidur buruk (94,6%), dan pemanfaatan pelayanan kesehatan yang baik (72,1%). Uji korelasi menunjukkan hubungan yang signifikan namun lemah antara kecanduan media sosial dengan kualitas tidur (r = -0,210; p = 0,017), sedangkan hubungan antara kecanduan media sosial dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan tidak signifikan (r = -0,033; p = 0,714), begitu pula hubungan antara kualitas tidur dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan tidak signifikan (r = 0,119; p = 0,181). Disimpulkan bahwa kecanduan media sosial berkontribusi terhadap penurunan kualitas tidur pemuda, tetapi tidak berhubungan secara langsung dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan mereka. Diperlukan edukasi digital detox dan skrining kualitas tidur pada pelayanan kesehatan primer bagi kelompok usia muda.
Co-Authors . Fredrik Alfrets Makadada Adam Ericson Silitonga Adelin Kontul Agusteivie Albert Jefta Telew Agustinus Butar-Butar Ahmad Paturusi Anuadrin Mokoagow Anuardin Mokoagow Aprillia Sumenda Augustinus Robin Butarbutar Beatrix J Podung Beatrix Jetje Podung Bokau, Jopie Bolung, Jeremy Agusten Risen Cheryl Virginia Kaparang Christian Bertom Pajung Christo Rompis Defio Mario Ratu Deviana Pratiwi Munthe Dipan , Yulita Dipan, Yulita Djemie Manampiring F.W. Langitan Fadli Ihsan Fat Buang Revo Runtu Fentje W. Langitan Fentje Welliam Langitan Fernanda Tasya Sasuwe Gracia Karin Tanwijaya Grenaldy Yody Mathindas Hensly Timporok Herni Kakombohi Jansen B. Kawengian Jayens Tamasiro Jemmy Mangindaan Jendra Pijoh Jevier Gerung Jilly Toar Jilly Toar Juliardo Lumempouw Juridi Kalalo Kadir, Mulyadi Kakombohi, Herni Kalsum Naser Karisoh, Maleakhi Figo Kaunang, Aprilia Kevin Simbawa Langi, Viani Sophia Langitan, F.W. Maleakhi Figo Karisoh Marnex Berhimpong Marnex W. Berhimpong Marvel Manopo Mathindas, Grenaldy Yody Maureen Tumalun Maxi Moleong Mei Putri Ambat Mokoagouw, Anuarudin Moleong , Maxi Marthen Luther Moleong, Maxi Marthen Luther Mumekh, Mieke Naftanael Mourits Walangitan Nancy S. Bawiling Nancy Sylvia Bawiling Nomi Tampilang Novianty Simbolon Pangaila, Agnes Angeli Maria Paturusi , Ahmad Pratiwi Sarageti Prisca Victorina Kaunang Prisca kaunang Prycilia Pingkan Mamuaja Rara Londok Ridho Bastanta Tarigan Rivaldo Chandra Lapian Robin Butarbutar Rostina Uduas Sarageti, Pratiwi Sindy C Tumurang Syallomita Elsaday Pompayo Syallomita Pompayo Tawang Wicaksono Theo W. E Mautang Tika Bela Sari Tumanduk, Livia Friska Vebriannty Buka Walanda Raintama