Putu Budiartha, I Nyoman
Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Published : 183 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaturan Tentang Warisan dengan Akta Hibah Wasiat Berdasarkan Sistem Hukum Waris di Indonesia I Nyoman Oky Krisnanda; I Nyoman Putu Budiartha; I.B. Gede Agustya Mahaputra
Jurnal Interpretasi Hukum Vol. 3 No. 3 (2022): Jurnal Interpretasi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55637/juinhum.3.3.5771.365-371

Abstract

In addition to the inheritance system drawn from the lineage, the community can also appoint heirs outside the lineage. This can be done by making a will. The implementation of the contents of the will grant deed is sometimes a problem, especially for indigenous people who apply customary law. The purpose of the study was to determine the process of making will grants and the implementation of wills based on the Civil Code, to find out the legal consequences of implementing testamentary grants made with a testamental grant deed by indigenous groups whose inheritance system uses customary law. The type of normative legal research with a legal and conceptual approach. The results showed that the implementation of a will can be carried out through a notary by making a Certificate of Inheritance by a notary after checking whether or not the last will is on the list of will centers. For a will in the form of land rights, the Inheritance Rights Certificate is registered at the Office of the Ministry of Agrarian Affairs and Spatial Planning/National Land Agency to carry out changes to the data in the land certificate referred to in the will. A will grant deed made by indigenous people (Balinese people) who apply customary inheritance law does not become invalid, because the will grant deed is part of western civil law and its manufacture is subject to the Civil Code or because the person who makes the will is subject to customary law.
Model Pengelolaan Desa Wisata Berbasis Desa Adat di Desa Adat Kiadan-Pelaga-Badung- Bali (Pemerdayaan Masyarakat Adat Pada Desa Binaan Universitas Warmadewa di Bali) I Wayan Wesna Astara; A.A.Gde Oka Wisnumurti; I Nyoman Putu Budiartha; I Made Mardika; I Made Suniasta Amertha; I Ketut Irianto; A.A. Sagung Laksmi Dewi; Ida Ayu Putu Widiati; Luh Putu Suryani; Ni Luh Made Mahendrawati
Community Service Journal (CSJ) Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1157.392 KB)

Abstract

Abstrak Desa Plaga kuhusnya desa adat Kiadan secara legal telah didesign untuk menjadi Desa Wisata. Hal ini tidak terlepas dari proses politik dan hukum untuk menjadikan desa Plaga sebagai desa Wisata. Dikeluarkannya Surat keputusan Bupati Badung, nomor 47 tahun 2010 tentang penetapan kawasan desa wisata di kabupaten Badung. Tujuan penetapan desa wisata untuk mencegah kesenjangan ekonomi wilayah Badung Selatan dengan Badung Utara. Dengan adanya Surat Keputusan Bupati tentang Desa Wisata untuk Badung Utara khususnya Desa adat Kiadan diharapkan Desa Adat mampu mengelola fotensi Desa Wisatanya berdasarkan kearifan local yang hidup di masyarakat adat Bali sesuai dengan asas desa mawa cara, negara mawa tata. Hampir 8 (delapan) tahun terbitnya Surat Keputusan Bupati tidak jelas model pengelolaaan Wisata Desa di Kiadan, karena masyarakat belum mengetahui tentang konsep desa Wisata, bagaimana mengelola desa wisata, dan bagaima memanfaatkan potensi sebagai sumber daya budaya untuk mengangkat citra desa wisata untuk kesejahtraan masyarakat adat. Untuk itu, perlu pendampingan aktor pariwisata lokal, penyuratan pengelolaan desa wisata melalui awig-awig desa adat.
Penguatan Konstruksi Hukum Perihal Perlindungan Data Pribadi I Nyoman Putu Budiartha; I Made Pria Dharsana; Indrasari Kresnadjaja
Jurnal Magister Hukum Udayana (Udayana Master Law Journal) Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMHU.2023.v12.i01.p05

Abstract

Advances in technology and electronic transmission in the era of the industrial revolution 4.0 are currently having an impact on various fields, especially in social life. Without exception in Indonesia, the government has addressed this condition by establishing various legal regulations related to electronic information. However, the new personal data is regulated in the form of law specifically through Law No. 27 of 2022 concerning Personal Data Protection. So, this paper is directed to discuss the essence of personal data and strengthening efforts to protect it. This is normative legal research using statutory approach, conceptual approach, and analytical approach. The study indicated that Personal Data is defined as data about an identified or identifiable individual individually or in combination with other information either directly or indirectly through electronic or non-electronic systems. It is important to pay attention to this in addition to other elements of legal construction, namely structures/institutions related to personal data protection, as well as other elements, namely increasing legal awareness related to personal data protection (both public legal awareness in general and law enforcement awareness). Kemajuan teknologi serta transmisi elektronik pada era revolusi industri 4.0 saat ini membawa dampak pada berbagai bidang utamanya pada kehidupan sosial. Tanpa terkecuali di Indonesia, kondisi ini telah ditanggulangi pemerintah dengan membentuk berbagai aturan hukum terkait dengan informasi elektronik. Namun perihal data pribadi baru diatur dalam bentuk undang-undang secara khusus melalui Undang-Undang No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi. Maka pada tulisan ini diarahkan untuk membahas esensi dari data pribadi serta penguatan upaya perlindungannya. Tulisan ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan: peraturan perundang-undangan, pendekatan konsep, serta pendekatan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Data Pribadi diartikan sebagai data tentang orang perseorangan yang teridentifikasi atau dapat diidentifikasi secara tersendiri atau dikombinasi dengan informasi lainnya baik secara langsung maupun tidak langsung melalui sistem elektronik atau nonelektronik. Hal ini penting diperhatikan selain elemen konstruksi hukum yang lain yaitu struktur/ kelembagaan yang terkait dalam perlindungan data pribadi, serta elemen lainnya yaitu peningkatan kesadaran hukum terkait perlindungan data pribadi (baik kesadaran hukum masyarakat secara umum maupun kesadaran hukum penegak hukum).
Co-Authors A. A. Ngurah Deddy Hendra Kesuma A. Sagung Laksmi Dewi A.A Gede Diotama A.A Made Andika Purnama Arta A.A. Sagung Laksmi Dewi A.A.Gde Oka Wisnumurti AA Mas Pradnyandari Mantara Ade Satriasa Maha Putra Agnes Geraldine Olga Supriyana Agustinus Bali Mema Anak Agung Ayu Agung Cleo Bayu Pertiwi Anak Agung Bagus Wirawan Anak Agung Gde Chandra Wiratama Anak Agung Istri Altia Dwi Widaswari Anak Agung Krisna Kumala Dewi Anak Agung Ngurah Sentana Putra Anak Agung Sagung Laksmi Dewi Anak Agung Sagung Saviti Mahawishwa Karmani Arini, Desak Gde Dwi Aryabang Bang Frisyudha Audina Rahma Aurora Mayawa Rissandjani Azizul Anwar Bayu Angga Saputra Charles Ferguson Lagaribu De Ornay Cokorda Gede Wirasatya Pradana Desak Gde Dwi Arin Desak Gde Dwi Arini Desak Gede Dwi Arini Desak Gede Dwi Arini Desak Gede Dwi Arini Desak Putu Kania Pratiwi Dewa Ayu Putu Mita Purnamasari Dewa Ketut Swanjaya Tirta Diah Cayatri Sudibya Diah Gayatri Sudibya Diah Gayatri Sudibya Diah Gayatri Sudibya Dwitya Candra Yasa Dyah Merryani Ferdy Pradana Gde Nanda Radithya Kresnantara Sanjaya Gede Agus Wiadnyana Gede Andi Wiradharma Gede Bagus Andika Putra Gede Dana Semara Putra Gede Mahadi Waisnawa Hanata Putra Gede Nira Wicitra Yudha Gusti Ayu Ajeng Prabaningtyas Gusti Ayu Arya Anindyanari Auliani Dewi Gusti Ayu Dewi Irna Yanthi Gusti Ngurah Sudarma Yuda Gusti Putu Ngurah Gita Pradnyana Putra Hamam Febrian Cahaya I Dewa Gede Aditya Mahendra Putra I Dewa Gede Angga Bhasudeva I Dewa Gede Dwipayana Putra I Gede Agus Wira Sanjaya I Gede Dharma Kusuma I Gede Eka Surya Pramana I Gede Gita Ananda Putra I Gede Mallik Satya Devangga I Gede Putu J Gusnaedi I Gede Sudiarta I Gede Sukadana I Gede Tirtayasa I Gede Vera Yudana I Gusti Agung Ayu Gita Pritayanti Dinar I Gusti Agung Ngurah Anom Deva I Gusti Ayu Andara I Gusti Ayu Intan Chandra Dewi I Gusti Ayu Ria Rahmawati I Gusti Ngurah Bagus Denny Hariwijaya I Gusti Ngurah Rendra Suryana I Gusti Ngurah Winda Aditya Putra I Gusti Putu Ghosadhira Vedhastama I Kadek Ari Cahya Dwipa I Kadek Ary Astrawan I Kadek Bagiasa I Kadek Boy Aditya Mertajaya I Kadek Grendy Bhineka I Kadek Leo Byasama Wijaya I Kadek Surya Wirawan I Ketut Detri Eka Adi Pranata I Ketut Irianto I Ketut Suardika I Ketut Sukadana I Ketut Sukadana I Ketut Widia I Komang Angga Triyadi Giri I Komang Dodik Wijaya I Komang Tresnanda Pramana I Made Adi Putra I Made Aditya Wira Sanjaya I Made Ari Yudistira I Made Dharma Putra I Made Krisnan Wijaya Putra I Made Mardika I Made Minggu Widyantara I Made Minggu Widyantara I Made Pratitha Adi Putra I Made Pria Dharsana, I Made Pria I Made puspasutari Ujianti I Made Rai Sukerta I Made Satria Wibawa Tangkeban I Made Sukayasa I Made Suniasta Amertha I Made Wiratama I Nyoman Agus Saputra I Nyoman Gede Sugiartha I Nyoman Kerthia Wahyudi I Nyoman Oky Krisnanda I Nyoman Subamia I Nyoman Sujana I Nyoman Sukandia I Nyoman Sutama I Nyoman Yudhi Astika I Putu Angga Septayana I Putu Bagus Ariana I Putu Dipta Indrayana I Putu Gede Murditayasa I Putu Gede Seputra I Putu Rusdi Eka Pratama I Putu Setiawan Ivan Baskara I Putu Utama Putra I Putu Widya Laksana Pendit I Putu Wina Wirawan I Putu Yoga Febrian Cahya I Putu Yogi Saputra I Wayan Agus Paramartha I Wayan Arthanaya I Wayan Arthanaya I Wayan Arthanaya I Wayan Arthanaya I Wayan Bayu Suta I Wayan Eka Yasa I Wayan Gede Alfitra Surya Wijaya I Wayan Indra Adi Wicaksana I Wayan Parandika I Wayan Rideng I Wayan Tika Tambunan I Wayan Wahyu Wisnanta I Wayan Wesna Astara I.B. Gede Agustya Mahaputra Ida Ayu Gede Putri Satrianingsih Ida Ayu Putu Widiati Ida Bagus Rama Pratistha Indrasari Kresnadjaja Kadek Agus Adi Mego Kadek Anggik Dwiyanti Kadek Ardy Arya Saputra Kadek Bayu Dinata Putra Kadek Dani Arditha Perrnana Kadek Della Ayu Saputri Kadek Devi Arta Adnyani Kadek Dewi Darmayanti Kadek Jiyoti Mahayana Kadek Mas Aditya Mahottama Kadek Megah Bintaranny Kadek Ramdhana Wija Dharma Karma, Ni Made Sukaryati Kenneth De Lara Lim Ketut Adi Wirawan Ketut Arie Jaya Komang Kory Jayani Komang Krisna Hady Saputra Komang Vegayanthi l Gede Surya Mardita Putra lda Ayu Putu Widiati Linda Vianty Mala Takko Luh Eni Pribadi Luh Made Mahendrawati Luh Putu Sudini M Syahrul Bahri Made Indira Sukma Dewi Made Ipunk Dwi Kusuma Made Irnanda Diandifa Lestari Made Puspasutari Ujianti Made Putri Laras Sapta Ananda Made Restu Hawiwie Made Wisnuyoga Wardana Madejaya Senastri May Linda Iswaningsih Mey Anjani Ni Gusti Ketut Sri Ni Gusti Ketut Sri Astiti Ni Gusti Ketut Sri Astiti Ni Gusti Ketut Sri Astiti Ni Gusti Ketut Sri Astiti Ni Kadek Emy Kencana Wati Ni Kadek Marantina Dewi Ni Komang Arini Styawati Ni Luh Gede Suwarni Ni Made Ayu Pratiwi Ni Made Debi Ade Viskesia Ni Made Febby Savitri Dwi Cahyani Ni Made Harini Ni Made Lady Ruslya Ni Made Mirah Dwi Lestari Ni Made Puspa Sutari Ujianti Ni Made Puspa Sutari Ujianti Ni Made Puspa Sutariujianti Ni Made Puspasutari Ujianti Ni Made Puspautari Ujianti Ni Made Seri Wahyuni Dewi Ni Made Vira Vija Rahmasari Ni Nyoman Ayu Ratih Ganitri Ni Putu Ayu Diah Novianti Ni Putu Dyah Ayu Karina Prabandari Ni Putu Gita Padmayani Ni Putu Rai Santi Pradnyani Ni Putu Trisna Dewi Ni Putu Wirastha Wisnuswari Nurin Fitriana Ulfa Pande Bagus Yoga Pratama Putra Parmila, I Putu Prabowo Wijayanto Putu Agung Surya Prawira Putu Agus Wiyoga Dana Putra Putu Ayu Devi Kardila Putu Ayu Sriasih Wesna Putu Indri Sri Giyanthi Putu Inten Kanaya Putu Nita Yulistian Putu Suryani . Putu Widhiatmika Coryka Ratu Muti’ah Ilmalia Riadhi Tedi Putra Robertus Berli Puryanto Rofi Kurniawan Rustandi Senastri, Ni Made Jaya Widhiatmika Coryka Widiati, Ida Ayu Putu Yoga Wira Pranata Yogi Kristanto Yosef Primus Bana Yoshua Pramana Kawi