Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

EVALUASI PENERAPAN GOOD HYGIENE PRACTICES (GHyP) PADA TEMPAT PEMOTONGAN AYAM DI PASAR TRADISIONAL KOTA KENDARI Yaddi, Yamin; Libriani, Restu; Fitrianingsih, Fitrianingsih; Sahaba, La Ode; Pancar, Fadli Ma’mun; Dewi, Fitria; Nugrawati, Andi Laila; Rejeki, Sri
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1032.044 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v8i2.38042

Abstract

ABSTRACT Quality assurance and food safety have an important role in the supply of food. Chicken meat is one of the foodstuffs of animal origin that continues to experience an increase in demand every year. The provision of chicken meat in Kendari City still depends on traditional markets through poultry slaughterhouses. This study aimed to evaluate the implementation of Good Hygiene Practices at poultry slaughterhouses located in traditional markets in Kendari City. The research was focused on worker competence, chicken meat products, and the production environment. Data collection was carried out through observation and interviews with 39 merchants from seven traditional markets in Kendari City. The results of this study indicated that 69.23% (27/39) of the respondents were in the productive age group, namely 21-40 years, while 48.72% (19/39) of the respondents' educational level were high school equivalents. In the whole production process, the poultry slaughterhouse did not separate clean and dirty rooms in handling carcasses. Meanwhile, on the environmental aspect, there were still poultry slaughterhouses without waste treatment and supervision. The results of this study concluded that the poultry slaughterhouses in traditional markets in Kendari City had not implemented Good Hygiene Practices thoroughly. Keyword: Good hygiene practices, poultry slaughterhouse, traditional market ABSTRAK Penjaminan kualitias dan keamanan pangan memiliki peranan penting dalam penyediaan bahan pangan. Daging ayam merupakan salah satu bahan pangan asal hewan yang terus mengalami peningkatan permintaan setiap tahunnya. Penyediaan daging ayam yang di Kota Kendari masih bergantung pada pasar tradisional melalui tempat pemotongan ayam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan Good Hygiene Practices yang dilaksanakan pada tempat pemotongan ayam yang terletak di pasar tradisional Kota Kendari. Penitian difokuskan pada kompetensi pekerja, produk daging ayam serta lingkungan produksi. Pengumpulan data dilakukan melaui observasi dan wawancara pada 39 pelaku usaha dari 7 pasar tradisional yang terdapat di Kota Kendari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 69,23% (27/39) responden berada pada rentan usia produktif yaitu 21-40 tahun, 48,72% (19/39) tingkat pendidikan responden adalah SLTA sederajat. Pada proses produksi keseluruhan tempat pemotongan ayam tidak memisahkan antara ruang bersih dan ruang kotor dalam penanganan karkas. Sedangkan pada aspek lingkungan, masih ditemukan TPA yang berprodusi tanpa pengolahan limbah serta tanpa pengawasan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tatalaksana pemotonan ayam di pasar tradisonal Kota Kendari belum menerapkan prosedur Good Hygiene Practices secara menyeluruh. Kata kunci: Good Hygiene Practices, tempat pemotongan ayam, pasar tradisional
KAJIAN FORMULASI SUBSTITUSI JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus) PADA BAKSO IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DAN NILAI GIZI Asdar, Asdar; tamrin, tamrin; Rejeki, Sri; Wahyuni, Sri
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 7, No 5 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.033 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v7i5.28389

Abstract

ABSTRACT This study aimed to determine the effect of oyster mushroom substitution formulations on the organoleptic characteristics and nutritional value of tuna fish balls. This study used a completely randomized design (CRD), which consisted of five types of treatment which were a ratio of tuna to oyster mushrooms, namely (Y0) 100% tuna: 0% oyster mushroom, (Y1) 85% tuna: 15% oyster mushroom, (Y2) 80% tuna: 20% oyster mushroom, (Y3) 75% tuna: 25% oyster mushroom, and (Y4) 70% tuna: 30% oyster mushroom. The results show that there was a significant effect of oyster mushroom substitution on the panelists' preference level of color, taste and texture but no significant effect on the aroma. The sample with the highest average organoleptic assessment score was the Y4 treatment with the scores of color, taste, texture, and aroma reaching 4.11 (like), 3.49 (like), 3.91 (like), and 3.67 (like), respectively. The Y4 sample nutritional value analysis shows that it contained 56.41% water, 2.75% ash, 14.81% protein, 4.61% fat, and 2.75% carbohydrates. Tuna fish balls with oyster mushrooms substitution have nutritional value that met the national standard of water, ash, protein, and carbohydrate contents, while the fat content did not meet the national standard. Keywords: Meatballs, tuna, oyster mushrooms. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formulasi penambahan jamur tiram pada bakso ikan tongkol terhadap karakteristik organoleptik dan nilai gizi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 jenis perlakuan yang merupakan kombinasi proporsi yang berbeda antara ikan tongkol dengan penambahan jamur tiram yaitu (Y0) ikan tongkol 100% : jamur tiram 0%, (Y1) ikan tongkol 85% : jamur tiram15%) (Y2) ikan tongkol 80% : jamur tiram 20%) (Y3) ikan tongkol 75% : jamur tiram 25%) (Y4) ikan tonkol 70% : jamur tiram30%). Berdasarkan hasil penelitian terdapat pengaruh nyata penambahan jamur tiram terhadap tingkat kesukaan panelis meliputi warna, rasa dan tekstur namun tidak berpengaruh nyata terhadap aroma. Perlakuan terpilih berdasarkan uji organoleptik yaitu pada perlakuan Y4 dimana penilaian organoleptik parameter warna, rasa dan tekstur menunjukan parameter berpengaruh nyata sedangkan uji organoteptik aroma tidak berpengaruh nyata. nilai uji hedonik organoleptik dengan skor penilaian kesukaan terhadap warna sebesar 4,11 (suka), rasa 3,49 (suka) tekstur 3,91 (suka) dan aroma 3,67(suka) sedangkan nilai gizi yaitu kadar air sebesar 56,41%, abu 2,75, protein 14,81%, lemak 4,61% dan karbohidrat 2,75%. Bakso ikan tongkol dengan penambahan jamur tiram memiliki nilai gizi sesuai standar SNI terhadap kadar air, abu, protein dan karbohidrat, sedangkan kandungan lemak tidak memenuhi standar SNI. Kata kunci: Bakso, ikan tongkol, jamur tiram
EFEKTIVITAS ENKAPSULAT KUNYIT PUTIH (Curcuma zedoaria) DENGAN PERLAKUAN PERBANDINGAN MALTODEKSTRIN DAN KARAGENAN SEBAGAI PENYALUT Sri Endang Lestari Ningsih; RH Fitri Faradilla; Sri Rejeki
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jstp.v8i2.41449

Abstract

ABSTRACT The purpose of this study was to determine the effect of the comparison of maltodextrin and carrageenan as a coating on the organoleptic properties, solubility, water content and antioxidant activity of white turmeric (Curcuma zedoaria) encapsulate. The research method used a completely randomized design (CRD) consisting of 5 treatments MK1 (10 g maltodextrin: 0 g carrageenan), MK2 (9.75 g maltodextrin: 0.25 g carrageenan), MK3 (9.5 g maltodextrin: 0.5 g carrageenan), MK4 (9.25 g maltodextrin : 0.75 g carrageenan), MK5 (9 g maltodextrin : 1 g carrageenan). Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) if significantly different then continued with Duncan Multiple Range Test (DMRT) with 95% confidence level (α = 0.05). The results showed that the treatment was selected based on organoleptic tests, water content and solubility by giving points with a value of 5 (best) to 1 (least good). Based on the results of ranking/calculation of the highest total value found in the MK3 treatment with an average rating of 4.17 (golden yellow), aroma 1.60 (slightly turmeric-scented), taste 4.75 (not bitter) and 8.51% water content, solubility of coarse powder. 94.26%, fine powder solubility 95.98%, and antioxidant activity (IC50) for control (without encapsulation) of 1064.06 ppm and MK3 treatment was 850.14 ppm. Keywords: Encapsulation, Carrageenan, White turmeric, Maltodextrin ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbandingan maltodekstrin dan karagenan sebagai penyalut terhadap sifat organoleptik, kelarutan, kadar air dan aktivitas antioksidan enkapsulat kunyit putih (Curcuma zedoaria). Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan MK1 (10 g maltodekstrin : 0 g karagenan), MK2 (9,75 g maltodekstrin : 0,25 g karagenan), MK3 (9,5 g maltodekstrin : 0,5 g karagenan), MK4 (9,25 g maltodekstrin : 0,75 g karagenan), MK5 (9 g maltodekstrin : 1 g karagenan). Data dianalisis menggunakan Analysis of Varian (ANOVA) jika berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terpilih berdasarkan uji organoleptik, kadar air dan kelarutan dengan cara memberikan poin dengan nilai 5 (paling baik) sampai 1 (paling kurang baik). Berdasarkan hasil perangkingan/ perhitungan nilai total tertinggi terdapat pada perlakuan MK3 dengan rerata penilaian terhadap warna 4,17 (kuning keemasan), aroma 1,60 (agak beraroma kunyit), rasa 4,75 (tidak pahit) dan kadar air 8,51%, kelarutan serbuk kasar 94,26%, kelarutan serbuk halus 95,98%, dan aktivitas antioksidan (IC50) untuk Kontrol (tanpa enkapsulasi) sebesar 1064,06 ppm dan perlakuan MK3 sebesar 850,14 ppm Kata kunci: Enkapsulasi, Karagenan, Kunyit putih, Maltodekstri
PENGARUH METODE THAWING YANG BERBEDA TERHADAP MUTU SENSORI DAN PROKSIMAT KERANG POKEA (Batissa violacea var. celebensis von. Martens 1897) BEKU Nurfila, Nurfila; Isamu, Kobajashi Togo; Rejeki, Sri
Jurnal Fish Protech Vol 7, No 1 (2024):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/jfp.v7i1.48109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode thawing yang berbeda terhadap mutu sensori dan proksimat kerang pokea beku. Parameter yang diamati yaitu analisis sensori (kenampakan, aroma, dan tekstur), dan analisis proksimat (kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak dan karbohidrat). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), jika hasil analisis menunjukan berbeda nyata maka dilakukan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yaitu thawing menggunakan air hangat (P1), thawing menggunakan perendaman air (P2), dan thawing menggunakan suhu ruang (P3), dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil analisa sensori dari thawing daging kerang pokea beku berpengaruh nyata terhadap kenampakan, aroma, dan tekstur, sedangkan hasil analisa proksimat daging kerang pokea thawing berpengaruh nyata terhadap kadar lemak. Nilai sensori terbaik pada perlakuan (P1) dimana nilai kenampakan, bau dan tekstur masing-masing 7,4, 7,1, dan 6,5. Uji proksimat menunjukan bahwa perlakuan P2 mempunyai nilai kadar protein dan karbohidrat tertinggi yaitu 16,49% dan 0,78%. Selanjutnya pada perlakuan (P3) menunjukan kadar air dan kadar abu tertinggi masing-masng yaitu 71,18% dan 1,66%. Kadar lemak tertinggi pada perlakuan (P1) yaitu 11,90%.
Kajian Cara Pengolahan, Karakterisasi Mutu Sensori Dan Proksimat Gurita (Octopus sp.) Kering Di Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi Yani, Safitri; Ibrahim, Mohammad Nuh; Rejeki, Sri
Jurnal Fish Protech Vol 7, No 1 (2024):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/jfp.v7i1.48111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji cara pengolahan, karakteristik mutu sensori dan proksimat Gurita (Octopus Sp.) Kering di Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 sumber keragaman berdasarkan tempat produksi di 3 lokasi desa yang berbeda dengan pengulangan pengambilan sampel sebanyak 3 kali. Data yang diperoleh di analisis menggunakan anlisis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) jika terdapat pengaruh antar perlakuan. Hasil menunjukkan nilai sensori berpengaruh nyata terhadap kenampakan, aroma, rasa, dan tekstur, sedangkan hasil penelitian proksimat berpengaruh nyata terhadap kadar air, abu, dan lemak serta tidak berpengaruh nyata terhadap kadar protein. Kisaran nilai proksimat masing-masing untuk kadar air, kadar protein, kadar lemak, dan kadar abu adalah 29,70% - 25,36%, 47,06% - 45,02%, 5,60% - 4,58% dan 12,06 % - 9,03%.
KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK, FITOKIMIA DAN KIMIA SUBSTITUSI SERAI TEH SERBUK KULIT SALAK (Salacca zalacca) Rejeki, Sri; L, Mariani; Libriani, Restu
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 8, No 6 (2023):
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jstp.v8i6.46525

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi serai terhadap nilai organoleptik, fitokimia dan kimia teh serbuk kulit salak dan untuk mengetahui pengaruh substitusi serai terhadap penilaian kimia teh serbuk kulit salak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan serai dengan konsentrasi 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40%. Metode yang digunakan analisis ragam dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan kontrol memiliki kadar air sebesar 13,40% dan perlakuan terpilih sebesar 13,59%. Kadar abu pada perlakuan kontrol sebesar 1,53% dan perlakuan terpilih memiliki kadar abu sebesar 1,47%. Untuk fitokimia pada perlakuan kontrol positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, namun negative mengandung polifenol. Untuk perlakuan terpilih positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan polifenol.
DIVERSIFIKASI PRODUK AYAM KAMPUNG DAN PENDAMPINGAN SERTIFIKASI HALAL PRODUK PANGAN DI DESA RANOOHA RAYA, MORAMO UTARA Libriani, Restu; Fitrianingsih, Fitrianingsih; Sulfitrana, Andini; Toba, Racmita Dewi S.; Rejeki, Sri
HIRONO : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): 2024 April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Hein Namotemo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55984/hirono.v4i1.175

Abstract

Article 4 of Law No. 33 of 2014 states that every product that enters, circulates, and is traded in Indonesia must be certified halal. The obligation for halal certification for products entering, circulating, and being traded in the Indonesian territory will be enforced starting October 17, 2024. Diversification of native chicken products into various products is highly feasible to increase product variants, thereby enhancing their marketability and bringing financial benefits to farmers. The community service activities carried out aim to (1) motivate native chicken farmers to diversify their products, (2) optimize the productivity of native chicken farmers, and (3) socialize and assist in the application for halal certification of food products. The methods used are counseling and Q&A sessions. The results of these activities showed a high level of community enthusiasm, as evidenced by the punctual attendance of community members, with an attendance rate reaching 90%, and their participation in providing tools and materials to support the activities. Based on the evaluation results, it was found that 89% of the participants understood how to process chicken meat into meatballs, shredded chicken, and floss, and 97% of the participants liked the results.  
PELATIHAN PENGUATAN KAPASITAS KELOMPOK TANI DENGAN PENGOLAHAN UBI JALAR UNGU DI DESA BARANGKA KECAMATAN KAPONTORI, KABUPATEN BUTON rejeki, sri; Faradilla, RH. Fitri; L, Mariani; Rianse, Muhammad Iqbal Kusumabaka; Libriani, Restu
HIRONO : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): 2024 Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Hein Namotemo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55984/hirono.v4i2.204

Abstract

Community service activities in Barangka Village, Kapontori District, Buton Regency aim to improve the skills of farmer groups in processing purple sweet potatoes into value-added food products, namely jam and ice cream. The training, which was attended by 25 participants, was carried out to provide knowledge about the nutritional benefits of purple sweet potatoes, as well as skills in making processed products with economic value. During the activity, participants were taught the process of making purple sweet potato jam and ice cream, from processing raw materials to marketing techniques. The evaluation results showed that 98% of participants succeeded in processing purple sweet potatoes into cendol, and 96% of participants succeeded in making ice cream from the same ingredients. As many as 100% of participants said they liked both products, which shows a high level of satisfaction with this training. This training not only improves the participants' technical skills, but also encourages an entrepreneurial mind-set among farmers, so that they are able to create innovative products that can be produced
Pengukuran Dan Penilaian Status Gizi Anak Sekolah Di SD Islam Terpadu Al Wahdah Kendari Rejeki, Sri; Naim, Yulfa; Adriani, Nur; Astrid; Elizyah; Muzdalifah; Mariyanti
Indonesian Journal of Community Dedication Vol. 7 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Community Dedication (IJCD)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/community.v7i1.2135

Abstract

Anak usia sekolah masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan rawan terkena masalah gizi. Pemenuhan asupan zat gizi sangat berpengaruh terhadap status gizi anak. Pengukuran status gizi anak merupakan salah satu langkah pencegahan terjadinya masalah gizi. Tujuan kegiatan pengabdian ini dilakukan adalah untuk menentukan status gizi anak sekolah sehingga dapat dilakukan pencegahan timbulnya masalah gizi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan mengukur tinggi badan dan berat badan. Hasil pengukuran dan penilaian status gizi anak sekolah di SD Islam Terpadu Al Wahdah Kendari berdasarkan indeks massa tubuh dan jenis kelamin diperoleh 41 anak berstatus gizi kurang, 86 anak berstatus gizi normal, 11 anak berstatus gizi lebih, dan 1 anak yang obesitas. Orang tua perlu mengatur pola asupan zat gizi sang anak dan memantau pertumbuhan anak dengan melakukan pengukuran secara periodik untuk mencegah terjadinya masalah gizi pada anak sekolah.
SENYAWA METABOLIT PADA VEGETASI SEKUNDER DIBAWAH KONDISI EKOLOGI KARST KABUPATEN MUNA SULAWESI TENGGARA: STUDI PUSTAKA Sri Rejeki
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 9 No. 6 (2024): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/58ar4229

Abstract

Ekosistem karst merupakan salah satu ekosistem yang khas dengan fitur-fitur lanskap unik seperti gua, sinkhole, dan bukit menara. Kabupaten Muna di Sulawesi Tenggara memiliki ekosistem karst yang luas dan beragam, menciptakan lingkungan unik bagi perkembangan vegetasi sekunder. Vegetasi sekunder di ekosistem karst adalah hasil regenerasi alami setelah gangguan alam atau aktivitas manusia. Tanaman di ekosistem ini harus beradaptasi dengan kondisi tanah yang tipis dan miskin nutrisi, seringkali melalui produksi senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, terpenoid, dan fenolik. Senyawa ini berfungsi sebagai mekanisme pertahanan dan memiliki nilai ekologis serta ekonomis. Penelitian mengenai senyawa metabolit di vegetasi sekunder karst Muna dapat memberikan wawasan tentang adaptasi tanaman terhadap kondisi ekstrem dan potensi penggunaan senyawa tersebut dalam bidang farmasi dan industri lainnya