Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Manajemen Pencegahan Infeksi Akibat Luka Bakar di Lingkungan Rumah sebagai Upaya Realisasi Home Safety Pratiwi Yuliansari; Widhi Sumirat; Fresty Africia; Zulvana; Erwin Yektiningsih
Bhakti Patrika Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Pubfine Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64408/bp.2026.21146

Abstract

Pendahuluan: Luka bakar adalah kecelakaan rumah tangga yang paling umum. Luka bakar dapat terjadi akibat memasak, menyalakan listrik, kebocoran gas, dan bahkan karena kelalaian dalam mencegah dan mengawasi anak-anak yang suka menjelajahi peralatan listrik berbahaya di rumah. Infeksi luka bakar adalah komplikasi serius yang berpotensi terjadi akibat penanganan yang tidak tepat pada periode pasca-cedera akut. Sekitar 73% dari semua kematian dalam lima hari pertama setelah cedera luka bakar terbukti disebabkan secara langsung atau tidak langsung oleh proses infeksi. Metode: Kegiatan penyuluhan tentang manajemen pencegahan infeksi luka bakar ini dilakukan di Desa Darungan, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, yang melibatkan 40 ibu rumah tangga dan kader kesehatan. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mencegah infeksi luka bakar melalui pertolongan pertama yang tepat. Metode yang digunakan meliputi penyajian materi, demonstrasi, dan simulasi kasus manajemen luka bakar yang tepat, menggunakan media pembelajaran seperti video, brosur, dan permainan. Keberhasilan pendidikan kesehatan kemudian dievaluasi melalui tes pra dan pasca-pelatihan. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor pengetahuan rata-rata peserta dari 62,5 (tes pra-pelatihan) menjadi 85 (tes pasca-pelatihan). Lebih lanjut, 85% peserta melakukan prosedur pertolongan pertama yang benar selama simulasi. Kesimpulan: Program ini secara efektif meningkatkan kesadaran akan keselamatan dan memberdayakan keluarga untuk mencegah infeksi luka bakar di rumah.
PENDIDIKAN KESEHATAN PADA IBU BALITA TENTANG PEMBERIAN MAKANAN BERGIZI DARI SAWI DAN IKAN LELE UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DALAM MENDUKUNG TUMBUH KEMBANG BALITA : HEALTH EDUCATION FOR MOTHERS OF CHILDREN UNDER FIVE REGARDING NUTRITIOUS MEALS MADE FROM MUSTARD GREENS AND CATFISH TO IMPROVE MATERNAL KNOWLEDGE IN SUPPORTING CHILD GROWTH AND DEVELOPMENT Susanti Tria Jaya; Fresty Africia
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i2.512

Abstract

Abstrak   Pertumbuhan dan perkembangan balita yang optimal merupakan parameter penting pembangunan modal manusia. Kegagalan tumbuh kembang pada masa balita dapat berdampak jangka panjang, seperti stunting, gangguan perkembangan kognitif, penurunan daya tahan tubuh, serta rendahnya produktivitas di masa dewasa, sehingga menjadi ancaman serius bagi kualitas generasi mendatang. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya pengetahuan ibu tentang gizi sebelum, selama kehamilan, dan setelah melahirkan. Pendidikan kesehatan tentang pemberian makanan bergizi berbasis pangan lokal seperti sawi dan ikan lele merupakan salah satu strategi promotif dan preventif untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita sebagai langkah awal dalam mendukung tumbuh kembang balita secara optimal. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang pemberian makanan bergizi dari sawi dan ikan lele sebagai upaya mendukung tumbuh kembang balita. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Mei 2026 dengan tahapan penyampaian materi menggunakan leaflet dan power point, dilanjutkan dengan demonstrasi pengolahan serta pemberian olahan makanan berbahan sawi dan ikan lele kepada 35 ibu balita di Posyandu Melati Desa Tertek. Evaluasi dilakukan melalui sesi diskusi tanya jawab, dan hasil menunjukkan seluruh peserta aktif berpartisipasi serta terjadi peningkatan pemahaman ibu balita mengenai pemberian makanan bergizi setelah pendidikan kesehatan diberikan. Peningkatan pengetahuan ini menjadi indikator awal keberhasilan kegiatan, sementara dampaknya terhadap tumbuh kembang balita secara optimal memerlukan pemantauan dan pendampingan lanjutan. Pendidikan kesehatan berbasis pangan lokal ini merupakan strategi yang layak dikembangkan dan direplikasi secara berkelanjutan guna mendukung penurunan angka stunting. Abstract Optimal growth and development in toddlers is a key indicator of human capital development. Failure to thrive during the toddler period can have long-term consequences, such as stunting, impaired cognitive development, reduced immune function, and lower productivity in adulthood, posing a serious threat to the quality of future generations. One of the contributing factors is mothers' limited knowledge of nutrition before, during, and after pregnancy. Health education on providing nutritious food from local ingredients such as mustard greens and catfish is a promotive and preventive strategy to improve mothers' knowledge as an initial step toward supporting optimal toddler growth and development. This community service activity aimed to improve mothers' knowledge of providing nutritious food from mustard greens and catfish as an effort to support toddler growth and development. The activity was conducted in May 2026, delivering material through leaflets and PowerPoint presentations, followed by a food-preparation demonstration and the distribution of processed dishes made from mustard greens and catfish to 35 mothers at Posyandu Melati, Tertek Village. Evaluation was carried out through a question-and-answer discussion; results showed that all participants were actively engaged and that mothers' understanding of providing nutritious food improved after the health education session. This improvement in knowledge serves as an early indicator of the activity's success, while its impact on optimal toddler growth and development requires further monitoring and continued support. Health education based on affordable, locally available food is a viable strategy that should continue to be developed and replicated to support the reduction of stunting rates.