Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) dengan Media Konkret untuk Meningkatkan Pembelajaran Matematika tentang Pecahan pada Siswa Kelas III A SD Negeri Kalipuru Tahun Pelajaran 2022/2023 Dian Fitria; Wahyudi Wahyudi; Moh Salimi
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 11, No 3 (2023): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v11i3.74606

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan pembelajaran Matematika tentang pecahan pada siswa kelas III melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan media konkret. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian ini ialah guru kelas dan siswa kelas IIIA SDN Kalipuru. Data yang digunakan berupa data kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, studi dokumen dan tes. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dilaksanakan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan pembelajaran Matematika tentang pecahan dengan model Problem Based Learning (PBL) dengan media konkret. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan media konkret dapat meningkatkan pembelajaran Matematika tentang pecahan pada siswa kelas IIIA SDN Kalipuru tahun pelajaran 2022/2023. 
Upaya Peningkatan Pembelajaran IPA Melalui Penerapan Model Problem Based Learning Berbantuan Media Konkret bagi Siswa Kelas V SD Alfina Tri Buanawati; Suhartono Suhartono; Wahyudi Wahyudi
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 11, No 3 (2023): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v11i3.73534

Abstract

Pembelajaran IPA pada siswa kelas V SD diharapkan dapat mengembangkan sikap ilmiah, keterampilan proses, dan hasil belajar ranah kognitif melalui permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan langkah-langkah model Problem Based Learning dengan media konkret, meningkatkan pembelajaran IPA, serta mendeskripsikan kendala dan solusi saat pembelajaran. Subjek penelitian ialah guru dan siswa kelas V SDN Bendogarap. Data yang digunakan yakni kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan tes. Validitas data menggunakan triangulasi teknik dan sumber data. Analisis data dilaksanakan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Terdapat lima langkah penerapan model PBL dengan media konkret. Persentase penilaian sikap pada siklus I 76,38%, siklus II 87,50%, dan siklus III 94,44%. Persentase keterampilan proses siklus I 79,99%, siklus II 87,50%, dan siklus III 93,33%. Persentase ketuntasan hasil belajar ranah kognitif siklus I 80,34%, siklus II 86,53%, dan siklus III 88,46%. Kendala yang dijumpai yaitu siswa kurang aktif dalam pembelajaran. Simpulan penelitian ini adalah penerapan model PBL dengan media konkret dapat meningkatkan pembelajaran IPA tentang siklus air pada siswa kelas V SDN Bendogarap tahun ajaran 2022/2023.  
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) dengan Media Audio Visual untuk Meningkatkan Pembelajaran IPAS Materi Kerajaan-kerajaan di Nusantara pada Siswa Kelas IV SDN 1 Adiarsa Tahun Ajaran 2022/2023 Riyadhotul Mukaromah; Muhamad Chamdani; Wahyudi Wahyudi
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 11, No 3 (2023): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v11i3.74631

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan langkah-langkah penerapan model Problem Based Learning dengan media audio visual, (2) meningkatkan pembelajaran IPAS, (3) mendeskripsikan kendala dan solusi yang dihadapi dalam penerapan model Problem Based Learning dengan media audio visual. Langkah-langkahnya yaitu: (1) orientasi masalah, (2) Mengorganisasikan siswa, (3) membimbing penyelidikan siswa, (4) menyajikan hasil kerja atau diskusi, (5) Menganalisis serta mengevaluasi proses. Instrument penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi, wawancara,dan tes. Subjek penelitian adalah siswa kelas 4 SDN 1 Adiarsa yang berjumlah 15 orang. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dilakukan dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian yang dihasilkan menunjukkan peningkatan pembelajaran IPAS tentang kerajaan-kerajaan di Nusantara dengan persentase siklus I sebesar 83,33%, siklus II sebesar 88,16% dan siklus III sebesar 92,50%. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan model Problem Based Learningdapat meningkatkan hasil pembelajaran IPAS materi kerajaan-kerajaan di Nusantara pada siswa kelas IV SDN 1 Adiarsa tahun ajaran 2022/2023. 
Assistance with The Fun Schools Movement (GSM) for Strengthening The Profile of Pancasila Learners for Teachers and Students in Primary Schools Kartika Chrysti Suryandari; Rokhmaniyah Rokhmaniyah; Wahyudi Wahyudi; Muh Chamdani; Murwani Dewi Wijayanti; Dewi Indrapangastuti
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 3 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v6i3.82304

Abstract

GSM merupakan gerakan sosial bersama guru untuk menciptakan budaya belajar yang kritis, kreatif, mandiri dan menyenangkan di sekolah. Permasalahan yang dihadapi mitra yaitu bahwa penanaman karakter kurang ditekankan dalam pembelajaran terbukti banyak siswa yang sering terlambat datang kesekolah, kurang kemandirian, kerjasama antar siswa kurang karena pembelajaran terpusat pada guru.  Penanaman karakter dalam pembelajaran ditujukan untuk membentuk profil pelajar Pancasila. Metode pengabdian partisipatif kelompok dan individu, sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, penerapan dan monitoring. Pengabdian dilaksanakan dengan peserta guru-guru dan siswa SDN 1 Jatisari Kebumen, dari kelas 1-6.  Metode pengabdian partisipatif kelompok dan individu, sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, penerapan dan monitoring. Hasil pengabdian guru dan siswa menerapkan pembiasaan baik pada pembelajaran di zona kedatangan dengan tujuan disiplin dalam kehadiran, zona kreativitas untuk memajang hasil karya siswa, zona kebersihan agar siswa peduli pada lingkungan sekolah dan zona literasi baca untuk memberdayakan gemar membaca. Bagi guru pelaksanaan GSM sebagai upaya untuk melaksanakan pembiasaan baik, sedangkan bagi siswa untuk menumbuhkan karakter profil pelajar Pancasila.
Socialization of Manufacturing Methods Traditional Drink from Telang Flowers in The Wonosari Village Community Wahyudi Wahyudi; Muthi'ah Salma; Yoyan Ega Pradana; Uchti Fitriyaningsih; Zati Hulwani Mindandi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 3 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v6i3.82341

Abstract

Bunga Telang merupakan jenis tanaman liar yang tumbuh subur di beberapa daerah di Indonesia. Bunga Telang bermanfaat sebagai penyembuh berbagai macam penyakit seperti asma, diabetes, kolesterol, dan juga dapat sebagai bahan minuman, bahan pewarna makanan serta kosmetik. Namun, pemanfaatan bunga Telang tersebut belum banyak diketahui oleh warga Desa. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang (1) pemanfaatan bunga Telang, (2) cara pembuatan minuman tradisional dan zat pewarna makanan dari bunga Telang. Kegiatan ini menggunakan metode sosialisasi, demonstrasi, dan praktik membuat minuman dari bunga Telang. Kegiatan ini diikuti oleh warga masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK Desa Wonosari. Hasil kegiatan ini adalah (1) meningkatnya pemahaman masyarakat tentang kebaradaan dan pemanfaatan bunga Telang, (2)  meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang cara membuat minuman tradisional dan zat pewarna makanan dari bunga Telang. Simpulannya adalah kegiatan ini berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat tentang pemanfaatan bunga Telang.
HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SDN SEKECAMATAN ALIAN Usvah Istikomah; Wahyudi Wahyudi; Moh. Salimi
Journal of Professional Elementary Education Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Professional Elementary Education
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jpee.v1i1.1

Abstract

The background of this research is the weak ability of students in communicating their ideas or thoughts into mathematical language with the aim of research (1) to determine the correlation between mathematical communication skills and mathematics learning outcomes about solid figures to fifth grade students of public elementary schools in Alian Sub-district and (2) to measure the contribution of mathematical communication skills on mathematics learning outcomes about solid figures to fifth grade students of public elementary schools in Alian Sub-district in academic year of 2020/2021. The research was correlational quantitative method. The samples were 297 fifth grade students in 11 public elementary schools throughout Alian Sub-district. Data analysis used a simple correlation test with a significance level of 5% and the determination coefficient. The results showed that: (1) there was a correlation between mathematical communication skills and mathematics learning outcomes about solid figures to fifth grade students of public elementary schools in Alian Sub-district. It indicated strong correlation which was the value of r arithmetic (0.538) > r table (0.114). It meant that the higher student’s mathematical communication skills, the higher student’s mathematics learning outcomes, and vice versa; (2) the determination coefficient of mathematical communication skills was 28.9% on mathematics learning outcomes and the remaining 61.1% was influenced by other factors
Enhancing Critical Thinking Skills of Prospective Elementary School Teachers: A Study on Problem-Based Learning Approach Dewi Indrapangastuti; Wahyudi Wahyudi; Rokhmaniyah Rokhmaniyah
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 1 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i1.4476

Abstract

Critical thinking is a higher-order thinking skill that must be fostered during learning. This study aims to provide insights into the achievement of critical thinking skills among students through the implementation of the problem-based learning model in the geometry course. The research methodology employed in this study is descriptive in nature. The participants consisted of 40 Primary School Teacher Education students, who were divided into high, medium, and low-ability groups. Data were collected through written tests and observations. Twelve indicators of critical thinking skills were measured, with ten indicators assessed through written tests and two indicators through observations. The data were analyzed using quantitative descriptive analysis techniques. The study's findings indicate that students' critical thinking skills, as assessed through tests and observations, are considered good in the high, medium, and low groups. This is evident from the average percentages of 83.16% for the high group, 76.40% for the medium group, and 72.08% for the low group, respectively. Students in the high-ability group demonstrated a significantly excellent level of critical thinking skills. In conclusion, applying the PBL model significantly enhances students' critical thinking abilities.
Perspectives of Students and Teachers Form Continuing Professional Development: Challenge And Obstacle Kartika Chrysti Suryandari; Rokhmaniyah Rokhmaniyah; Wahyudi Wahyudi
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 2 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i2.4572

Abstract

Continuous professional development (CPD) for teachers is crucial for enhancing their professional capabilities, particularly in pedagogical skills. Despite its importance, several barriers and challenges impede the effective development of the teaching profession. This study aims to investigate these obstacles through the perceptions of elementary school students and teachers, providing insights into the current state of CPD in education. A survey method was used to gather data from 150 participants, including students and teachers, to explore their perceptions of CPD. The survey focused on various aspects of CPD, including educational practices, learning processes, professional development activities, and supporting mechanisms. The findings revealed significant differences in perceptions between students and teachers across the examined aspects. Teachers predominantly prioritized the learning process in their professional development efforts. Major obstacles identified included a lack of motivation and insufficient intervention for practicing teachers. Additionally, a critical challenge for teachers was the deficiency of high-quality resources necessary to conduct effective research in learning methodologies. The disparity in perceptions between students and teachers highlights the need for more targeted CPD programs that address the specific needs of educators. Enhancing motivation and providing adequate support and resources are essential for overcoming these barriers. Addressing these challenges can lead to more effective teaching practices and ultimately improve the quality of education. This study underscores the importance of understanding the barriers and challenges to CPD from both students' and teachers' perspectives. By prioritizing the learning process and addressing motivational and resource-related issues, stakeholders can better support the professional development of teachers, leading to improved pedagogical outcomes.
Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Materi Bangun Ruag di Kelas V SD Negeri Bonosari Tahun Ajaran 2020/2021 Rizki Setiorini; Muhamad Chamdani; Wahyudi Wahyudi
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 12, No 1 (2024): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v12i1.75562

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis jenis kesalahan siswa kelas V SD dalam menyelesaikan soal cerita materi bangun ruang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan objek siswa kelas V SD yang berjumlah 18 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kesalahan dan presentase kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita materi bangun ruang antara lain: reading error = 5%, comprehension error= 2.2%, transformation error = 16.7%, process skill error = 38.3%, encoding error = 15.6%. Simpulan penelitian ini adalah kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita materi bangun ruang di kelas V SD Negeri Bonosari tahun ajaran 2020/2021 diklasifikasikan dalam 5 jenis kesalahan, yakni: reading error, comprehension error, transformation error, process skill error, dan encoding error. 
Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning dengan Multimedia untuk Meningkatkan Pembelajaran IPS Tentang Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan Ayu Ratnaningsih; Wahyudi Wahyudi; Muhamad Chamdani
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 12, No 1 (2024): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v12i1.76315

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan model pembelajaran project based learning dengan multimedia, meningkatkan pembelajaran IPS, dan mendeskripsikan kendala dan solusi penerapan model pembelajaran project based learning dengan multimedia. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) kolaboratif yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VB SDN Karangtanjung yang berjumlah 26 siswa dengan  15 siswa perempuan dan 11 siswa laki-laki. Data yang dianalisis berupa data kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, tes, dan kajian dokumen. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dilaksanakan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penilaian pembelajaran IPS pada aspek kognitif pada siklus I = 74,99%, siklus II = 82,68%, dan siklus III = 92,30%. Persentase rata-rata hasil keterampilan  siklus I = 71,06%, siklus II =  83,33%, dan siklus III = 87,35%. Persentase rata-rata hasil sikap siklus I =  74,06%,  siklus II = 82,98%, dan siklus III = 87,96%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model project based learning dapat meningkatkan pembelajaran IPS. Kesimpulan penelitian ini adalah project based learning dengan multimedia dapat meningkatkan pembelajaran IPS pada siswa kelas VB SDN Karangtanjung tahun ajaran 2022/2023.